Jokowi Jalani ‘Fitting’ untuk Patung Lilin dengan Tim Madame Tussauds

Source: Info Seputar Presiden & detikNews 12-10-2016

7b84aa38-61fe-4b4c-85cc-ba2b75fc5f5b_169

Tim dari museum galeri Madame Tussauds, yang berada di Hongkong, menemui Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta. Mereka hendak mengukur badan Jokowi untuk dijadikan patung lilin yang akan dipajang di Museum Madame Tussauds.

Pantauan detikcom, Jokowi terlihat keluar dari Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pukul 13.55 WIB, Rabu (12/10/2016). Di lorong Istana Merdeka, telah menunggu tiga orang perempuan dari galeri Madame Tussauds yang telah menanti.

“Good evening Mr President,” ujar salah seorang perempuan sambil menyalami Jokowi.

Jokowi terlihat mengenakan kemeja putih lengan panjang dan celana panjang warna hitam. Setelah bersalaman, Jokowi dan tim Madame Tussauds memasuki ruang President Lounge, yang bersebelahan dengan Gedung Istana Merdeka.

Di sana, Jokowi akan menjalani proses pengukuran badan. Selain itu, Jokowi juga akan difoto dengan berbagai pose.

Kepala Sekretariat Presiden Darmansjah Djumala mengatakan, Jokowi akan diukur dan diperhatikan oleh tim Madame Tussauds secara detil.

Mulai dari warna rambut, mata, warna kulit, bahu, semuanya. Kan harus mirip aslinya. Difoto dengan 32 posisi. Itu (makan waktu) sekitar satu jam. Panjang lengan, jika dia berdiri sudutnya bagaimana, dihitunglah,” jelas Djumala.

Darmansjah juga menjelaskan, masuknya Jokowi di museum patung lilin tersebut adalah permintaan dari galeri Madame Tusauds sendiri. Galeri itu sebelumnya juga telah membuat polling, siapa yang akan dibikin patung lilinnya, dan keluarlah nama Jokowi.

“Begitu dapat polling, dan mereka riset. Beliau ini ternyata ikonik, unik. Beliau ini Presiden sederhana. Baju putih terus. Kedua, pro rakyat. Pro rakyatnya ini diliha dia sayang banget sama rakyatnya. Dan ketiga dia adalah anti korupsi. Ikon ini yang ingin ditonjolkan dari patung lilin Pak Jokowi. Sederhana, merakyat dan antikorupsi. Ini pemimpin dunia negara berkembang, Asia. Jarang ada yang kaya gini,” jelas Djumala.

Patung Lilin Jokowi Bisa Disaksikan di Museum Madame Tussauds Tahun Depan

Source FB Info Seputar Presiden & Detikcom. Ray Jordan Rabu 12 Oct 2016, 17:05 WIB detik News

7b84aa38-61fe-4b4c-85cc-ba2b75fc5f5b_169

Presiden Joko Widodo dilirik oleh museum galeri Madame Tussauds untuk dibuatkan patung lilin. Gaya kepemimpinan dan sifat Jokowi menjadi alasan pembuatan patung lilin tersebut.

General Manager Madame Tussauds, Jenny You menjelaskan, pihaknya melakukan polling, baik secara online, media sosial maupun secara langsung oleh pengunjung di galeri tersebut. Hasilnya nama Jokowi menempati posisi tertinggi untuk dibuatkan patung lilin.

“Kami sangat senang melihat bahwa ketika kita mengajukan pertanyaan untuk semua orang, siapakah yang ingin ditemui di galeri ini berikutnya, dan Jokowi berada di peringkat yang sangat tinggi,” kata Jenny saat jumpa pers di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/10/2016).

Jenny menjelaskan, pihaknya juga melakukan riset tentang sosok Jokowi. Mereka menilai, Jokowi merupakan sosok pemimpin Asia yang sederhana dengan gaya kepemimpinan yang unik.

Kami percaya bahwa Pak Presiden sangat unik, gaya kepemimpinan unik. Tentu saja kita melakukan banyak survei untuk Pak Presiden. Dan kami menemukan bahwa Pak Presiden adalah orang yang sangat rendah hati, gaya kepemimpinannya, perhatiannya tinggi terhadap orang-orang, khusus untuk orang-orang miskin dan ditambah dia concern dalam pemberantasan korupsi di negeri ini,” kata Jenny.

Jenny juga menjelaskan, proses pembuatan patung lilin tersebut memakan waktu selama 6 bulan. Proses pembuatannya akan dilakukan di London, Inggris. Biaya pembuatan patung lilin ini ditanggung sendiri oleh Madam Tussauds Hongkong sebesar 1,8 juta Dollar Hongkong.

Sehingga kita ini percaya bahwa Pak Presiden akan menjadi pemimpin yang bergabung di Madame Tussauds, pemimpin dunia. Kita semua dapat bertemu dengan ‘beliau’ tahun depan di Hongkong,” tambahnya.

14713806_1800245360253295_3958606257469312386_n

Presiden Jokowi saat meneriman perwakilan Museum Madame Tussauds Hongkong, di Istana Merdeka, Jakarta. Tak lama lagi, figur lilin seorang Presiden Jokowi akan menghiasi Museum Madame Tussauds yang telah dikenal dengan koleksi karya figur lilin para tokoh dunia. Presiden Jokowi sendiri dipastikan akan menjadi presiden kedua Indonesia yang mendapatkan kehormatan untuk diabadikan di sana setelah Presiden Soekarno. (12/10).
Foto : Biro Pers Setpres

Pura Besakih

From Wikipedia, the free encyclopedia

mdh-1429008477

Pura Besakih is a temple complex in the village of Besakih on the slopes of Mount Agung in eastern Bali, Indonesia. It is the most important, the largest and holiest temple of Hindu religion in Bali, and one of a series of Balinese temples. Perched nearly 1000 meters up the side of Gunung Agung, it is an extensive complex of 23 separate but related temples with the largest and most important being Pura Penataran Agung. The temple is built on six levels, terraced up the slope. The entrance is formed by a Candi Bentar (split gateway), and beyond it the Kori Agung is the gateway to the second courtyard.

History

The precise origins of the temple are not clear but it almost certainly dates from prehistoric times. The stone bases of Pura Penataran Agung and several other temples resemble megalithic stepped pyramids, which date back at least 2000 years. It was certainly used as a Hindu place of worship from 1284 when the first Javanese conquerors settled in Bali. By the 15th century, Besakih had become a state temple of the Gelgel dynasty.

Location

It was built on the south slopes of Mount Agung, the principal volcano of Bali.

Architecture

Pura Besakih is a complex made up of twenty-three temples that sit on parallel ridges. It has stepped terraces and flights of stairs which ascend to a number of courtyards and brick gateways that in turn lead up to the main spire or Meru structure, which is called Pura Penataran Agung. All this is aligned along a single axis and designed to lead the spiritual person upward and closer to the mountain which is considered sacred.

The main sanctuary of the complex is the Pura Penataran Agung. The symbolic center of the main sanctuary is the lotus throne orpadmasana, which is therefore the ritual focus of the entire complex. It dates to around the seventeenth century.

A series of eruptions of Mount Agung in 1963, which killed approximately 1,700 people also threatened Pura Besakih. The lava flows missed the temple complex by mere meters. The saving of the temple is regarded by the Balinese people as miraculous, and a signal from the gods that they wished to demonstrate their power but not destroy the monument the Balinese faithful had erected.

Festivals

Each year there are at least seventy festivals held at the complex, since almost every shrine celebrates a yearly anniversary. This cycle is based on the 210-day Balinese Pawukon calendar year.

It had been nominated as a World Heritage Site as early as 1995, but remains unvested.

Visitors to this temple should exercise caution as there is a syndicate operating in and around the premise of this temple. They target tourists by offering a compulsory “tour guide” at exorbitant charges. They also perform “prayers” and request for tips at the end of the “tour”. Visitors who decline their “services” are dealt with rather aggressively.,

Visitors

In 2013, foreign visitors count is 84,368 persons (77.2 percent), while domestic visitors is 24,853 persons (22.8 percent).

Gallery

mother_temple_of_besakih

The main temple of Besakih

pura_besakih

Pura Besakih

besakih01

Pura Besakih

besakih02

Pura Besakih

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

A prayer ceremony at Besakih Temple

panorama_of_bali_from_besakih_-_mother_temple

Bali view from Besakih/Mother temple’s main gate

maxresdefault

besakih-temple

15 Tempat Wisata di Bali yang Wajib Dikunjungi

Original Post by anekatempatwisata

Terletak di sebelah timur Pulau Jawa, Bali adalah primadona pariwisata Indonesia yang sudah terkenal di seluruh dunia. Selain terkenal dengan keindahan alamnya, terutama pantainya, Bali juga terkenal dengan kesenian dan budayanya yang unik dan menarik.

Bali sebagai tempat tujuan wisata yang lengkap dan terpadu memiliki banyak sekali tempat wisata menarik, apa saja tempat wisata di Bali yang wajib dikunjungi?

1. Pantai Kuta

pantai-kuta

Pantai Kuta adalah tempat wisata di Bali yang paling terkenal dan paling banyak dikunjungi wisatawan karena lokasinya yang dekat dengan bandara, pantainya yang indah, biaya yang murah, dan ombaknya yang cocok untuk peselancar pemula. Pantai Kuta juga terkenal dengan panorama matahari tenggelamnya yang sangat indah. Fakta unik dari Pantai Kuta adalah sebelum Pantai Kuta menjadi sebuah tempat wisata di Bali yang wajib dikunjungi seperti sekarang ini, Pantai Kuta merupakan sebuah pelabuhan besar, pusat perdagangan di Bali. Dengan pasir putih dan laut birunya, dilengkapi dengan fasilitas pendukung yang sangat lengkap, Pantai Kuta adalah primadona wisata Bali.

2. Pura Tanah Lot

Related Posts:

pura-tanah-lot

Pura Tanah Lot adalah salah satu tempat wisata di Bali yang terkenal dengan keindahannya, terutama pada saat matahari terbenam. Pura Tanah Lot yang terdiri dari 2 buah pura merupakan pura tempat memuja dewa laut. Keunikan dari Pura Tanah Lot adalah pura ini berada di atas sebuah batu karang besar di pinggir laut. Pada saat air laut pasang, anda tidak dapat mendekat ke Pura Tanah Lot karena di sekitar batu karang penyangga Pura Tanah Lot akan digenangi air laut. Pada saat air surut anda dapat melihat beberapa ular laut jinak yang menurut penduduk setempat merupakan penjaga Pura Tanah Lot. Selain itu, di lokasi ini anda juga dapat memegang ular suci yang jinak dan tidak berbahaya.

3. Pantai Padang Padang

Pantai-Padang-Padang.jpg

Pantai Padang Padang mungkin kurang begitu terkenal bila dibandingkan dengan Pantai Kuta, namun Pantai Padang Padang adalah pantai yang sangat indah dan unik. Pada saat saya pertama datang ke Pantai Padang Padang juga saya mengira bahwa pantai ini adalah pantai yang tidak menarik karena kurang terkenal, namun ternyata saya salah. Pantai Padang Padang adalah pantai kecil yang tersembunyi dibalik sebuah tebing di kawasan Pecatu, dekat Uluwatu. Untuk dapat mencapai Pantai Padang Padang, anda harus melewati sebuah tangga yang membelah tebing. Pantai Padang Padang tidak besar dan luas, namun sangat indah dan menarik untuk dikunjungi. Sebagian besar pengunjung Pantai Padang Padang adalah wisatawan asing karena Pantai Padang Padang kurang terkenal dikalangan wisatawan dalam negeri.

4. Danau Beratan Bedugul

danau-beratan-bedugul

Danau Beratan Bedugul adalah sebuah danau yang berlokasi di daerah pegunungan dengan suasana alam yang asri. Keunikan dari Danau Beratan Bedugul adalah keberadaan pura yang bernama Pura Ulun Danu. Pura Ulun Danu terletak di pinggir Danau Beratan Bedugul dan merupakan salah satu daya tarik utama Danau Beratan Bedugul. Selain itu wisatawan juga dapat menikmati permainan air dan menyewa perahu di Danau Beratan Bedugul.

5. Garuda Wisnu Kencana (GWK)

garuda-wisnu-kencana

Garuda Wisnu Kencana atau biasa disingkat GWK adalah sebuah taman wisata budaya yang berlokasi di Bali Selatan. Garuda Wisnu Kencana adalah sebuah patung yang sangat besar karya I Nyoman Nuarta. Saat ini, patung Garuda Wisnu Kencana belum sepenuhnya selesai dibuat, hanya sebagian saja yang telah selesai, namun walau begitu anda tetap dapat menikmati kemegahan Garuda Wisnu Kencana. Selain patung, anda juga dapat melihat keindahan bukit kapur yang di potong menjadi balok-balok kapur besar. Balok-balok kapur ini nantinya akan penuh dengan pahatan. Selain itu di kawasan Garuda Wisnu Kencana juga terdapat teater seni, anda dapat menikmati berbagai jenis tari dan kesenian Bali di teater ini setiap harinya.

6. Pantai Lovina

pantai-lovina

Pantai Lovina mungkin tidak terlalu sering terdengar di kalangan wisatawan. Pantai Lovina adalah salah satu tempat wisata di Bali yang paling saya sukai karena di Pantai Lovina kita dapat melihat lumba-lumba berenang dan meloncat di habitat aslinya. Terletak di Bali Utara dekat dengan Kota Singaraja, anda akan pergi ke tengah laut dan melihat lumba-lumba dengan menggunakan perahu nelayan. Lumba-lumba Pantai Lovina bermain di tepi pantai pada pagi hari, oleh karena itu biasanya wisatawan berangkat dari pinggir pantai mulai dari jam 6 pagi.

7. Pura Besakih

pura-besakih

Pura Besakih adalah sebuah pura yang berlokasi di kaki Gunung Agung, dan merupakan pura terbesar di Bali. Di Pura Besakih sering diadakan acara keagamaan Hindu karena Pura Besakih dipercaya sebagai tempat suci dan merupakan induk dari seluruh pura yang ada di Bali. Pura Besakih dibangun dengan konsep keseimbangan Tuhan, manusia, dan alam atau sering disebut dengan sebutan Tri Hita Karana. Untuk dapat memasuki area Pura Besakih, anda harus menggunakan sarung yang dapat dipinjam di sekitar lokasi Pura Besakih.

8. Pura Uluwatu

pura-uluwatu

Pura Uluwatu adalah salah satu tempat wisata di Bali yang berada di atas sebuah tebing yang menjorok ke laut. Pura Uluwatu tidak hanya menawarkan suasana religius khas Bali, namun juga menawarkan keindahan panoramanya, terutama keindahan matahari tenggelamnya yang sudah sangat terkenal. Di Pura Uluwatu anda akan berjumpa dengan sejumlah kera yang dipercaya berfungsi menjaga kesucian Pura Uluwatu. Untuk memasuki area Pura Uluwatu, anda harus menggunakan sarung dan selendang yang merupakan simbol hormat kepada kesucian Pura Uluwatu.

