Tag Archives: CPR pada Bayi

Cara Memberikan CPR pada Bayi

by wikiHow

2 Metode:

  • Mendiagnosis Situasi
  • Melakukan CPR

Walaupun CPR (CardioPulmonary Resuscitation) seharusnya diberikan oleh orang yang terlatih dan memiliki sertifikat kursus pertolongan pertama, siapa saja bisa melakukannya asalkan mengikuti pedoman dari American Health Association tahun 2010. Hal ini akan berdampak signifikan bagi bayi yang mengalami gagal jantung. Untuk anak yang umurnya di atas 1 tahun, ikuti protokol CPR untuk anak-anak, dan protokol CPR dewasa untuk korban dewasa.


Metode 1

Mendiagnosis Situasi

v4-728px-Do-CPR-on-a-Baby-Step-1_jpg

1. Cek apakah bayi masih sadarkan diri. 

Coba jentik kaki bayi. Jika tidak ada respons, minta seseorang menelepon ambulans selagi Anda melanjutkan ke langkah berikutnya. Jika Anda sendirian, lakukan langkah 2 terlebih dahulu sebelum menelepon ambulans.

v4-728px-Do-CPR-on-a-Baby-Step-2_jpg

2 Jika bayi sadar namun tercekik, lakukan pertolongan pertama sebelum memberikan CPR. 

Bisa tidaknya bayi bernapas menentukan langkah selanjutnya:

  • Jika bayi terbatuk atau mau muntah, biarkan bayi melanjutkan batuk atau mengeluarkan muntahannya, karena artinya saluran udara hanya terhalang sebagian.

v4-728px-Do-CPR-on-a-Baby-Step-2Bullet1_jpg

  • Jika bayi tidak batuk, Anda perlu bersiap untuk mendorong punggung dan/atau menekan dadanya untuk mengeluarkan benda yang menghalangi aliran udara.

v4-728px-Do-CPR-on-a-Baby-Step-2Bullet2_jpg

v4-728px-Do-CPR-on-a-Baby-Step-3_jpg

3 Periksa denyut nadi bayi. 

Cek kembali napas bayi. Kali ini, letakkan jari telunjuk dan tengah Anda ke dalam tangan bayi, di antara siku dan bahu.

  • Jika bayi bernapas dan nadinya berdenyut, letakkan bayi pada posisi pemulihan. Lihat artikel ini untuk informasi lebih lanjut.

v4-728px-Do-CPR-on-a-Baby-Step-3Bullet1_jpg

  • Jika denyut nadi atau napas bayi tidak terasa, lanjutkan ke langkah berikutnya untuk melakukan CPR yang merupakan gabungan tekanan dan pernapasan.

v4-728px-Do-CPR-on-a-Baby-Step-3Bullet2_jpg


Metode 2

Melakukan CPR

v4-728px-Do-CPR-on-a-Baby-Step-4_jpg

1. Buka jalan napas bayi. 

Angkat belakang kepala dan dagu bayi secara perlahan untuk membuka jalan napasnya. Namun, karena ukuran salurannya kecil, bayi masih belum keluar dari bahaya. Periksa napas bayi kembali namun jangan lebih dari 10 detik.

v4-728px-Do-CPR-on-a-Baby-Step-5_jpg

2. Berikan bayi dua napas pertolongan. 

Jika ada, letakkan pelindung wajah pada bayi untuk mencegah pertukaran cairan tubuh. Cubit hidungnya hingga tertutup, miringkan belakang kepalanya, dorong dagunya ke atas, dan berikan dua napas, masing-masing selama satu detik. Embuskan napas dengan lembut sampai dadanya menggembung. Jangan terlalu kuat, atau bayi akan cedera.

  • Ingat, beri jeda di antara napas untuk membiarkan udara keluar.
  • Jika napas tidak dapat masuk (dadanya tidak tampak menggembung sama sekali), artinya jalan napas bayi terhambat dan ia sedang tersedak. Informasi terkait anak yang tersedak ada di Melakukan Pertolongan Pertama pada Bayi Tersedak.

v4-728px-332313-6_jpg

3. Cek denyut nadi setelah dua napas pertama. 

Jika masih tidak terasa, mulai CPR pada bayi.

v4-728px-Do-CPR-on-a-Baby-Step-7_jpg

4. Tekan dada bayi sebanyak 30 kali dengan beberapa jari. 

Rapatkan dua atau tiga jari dan letakkan pada dada bayi tepat di bawah puting. Tekan dada bayi 30 kali dengan lembut dan halus.

  • Jika jari-jari Anda terasa lelah, gunakan tangan kedua untuk membantu menekan seperti ini. Namun kalau tidak, tangan kedua Anda terus menahan kepala bayi.
  • Usahakan untuk memberikan tekanan sebanyak 100 dalam 1 menit.[4] Tampaknya mungkin sangat banyak, namun sebenarnya hanya sedikit lebih banyak dari satu tekanan per detik. Usahakan untuk memberikan tekanan dengan lembut.
  • Tekan pada kedalaman 1/3 sampai 1/2 dada bayi. Biasanya sekitar 1,2 dan 2,5 cm.

5. Lakukan rangkaian dua napas dan 30 tekanan yang sama sampai ada reaksi atau tanda-tanda kehidupan. 

Dalam dua menit kira-kira Anda dapat melakukan lima siklus pernapasan dan tekanan. Jangan berhenti sejak CPR dimulai, kecuali:

  • Muncul tanda-tanda kehidupan (bayi bergerak, batuk, bernapas atau bersuara). Muntah bukanlah tanda kehidupan.

v4-728px-Do-CPR-on-a-Baby-Step-8Bullet1_jpg

  • Orang yang lebih terlatih mengambil alih.

v4-728px-Do-CPR-on-a-Baby-Step-8Bullet2_jpg

  • Defibrillator siap digunakan.

v4-728px-Do-CPR-on-a-Baby-Step-8Bullet3_jpg

  • Lokasi mendadak tidak aman.

v4-728px-Do-CPR-on-a-Baby-Step-8Bullet4_jpg

v4-728px-Do-CPR-on-a-Baby-Step-9_jpg

6. Untuk mengingat tahapan CPR, ingatlah “ABC.”

Ingat-ingat mnemonic ini untuk menghafal; proses pemberian CPR.

  • A untuk airway (jalan napas). Buka atau periksa apakah jalan napasnya terbuka.
  • B untuk bernapas. Cubit hidung bayi, miringkan kepala dan berikan dua napas pertolongan.
  • C untuk circulation (sirkulasi). Periksa denyut nadi bayi. Jika tidak terasa, beri tekanan sebanyak 30 kali di dadanya.

Tips

  • Ketahui bahwa panduan ini disusun berdasarkan standar lama American Heart Association (AHA). Pedoman AHA baru (2010) menyarankan langkah “CAB” dan bukan “ABC.” Pedoman baru merekomendasikan untuk memeriksa kesadaran (menjentik kaki) dan denyut nadi terlebih dahulu sebelum memulai menekan dada. Tekan dada 30 kali diikuti 2 napas x 5 siklus. (orang yang tidak terlatih boleh menggunakan CPR hanya dengan tangan dan melewatkan pemberian napas). Jika bayi tidak pulih selama 2 menit pertama CPR, Anda harus segera meminta bantuan Unit Gawat Darurat (UGD).

Peringatan

  • Berikan napas yang dalamnya cukup untuk mengangkat dada bayi. Jangan terlalu keras atau paru-paru bayi bisa rusak.
  • Jangan tekan dada bayi terlalu keras. Organ dalamnya bisa rusak.