Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat


First-Aid 235x74LOGO-ANDHIKA BLOG 01 50x50

Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat

stk64703cor

tips-p3k-(final2)Tidak ada seorang pun yang dapat memperkirakan kapan kecelakaan atau serangan sakit mendadak akan terjadi. Dalam kondisi seperti itu, Anda perlu tanggap akan situasi gawat darurat. Melakukan pertolongan pertama penting dilakukan sebelum bala bantuan medis datang. Dengan peralatan minimal pertolongan pertama bisa menyelamatkan nyawa seseorang. Maka itu ketahui dan pelajari penanganan darurat untuk pertolongan pertama!
Disclaimer:  Hubungi dokter setelah melakukan pertolongan pertama!

  1. Pengertian Pertolongan Pertama
  2. Prinsip Pertolongan Pertama
  3. Bagaimana Memberi Pertolongan Pertama pada Kecelakaan?
  4. 8 Kesalahan Saat Memberikan Pertolongan Pertama
  5. Pertolongan Pertama pada Perdarahan Dalam
  6. Pertolongan Pertama pada Perdarahan
  7. Pertolongan Pertama pada Mimisan
  8. Pertolongan Pertama pada Patah Tulang
  9. Pertolongan Pertama pada Overdosis Alkohol
  10. Pertolongan Pertama pada Overdosis Penyalahgunaan Obat
  11. Pertolongan Pertama pada Diare
  12. Pertolongan Pertama Untuk Memar
  13. Pertolongan Pertama pada Luka Bakar Parah
  14. Pertolongan Pertama pada Luka Bakar Sedang
  15. Pertolongan Pertama pada Luka Bakar Ringan
  16. Pertolongan Pertama pada Keseleo
  17. Pertolongan Pertama pada Wanita Keguguran
  18. Pertolongan Pertama pada Korban Keracunan
  19. Pertolongan Pertama Jika Bayi Pingsan
  20. Pertolongan Pertama pada Korban Pingsan
  21. Pertolongan Pertama Untuk Korban Kesetrum
LOGO KITA-horz

Cek secara berkala isi kotak P3K di rumah, agar pertolongan pertama selalu siap sedia. Pastikan, barang-barang ini, harus selalu ada di kotak P3K.getImgContent.aspx

  • Obat antiseptik. Berguna untuk membersihkan dan mengatasi luka ringan yang mengeluarkan darah, misalnya saat anak jatuh atau teriris benda tajam.
  • Obat batuk. Meski tidak menyembuhkan batuk, melainkan hanya meredakan gejala secara temporer, perlu menyimpan obat batuk di rumah untuk mengatasi serangan batuk di malam hari yang menyebabkan anak sulit tidur.  Konsultasikan ke dokter dalam pemberian obat batuk yang dijual bebas.
  • Obat demam, untuk anak umumnya mengandung zat aktif parasetamol atau asetaminofen. Bentuknya drops (tetes) atau sirup, diberikan jika suhu tubuh lebih dari 38° Celcius. Baca aturan pemberian dengan seksama, hubungi dokter jika demam berlanjut.
  • Obat asma hirup. Bala bantuan bagi anak asma, obat inhaler harus dengan resep dokter.
  • Oralit. Penting diberikan saat anak diare guna mencegah dehidrasi. Larutkan bubuk oralit ke dalam air matang dan minumkan pada anak 3-4 kali sehari.
  • Balsem. Oleskan ke dada, punggung dan lehernya ketika hidungnya tersumbat atau manakala cuaca dingin. Hangat dan lega kembali!
  • Obat gatal, tersedia dalam bentuk lotion atau bedak, mengobati gatal akibat  biang keringat, udara panas dan gigitan serangga. Juga sebagai antiseptik kulit, astringensia dan anti alergi.
  • Obat luka terbentur, salah satunya Trombhophop, merek dagang untuk jelly oles  yang  dapat mendinginkan, mengurangi nyeri dan mengurangi memar berkat zat aktif heparin.
  • Obat luka bakar, yang ada di pasaran, misalnya merek Bioplacenton,  umumnya mengandung bahan aktif Neomycin sulphate yang berfungsi sebagai antibiotik guna mencegah infeksi, inflamasi atau peradangan dan melebarnya luka.
  • Sabun cuci tangan tanpa air. Praktis untuk kebersihan tangan saat bepergian.
  • Nasal aspirator dan larutan NaCl, untuk mengatasi hidung tersumbat saat anak pilek.
  • Plester luka. Melindungi luka kecil dari masuknya kuman penyakit.
  • Kasa steril. Menutup luka agak besar, misalnya untuk perawatan tali pusat bayi.
  • Cotton bud. Untuk membersihkan telinga bagian luar dan hidung si kecil.
  • Baby oil. Banyak gunanya! Antara lain untuk membersihkan telinga bagian luar, membersihkan kerak kepala, dan memijat bayi.
  • Cold pack atau kompres dingin, membantu mencegah pembengkakan saat anak terbentur atau digigit serangga.  Simpan di freezer agar siap digunakan.
  • Gunting kuku. Menjaga agar kuku anak selalu pendek dan bersih.
  • Gunting kecil
  • Kapas bundar.

Buang Obat Tidak Perlu

Ada baiknya setiap 3-6 bulan sekali kamu mengecek kotak obat di rumah. Karena obat yang sudah mendekati waktu kadaluwarsa tidak direkomendasikan untuk digunakan. Kamu bisa melihat dari bentuk fisik seperti perubahan warna, bau dan rasa dari obat tersebut. Misal untuk tablet vitamin C, lihat apakah ada perubahan warna pada obat tersebut. Selain itu, kamu juga bisa melihat apakah obat tersebut berjamur, konsistensinya tidak lagi padat atau sudah retak.

Untuk obat jenis larutan atau sirup, lihat apakah larutan mengkristal, mongering dan kekentalan berubah. Buka tutup kemasan obat dan ciumlah apalah ada bau menyengat yang tidak sedap. Untuk obat salep, kamu bisa mengecek apakah obat salep tersebut masih bisa digunakan atau tidak dengan melihat perubahan warnanya.

Jika obat yang kamu cek sudah tidak layak untuk dikonsumsi lagi, segeralah mengeluarkan obat tersebut dari kotak obat di rumah. Buanglah obat dengan cara dimusnahkan atau dikubur. Kamu tidak bisa sembarangan membuang obat ke tempat sampah. Untuk obat sirup, encerkan terlebih dahulu sebelum dibuang. Jenis obat tablet, kamu harus menghancurkan terlebih dahulu dengan cara menggerus atau menyimpan dalam wadah tertutup baru dibuang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s