9. Pantai Jimbaran

pantai-jimbaran

Pantai Jimbaran adalah salah satu tempat wisata di Bali yang paling terkenal. Pada saat anda datang ke Pantai Jimbaran, yang pertama kali akan anda lihat adalah deretan meja dan kursi makan di atas pasir putih yang indah. Pantai Jimbaran terkenal dengan kuliner pinggir pantainya, terutama hidangan lautnya. Pantai Jimbaran untuk anda yang ingin berwisata ke pantai sekaligus menikmati wisata kuliner khas Bali. Tidak perlu kuatir menyantap makanan di Pantai Jimbaran karena ombak di Pantai Jimbaran sangatlah tenang, tidak membahayakan anda yang sedang makan di pinggir pantai.

10. Monkey Forest

sangeh

Monkey Forest adalah tempat wisata di Bali yang akan membawa anda menyatu dengan alam. Terletak di Ubud, Bali, Monkey Forest adalah sebuah hutan yang dihuni oleh banyak kera liar. Kera-kera ini dianggap keramat oleh penduduk setempat sehingga tidak boleh diganggu dan dibiarkan hidup di hutan. Kera di Monkey Forest sangat menyukai makanan, mereka akan berusaha mendapatkan makanan yang anda bawa, walaupun makanan tersebut ada di dalam tas anda. Di tempat ini anda akan menyaksikan kehidupan ratusan kera yang unik dan menarik.

11. Tanjung Benoa

tanjung-benoa

Tanjung Benoa yang berbatasan dengan Nusa Dua, Bali adalah pusat dari kegiatan olahraga dan permainan air di Bali. Karakteristik Pantai Tanjung Benoa sangatlah tenang, sehingga sangat cocok untuk berbagai jenis permainan air yang seru. Jenis permainan air yang dapat anda mainkan di sini yaitu snorkel, sea walker, banana boat, parasailing, wakeboard, waterski, jetski, scuba diving, donut boat, flying fish, dan lain-lain. Selain itu anda juga dapat pergi melihat penyu raksasa di pulau penyu dengan menaiki perahu dari Tanjung Benoa.

12. Danau Batur Kintamani

danau-batur-kintamani

Danau Batur Kintamani merupakan salah satu pesona alam yang dimiliki Bali. Terletak di gunung tertinggi ke 2 di Bali, Danau Batur Kintamani mempunyai hawa yang sejuk dan pemandangan yang sangat mempesona. Danau Batur Kintamani adalah danau terbesar di Bali yang banyak dikunjungi wisatawan karena menawarkan pemandangan yang tiada duanya di Bali.

13. Tari Kecak Uluwatu

tari-kecak-uluwatu

Tari Kecak adalah tari khas Bali yang paling terkenal dan paling menarik untuk dilihat. Dari banyak tempat yang mempertontonkan tarik kecak, menurut saya yang paling menarik adalah Tari Kecak Uluwatu yang berada di Pura Uluwatu. Tari Kecak Uluwatu mempertunjukan tari kecak khas Bali dengan latar belakang matahari tenggelam di Uluwatu yang sangat indah. Tari Kecak Uluwatu sangat populer dan ramai oleh karena itu apabila anda ingin menonton pertunjukan Tari Kecak Uluwatu, saya sarankan untuk pesan dari jauh hari.

14. Arung Jeram Sungai Telaga Waja

arung-jeram-sungai-telaga-waja

Arung Jeram Sungai Telaga Waja sangatlah cocok bagi anda yang suka kegiatan yang seru dan menantang. Sungai Telaga Waja memiliki air yang jernih dan bersih dan jeram yang menantang. Di akhir pengarungan anda akan meloncati sebuah pintu air, sangat seru. Setelah selesai menikmati Arung Jeram Sungai Telaga Waja, anda akan mendapatkan bonus berupa trekking naik gunung, oleh karena itu siapkan diri anda dan beristirahatlah yang cukup karena Arung Jeram Sungai Telaga Waja akan menguras tenaga anda.

15. Arung Jeram Sungai Ayung

arung-jeram-sungai-ayung

Arung Jeram Sungai Ayung mempunyai karakteristik yang berbeda dengan Arung Jeram Sungai Telaga Waja. Apabila Arung Jeram Sungai Telaga Waja menawarkan tantangan, maka Arung Jeram Sungai Ayung menawarkan keindahan. Panorama sepanjang Sungai Ayung sangatlah indah, ditambah dengan pahatan di tebing sungai, dan hijaunya pepohonan di sekitar sungai melengkapi keindahan Arung Jeram Sungai Ayung.

Surakarta

Pasangan wali kota dan wakil wali kota, yang sering disebut sebagai Jokowi-Rudy, pertama kali terpilih sebagai wali kota Surakarta untuk masa bakti 2005-2010

balaikota_solo_by_bennylin_04-01

surakarta-1-vertKota Surakarta (Hanacaraka: ꦑꦸꦛꦯꦸꦫꦏꦂꦠ), juga disebut Solo atau Sala (ꦱꦭ), adalah wilayah otonom dengan status kota di bawah Provinsi Jawa Tengah, Indonesia, dengan penduduk 503.421 jiwa (2010) dan kepadatan 13.636/km2. Kota dengan luas 44 km2, ini berbatasan dengan Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Boyolali di sebelah utara, Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Sukoharjo di sebelah timur dan barat, dan Kabupaten Sukoharjo di sebelah selatan. Kota ini juga merupakan kota terbesar ketiga di pulau Jawa bagian selatan setelah Bandung dan Malang menurut jumlah penduduk. Sisi timur kota ini dilewati sungai yang terabadikan dalam salah satu lagu keroncong, Bengawan Solo. Bersama dengan Yogyakarta, Surakarta merupakan pewaris Kesultanan Mataram yang dipecah melalui Perjanjian Giyanti, pada tahun 1755.

Nama

“Sala” adalah satu dari tiga dusun yang dipilih oleh Sunan Pakubuwana II atas saran dari Tumenggung Hanggawangsa, Tumenggung Mangkuyudha, serta komandan pasukan Belanda, J.A.B. van Hohendorff, ketika akan mendirikan istana baru, setelah perang suksesi Mataram terjadi di Kartasura.

Pada masa sekarang, nama Surakarta digunakan dalam situasi formal-pemerintahan, sedangkan nama Sala/Solo lebih merujuk kepada penyebutan umum yang dilatarbelakangi oleh aspek kultural. Kata sura dalam Bahasa Jawa berarti “keberanian” dan karta berarti “makmur”, sebagai sebuah harapan kepada Yang Maha Kuasa. Dapat pula dikatakan bahwa nama Surakarta merupakan permainan kata dari Kartasura. Kata sala, nama yang dipakai untuk desa tempat istana baru dibangun, adalah nama pohon suci asal India, yaitu pohon sala (Couroupita guianensis atau Shorea robusta).

Ketika Indonesia masih menganut Ejaan van Ophuysen, nama kota ini ditulis Soerakarta. Dalam aksara Jawa modern, ditulis ꦱꦸꦫꦏꦂꦠ atauꦯꦸꦫꦑꦂꦡ. Nama “Surakarta” diberikan sebagai nama “wisuda” bagi pusat pemerintahan baru Mataram. Namun, sejumlah catatan lama menyebut, bentuk antara “Salakarta”.

Sejarah

Masa Pra-kemerdekaan

Eksistensi kota ini dimulai di saat Sunan Pakubuwana II, raja Kesultanan Mataram, memindahkan kedudukan raja dari Kartasura ke Desa Sala, sebuah desa yang tidak jauh dari tepi Bengawan Solo, karena istana Kartasura hancur akibat serbuan pemberontak. Sunan Pakubuwana II membeli tanah dari lurah Desa Sala, yaitu Kyai Sala, sebesar 10.000 ringgit (gulden Belanda) untuk membangun istana Mataram yang baru.

Secara resmi, istana Mataram yang baru dinamakan Keraton Surakarta Hadiningrat dan mulai di tempati tanggal 17 Februari 1745. Tanggal ini kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Kota Surakarta. Perjanjian Giyanti yang ditanda-tangani oleh Sunan Pakubuwana III, Belanda, dan Pangeran Mangkubumi pada 13 Februari 1755 membagi wilayah Mataram menjadi dua yaitu Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta.

Selanjutnya wilayah Kasunanan Surakarta semakin berkurang, karena Perjanjian Salatiga yang diadakan pada 17 Maret 1757 menyebabkan Raden Mas Said diakui sebagai seorang pangeran merdeka dengan wilayah kekuasaan berstatus kadipaten, yang disebut dengan namaPraja Mangkunegaran. Sebagai penguasa Mangkunegaran, Raden Mas Said bergelar Adipati Mangkunegara I.

Masa Kemerdekaan

Daerah Istimewa Surakarta

Kekuasaan politik kedua kerajaan ini dilikuidasi setelah berdirinya Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Selama 10 bulan, Surakarta berstatus sebagai daerah istimewa setingkat provinsi, yang dikenal sebagai Daerah Istimewa Surakarta.

Karesidenan Surakarta

Selanjutnya, karena berkembang gerakan antimonarki di Surakarta serta kerusuhan, penculikan, dan pembunuhan pejabat-pejabat DIS, pada tanggal 16 Juni 1946 pemerintah membubarkan DIS dan menghilangkan kekuasaan raja-raja

Kasunanan dan Mangkunegaran. Status Susuhunan Surakarta dan Adipati Mangkunegaran menjadi rakyat biasa di masyarakat dan keraton diubah menjadi pusat pengembangan seni dan budaya Jawa.

Kemudian Surakarta ditetapkan menjadi tempat kedudukan dari residen, yang memimpin Karesidenan Surakarta (Residentie Soerakarta) dengan luas daerah 5.677 km². Karesidenan Surakarta terdiri dari daerah-daerah Kota Praja Surakarta

  • Kabupaten Karanganyar
  • Kabupaten Sragen
  • Kabupaten Wonogiri
  • Kabupaten Sukoharjo
  • Kabupaten Klaten
  • Kabupaten Boyolali

Tanggal 16 Juni 1946 diperingati sebagai hari jadi Pemerintah Kota Surakarta era modern.

Kota Surakarta

Setelah Karesidenan Surakarta dihapuskan pada tanggal 4 Juli 1950, Surakarta menjadi kota di bawah administrasi Provinsi Jawa Tengah. Semenjak berlakunya UU Pemerintahan Daerah yang memberikan banyak hak otonomi bagi pemerintahan daerah, Surakarta menjadi daerah berstatus kota otonom.

Geografi dan Administrasi

20120814181201peta_solo

Hidrogeologi

Surakarta terletak di dataran rendah di ketinggian 105 m dpl dan di pusat kota 95 m dpl, dengan luas 44,1 km2 (0,14 % luas Jawa Tengah). Surakarta berada sekitar 65 km timur laut Yogyakarta, 100 km tenggara Semarang dan 260 km barat daya Surabaya serta dikelilingi oleh Gunung Merbabu (tinggi 3145 m) dan Merapi (tinggi 2930 m) di bagian barat, dan Gunung Lawu (tinggi 3265 m) di bagian timur. Agak jauh di selatan terbentang Pegunungan Sewu. Tanah di sekitar kota ini subur karena dikelilingi oleh Bengawan Solo, sungai terpanjang di Jawa, serta dilewati oleh Kali Anyar, Kali Pepe, dan Kali Jenes.

bengawan_solo_topography_map

Aliran sungai Bengawan Solo

Mata air bersumber dari lereng gunung Merapi, yang keseluruhannya berjumlah 19 lokasi, dengan kapasitas 3.404 l/detik. Ketinggian rata-rata mata air adalah 800-1.200 m dpl. Pada tahun 1890 – 1827 hanya ada 12 sumur di Surakarta. Saat ini pengambilan air bawah tanah berkisar sekitar 45 l/detik yang berlokasi di 23 titik. Pengambilan air tanah dilakukan oleh industri dan masyarakat, umumnya ilegal dan tidak terkontrol.

Sampai dengan Maret 2006, PDAM Surakarta memiliki kapasitas produksi sebesar 865,02 liter/detik. Air baku berasal dari sumber mata air Cokrotulung, Klaten(387 liter/detik) yang terletak 27 km dari kota Solo dengan elevasi 210,5 di atas permukaan laut dan yang berasal dari 26 buah sumur dalam, antara lain di Banjarsari, dengan total kapasitas 478,02 liter/detik. Selain itu total kapasitas resevoir adalah sebesar 9.140 m3.Dengan kapasitas yang ada, PDAM Surakarta mampu melayani 55,22% masyarakat Surakarta termasuk kawasan hinterland dengan pemakaian rata-rata 22,42 m3/bulan.

Tanah di Solo bersifat pasiran dengan komposisi mineral muda yang tinggi sebagai akibat aktivitas vulkanik Merapi dan Lawu. Komposisi ini, ditambah dengan ketersediaan air yang cukup melimpah, menyebabkan dataran rendah ini sangat baik untuk budidaya tanaman pangan, sayuran, dan industri, seperti tembakau dan tebu.

Namun, sejak 20 tahun terakhir industri manufaktur dan pariwisata berkembang pesat sehingga banyak terjadi perubahan peruntukan lahan untuk kegiatan industri dan perumahan penduduk.

Iklim dan Topografi

Menurut klasifikasi iklim Koppen, Surakarta memiliki iklim muson tropis. Sama seperti kota-kota lain di Indonesia, musim hujan di Solo dimulai bulan Oktober hingga Maret, dan musim kemarau bulan April hingga September.

Rata-rata curah hujan di Solo adalah 2.200 mm, dan bulan paling tinggi curah hujannya adalah Desember, Januari, dan Februari. Suhu udara relatif konsisten sepanjang tahun, dengan suhu rata-rata 30 derajat Celsius.

Suhu udara tertinggi adalah 32,5 derajat Celsius, sedangkan terenda adalah 21,0 derajat Celsius. Rata-rata tekanan udara adalah 1010,9 MBS dengan kelembaban udara 75%. Kecepatan angin 4 Knot dengan arah angin 240 derajat.

data-iklim-surakarta

Batas-batas Administrasi

surakarta_day_view-1

Kota Surakarta terletak di antara 110 45` 15″ – 110 45` 35″ Bujur Timur dan 70` 36″ – 70` 56″ Lintang Selatan dan berbatasan dengan Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Boyolali di sebelah utara, Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Sukoharjo di sebelah timur dan barat, dan Kabupaten Sukoharjo di sebelah selatan.

Di masing-masing batas kota terdapat Gapura Kasunanan yang didirikan sekitar tahun 1931–1932 pada masa pemerintahan Sunan Pakubuwana X di Kasunanan Surakarta. Gapura Kasunanan didirikan sebagai pembatas sekaligus pintu gerbang masuk ibu kota kerajaan (Kota Surakarta) dengan wilayah sekitar. Gapura Kasunanan tidak hanya didirikan di jalan penghubung, namun juga didirikan di pinggir sungai Bengawan Solo yang pada waktu itu menjadi dermaga dan tempat penyeberangan (di Mojo/Silir).

Ukuran Gapura Kasunanan terdiri dari dua ukuran yaitu berukuran besar dan kecil. Gapura Kasunanan ukuran besar didirikan di jalan besar. Gapura Kasunanan ukuran besar bisa dilihat di Grogol (selatan), Jajar (barat), dan Jurug (timur). Sedangkan Gapura Kasunanan ukuran kecil bisa dilihat di daerah RS Kandang Sapi (utara), jalan arah Baki di Solo Baru (selatan), Makamhaji (barat), dan di Mojo/Silir. Gapura Kasunanan besar juga memiliki prasasti waktu pendirian gapura.

