Tag Archives: Bandara

Automated People Mover System (APMS/SkyTrain ) Bandara Soekarno-Hatta

Senin, 21 Agustus 2017

SKYTRAIN-APMS

Calon penumpang pesawat udara yang berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta bakal semakin mudah untuk melakukan perpindahan dari satu terminal ke terminal lainnya. Karena, PT Angkasa Pura II (AP II) tengah menyediakan SkyTrain atau Automated People Mover System (APMS) Bandara Soekarno-Hatta.

Fasilitas ini akan menggantikan fasilitas shuttle bus yang selama ini melayani perpindahan antar terminal di Bandara Soekarno-Hatta.

Perpindahan akan lebih cepat karena skytrain akan bergerak di jalur khusus. Berbeda dengan shuttle bus yang menggunakan jalan biasa dan sangat rentan terhambat saat lalu lintas di kawasan bandara mengalami kepadatan.

Dari akun resmi PT LEN Industri di Instagram diketahui, saat ini, moda transportasi berbentuk kereta dua gerbong tersebut mulai dilakukan uji coba.

Saat ini, moda transportasi tersebut masih dikendalikan secara manual oleh manusia. Namun, saat beroperasi penuh nanti, Skytrain itu akan bergerak secara automatis tanpa bantuan tenaga manusia di dalamnya.

Pada pengoperasiannya nanti skytrain akan berfungsi untuk memobilisasi penumpang dari terminal satu ke terminal lainnya di Bandara Soekarno Hatta, yang memiliki jarak cukup jauh. Selama ini, untuk memobilisasi penumpang, AP II hanya mengoperasikan 12 unit shuttle bus.

Bus ini dirasa kurang efektif di tengah kondisi bandara yang memiliki rata-rata pengunjung hingga ratusan ribu orang per hari. Hingga akhirnya skytrain digagas untuk memberikan layanan yang lebih baik.

Untuk pengadaan rangkaian kereta skytrain serta teknologinya, AP II setidaknya merogoh kocek hingga Rp 530 miliar. Biaya tersebut sudah termasuk tiga rangkaian kereta yang didatangkan dari perusahaan asal Korea Selatan, Woojin Industrial System Co Ltd.

Bandara Letung Riau [Under Construction]

16 Agustus 2017

BANDARA LETUNG - ANAMBAS - RIAU

Akses lalu lintas transportasi udara di Kabupaten Kepulauan Anambas kini lebih mudah setelah Bandara Letung dioperasikan. Daerah yang terletak Laut Natuna Utara dan berdekatan dengan negara tetangga Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam dan Kamboja itu, telah siap menjadi pintu gerbang Indonesia. Pembukaan bandara domestik baru tersebut merupakan wujud agenda Nawacita pemerintahan Presiden Joko Widodo, sekaligus bentuk kehadiran negara bagi masyarakat di kawasan terluar Indonesia.

Bandara Letung difungsikan sebagai bandara pengumpan. Lokasinya berada di pulau Jemaja, Kabupaten Anambas, Provinsi Kepulauan Riau. Pengoperasiannya dimulai sejak 22 November 2016. Bandara ini memiliki runway sepanjang 1.200 meter dan lebar 30 meter yang mampu didarati pesawat sejenis C-212 dan DHC-6. Sebidang Apron berukuran 125 meter kali 70 meter juga telah tersedia. Sedangkan gedung terminalnya didirikan dengan luas 600 meter persegi.

Sejak Kepulauan Anambas ditetapkan sebagai Kawasan Wisata Laut Nasional, peran Bandara Letung semakin vital. Di samping menjadi pintu gerbang udara yang memudahkan mobilitas masyarakat, juga berlaku sebagai penunjang pertumbuhan ekonomi daerah seiring kelancaran distribusi barang dan jasa, serta kebangkitan industri pariwisata.

Like It, Comments dan Shared info ini kalau Kita Cinta Indonesia dan mau Indonesia menjadi lebih baik lagi dan bisa sejajar dengan negara-negara maju di dunia.

Bandara Koroway Batu – Papua [Under Construction]

18  Agustus 2017

BANDARA KOROWAY BATU PAPUA

Konektivitas transportasi di Papua menjadi fokus perhatian Pemerintah. Bandara-bandara perintis gencar dikembangkan. Selain untuk menghubungkan wilayah-wilayah di sana, juga berfungsi sebagai pembangkit industri wisata, tempat distribusi barang dan jasa untuk memangkas disparitas harga, jalur logistik saat terjadi bencana alam dan sarana pertahanan serta keamanan negara. Satu diantara sekian bandara yang sedang dibenahi adalah Bandar udara Koroway Batu di Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel. Saat ini bandara tersebut dikelola Satuan Kerja Bandar Udara, Kementerian Perhubungan.

Bandara domestik ini berperan sebagai bandara pengumpan. Pesawat-pesawat yang diperbolehkan mendarat adalah jenis Grand Caravan C-208. Landasan pacunya terbentang sepanjang 800 meter dan lebar 18 meter. Apron yang semula hanya 1000 meter persegi, kini diluaskan menjadi 2400 meter persegi. Bandara ini mampu didarati pesawat sejenis Grand Caravan C-208. Penambahan dimensi landasan masih terus dilakukan sehingga Bandara ini mampu didarati pesawat berbadan besar sejenis ATR. Akhir tahun ini, pekerjaan tersebut ditargetkan rampung.

Pengembangan bandara-bandara di antero Papua yang dilakukan pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo ini merupakan langkah nyata perwujudan Nawacita untuk membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Selain juga untuk mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

Like It, Comments dan Shared info ini kalau Kita Cinta Indonesia dan mau Indonesia menjadi lebih baik lagi dan bisa sejajar dengan negara-negara maju di dunia.