Pembagian Administratif

Kota Surakarta dan kabupaten-kabupaten di sekelilingnya, Karanganyar, Sragen, Wonogiri, Sukoharjo, Klaten, Boyolali, secara kolektif masih sering disebut sebagai eks-Karesidenan Surakarta. Surakarta dibagi menjadi 5 kecamatan yang masing-masing dipimpin oleh seorang camat dan 51 kelurahan yang masing-masing dipimpin oleh seorang lurah. Kelima kecamatan di Surakarta adalah:

  • Kecamatan Pasar Kliwon (57110): 9 kelurahan
  • Kecamatan Jebres (57120): 11 kelurahan
  • Kecamatan Banjarsari (57130): 13 kelurahan
  • Kecamatan Lawiyan (disebut juga Laweyan, 57140): 11 kelurahan
  • Kecamatan Serengan (57150): 7 kelurahan

balaikota_solo_by_bennylin_04-01

Balai kota Surakarta

Kota Satelit

Surakarta dan kota-kota satelitnya (Kartasura, Solo Baru, Palur, Colomadu, Baki, Ngemplak) adalah kawasan yang saling berintegrasi satu sama lain. Kawasan Solo Raya ini unik karena dengan luas kota Surakarta sendiri yang hanya 44 km persegi dan dikelilingi kota-kota penyangganya yang masing-masing luasnya kurang lebih setengah dari luas kota Surakarta dan berbatasan langsung membentuk satu kesatuan kawasan kota besar yang terpusat.

Solo Baru (Soba) merupakan kawasan yang dimekarkan dari kota Solo. Solo baru selain sebagai salah satu kota satelit dari Kota Surakarta juga merupakan kawasan permukiman bagi para pekerja atau pelaku kegiatan ekonomi di kawasan Kota Surakarta.

Di Solo Baru banyak terdapat perumahan sedang dan mewah, maka dari itu Solo Baru juga merupakan kawasan permukiman elit. Di Solo Baru juga terdapat pasar swalayan Carrefour. Pandawa waterboom yang merupakan waterboom terbesar di Jawa Tengah dan Yogyakarta terdapat di kawasan ini.

Meskipun termasuk dalam wilayah Kabupaten Sukoharjo tetapi secara ekonomi dan politis Solo Baru lebih dekat ke Kota Surakarta, karena letak wilayah kotanya yang langsung berbatasan dengan Kota Surakarta, bahkan pernah ada wacana tentang penggabungan wilayah wilayah kota satelit di sekitar Surakarta termasuk Solo Baru untuk dimasukkan ke dalam wilayahnya. Luas wilayah Kota Surakarta beserta wilayah-wilayah kota penyangganya saat ini sekitar 150 km² dengan jumlah penduduknya sekitar 1 juta jiwa.

Pemerintahan

Surakarta terletak di Provinsi Jawa Tengah. Sebelum bergabung dengan Indonesia, Surakarta diperintah oleh Susuhunan Surakarta dan Adipati Mangkunegaran. Semasa dikuasai oleh Belanda, Surakarta dikenal sebagai sebuah Vorstenland atau wilayah kerajaan. Penguasa Kasunanan Surakarta saat ini adalah Sunan Pakubuwana XIII, dan penguasa Praja Mangkunegaran saat ini adalah Adipati Mangkunegara IX. Kedua penguasa monarki seremonial ini tidak memiliki kekuasaan politik di Surakarta.

Secara yuridis Kota Surakarta terbentuk berdasarkan Penetapan Pemerintah tahun 1946 Nomor 16/SD, yang diumumkan pada tanggal 15 Juli. Dengan berbagai pertimbangan faktor-faktor historis sebelumnya, tanggal 16 Juni 1946 ditetapkan sebagai hari jadi Pemerintah Daerah Kota Surakarta.

Wali Kota

Wali kota Surakarta sejak Juli 2015 dijabat oleh pejabat sementara, merangkap sebagai Sekretaris Daerah, Boeddy Soeharto. Sebelumnya jabatan ini dijabat oleh F.X. Hadi Rudyatmo yang menggantikan Ir. Joko Widodo yang dilantik menjadi gubernur DKI Jakarta tanggal 15 Oktober 2012.

Pasangan wali kota dan wakil wali kota, yang sering disebut sebagai Jokowi-Rudy, pertama kali terpilih sebagai wali kota Surakarta untuk masa bakti 2005-2010. Kemudian pasangan dari PDI-P ini terpilih lagi untuk masa bakti kedua dengan perolehan suara lebih dari 90% untuk masa jabatan 2010-2015.

Di bawah kepemimpinan Jokowi dan Rudy, Surakarta mengalami perubahan yang pesat. Para pedagang barang bekas di Taman Banjarsari dapat direlokasi hampir tanpa gejolak untuk merevitalisasi fungsi lahan hijau terbuka.

Investor diberi syarat untuk mau memikirkan kepentingan publik. Komunikasi langsung rutin dan terbuka (disiarkan oleh televisi lokal) diadakan secara rutin dengan masyarakat. Taman Balekambang, yang telantar semenjak ditinggalkan oleh pengelolanya, dijadikannya taman.

Sebagai tindak lanjut branding, Jokowi mengajukan Surakarta untuk menjadi anggota Organisasi Kota-kota Warisan Dunia dan diterima pada tahun 2006. Langkahnya berlanjut dengan keberhasilan Surakarta menjadi tuan rumah konferensi organisasi tersebut pada bulan Oktober 2008 ini. Sejak 1 Oktober 2012 Wali Kota Surakarta Ir. Joko Widodo mengundurkan diri dari jabatan wali kota setelah terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta periode 2012 – 2017.

Oleh Majalah Tempo, Joko Widodo terpilih menjadi salah satu dari “10 Tokoh 2008”.

Pada tanggal 17 April 2013, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo resmi melantik Dr. H. Achmad Purnomo sebagai wakil wali kota Surakarta menggantikan F.X. Hadi Rudyatmo yang menjadi wali kota Surakarta.

Julukan dan Semboyan

solo-spirit-of-javaSurakarta memiliki semboyan “Berseri”, akronim dari “Bersih, Sehat, Rapi, dan Indah”, sebagai slogan pemeliharaan keindahan kota. Untuk kepentingan pemasaran pariwisata, Surakarta mengambil slogan pariwisata Solo, The Spirit of Java (Jiwanya Jawa) sebagai upaya pencitraan kota Surakarta sebagai pusat kebudayaan Jawa.

Slogan Solo The Spirit of Java diperoleh dari hasil sayembara yang diadakan oleh Pemerintah Kota Surakarta pada 4 Oktober sampai 14 November 2005 yang dimenangkan oleh Dwi Endang Setyorini (warga Giriroto, Ngemplak, Boyolali). Logonya, dikerjakan oleh perusahaan periklanan pemenang pitching (tender), yaitu Freshblood Indonesia (Surakarta) dan didampingi oleh tim konsultan desain Optimaxi (Jakarta) di bawah pengawasan GTZ dalam rangkaian program Regional Economic Development (RED) atau GTZ-RED.

Perancangan logo berlangsung sekitar enam bulan di Surakarta. Selama masa itu diselenggarakan sesi konsultasi dengan Badan Koordinasi Antar Daerah (BKAD) dan tokoh masyarakat, yang puncak sosialisasinya digelar di Ballroom Hotel Quality (The Sunan Hotel saat ini), dihadiri beragam kalangan sebagai representasi wilayah Solo Raya.

Tim perancang bekerja dengan bekal slogan hasil sayembara dan dituntut menjabarkan konsep Spirit of Java dalam wujud visual. Identitas visual yang berupa tulisan ”Solo” beserta slogan di bawahnya dengan aksen huruf ”O” berbentuk relung diperoleh dari ekstraksi konsep visual yang merefleksikan kesan Jawa dalam tampilannya. Relung dalam logo bisa saja mengingatkan orang pada ornamen keris, batik, atau mebel yang merujuk pada wilayah (Jawa).

Selain itu Kota Surakarta juga memiliki beberapa julukan, antara lain Kota Batik, Kota Budaya, Kota Liwet. Penduduk Surakarta disebut sebagai wong Solo, dan istilah putri Solo juga banyak digunakan untuk menyebut wanita yang memiliki karakteristik mirip wanita dari Surakarta.

Kependudukan

Salah satu sensus paling awal yang dilakukan di wilayah Karesidenan Surakarta (Residentie Soerakarta) pada tahun 1885 mencatat terdapat 1.053.985 penduduk, termasuk 2.694 orang Eropa dan 7.543 orang Tionghoa. Wilayah seluas 5.677 km² tersebut memiliki kepadatan 186 penduduk/km². Ibukota karesidenan tersebut sendiri pada tahun 1880 memiliki 124.041 penduduk.

abdi_dalem_keraton_surakarta

Abdi dalem Keraton Surakarta mengenakan busana Jawi Jangkep Sowan Keraton. Suku Jawa merupakan etnis mayoritas di Kota Surakarta, dan Surakarta merupakan kota pusat pengembangan dan pelestarian kebudayaan Jawa.

Jumlah penduduk kota Surakarta pada tahun 2010 adalah 503.421 jiwa[1], terdiri dari 270.721 laki-laki dan 281.821 wanita, yang tersebar di lima kecamatan yang meliputi 51 kelurahan dengan daerah seluas 44,1 km2. Perbandingan kelaminnya 96,06% yang berarti setiap 100 orang wanita terdapat 96 orang laki-laki. Angka ketergantungan penduduknya sebesar 66%. Catatan dari tahun 1880 [18] memberikan cacah penduduk 124.041 jiwa. Pertumbuhan penduduk dalam kurung 10 tahun terakhir berkisar 0,565 % per tahun.[19] Tingkat kepadatan penduduk di Surakarta adalah 11.370 jiwa/km2, yang merupakan kepadatan tertinggi di Jawa Tengah (kepadatan Jawa Tengah hanya 992 jiwa/km2).[20]

Jika dibandingkan dengan kota lain di Indonesia, kota Surakarta merupakan kota terpadat di Jawa Tengah[1] dan ke-8 terpadat di Indonesia, dengan luas wilayah ke-13 terkecil, dan populasi terbanyak ke-22 dari 93 kota otonom dan 5 kota administratif di Indonesia.

Daftar kecamatan di Surakarta

DAFTAR KECAMATAN SURAKARTA.png

Kecamatan terpadat di Surakarta adalah Pasar Kliwon, yang luasnya hanya sepersepuluh luas keseluruhan Surakarta, sedangkan Laweyan merupakan kecamatan dengan kepadatan terendah. Laju pertumbuhan penduduk Surakarta selama 2000-2010 adalah 0,25%, jauh di bawah laju pertumbuhan penduduk Jawa Tengah sebesar 0,46%.

Jika wilayah penyangga Surakarta juga digabungkan secara keseluruhan (Solo Raya: Surakarta, Kartasura, Colomadu, Ngemplak, Baki, Grogol, Palur), maka luasnya adalah 130 km². Penduduknya lebih dari 800.000 jiwa.

Pendidikan

Menurut Data Pokok Pendidikan (Dapodik) pada tahun ajaran 2010/2011 terdapat 68.153 siswa dan 869 sekolah di Surakarta, dengan perincian: 308 TK/RA, 292 SD/MI, 97 SMP/MTs, 56 SMA/MA, 46 SMK, 54 PT, dan 16 sekolah lain.

Di Surakarta terdapat dua universitas besar, yaitu Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS),keduanya memiliki lebih dari 0 mahasiswa aktif dan termasuk katagori 50 universitas terbaik di Indonesia. Demikian pula terdapat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta dan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

universitas-sebelas-maret

Universitas Sebelas Maret, salah satu perguruan tinggi negeri favorit di Indonesia

Selain itu terdapat 52 universitas swasta lainnya seperti Unisri ( Universitas Slamet Riyadi ), Universitas Tunas Pembangunan, Universitas Setia Budi, STIKES Muhammadiyah, Universitas Islam Batik, dll. Surakarta juga kini menjadi tempat tujuan studi para lulusan SMA dari seluruh Indonesia.

Perekonomian dan Perdagangan

Industri batik menjadi salah satu industri khas Surakarta. Sentra kerajinan batik dan perdagangan batik antara lain di Laweyan dan Kauman. Pasar Klewer serta beberapa pasar batik tradisional lain menjadi salah satu pusat perdagangan batik di Indonesia. Perdagangan di Surakarta berada di bawah naungan Dinas Industri dan Perdagangan.

pusat_grosir_solo

Pusat perdagangan batik di Pusat Grosir Solo

Selain Pasar Klewer, Surakarta juga memiliki banyak pasar tradisional, di antaranya Pasar Gedhe (Pasar Besar), Pasar Legi, dan Pasar Kembang. Pasar-pasar tradisional yang lain menggunakan nama-nama dalam bahasa Jawa, antara lain nama pasaran (hari) dalam Bahasa Jawa: Pasar Pon, Pasar Legi, sementara Pasar Kliwon saat ini menjadi nama kecamatan dan nama pasarnya sendiri berubah menjadi Pasar Sangkrah. Selain itu ada pula pasar barang antik yang menjadi tujuan wisata, yaitu Pasar Triwindu/Windu Jenar (setiap Sabtu malam diubah menjadi Pasar Ngarsopuro) serta Pasar Keris dan Cinderamata Alun-Alun Utara Keraton Surakarta.

Pusat bisnis kota Surakarta terletak di sepanjang Jalan Slamet Riyadi. Beberapa bank, hotel, pusat perbelanjaan, restoran internasional, hingga tujuan wisata dan hiburan terletak di sepanjang jalan protokol ini, termasuk Graha Soloraya, Loji Gandrung (rumah dinas wali kota). Pada hari minggu pagi, jalanan Slamet Riyadi khusus ditutup bagi kendaraan bermotor, untuk digunakan sebagai ajang Solo Car Free Day, sebagai bagian dari tekad pemda untuk mengurangi polusi. Beberapa mal modern di Surakarta antara lain Solo Square, Solo Grand Mall (SGM), Solo Paragon, Solo Center Point (SCP), Singosaren Plaza, Pusat Grosir Solo (PGS), Beteng Trade Center (BTC), Hartono Mall Solo Baru, Pusat Perbelanjaan Luwes (Ratu Luwes, Sami Luwes, Luwes Sangkrah, Luwes Gading, Luwes Nusukan, Luwes Mojosongo, Luwes Palur), dan Palur Plaza.

Sebagai salah satu kota yang maju, tentu saja di Surakarta juga telah berdiri usaha penginapan dari mulai homestay, losmen, bintang kelas melati hingga hotel berbintang 4 (empat) dan 5 (lima) diantaranya adalah Red Planet (hotel bintang 2, Mangkubumen), Amarelo Hotel (hotel bintang 3, Kemlayan), Grand Amira Hotel (hotel bintang 2, Pasar Kliwon), Amaris Hotel (hotel bintang 2, Sriwedari), Grand Orchid Hotel (hotel bintang 3, Timuran), The Sunan Hotel (hotel bintang 4, Kerten), Hotel Sahid Jaya (hotel bintang 5, Timuran), Simple In Solo (hotel bintang 1, Manahan), Novotel (hotel bintang 4, Timuran)

Surakarta memiliki beberapa pabrik yang mempekerjakan karyawan dalam jumlah yang besar antara lain Sritex, Konimex, dan Jamu Air Mancur. Selain itu masih ada banyak pabrik-pabrik lain di zona industri Palur. Industri batik juga menjadi salah satu industri khas Surakarta.

Keberagaman

Bangunan ibadah bersejarah di Surakarta beragam, yang mencerminkan keberagaman kepercayaan yang dianut oleh masyarakat Surakarta, mulai dari masjid terbesar dan paling sakral yang terletak di bagian barat Alun-alun Utara Keraton Kasunanan, Surakarta, yaitu Masjid Agung Surakarta yang dibangun sekitar tahun 1763 atas prakarsa dari Sunan Pakubuwana III, Masjid Al Wustho Mangkunegaran, Masjid Laweyan yang merupakan masjid tertua di Surakarta, Gereja St. Petrus di Jl. Slamet Riyadi, Gereja St. Antonius Purbayan, hingga Tempat Ibadah Tri Dharma Tien Kok Sie, ViharaAm Po Kian, dan Sahasra Adhi Pura.

great_mosque_of_solo

Masjid Agung Surakarta

Selain dihuni oleh Suku Jawa, ada banyak pula penduduk beretnis Tionghoa, dan Arab yang tinggal di Surakarta. Walaupun tidak ada data pasti berapa jumlah masing-masing kepercayaan maupun etnis penduduk dalam sensus terakhir (2010), namun mereka banyak membaur di tengah-tengah warga Surakarta pada umumnya.

798px-tien_kok_sie

Klenteng Tien Kok Sie

Perkampungan Arab menempati tiga wilayah kelurahan, yaitu Kelurahan Pasar Kliwon, Semanggi dan Kedung Lumbu di Kecamatan Pasar Kliwon. Penempatan kampung Arab secara berkelompok tersebut sudah diatur sejak zaman dulu untuk mempermudah pengurusan bagi etnis asing di Surakarta dan demi terwujudnya ketertiban dan keamanan. Etnis Arab mulai datang di Pasar Kliwon diperkirakan sejak abad ke-19. Terbentuknya perkampungan di Pasar Kliwon, selain disebabkan oleh adanya politik permukiman pada masa kerajaan, juga tidak terlepas dari kebijakan pemerintah kolonial.

Warto dalam penelitiannya menyebutkan pada tahun 1984, jumlah keturunan Arab adalah 1.877 jiwa, sementara jumlah warga Tionghoa adalah 103 jiwa. Berdasarkan data monografi kelurahan Pasar Kliwon tahun 2005, menyebutkan bahwa jumlah keturunan Arab adalah 1.775 jiwa, sedangkan keturunan Tionghoa adalah 135 jiwa.

Dari data tersebut dapat dilihat adanya penurunan jumlah penduduk keturunan Arab di Pasar Kliwon. Hal ini disebabkan karena lahan di kelurahan Pasar Kliwon semakin sempit sehingga terjadi perpindahan di daerah lain.

Sementara itu perkampungan Tionghoa banyak terfokus di wilayah Balong, Coyudan, dan Keprabon. Hal ini dapat dilihat dengan adanya bangunan-bangunan kelenteng dan tempat ibadah, seperti Kelenteng Tien Kok Sie.

Layanan Publik

pedestrian_di_sepanjang_jalan_slamet_riyadiBeberapa rumah sakit bersejarah antara lain RS Kadipolo dan Rumah Sakit Panti Kosala (Kandang Sapi). Sementara rumah sakit lain dengan fasilitasUGD 24 jam antara lain RSUD Moewardi, RS PKU Muhammadiyah, RS Islam Surakarta (Yarsis), RS Kustati, RS Kasih Ibu, RS Panti Waluyo, RS Brayat Minulyo, dan RS Dr. Oen Solo Baru. RS Ortopedi Dr. Soeharso adalah salah satu pusat ortopedi terkemuka di Indonesia yang pernah menjadi pusat rujukan tulang nasional.

Surakarta juga memiliki beberapa taman, antara lain Taman Balekambang, Taman Tirtonadi, Taman Sekartaji, Taman Sriwedari, yang juga merangkap sebagai tempat hiburan, tempat pagelaran musik dangdut dan wayang orang, tepatnya di Gedung Wayang Orang Sriwedari.

Tempat ini menyajikan seni pertunjukan daerah wayang orang yang menyajikan cerita wayang berdasarkan pada cerita Ramayana dan Mahabarata. Pada kesempatan tertentu juga digelar cerita-cerita wayang orang gabungan antara wayang orang sriwedari dengan wayang orang RRI Surakarta dan bahkan dengan seniman-seniman wayang orang Jakarta, Semarang, ataupun Surabaya.

Tempat hiburan umum lainnya adalah Kebun Binatang Jurug (Taman Satwataru Jurug), yaitu salah satu dari kebun binatang terbesar dan tertua di Indonesia.

Tempat pemakaman umum di Surakarta antara lain adalah TPU Purwoloyo, TPU Utoroloyo, TMP Kusuma Bakti, TPU Pucang Sawit, dan pemakaman Tionghoa yang terletak di kecamatan Jebres, TPU Bonoloyo, Astana Utara Nayu, dan Astana Bibis Luhur yang terletak di kecamatan Banjarsari, TPU Pracimoloyo maupun TPU Daksinoloyo di perbatasan Kabupaten Sukoharjo.

Karena jumlah lahannya yang terbatas, saat ini banyak anggota masyarakat yang memilih untuk menguburkan orang yang sudah meninggal di pemakaman-pemakaman yang terletak di luar batas kota Surakarta, misalnya pemakaman Kristen di Jeruksawit, Karanganyar, kompleks pemakaman Delingan di Karanganyar, dll.

Khusus bagi raja-raja keraton Surakarta, bagi raja yang meninggal akan dimakamkan di pemakaman hereditas di Makam Imogiri di puncak sebuah bukit 12 km di sebelah selatan Yogjakarta.

Kode area untuk kota Surakarta adalah 0271 (+6271). Telepon umum koin/kartu jarang dijumpai, sebagai gantinya, beberapa wartel tersebar di berbagai sudut kota. Selain itu mereka juga biasanya menjual pulsa prabayar. Warnet juga banyak dijumpai di berbagai tempat, sedangkan beberapa tempat sudah mulai menyediakan fasilitas Wi-Fi untuk para pengunjungnya.

Kesehatan

Rumah sakit

Kota Surakarta dan wilayah sekitarnya mempunyai beberapa rumah sakit, di antaranya:

  • Rumah Sakit Umum Dr. Moewardi (Rumah Sakit Jebres)
  • Rumah Sakit Islam Kustati
  • Rumah Sakit Islam Yarsis Surakarta
  • Rumah Sakit Dr. Oen Surakarta (Kandang Sapi)
  • Rumah Sakit Ortopedi Dr. Soeharso
  • Rumah Sakit Panti Waluyo
  • Rumah Sakit Slamet Riyadi (DKT)
  • Rumah Sakit AURI Adi Sumarmo
  • Rumah Sakit PKU Muhammadiyah
  • Rumah Sakit Kasih Ibu
  • Rumah Sakit Brayat Minulyo
  • Rumah Sakit Dr. Oen Solo Baru
  • Rumah Sakit Jiwa Surakarta
  • Rumah Sakit Jiwa Panti Rapih
  • Rumah Sakit Bersalin Triharsi
  • Rumah sakit Kadipolo
  • Rumah Sakit Jiwa Surakarta
  • Rumah Sakit Jiwa Syaraf Puri Waluyo
  • Rumah Sakit Jiwa Dewantoro

Puskesmas

Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) di Surakarta antara lain:

  • Puskesmas Pajang
  • Puskesmas Penumping
  • Puskesmas Purwosari
  • Puskesmas Jayengan
  • Puskesmas Kratonan
  • Puskesmas Gajahan
  • Puskesmas Sangkrah
  • Puskesmas Purwodiningratan
  • Puskesmas Ngoresan
  • Puskesmas Sibela
  • Puskesmas Pucangsawit
  • Puskesmas Nusukan
  • Puskesmas Manahan
  • Puskesmas Gilingan
  • Puskesmas Banyuanyar
  • Puskesmas Setabelan
  • Puskesmas Gambirsari

Olahraga

Kota Surakarta memiliki sejarah olahraga yang cukup lama. Tahun 1923 di Surakarta telah terbentuk klub sepak bola, salah satu klub yang pertama di Indonesia yang kala itu masih bernama Hindia Belanda, yang bernama Persis Solo.

Persis Solo adalah raksasa sepak bola di Hindia Belanda yang masih eksis hingga saat ini, Persis pernah menjuarai kompetisi Perserikatan sebanyak 7 kali dan saat ini bermain di Divisi Utama Liga Indonesia.

Selain Persis Solo, tercatat beberapa klub sepak bola lain pernah hadir di Surakarta, antara lain Arseto Solo, Pelita Solo,Persijatim Solo FC, dan terakhir adalah kontestan Liga Primer Indonesia, Solo FC yang baru terbentuk pada tahun 2010.

Kedua tim sepak bola yang masih eksis saat ini, yaitu Persis Solo dan Solo FC, bermarkas di Stadion Manahan, sebuah stadion tipe Stadion Madya Olimpiade kategori B+ dan salah satu stadion terbaik di Jawa Tengah yang pernah beberapa kali menjadi tempat penyelenggaraan even olahraga tingkat nasional dan internasional.

Di stadion yang memiliki kapasitas 25.000 penonton ini antara lain pernah menjadi tempat pertandingan Liga Champions AFC 2007karena Persik tidak punya stadion kandang memadai, final Piala Indonesia 2010, pembukaan Liga Primer Indonesia musim pertama pada 15 Januari 2011, dan menjadi penyelenggara ASEAN Paragames 2011.

Jika awalnya Manahan merupakan tanah lapang tempat olahragamemanah, stadion ini beberapa kali berubah fungsinya, mulai dari tempat balapan kuda (dengan kandang-kandang kuda di kampung Kestalan dan Setabelan, serta di kompleks keraton), hingga saat ini difungsikan sebagai lapangan sepak bola dan ketika malam hari dan hari Minggu berubah menjadi kawasan sosial bagi warga kota Surakarta. Kebudayaan serta olahraga memanah dan pacuan kuda sendiri saat ini sudah sangat jarang ditemukan di kota Surakarta.

Pada tahun 1948, Surakarta juga dipercaya untuk menyelenggarakan pertama, yang tanggal pembukaannya masih diperingati sebagai Hari Olahraga Nasional. Pada kejuaraan itu, Surakarta yang berlaga mewakili Karesidenan Surakarta berhasil merebut gelar juara umum.

Sedangkan hingga tahun 2009, Surakarta juga memiliki satu-satunya klub basket profesional di Jawa Tengah, yaitu Bhinneka Solo. Beberapa gelanggang olahraga di kota Surakarta antara lainStadion Manahan dan Stadion Sriwedari untuk olahraga sepak bola dan GOR Bhinneka, yang kini berganti nama menjadi Stadion Sritex.

Transportasi

Kota Surakarta terletak di pertemuan antara jalur selatan Jawa dan jalur Semarang-Madiun, yang menjadikan posisinya yang strategis sebagai kota transit. Jalur kereta api dari jalur utara dan jalur selatan Jawa juga terhubung di kota ini. Saat ini sebuah jalan tol – Jalan Tol Semarang-Solo – yang menghubungkan ke Semarang sedang dalam proses pembangunan. Surakarta juga merupakan kota yang terkurung daratan, sehingga tidak memiliki moda transportasi air.

Angkutan darat[sunting | sunting sumber]
Taksi adalah salah satu moda transportasi yang sering dijumpai. Dari bandara, turis dapat memesan tiket dengan menyebutkan tujuannya dan membayar ongkos taksi di muka. Beberapa jasa pelayanan taksi antara lain Aravia (636468), Solo Central Taksi (728728), Kosti (664504,856300), Mahkota Ratu (655666). Sementara itu beberapa persewaan mobil juga dapat ditemu di bandara.

Jasa transportasi tradisional yang terkenal lainnya adalah becak, yang dikayuh dengan tenaga manusia. Angkutan umum dalam kota yang lain mencakup bus kota, angkot, dan andong.

Bus

Terminal bus besar kota ini bernama Terminal Tirtonadi yang beroperasi 24 jam karena merupakan jalur antara yang menghubungkan angkutan bus dari Jawa Timur(terutama Surabaya dan Banyuwangi) dan Jawa Barat (Bandung). Selain Tirtonadi, terdapat pula dua terminal untuk angkutan lokal: Terminal Harjodaksino di sisi selatan kota (dulu merupakan terminal bus antarkota) dan Terminal Tipes di sisi barat kota. Selain itu, dua terminal penunjang terdapat pula di sekitar kota namun berada di luar pengelolaan pemerintah kota, yaitu Terminal Kartasura di barat, yang terhubung ke Jakarta dan Surabaya, dan Terminal Palur di timur kota.

Selain itu pada tahun 2010 diluncurkan angkutan umum massal bus Batik Solo Trans. Saat ini bus rapid transit Batik Solo Trans telah memiliki dua koridor.

Kereta Api

Stasiun kereta api utama bernama Stasiun Solo Balapan yang merupakan salah satu stasiun besar tertua di Indonesia (dibangun 1873) yang menghubungkanYogyakarta (barat), Semarang (utara), dan Surabaya (timur), dan terletak berdekatan dengan terminal bus Tirtonadi, suatu hal yang jarang dijumpai di Indonesia.

Hubungan perjalanan dari setasiun ini cukup baik, mencakup semua kota besar di Jawa secara langsung dan hampir dalam semua kelas. Di Kota Surakarta juga terdapat tiga stasiun kereta api lain. Stasiun Solo Jebres dipakai sebagai stasiun perhentian untuk kereta-kereta api kelas ekonomi atau kereta api relasiSemarang-Madiun. Stasiun Solo-Kota (Sangkrah) merupakan stasiun perhentian untuk jalur KA Purwosari-Wonogiri.

Stasiun Purwosari di tepi barat kota merupakan stasiun cabang menuju Wonogiri (selatan). Dulu Purwosari juga merupakan stasiun pemberhentian untuk jurusan Boyolali (barat). Kereta api ekspres ke Jakarta memakan waktu tempuh 10 jam, sementara kereta api ekspres ke Surabaya memakan waktu tempuh 5 jam. Kereta api ekspres yang melalui Surakarta antara lain: Argo Lawu, Argo Dwipangga, Bima dan Gajayana (dari/ke Jakarta, dengan AC), Argo Wilis dan Lodaya (dari/ke Bandung), Argo Wilis danSancaka (dari/ke Surabaya). Kereta bisnis malam Senja Utama Solo juga melayani transportasi dari/ke Jakarta.

Selain itu transportasi Surakarta juga memiliki keunikan tersendiri karena merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki rel kereta api yang paralel dengan jalan raya, tepatnya di sepanjang jalan protokol Slamet Riyadi. Di jalur ini terdapat rel Railbus Batara Kresna dan juga difungsikan sebagai jalur kereta api wisata Sepur Kluthuk Jaladara yang berhenti di Loji Gandrung (kantor wali kota Surakarta) dan Kampung Batik Kauman.

Pesawat Terbang

Bandar Udara Internasional Adi Sumarmo (kode SOC, dulu bernama “Panasan”) terletak 14 kilometer di sebelah utara kota Surakarta. Secara administratif banda udara ini terletak di luar batas kota Surakarta, tepatnya di perbatasan Kabupaten Karanganyar dan Boyolali. Bandara ini terhubung ke Jakarta (8-penerbangan sehari), Kuala Lumpur, Singapura & Bandar Seri Begawan, serta Arab Saudi (pada musim haji).

Waktu tempuh perjalanan udara dengan Jakarta berlangsung sekitar satu jam. Beberapa operator penerbangan yang melayani rute dari/ke kota Surakarta antara lain Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Lion Air, Malaysia Airlines, Singapore Airlines & Royal Brunei Airlines. Bandara Adi Sumarmo juga menjadi pusat pemberangkatan dan penerimaan haji dari Asrama Haji Donohudan, Boyolali.

Pariwisata

Surakarta juga dikenal sebagai daerah tujuan wisata yang biasa didatangi oleh wisatawan dari kota-kota besar. Biasanya wisatawan yang berlibur ke Yogyakarta juga akan singgah di Surakarta, atau sebaliknya. Tujuan wisata utama kota Surakarta adalah Keraton Surakarta, Pura Mangkunegaran, dan kampung-kampung batik serta pasar-pasar tradisionalnya.

Di Surakarta terdapat beberapa citywalk yang ditujukan untuk pejalan kaki dan pengendara sepeda, antara lain di koridor Ngarsopuro, di sepanjang Jalan Slamet Riyadi (sepanjang 6–7 km dan selebar 3 m), dan di sepanjang Jalan Perintis Kemerdekaan. Tempat-tempat yang ditunjuk sebagaicitywalk tidak boleh dilalui oleh kendaraan bermotor.

Wisata Alam

Wisata-wisata alam di sekitar Surakarta antara lain Kawasan Wisata Tawangmangu (berada di Kabupaten Karanganyar), Kawasan Wisata Selo (berada di Kabupaten Boyolali), Agrowisata Kebun Teh Kemuning, Air Terjun Jumog, Air Terjun Parang Ijo, Air Terjun Segoro Gunung, Grojogan Sewu, dan lain-lain. Selain itu di Kabupaten Karanganyar, tepatnya di lereng Gunung Lawu, terdapat beberapa candi peninggalan kebudayaan Hindu-Buddha, seperti Candi Sukuh, Candi Cetho, Candi Monyet, dan lain-lain.

Festival dan Perayaan

Setiap tahun pada tanggal-tanggal tertentu Keraton Surakarta dan Pura Mangkunegaran mengadakan berbagai macam perayaan yang menarik. Perayaan tersebut pelaksanaannya berdasarkan pada penanggalan Jawa. Perayaan-perayaan tersebut antara lain:

Kirab Pusaka Malam 1 Sura

Acara ini diselenggarakan oleh Keraton Surakarta dan Pura Mangkunegaran pada malam hari menjelang tanggal 1 Sura. Acara ini ditujukan untuk merayakan Tahun Baru Jawa 1 Sura. Rute yang ditempuh oleh kirab yang diselenggarakan oleh Keraton Surakarta kurang lebih sejauh 3 km yaitu Keraton Surakarta – Alun-Alun Utara – Gladag – Jl. Mayor Kusmanto – Jl. Kapten Mulyadi – Jl. Veteran – Jl. Yos Sudarso – Jl. Slamet Riyadi – Gladag kemudian kembali ke Keraton Surakarta lagi. Pusaka-pusaka yang memiliki daya magis tersebut dibawa oleh para abdi dalem yang berbusana Jawi Jangkep. Peserta kirab yang berada di barisan paling depan adalah sekelompok kerbau albino (kebo bule) bernama keturunan kerbau pusaka Kyai Slamet, sedangkan barisan para pembawa pusaka berada di belakangnya.

Sekaten

Sekaten diadakan setiap bulan Mulud untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Pada tanggal 12 Mulud diselenggarakan Grebeg Mulud. Kemudian diadakan pesta rakyat selama dua minggu. Selama dua minggu ini pesta rakyat diadakan di Alun-Alun Utara. Pesta rakyat menyajikan pasar malam, arena permainan anak dan pertunjukan-pertunjukan seni dan akrobat. Pada hari terakhir sekaten, diadakan kembali acara grebeg di Alun-Alun Utara. Upacara sekaten diadakan pertama kali pada masa pemerintahan Kesultanan Demak.

Grebeg Sudiro

Grebeg Sudiro diadakan untuk memperingati Tahun Baru Imlek dengan perpaduan budaya Tionghoa-Jawa. Festival yang dimulai sejak 2007 ini biasa dipusatkan di daerah Pasar Gedhe dan Balong (di Kelurahan Sudiroprajan) dan Balai Kota Surakarta.[40]

Grebeg Mulud

Diadakan setiap tanggal 12 Mulud untuk memperingati hari Maulud Nabi Muhammad SAW. Grebeg Mulud merupakan bagian dari perayaan Sekaten. Dalam upacara ini para abdi dalem dengan berbusana Jawi Jangkep Sowan Keraton mengarak gunungan (pareden) dari Keraton Surakarta ke Masjid Agung Surakarta. Gunungan terbuat dari berbagai macam sayuran dan penganan tradisional. Setelah didoakan oleh ngulamadalem (ulama keraton), satu buah gunungan kemudian akan diperebutkan oleh masyarakat pengunjung dan satu buah lagi dibawa kembali ke keraton untuk dibagikan kepada para abdi dalem.

Tinggalandalem Jumenengan

Diadakan setiap tanggal 2 Ruwah untuk memperingati hari ulang tahun penobatan Sri Susuhunan Surakarta. Dalam acara ini sang raja duduk di atasdampar (singgasana) di Pendapa Agung Sasana Sewaka dengan dihadap oleh para abdi dalem dan bangsawan sambil menyaksikan tari sakral, Tari Bedhaya Ketawang, yang ditarikan oleh sembilan remaja putri yang belum menikah. Para penari terdiri dari para wayahdalem, sentanadalem, dan kerabat raja lainnya atau dapat juga penari umum yang memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan.

Grebeg Pasa

Grebeg ini diadakan untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal. Acara ini berlangsung setelah melakukan Salat Ied. Prosesi acaranya sama dengan Grebeg Mulud yaitu para abdi dalem mengarak gunungan dari Keraton Surakarta ke Masjid Agung Surakarta untuk didoakan oleh ulama keraton kemudian dibagikan kepada masyarakat pengunjung.

Syawalan

Syawalan mulai diadakan satu hari setelah Hari Raya Idul Fitri dan berlangsung di Taman Satwataru Jurug di tepi Bengawan Solo. Pada puncak acara yaitu “Larung Gethek Jaka Tingkir” diadakan pembagian ketupat pada masyarakat pengunjung. Pada acara syawalan juga diadakan berbagai macam pertunjukan kesenian tradisional.

Grebeg Besar

Berlangsung pada hari Idul Adha (tanggal 10 Besar). Upacara sama dengan prosesi gunungan pada Grebeg Pasa dan Grebeg Mulud.

Solo Batik Carnival

Karnaval Batik Solo atau Solo Batik Carnival adalah sebuah festival tahunan yang diadakan oleh pemerintah Kota Surakarta dengan menggunakan batik sebagai bahan utama pembuatan kostum. Para peserta karnaval akan membuat kostum karnaval dengan tema-tema yang di tentukan. Para peserta akan mengenakan kostumnya sendiri dan berjalan di atas catwalk yang berada di Jalan Slamet Riyadi. Karnaval ini diadakan setiap tahun pada bulan Juni sejak tahun 2008.

Solo Batik Fashion

Demikian pula Solo Batik Fashion adalah sebuah peragaan busana batik tahunan yang diselenggarakan oleh pemerintah di tempat-tempat terbuka supaya dapat dinikmati oleh segenap warga Surakarta. Peragaan batik ini diadakan setiap tahun pada bulan Juli sejak tahun 2009.

Wisata Kuliner

Solo terkenal dengan banyaknya jajanan kuliner tradisional. Beberapa makanan khas Surakarta antara lain: sate kambing, nasi liwet, nasi timlo, nasi gudeg dan gudeg cakar, pecel desa, cabuk rambak, bestik solo, selat Solo, bakso solo, serabi solo, intip, tengkleng, roti mandarin, sosis solo, kambing guling, sate buntel, sate kere, dll.

Beberapa minuman khas Surakarta antara lain: wedang asle yaitu minuman hangat dengan nasi ketan, wedang dawet gempol pleret (gempolterbuat dari sejenis tepung beras, sedangkan pleret terbuat dari ketan dan gula merah), jamu beras kencur, yaitu jamu kesehatan yang berbeda dari jamu yang lain karena rasanya yang manis, dll. Sementara itu, koridor Gladag setiap malam diubah menjadi pusat jajanan terbesar di Kota Surakarta dengan nama Galabo (Gladang Langen Bogan)

Arsitektur dan Peninggalan Sejarah

Karena sejarahnya, terdapat banyak bangunan bersejarah di Surakarta, mulai dari bangunan ibadah, bangunan umum, keraton, hingga bangunan militer. Selain Keraton Surakarta (dibangun 1745) dan Pura Mangkunagaran (dibangun 1757), terdapat pula Benteng Vastenburg peninggalan Belanda, dan Loji Gandrung yang saat ini digunakan sebagai kediaman Wali Kota Surakarta.

Sebelumnya, bangunan peninggalan Kolonial yang sampai saat ini masih utuh kondisinya ini selain digunakan sebagi tempat kediaman pejabat pemerintah Belanda, juga sering digunakan untuk dansa-dansi gaya Eropa dan bangsawan Jawa, sehingga disebut sebagai “Gandrung”.

Pada tahun 1997 telah didata 70 peninggalan sejarah di Surakarta yang meliputi tempat bersejarah, rumah tradisional, bangunan kolonial, tempat ibadah, pintu gerbang, monumen, furnitur jalan, dan taman kota.

Lansekap kota Surakarta juga dikenal tidak memiliki bangunan pencakar langit. Namun sejak 2010, di Surakarta terdapat sebuah apartemen pencakar langit, yaitu Solo Paragon.

Museum dan Perpustakaan

Museum batik yang terlengkap di Indonesia, yaitu House of Danar Hadi, dan museum tertua di Indonesia, yaitu Museum Radya Pustaka, terletak di Jalan Slamet Riyadi, Surakarta.

Museum Radya Pustaka yang dibangun pada tanggal 28 Oktober 1890 oleh KRA. Sosrodiningrat IV, pepatih dalem pada masa pemerintahan Sunan Pakubuwana IX dan Sunan Pakubuwana X, museum ini memiliki artefak-artefak kuno kebudayaan Jawa dan bertempat di kompleks Taman Wisata Budaya Sriwedari.

Selain itu ada pula Museum Keraton Surakarta (termasuk perpustakaan Sasana Pustaka), Museum Pura Mangkunegaran (termasuk perpustakaan Reksa Pustaka), Museum Pers, Museum Sangiran (terletak di Kabupaten Sragen), dan Museum Lukis Dullah.

Selain museum, terdapat pula sebuah situs budaya bernama Balai Sudjatmoko. Bangunan ini adalah rumah Sudjatmoko yang di dalamnya masih bisa dilihat karya-karya dan peninggalan Sudjatmoko baik dalam bentuk buku, kaca mata, toga, dan foto-foto asli dokumenter koleksi pribadi keluarga Sudjatmoko.

Balai Sudjatmoko difungsikan oleh pengelolanya sebagai pusat apresiasi baik pementasan, pertunjukan, pameran, bedah buku dan sarasehan. Para seniman juga diberi kesempatan luas untuk memanfaatkan Balai Sudjatmoko untuk melakukan apresiasi seni dalam bentuk pameran baik pameran lukisan, patung, kriya sampai dengan pameran pendidikan. Di samping itu, Balai ini juga dapat dijadikan sebagai alternatif wahana pembelajaran bagi orang non seni.

Budaya

Surakarta dikenal sebagai salah satu inti kebudayaan Jawa karena secara tradisional merupakan salah satu pusat politik dan pengembangan tradisi Jawa. Kemakmuran wilayah ini sejak abad ke-19 mendorong berkembangnya berbagai literatur berbahasa Jawa, tarian, seni boga, busana, arsitektur, dan bermacam-macam ekspresi budaya lainnya. Orang mengetahui adanya “persaingan” kultural antara Surakarta dan Yogyakarta, sehingga melahirkan apa yang dikenal sebagai “Gaya Surakarta” dan “Gaya Yogyakarta” di bidang busana, gerak tarian, seni tatah kulit (wayang), pengolahan batik, gamelan, dan sebagainya.

Bahasa

Bahasa yang digunakan di Surakarta adalah Bahasa Jawa Dialek Mataraman dengan varian Surakarta. Dialek Mataraman juga dituturkan di daerahYogyakarta, Semarang, Madiun, hingga sebagian besar Kediri. Meskipun demikian, varian lokal Surakarta ini dikenal sebagai “varian halus” karena penggunaan kata-kata krama yang meluas dalam percakapan sehari-hari, lebih luas daripada yang digunakan di tempat lain.

Bahasa Jawa varian Surakarta digunakan sebagai standar Bahasa Jawa nasional (dan internasional, seperti di Suriname). Beberapa kata juga mengalami spesifikasi, seperti pengucapan kata “inggih” (“ya” bentuk krama) yang penuh (/iŋgɪh/), berbeda dari beberapa varian lain yang melafalkannya “injih” (/iŋdʒɪh/), seperti di Yogyakarta dan Magelang. Dalam banyak hal, varian Surakarta lebih mendekati varian Madiun-Kediri, daripada varian wilayah Jawa Tengahan lainnya.

Walaupun dalam kesehariannya masyarakat Surakarta menggunakan bahasa nasional Bahasa Indonesia, namun sejak kepemimpinan wali kota Joko Widodomaka Bahasa Jawa mulai digalakkan kembali penggunaannya di tempat-tempat umum, termasuk pada plang nama-nama jalan dan nama-nama instansi pemerintahan dan bisnis swasta.

Surakarta juga berperan dalam pembentukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional Indonesia. Pada tahun 1938, dalam rangka memperingati sepuluh tahun Sumpah Pemuda, diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia I di Surakarta. Kongres ini dihadiri oleh bahasawan dan budayawan terkemuka pada saat itu, seperti Prof. Dr. Hoesein Djajadiningrat, Prof. Dr. Poerbatjaraka, dan Ki Hajar Dewantara. Dalam kongres tersebut dihasilkan beberapa keputusan yang sangat besar artinya bagi pertumbuhan dan perkembangan bahasa Indonesia. Keputusan tersebut, antara lain:

  • mengganti Ejaan van Ophuysen,
  • mendirikan Institut Bahasa Indonesia, dan
  • menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dalam Badan Perwakilan.

Pernikahan Adat

Pernikahan adat Surakarta juga memiliki ciri-ciri yang khusus, mulai dari lamaran, persiapan pernikahan, hingga upacara siraman dan midodaren.

Tarian 

Surakarta memiliki beberapa tarian daerah seperti Bedhaya (Ketawang, Dorodasih, Sukoharjo, dll.) dan Srimpi (Gandakusuma dan Sangupati). Tarian ini masih dilestarikan di lingkungan Keraton Surakarta dan Pura Mangkunegaran sebagai pusat pengembangan dan pelestarian kebudayaan Jawa. Tarian seperti Bedhaya Ketawang misalnya, secara resmi hanya ditarikan sekali dalam setahun untuk menghormati Sri Susuhunan Surakarta sebagai pemimpin Kota Surakarta.

Batik

Batik adalah kain dengan corak atau motif tertentu yang dihasilkan dari bahan malam khusus (wax) yang dituliskan atau di cap pada kain tersebut, meskipun kini sudah banyak kain batik yang dibuat dengan proses cetak. Surakarta memiliki banyak corak batik khas, seperti Sidomukti dan Sidoluruh.

Beberapa usaha batik terkenal adalah Batik Keris, Batik Danarhadi, dan Batik Semar. Sementara untuk kalangan menengah dapat mengunjungi pusat perdagangan batik di kota ini berada di Pasar Klewer, Pusat Grosir Solo (PGS), Beteng Trade Center (BTC), atau Ria Batik.

Selain itu di kecamatan Laweyan juga terdapatKampung Batik Laweyan, yaitu kawasan sentra industri batik yang sudah ada sejak zaman Kerajaan Pajang tahun 1546.[52] Kampun batik lainnya yang terkenal untuk para turis adalah Kampung Batik Kauman. Produk-produk batik Kampung Kauman dibuat menggunakan bahan sutra alam dan sutra tenun, katun jenis premisima dan prima, rayon.

Keunikan yang ditawarkan kepada para wisatawan adalah kemudahan transaksi sambil melihat-lihat rumah produksi tempat berlangsungnya kegiatan membatik. Artinya, pengunjung memiliki kesempatan luas untuk mengetahui secara langsung proses pembuatan batik bahkan untuk mencoba sendiri mempraktikkan kegiatan membatik.

Batik Surakarta memiliki ciri pengolahan yang khas: warna kecoklatan (sogan) yang mengisi ruang bebas warna, berbeda dari gaya Yogyakarta yang ruang bebas warnanya lebih cerah. Pemilihan warna cenderung gelap, mengikuti kecenderungan batik pedalaman.

Jenis bahan batik bermacam-macam, mulai dari sutra hingga katun, dan cara pengerjaannya pun beraneka macam, mulai dari batik tulis hingga batik cap. Setiap tahunnya Surakarta juga mengadakanKarnaval Batik Solo dan mulai tahun 2010 pemerintah kota Surakarta mengoperasikan bus yang bercorak batik bernama Batik Solo Trans.

Surakarta dalam Budaya Populer

Sungai Bengawan Solo menjadi inspirasi dari lagu yang diciptakan oleh Gesang pada tahun 1940-an. Lagu ini menjadi populer di negara-negara di Asia. Selain itu, sungai ini pun telah menjadi judul tiga film, yaitu dua film berjudul “Bengawan Solo” tahun 1949 dan 1971, serta satu film berjudul Di Tepi Bengawan Solo (1951). Film-film lain yang mengambil tema Surakarta antara lain adalah: Putri Solo (1953) dan Bermalam di Solo (1962).

Media

Ada beberapa surat kabar yang beroperasi di daerah Surakarta, antara lain Solo Pos, Radar Solo (grup Jawapos), dan Joglosemar (surat kabar Jogja, Solo, Semarang). Selain itu ada pula puluhanstasiun radio di Surakarta dan sebuah televisi lokal yang beroperasi di Surakarta, yaitu TA TV (Terang Abadi Televisi).

Tokoh-tokoh dari Surakarta

Tokoh-tokoh dari Surakarta meliputi raja-raja Kasunanan Surakarta dan Praja Mangkunegaran, antara lain Mangkunegara I (Raden Mas Said atau Pangeran Sambernyawa), Mangkunegara IV, yang pada masa pemerintahannya membawa Mangkunegaran menuju puncak kejayaan, Mangkunegara VII, sertaPakubuwana VI, yang mendukung perjuangan Pangeran Diponegoro, dan Pakubuwana X, yang mendukung pergerakan Sarekat Islam dan Budi Utomo.

Pahlawan dari Surakarta antara lain: Albertus Soegijopranoto, Uskup Agung Semarang, Dr. Muwardi, Kiai Haji Samanhudi, pendiri Sarekat Dagang Islam, R. Maladi, Menteri Penerangan, Menteri Pemuda dan Olahraga, dan Ketua PSSI, Jenderal GPH. Djatikusumo, Kepala Staf TNI Angkatan Darat yang pertama (1948-1949), Muljadi Djojomartono, Menteri Sosial dan tokoh Muhammadiyah, Achmad Baiquni, ahli atom indonesia, Dr. Suharso, ahli ortopedi, lalu Dr.Supomo, Menteri Hukum dan HAM dan salah satu arsitek UUD 1945, Ir. Sedyatmo, pencipta struktur cakar ayam, Ir. Sutami, Menteri Pekerjaan Umum dan insinyur gedung DPR/MPR, dan Slamet Riyadi, dan dalam pemerintahan, Presiden Joko Widodo juga berasal dari Surakarta.

Dari bidang politik terdapat antara lain mantan ketua MPR Amien Rais dan Wiranto, sedangkan dari bidang seni dan sastra ada sederet tokoh, antara lainBasuki Abdullah, Gesang, Luluk Purwanto, Radjiman Wedyodiningrat, Rangga Warsita, Rendra, Teguh Srimulat, Waljinah, Wahjoe Sardono, Nunung,Yasadipura I, Yasadipura II, Didi Kempot, Setiawan Djodi, dan Mamiek Prakoso. Dari bidang olahraga terdapat petenis Wynne Prakusya, pelari tercepat di Asia Tenggara, Suryo Agung, pembalap Formula 1 Rio Haryanto, grandmaster Edhi Handoko, serta pebulutangkis Icuk Sugiarto, Rudy Gunawan, dan Bambang Suprianto.

Source: Wikipedia

 

 

 

 

 

Datang Sendiri, Pergi Sendiri

Datang Sendiri, Pergi Sendiri. Written By Kebajikan ( De 德 ) on Jumat, 24 Januari 2014

datang-sendiri-pergi-sendiri

KEBAJIKAN ( De 德 ) – Waktu kita lahir, kita datang sendiri, tiada yang menemani.Kita datang dengan karma dan dosa kita sendiri. Ketika napas terakhir tiba, kita pergi sendiri, membawa dosa dan karma, tiada yang menemani….

Suka atau tidak kita harus menerima segala duka derita hidup ini. Sebab kita yang melakukan karma dan kitalah yang menerima buah akibatnya…kita bertanggung jawab pada apa yang telah kita lakukan.

Pada hakekatnya, kita selalu sendirian, tidak ada siapa siapa yang dapat mendampingi kita, sebab tidak ada ibu-bapak yang selamanya…Tidak ada suami-isteri dan putera-puteri yang abadi di dunia

Inilah hakekat kehidupan. Seberapa banyak pun harta yang Anda miliki, Seberapa pun tinggi jabatan Anda, dan Seberapa pun erat hubungan anak isteri dengan Anda, pada akhirnya, semuanya harus dilepaskan.

Tinggal Anda sendiri…Sendiri menjalani kelahiran dan kematian, sendiri berkelana dan menderita dalam penderitaan dari kalpa tahun tak terhitung yang lalu hingga kalpa tahun tak terhitung yang akan datang, Anda selalu sendirian…

Inilah sebabnya mengapa Anda membutuhkan Kasih dan kebenaran Tuhan yang abadi… Salam kebajikan.

Note: 

Kalpa adalah satuan waktu yang sangat panjang dalam ajaran Hindu dan Buddha.

Kalpa menurut agama Buddha

Dalam ajaran agama Buddha, ada empat Kalpa yang memiliki jangka waktu yang berbeda, yakni:

  1. Kalpa skala tetap (dasar perhitungan), berjalan selama 16 juta tahun
  2. Kalpa skala kecil, (1000 × 16 juta) berjalan selama 16 miliar tahun
  3. Kalpa menengah, (20 × 16 miliar) berjalan selama 320 miliar tahun
  4. Kalpa skala besar, (4 × 320 miliar) berjalan selama 12,8 triliun tahun

Buddha tidak berbicara tentang jangka pasti kalpa dalam tahun. Akan tetapi, Ia memberikan beberapa analogi untuk mengerti hal tersebut.

Bayangkan sebuah tabung kosong pada awal mula kalpa, kurang lebih 16 mil pada setiap sisinya. Setiap 100 tahun, kita memasukan biji mustard kecil di dalam tabung tersebut. Menurut Sang Buddha, tabung yang besar tersebut akan penuh sebelum 1 masa kalpa berakhir.

Bayangkan sebuah batu yang sangat besar/raksasa pada awal mula kalpa kurang lebih 16 x 16 x 16 mil. Kita mengambil sebuah batu kecil dan menyapu gunung tersebut sekali dalam 100 tahun. Menurut Sang Buddha, gunung yang besar tersebut akan habis sebelum 1 masa kalpa berakhir.

Beberapa bhante ingin mengetahui berapa banyak kalpa yang telah berlalu sejauh ini. Sang Buddha memberikan analogi sebagai berikut:

Jika kita menghitung jumlah total partikel pasir pada sepanjang sungai Gangga. dari hulu sungai sampai ia berakhir di laut, jumlah tersebut akan lebih sedikit daripada jumlah kalpa yang telah berlalu.

 

Fakta Kehidupan

Fakta Kehidupan Oleh Ven. Narada Maha Thera. 

Datang Sendiri …. Pergi Sendiri

_88832527_istock_000073821321_medium

Kita hidup dalam dunia yang tidak seimbang. Dunia yang tidak seluruhnya berisi bunga mawar atau pun seluruhnya berduri. Bunga mawar itu lembut, indah dan harum, tetapi tangkainya penuh dengan duri. Bagaimanapun, orang tidak akan meremehkan bunga mawar karena ada duri-durinya.

Bagi orang yang optimis, dunia ini seluruhnya berisi bunga mawar, bagi seorang yang pesimis, dunia in seluruhnya berduri. Tapi untuk seorang realistis, dunia ini tidak seluruhnya berisi bunga mawar ataupun seluruhnya berduri. Baginya dunia berisi keduanya, bunga mawar yang indah dan duri-duri yang tajam.

tb1mvaskfx

Orang yang mengerti tidak akan terbius oleh keindahan bunga mawar, tapi ia akan melihatnya sebagaimana adanya. Dengan mengetahui dengan baik sifat dari duri-duri, ia pun akan melihat mereka sebagaimana adanya dan akan berhati-hati agar tidak terluka.

Bagaikan bandul yang terus menerus bergoyang ke kiri dan kanan, empat keadaan yang diinginkan dan empat keadaan yang tidak diinginkan terus berlangsung di dunia ini. Setiap orang dalam hidupnya tanpa kecuali akan menghadapi keadaan-keadaan ini. Keadaan ini adalah keuntungan dan kerugian, terkenal akan kebaikan dan terkenal akan keburukan, pujian dan celaan, kegembiraan dan kesedihan.

Keuntungan Dan Kerugian

Pengusaha, sesuai hukumnya , akan mengalami keuntungan maupun kerugian. Adalah hal yang wajar bahwa seorang akan merasa puas diri ketika ia memperoleh keuntungan. Dalam hal ini tidak ada yang salah. Keuntungan baik legal maupun ilegal menghasilkan kenikmatan dalam jumlah tertentu yang dicari oleh umat manusia biasa.

Tanpa saat-saat yang menyenangkan, bagaimanapun singkatnya, hidup tak akan berarti. Dalam dunia yang kacau dan penuh persaingan, adalah benar bahwa orang hendaknya menikmati beberapa jenis kegembiraan yang menyenangkan hatinya. Kegembiraan ini, walaupun secara materil, akan membantu meningkatkan kesehatan dan umur penjang.

Masalah akan timbul jika kerugian terjadi. Keuntungan diterima dengan gembira, tapi tidak demikian halnya dengan kerugian. Kerugian sering menyebabkan penderitaan batin dan kadang kala usaha bunuh diri dilakukan karena karena kerugian yang tidak tertanggulangi. Dalam situasi yang berlawanan inilah, seseorang hendaknya menunjukkan keberanian moral yang tinggi dan mempertahankan keseimbangan batin yang baik. Kita semua pernah mengalami jatuh dan bangun dalam perjuangan hidup. Seseorang hendaknya menyiapkan diri menghadapi yang baik maupun yang buruk, sehingga ia tidak terlalu kecewa.

Ketika sesuatu dicuri, orang umumnya merasa sedih. Tetapi dengan merasa sedih, ia tidak akan dapat mengganti kehilangannya. Ia hendaknya menerima kehilangan itu secara filosofis. Hendaknya ia memiliki sikap yang murah hati dengan berpikir: “Si pencuri lebih membutuhkan barang tersebut daripada saya, semoga ia berbahagia.”

Pada masa Sang Buddha, seorang wanita bangsawan mempersembahkan makanan kepada Yang Ariya Sariputra dan beberapa orang bhikkhu. Ketika melayani mereka, ia menerima pesan yang menyatakan bahwa suatu musibah telah terjadi pada keluarganya. Tanpa menjadi cemas, dengan tenang ia menaruh pesan itu dalam kantung di pinggangnya dan melayani para bhikkhu seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Seorang pelayannya yang membawakan guci berisi mentega(terbuat dari susu kerbau India) untuk dipersembahkan kepada para bhikkhu, secara tidak disengaja tergelincir dan memecahkan guci yang dibawanya. Mengira bahwa sang wanita akan merasa sedih karenanya , Yang Ariya Sariputra menghiburnya dengan berkata bahwa segala sesuatu yang dapat pecah suatu saat pasti akan pecah.

Sang wanita berkata, “Bhante, apalah artinya kehilangan yang tak berarti ini? Saya baru saja menerima pesan yang menyatakan suatu musibah telah menimpa keluarga saya. Saya menerima hal itu tanpa merasa kehilangan keseimbangan batin saya. Saya melayani anda semua walaupun ada berita buruk tersebut.”

Ketabahan semacam ini yang dimiliki wanita tersebut sungguh sangat terpuji. Suatu saat Sang Buddha pergi mencari sedekah di suatu desa. Karena campur tangan Mara, Sang Buddha tidak memperoleh makanan.

Ketika Mara menanyakan apakah Sang Buddha merasa lapar, Sang Buddha dengan agung menerangkan sikap mental mereka yang telah terbebas dari kekotoran batin, dan menjawab, “Ah, betapa bahagianya kita yang hidup terbebas dari kekotoran batin. Sebagai pemberi kebahagiaan, kita bahkan dapat disamakan dengan para dewa di alam cahaya.”

Pada kesempatan lain, Sang Buddha dan para muridnya berdiam selama musim hujan di suatu desa atas undangan seorang brahmana yang ternyata benar-benar lupa akan tugasnya untuk memenuhi kebutuhan Sang Buddha dan Sangha. Selama tiga bulan, walaupan Yang Ariya Monggalana rela berkorban untuk mendapatkan makanan dengan kekuatan batinnya, Sang Buddha tidak mengeluh, dan merasa puas atas rumput makanan kuda yang ditawarkan oleh seorang penjual kuda.

Seseorang yang tidak beruntung harus berusaha untuk menerima kenyataan secara dewasa. Sungguh sayang, orang menghadapi kerugiannya seringkali secara kelompok dan tidak sendirian. Ia harus menghadapinya dengan ketenangan dan memandangnya sebagai suatu kesempatan untuk menumbuhkan kebajikan yang mulia.

Terkenal Akan kebaikan Dan Terkenal Akan Keburukan

Terkenal atas hal yang baik dan terkenal atas hal yang buruk adalah pasangan keadaan lain yang tidak terhindarkan, yang kita hadapi dalam kehidupan kita sehari-hari. Terkenal karena hal yang baik kita terima, terkenal karena hal yang buruk sangat kita benci.

  • Terkenal karena hal yang baik menggembirakan hati kita,
  • Terkenal karena hal yang buruk menyedihkan kita.
  • Kita ingin menjadi terkenal. Kita mendambakan foto kita terpampang di surat kabar.
  • Kita sangat gembira ketika kegiatan kita, bagaimanapun tidak berartinya, dipublikasikan.
  • Kadang kala kita bahkan menginginkan publikasi yang berlebihan.

Banyak orang ingin melihat fotonya di majalah, seberapapun biayanya yang harus dikeluarkannya. Untuk mendapatkan kehormatan, sebagian orang menawarkan hadiah atau memberikan sumbangan besar kepada orang yang berkuasa. Demi ketenaran, sebagian orang memamerkan kedermawanan mereka dengan memberikan sedekah kepada seratus orang bhikkhu atau lebih, tetapi mungkin mereka sama sekali tidak memperdulikan penderitaan orang miskin dan orang yang membutuhkan di lingkungan sekitar mereka. Seseorang dapat mendenda dan menghukum orang yang sangat kelaparan, yang untuk menghilangkan rasa laparnya mencuri sebutir kelapa di kebunnya, tetapi ia tidak ragu-ragu untuk mempersembahkan seribu butir kelapa untuk mendapatkan nama baik.

Inilah kelemahan-kelamahan manusia. Kebanyakan orang memiliki maksud terselubung. Orang yang tidak egois yang bertindak tanpa terpengaruhi oleh perasaannya sangatlah jarang di dunia ini. Kebanyakan orang yang terikat keduniawian memiliki maksud terselubung. Siapakah orang yang sempurna? Berapa banyak orang yang memiliki maksud yang benar-benar murni? Berapa banyak orang yang benar-benar tidak mementingkan diri sendiri dan mendahulukan kesejahteraan dan kebahagiaan orang lain?

Kita tidak perlu memburu ketenaran. Jika kita benar-benar pantas untuk menjadi terkenal, ketenaran akan datang kepada kita tanpa perlu dicari. Kumbang akan tertarik pada bunga yang berisi madu. Bunga sendiri tidak mengundang kumbang.

Tentu saja, kita tidak hanya merasa senang tapi juga sangat bahagia ketika ketenaran kita tersebar. Tetapi kita harus menyadari bahwa ketenaran, kehormatan, dan kekuasaan hanyalah bersifat sementara. Mereka dapat menghilang begitu saja.

Bagaimana dengan ketenaran akan keburukan? Hal ini tidak enak didengar dan mengganggu pikiran. Kita pasti gelisah ketika kata-kata tentang reputasi buruk kita menusuk telinga. Perasaan sakit akan lebih hebat ketika laporan tersebut tidak adil dan fitnah belaka.

Umumnya diperlukan waktu bertahun-tahun untuk mendirikan gedung yang megah. Dalam satu atau dua menit, dengan senjata penghancur modern, dengan mudah gedung itu runtuh. Kadang kala diperlukan waktu bertahun-tahun atau bahkan seumur hidup untuk membangun reputasi yang baik. Dalam waktu singkat nama baik yang diperoleh dengan susah payah itu hancur. Tidak ada orang yang terlepas dari kata penghancur yang dimulai dengan kata ‘tetapi’. “Ya, ia orang baik, dia melakukan ini dan melakukan itu,” tetapi reputasi yang baik ini diperburuk dengan kata ‘tetapi’. Anda mungkin hidup sebagai seorang Buddha tetapi anda tidak akan terlepas dari kritik, serangan, dan hinaan.

Sang Buddha adalah guru yang paling dikenal dan paling sering difitnah dalam masanya. Orang-orang besar sering kali dikenal, walaupun kadang kala mereka dikenal bukan karena hal-hal yang baik. Beberapa orang yang membenci Sang Buddha menyebarkan desas-desus bahwa seorang wanita sering bermalam di vihara. Setelah gagal dalam upaya ini, mereka menyebarkan fitnah diantara penduduk bahwa Sang Buddha dan para muridnya membunuh wanita tersebut dan menyembunyikan mayatnya di timbunan sampah bunga-bunga layu dalam vihara. Para penghasut akhirnya mengakui bahwa merekalah pelakunya.

Ketika misi bersejarah-Nya berhasil dan banyak orang meminta ditahbiskan oleh-Nya, para musuh memfitnah-Nya, dengan berkata bahwa Beliau merebut putra dari para ibu, memisahkan para istri dari suami mereka, dan bahwa Beliau menghambat kemajuan negara.

Gagal dalam usaha-usaha untuk menghancurkan sifat-Nya yang mulia, Sepupu-Nya sendiri Devadatta, murid-Nya yang iri, berusaha membunuh-Nya dengan menggulingkan batu dari atas, tetapi gagal. Jika demikian menyedihkannya nasib Sang Buddha yang sempurna dan tidak bersalah, bagaimanakah nasib dari manusia biasa yang tidak sempurna?

Semakin tinggi anda mendaki bukit, semakin mudah anda terlihat dan tampak dalam mata orang lain. Punggung anda terlihat, tapi bagian depan tersembunyi. Dunia mudah menemukan kesalahan, menunjukkan kegagalan dan keraguan anda, tetapi mangabaikan kebajikan anda yang lebih mudah terlihat. Kipas perontok merontokkan sekam tapi tetap membiarkan padinya, sebaliknya saringan mempertahankan ampas yang kasar dan membiarkan sari buah yang manis mengalir. Orang yang bermoral mengambil bagian yang halus dan menghilangkan bagian yang kasar, Orang yang tidak bermoral memgambil bagian yang kasar, tapi menghilangkan bagian yang halus.

Ketika anda difitnah, secara sengaja atau tidak, ingatlah nasehat dari Epictus, untuk berpikir atau berkata, “O, dengan pengenalannya yang terbatas dan pengetahuannya yang sedikit tentang saya, saya hanya sedikit dikritik. Tetapi jika ia mengenal saya lebih baik, maka lebih serius dan lebih hebatlah tuduhan yang ditujukan kepada saya.

Tidaklah perlu menghabiskan waktu memperbaiki laporan-laporan palsu kecuali jika keadaan memaksa anda membuat suatu penjelasan. Musuh anda akan senang ketika ia melihat anda terluka. Inilah yang sesungguhnya diharapkannya. Jika anda acuh saja, tuduhan itu akan menghilang dengan sendirinya.

Dengan melihat kesalahan orang lain, hendaknya kita berlaku seperti orang buta. Dalam mendengar kritikan yang tidak adil kepada orang lain, hendaknya kita berlaku seperti orang tuli. Dalam membicarakan keburukan orang lain, hendaknya kita berlaku seperti orang bisu.

Adalah tidak mungkin untuk menghentikan tuduhan, laporan, maupun desas-desus yang salah. Dunia ini penuh dengan duri dan kerikil. Adalah tidak mungkin untuk memindahkan seluruhnya. Tapi, jika kita harus berjalan melewati rintangan tersebut, daripada mencoba memindahkannya, lebih baik memakai sepasang sandal dan berjalan tanpa terluka.

Dharma mengajarkan:

Berlakulah seperti seekor singa yang tidak takut akan suara apapun. Berlakulah seperti angin yang tidak terikat oleh jaring. Berlakulah seperti bunga teratai yang tidak terkotori oleh lumpur dimana ia tumbuh. Berkelanalah sendiri bagaikan seekor badak. Sebagai raja rimba, singa tidak memiliki rasa takut. Secara alamiah singa tidak dapat ditakuti oleh geraman dari binatang lain. Dalam dunia ini, kita dapat mendengar laporan palsu, tuduhan yang tidak benar, dan kata-kata hinaan. Seperti seekor singa, kita hendaknya tidak mendengarkannya. Seperti sebuah bumerang, semua akan kembali ke tempat asalnya. Anjing menggonggong tapi kafilah tetap berlalu.

Kita hidup dalam dunia yang berlumpur. Begitu banyak bunga teratai muncul dari lumpur tanpa terkotori dan menghiasi dunia. Bagaikan bunga teratai kita hendaknya mencoba menjalani kehidupan yang tidak tercela dan mulia, tidak memperdulikan lumpur yang mungkin dilemparkan kepada kita.

Kita hendaknya mengharapkan lumpur yang dilemparkan kepada, bukan bunga mawar. Dengan demikian kekecewaan tidak akan terjadi. Walaupun sulit, kita hendaknya berusaha mengembangkan ketidakterikatan. Kita datang sendiri dan kita akan pergi sendiri. Ketidakterikatan adalah suatu kebahagiaan di dunia ini.

Tanpa memperdulikan fitnahan, kita hendaknya berkelana sendiri melayani orang lain dengan seluruh kemampuan kita. Hal yang agak aneh bahwa orang-orang besar telah difitnah, dicemarkan namanya, diracun, disalib atau ditembak. Socrates yang agung telah diracun. Yesus Kristus yang mulia telah disalibkan. Mahatma Gandhi yang tidak bersalah telah ditembak.

Apakah berbahaya untuk menjadi orang yang terlalu baik? Ya, selama hidup mereka dikritik, diserang, dan dibunuh. Setelah kematiannya, mereka dipuja dan dihormati. Orang-orang besar tidak peduli akan kemahsyuran ataupun namanya tercemar. Mereka tidak marah ketika dikritik atau difitnah karena mereka bekerja bukan untuk nama baik atau kemahsyuran. Mereka tidak peduli apakah orang menghargai jasa mereka atau tidak. Mereka memiliki hak atas kerja mereka, tapi tidak atas buah yang diperolehnya (kritik dan hinaan).

Pujian Dan Celaan

Adalah hal yang wajar untuk menjadi bersemangat ketika dipuji dan menjadi tertekan ketika dicela. Dari sudut pandang duniawi, satu kata pujian dapat berdampak luas. Dengan sedikit pujian, bantuan dapat diperoleh dengan mudah. Satu kata pujian cukup untuk menarik pendengar sebelum seseorang berbicara. Jika pada awalnya seorang pembicara memuji pendengar, ia akan didengarkan. Jika ia mengkritik pendengar pada awalnya, tanggapan yang diperolehnya tidak akan memuaskan.

Orang yang bermoral tidak menggunakan sanjungan untuk mendapatkan bantuan, dan juga tidak mengharapkan untuk disanjung-sanjung oleh orang lain. Orang yang pantas dipuji akan mereka puji tanpa rasa iri. Orang yang pantas dicela akan mereka cela tidak dengan merendahkan, tetapi dilandasi kasih sayang dengan tujuan untuk memperbaiki mereka.

Bagaimana dengan celaan? Sang Buddha bersabda, “Mereka yang banyak bicara dicela. Mereka yang sedikit bicara dicela. Mereka yang diam juga dicela. Di dunia tidak ada yang tidak dicela.” Sebagian besar orang di dunia menyatakan bahwa Sang Buddha tidak disiplin, namun bagaikan seekor gajah di medan perang menahan semua panah yang ditembakkan kepadanya, Sang Buddha menahan segala hinaan.

Orang yang bermoral rendah dan jahat cenderung mencari keburukan orang lain, tetapi tidak akan mencari kebaikannya. Tidak ada orang yang sempurna baiknya. Sebaliknya tidak ada orang yang benar-benar jahat. Ada keburukan dari orang yang terbaik di antara kita. Ada kebaikan dari orang yang terjahat di antara kita.

Sang Buddha bersabda, “Ia yang berdiam diri bagaikan gong yang telah pecah ketika diserang, dihina, dan dikutuk, Saya sebut berada dalam Nibbana, walaupun ia belum mencapai Nibbana.” Pada suatu kesempatan, Sang Buddha diundang oleh seorang brahmana untuk dijamu di rumahnya. Atas undangan itu, Sang Buddha berkunjung ke rumahnya. Namun bukan menjamu-Nya, brahmana tersebut mencaci maki-Nya dengan kata-kata kotor.

Sang Buddha dengan sopan bertanya, “Apakah tamu-tamu datang ke rumah anda, brahmana yang baik?” “Ya,” jawab brahmana. “Apa yang kamu lakukan ketika tamu datang?” “Oh, kami akan menyiapkan jamuan yang mewah.” “Jika mereka tidak datang?” “Wah, dengan senang hati kita menghabiskan jamuan tersebut.” “Baiklah , brahmana yang baik. Anda mengundang saya untuk dijamu dan anda telah menjamu saya dengan caci maki. Saya tidak menerima apa-apa, silahkan anda mengambilnya lagi.” Sang Buddha tidak membalas. Tidak membalas merupakan nasehat Sang Buddha. “Kebencian tidak dapat diatasi dengan kebencian tetapi hanya dengan kasih sayang saja kebencian itu reda,” adalah ucapan mulia dari Sang Buddha.

Hinaan adalah hal yang biasa dalam kemanusiaan. Semakin banyak anda bekerja dan semakin hebat anda, anda semakin dihina dan dipermalukan. Yesus Kristus telah dihina, dipermalukan, dan disalibkan. Socrates dihina oleh istrinya sendiri. Istrinya selalu memarahinya. Suatu hari istrinya sakit dan tidak mampu melakukan tugas rutinnya yang galak. Socrates meninggalkan rumahnya hari itu dengan wajah yang sedih. Teman-temannya bertanya, “Anda seharusnya merasa gembira karena tidak memperoleh omelan yang tidak menyenangkan itu.” “Oh, tidak! Ketika ia memarahi saya, saya memperoleh kesempatan yang baik untuk melatih kesabaran. Itulah alasan mengapa saya bersedih,”

Kegembiraan dan Kesedihan

Kebahagiaan dan kesedihan adalah faktor terkuat yang mempengaruhi umat manusia. Apa yang dapat ditahan dengan mudah adalah sukkha (kebahagiaan), Apa yang sulit ditahan adalah dukkha (kesedihan). Dapatkah harta benda memberikan kebahagiaan sejati? Jika demikian, seorang milyuner tidak akan merasa frustasi akan kehidupannya. Di negara-negara maju, begitu banyak orang menderita penyakit mental. Mengapa hal ini terjadi jika harta benda saja dapat memberikan kebahagiaan?

Dapatkah kekuasaan akan seluruh dunia menghasilkan kebahagiaan? Alexander Agung, yang penuh dengan kemenangan berbaris menuju India, menaklukkan daerah-daerah di sepanjang perjalanannya, menarik nafas panjang karena tidak ada lagi daerah di bumi yang bisa dikuasai.

Kebahagiaan sejati ditemukan dalam diri kita, dan tidak dapat dinyatakan berdasarkan kekayaan, kekuasaan, kehormatan, atau penaklukkan wilayah. Apa yang menggembirakan bagi seseorang mungkin bukanlah kegembiraan bagi orang lain. Apa yang menjadi makanan dan minuman bagi seseorang mungkin merupakan racun bagi orang lain.

Menjalani hidup yang bebas dari tuduhan adalah satu dari sumber-sumber kebahagiaan terbaik bagi umat awam. Bagaimanapun, sangatlah sulit untuk memperoleh pandangan yang baik dari semua orang. Orang yang berpikiran mulia hanya peduli akan kehidupan yang tak tercela dan tidak peduli kepada tanggapan orang lain.

Kesedihan atau penderitaan datang dalam berbagai bentuk. Kita menderita ketika kita mengalami usia tua, yang sebenarnya merupakan hal yang wajar. Dengan ketenangan, kita harus menahan penderitaan karena usia tua. Lebih menyakitkan adalah penderitaan yang disebabkan oleh penyakit. Bahkan sakit gigi yang teringan atau sakit kepala terkadang sulit untuk ditahan.

Ketika kita menderita penyakit, tanpa menjadi khawatir hendaknya kita dapat menahannya, betapapun sakitnya. Kita harus menghibur diri sendiri dengan berpikir bahwa kita telah lolos dari penyakit yang lebih parah. Seringkali kita berpisah dengan orang yang dekat dan kita sayangi. Kita hendaknya menyadari bahwa segala pertemuan harus diakhiri dengan perpisahan. Kadangkala kita dipaksa berada dengan orang yang kita benci. Kita hendaknya menyesuaikan diri dengan keadaan yang baru atau mencoba mengatasi rintangan tersebut.

Bahkan Sang Buddha, mahluk yang sempurna, yang telah menghancurkan segala kekotoran batin, harus menahan penderitaan fisik yang disebabkan oleh penyakit dan kecelakaan. Sang Buddha menderita sakit kepala terus menerus. Akibat Devadatta, kaki-Nya terluka oleh pecahan batu. Kadang kala Beliau terpaksa menahan rasa lapar. Karena ketidakpatuhan murid-murid-Nya, Beliau terpaksa beristirahat di hutan selama tiga bulan, dialasi daun-daun, menentang angin dingin, Beliau mempertahankan ketenangan yang sempurna. Di antara kesakitan dan kebahagiaan Beliau hidup dengan pikiran yang seimbang.

Ketika seorang ibu ditanya mengapa ia tidak menangisi kematian tragis putra tunggalnya, ia menjawab,Tanpa diundang ia datang. Tanpa diberitahu ia pergi. Ia datang seperti ia pergi, mengapa kita harus menangis? Apakah gunanya menangis?Kematian yang tidak terhindarkan menimpa kita semua tanpa kecuali, kita harus menghadapinya dengan ketenangan yang sempurna.

Sang Buddha bersabda: “Ketika tersentuh oleh kondisi duniawi, pikiran seorang Arahat tidak pernah terpengaruhi.”

Governor of Jakarta Bucks Indonesia’s Party Politics

Governor of Jakarta Bucks Indonesia’s Party Politics. By JOE COCHRANE of The New York Times June 4, 2016

23jakarta-master1050

Since becoming governor of Jakarta in 2014, Basuki Tjahaja Purnama has shown little patience for incompetent bureaucrats or alleged “budget irregularities” — the local term for corruption.

His new target is a political system run by aloof oligarchs.

Mr. Basuki, 49, has vowed to run to stay in office in February as a political independent. His goal is to separate himself from the powerful national parties that have emerged during Indonesia’s transition to democracy, which began with the collapse of the military-backed dictatorship of President Suharto in 1998.

Mr. Basuki has long been considered a political outsider, partly because he is a Christian and an ethnic Chinese steering the capital of the world’s most populous Muslim-majority nation, and his decision to run without a party affiliation has shaken the country’s political establishment.

Since Indonesia began holding free elections in the late 1990s, independent candidates have won lesser local government and legislative posts, but Mr. Basuki’s breakaway is by far the most significant. Jakarta is the country’s political, social and economic center, accounting for 16 percent of the national gross domestic product in 2015, according to the country’s Central Statistics Bureau.

Most of the 10 parties that have seats in the country’s Parliament and cabinet are run by political dynasties, former Army generals or business tycoons who bankroll them. The rest are Islamic-based groups whose political ideology changes depending on which of the bigger parties they can latch onto in a coalition.

03jakarta-2-master675

Regional-level politicians are mostly beholden to their political masters at national offices in Jakarta, who can accept or reject their planned candidacies even if they are doing well in opinion polls. And parties usually demand that candidates pay a fee to run and require them to finance their own campaigns, analysts say.

Mr. Basuki, in effect, has positioned himself as an alternative to a national political system “that many in Jakarta are fed up with,” said Charlotte Setijadi, a visiting fellow with the Indonesia studies program at the Institute of Southeast Asian Studies-Yusof Ishak Institute in Singapore.

“I think that this is an image that will serve him well for this election,” she said.

The governor, the grandson of a tin miner from Guangzhou, China, has a reputation for bluntness. He has his detractors, including squatters whose slum neighborhoods have been demolished to make way for public works projects and commercial developments, and political adversaries who have questioned a land reclamation project in North Jakarta that is under investigation by the country’s anticorruption agency.

But his style has won over many Jakartans, in particular younger voters and lower-middle-class families.

They have also been swayed by his administration’s policies, including fast-tracking infrastructure projects, among them a mass rapid transit system, the sprucing-up of a city of more than 10 million people with a small army of street sweepers and the institution of a “smart card” program to subsidize health care and education for the poor.

Recent polls have indicated that Mr. Basuki, popularly known as Ahok, has double-digit leads over several other possible candidates for the Feb. 17 election, and that more than 80 percent of probable voters want him to run as an independent.

“I don’t want to disappoint the young people,” he said to reporters recently after announcing his decision. “I told them I will be an independent, but they have to understand that this is a sacrifice.”

The governor can thank one particular group of young people for helping him to buck politics as usual. A grass-roots volunteer movement that is autonomously backing his plan says it has already collected the signatures of the 525,000 Jakartans — roughly 7.5 percent of the city’s eligible voters — needed to cement his place on the ballot.

The group, Teman Ahok (“Friends of Ahok” in the Indonesian language), says it will not stop until it gets a million signatures, which must be verified by the country’s General Elections Commission.

Working out of a one-story house in South Jakarta, the group’s members have been remarkably resourceful. They have created an app, for example, enabling motorcyclists to pick up signature forms and deliver them to the group’s office at no cost.

03jakarta-3-master675

To pay for its operations, the group also sells Ahok merchandise, including T-shirts, stickers and bracelets, although it did receive an initial donation of 500 million rupiah, or about $37,000, from a political consultancy in Jakarta to help it get up and running.

Mr. Basuki and Teman Ahok leaders have separately said that they are not collaborating and that they have met in person only three times.

Mr. Basuki, who was previously deputy governor of Jakarta, assumed the city’s top position in November 2014 after his boss and predecessor, Joko Widodo, was sworn in as the country’s seventh president.

But as he waited to become governor, he resigned from his political party, the Great Indonesia Movement Party, known as Gerindra, after it pushed through legislation in Parliament eliminating direct elections for provincial governors, mayors and district chiefs.

Critics called the legislation, which was later overturned, a meanspirited attempt to keep regional leaders under the control of Jakarta by having them appointed by local legislatures dominated by major parties.

Mr. Joko himself, despite being president, is only a rank-and-file member of his party, the Indonesian Democratic Party of Struggle, or P.D.I.P., and has at times been hamstrung in carrying out policies and appointing senior officials because of opposition from party leaders.

Analysts said Mr. Basuki apparently did not want to suffer the same fate. He spurned an offer to run under the umbrella of the P.D.I.P., whose chairwoman is Megawati Sukarnoputri, a former president, the daughter of Indonesia’s founding father, Sukarno, and a leading member of the country’s political elite.

Now the party has made it clear that it will try to stop what senior members have called deparpolisasi, an Indonesian term meaning the weakening of the political monopoly of large parties by independent candidates like Mr. Basuki.

The Jakarta campaign chief of the party said it was speaking with Gerindra and other establishment parties to jointly nominate a candidate to challenge Mr. Basuki, The Jakarta Post reported.

During Jakarta’s 2012 governor’s race, when Mr. Basuki was Mr. Joko’s running mate as the candidate for vice governor, opponents made issues of his ethnicity and religion. But one recent survey indicated that nearly two-thirds of the city’s residents felt ethnicity and religion would not be issues in the February election.

Sandiaga Uno, a prominent businessman who is likely to be one of Mr. Basuki’s opponents, has acknowledged that the governor’s independent run should wake up the political establishment.

“If they don’t get the right candidate that is supported by the people, they would be facing an independent bid that is supported by the people,” he said. “Political parties need to come up with a strategy to attract the best talent.”

“The New York Times” Mengulas Dan Puji Kehebatan Ahok

Media Terbesar Amerika Serikat “The New York Times” Mengulas Dan Puji Kehebatan Ahok. Source: BacaKabar

See also: Governor of Jakarta Bucks Indonesia’s Party Politics

fb_img_1465097118611

nyt-logoSepertinya Ahok bukan hanya media Darling di Indonesia saat ini. Namun media no 2 terbesar di Amerika pun turut membahas dan menurunkan berita seputar Ahok. Harian The New York Times edisi 5 Juni 2016 mengulas sosok Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Harian dengan oplah nomor dua terbesar di Amerika Serikat (AS) itu menyebut Ahok sebagai sosok yang mengguncang sistem perpolitikan Indonesia yang dikendalikan oleh kaum elite partai.

Sistem perpolitikan yang terguncang itu, kata harian tersebut, adalah sistem yang dikuasai keluarga dinasti politik, para mantan jenderal, atau para pebisnis kaya.

Dikatakan bahwa politisi di daerah “disandera” oleh kepentingan politisi nasional. Dalam sistem semacam itu, walau unggul dalam survei, para calon kepala daerah kadang-kadang tidak dapat berbuat banyak. Partai politik umumnya meminta “mahar” untuk pencalonan dan mensyaratkan untuk membiayai sendiri kampanye politik.

New York Times menyebut Ahok sebagai sosok political outsider karena latar belakangnya sebagai minoritas dari sisi etnis dan keyakinan agamanya. Status outsider itu semakin kuat dengan keputusannya berpolitik melalui jalur independen.

Sejak menjabat November 2014, Ahok disebut tidak menunggu lama untuk “menyikat” birokrat yang tidak kompeten dan memberantas korupsi yang merajalela. Harian itu menulis, target baru mantan Bupati Belitung Timur itu adalah mengguncang sistem politik nasional yang dikuasai kelompok oligarki.

06tholidaycover-originalNew York Times kemudian mengutip Charlotte Setijadi, periset di program Ilmu Indonesia di Institut Studi Asia Tenggara-Yusof Ishak yang berbasis di Singapura. Charlotte mengatakan, “Basuki (Ahok) menampilkan dirinya sebagai sosok alternatif melawan sistem politik yang memuakkan banyak rakyat Indonesia.

“Keberaniannya itu akan menolong dia meraup suara pada Pilkada DKI,” lanjut Charlotte.

ahok-gitu-lho

Laporan itu menyatakan, Ahok memilih jalur independen demi menghindari bernasib sama seperti Presiden Joko Widodo yang terkadang mendapatkan kesulitan dari partai politik pendukungnya sendiri, yaitu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Ahok disebut menolak tawaran dukungan dari PDI-P untuk maju sebagai calon gubernur Jakarta.

Laporan itu juga mengutip bakal calon gubernur DKI dari Partai Gerindra, Sandiaga Uno, yang mengatakan keputusan Ahok maju melalui jalur independen seharusnya membangunkan elite politik.

teman-ahok___rachman-11-9h74xf

“Jika parpol tidak mendapatkan kandidat yang tepat yang didukung rakyat, parpol akan menghadapi calon independen yang didukung rakyat. Parpol perlu mempersiapkan strategi untuk menarik calon dengan kemampuan terbaik,” tutur Sandiaga dalam laporan itu.

images-4

Fenomena “Teman Ahok” juga tak luput dari laporan New York Times. Gerakan itu dinilai telah sangat banyak membantu Ahok untuk memerangi sistem politik yang telah berakar urat.

13495159_1786696791548412_4293829310144425358_n

Teman Ahok dilaporkan menjual t-shirt, merchandise, dan stiker untuk menjalankan biaya operasionalnya. The New York Times menambahkan, baik Ahok maupun Teman Ahok telah menyatakan secara terpisah bahwa mereka tidak berkolaborasi dan baru bertemu secara pribadi sebanyak tiga kali.

497174_620

ini-baru-mandiri-teman-ahok-jual-barang-tak-mau-terima-uang-1

Harian itu melanjutkan, walau tidak sedikit yang menentang, gaya kepemimpinan Ahok yang sangat blakblakan memenangkan hati banyak warga Jakarta, terutama para pemilih muda dan kaum kelas menengah ke bawah.

Golongan masyarakat ini terpikat dengan sejumlah kebijakan-kebijakan Ahok, seperti percepatan pembangunan infrastruktur seperti MRT dan program Kartu Jakarta Pintar dan Kartu Jakarta Sehat yang menolong banyak masyarakat miskin.

indonesia

monumen-nasional-monas

Pada Pilkada DKI 2012, etnisitas dan agama Ahok menjadi salah satu isu yang digunakan lawan politiknya. Kali ini dengan mengutip sebuah survei, The New York Times menulis bahwa hampir dua pertiga warga Jakarta tidak merasa isu SARA akan diangkat pada Pilkada 15 Februari 2017.

AHOK memang menyita perhatian masyarakat Indonesia

535166_782671555176181_7878337802096332267_n

13932752_209347312801107_2276308933494800187_n

993860_783032338473436_5670405159529791855_n

Kota dengan Biaya Hidup Paling Mahal di Indonesia

Update terbaru Kabupaten/Kota dengan Biaya Hidup Paling Mahal di Indonesia 2016. Sumber: DATABOKS 26 Sept. 2016

Baca juga : Kabupaten/Kota dengan Biaya Hidup Paling Murah di Indonesia

Survei Biaya Hidup (SBH) oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menempatkan kota Jakarta sebagai salah satu provinsi dengan biaya hidup paling mahal di Indonesia. Untuk hidup di kota ini biaya yang dibutuhkan mencapai Rp 7,5 juta. Jumlah tersebut merupakan akumulasi sebulan dengan rata-rata anggota rumah tangga sebanyak 4 orang. Secara nasional rata-rata biaya hidup di Indonesia adalah Rp 5,5 juta per bulan.

SBH merupakan kegiatan rutin yang diadakan oleh BPS setiap lima tahun sekali. SBH terakhir diadakan pada 2012 mencakup 136.080 rumah tangga di Indonesia yang dipantau besarnya nilai pengeluaran konsumsi baik jenis barang maupun jasa selama setahun penuh.

Dibandingkan dengan hasil SBH 2007, terjadi penurunan persentase biaya hidup pada kelompok bahan makanan dari 19,57 persen menjadi 18,85 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau dari 16,55 persen menjadi 16,19 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar dari 25,41 persen menjadi 25,37 persen.

Kota Meulaboh merupakan kota dengan proporsi biaya hidup makanan tertinggi, sedangkan Jakarta merupakan kota dengan proporsi biaya hidup makanan terendah.

kota-dengan-biaya-hidup-paling-mahal-di-indonesia