Tag Archives: Gian Cordana Sanjaya

Gian Cordana Sanjaya

Mengenal Sosok Gian Sanjaya, Peraih Emas Olimpiade Matematika Internasional 17 Juli 2018.

Gian Cordana Sanjaya, siswa SMAK Petra 1 Surabaya

Kemendikbud — Indonesia menempati peringkat ke-10 dalam Olimpiade Internasional Matematika atau International Mathematical Olympiad (IMO) 2018 yang diikuti lebih dari 100 negara dan 600 peserta. Pelajar Indonesia berhasil meraih satu emas dan lima perak dalam IMO 2018 yang diselenggarakan di ClujNapoca, Rumania, pada tanggal 4-14 Juli 2018. Satu-satunya emas untuk Indonesia disumbangkan oleh Gian Cordana Sanjaya, siswa SMAK Petra 1 Surabaya, yang sudah langganan meraih berbagai medali dalam kompetisi sains.

Gian mengaku tidak menyangka dengan prestasi yang dicapai. “Target saat berangkat, maunya semua menang emas, tapi setelah pengumuman sampai sekarang, rasanya luar biasa. Saya nggak bisa berkata apa-apa. Kami berjuang sampai detik terakhir melawan negara-negara besar yang cukup diandalkan, dan akhirnya kami berhasil. Teman-teman yang lain meskipun dapat perak, tapi secara skor, tipis perbedaanya,” ucap Gian yang baru saja lulus SMA.

Pelajar berkacamata ini berencana akan melanjutkan studi di Kanada, jurusan Science of Mathematics. Gian mengaku sangat tertarik dengan matematika sejak masih di TK (Taman Kanak-Kanak). Dia menganggap matematika adalah sains yang indah.

Ayah Gian, Budi Sanjaya, ikut menceritakan kisah Gian yang tertarik dengan matematika sejak kecil. “Waktu Gian kecil, kalau saya bacakan dongeng dia maunya dibacakan yang angka-angka. Dia selalu menantang saya untuk memberikan pertanyaan berhitung. Sampai saya kewalahan harus mengambil kalkulator. Gian juga sangat inisiatif, dia mencari sendiri setiap ada lowongan kompetisi. Saya dan istri akan mencoba mengikuti selama tidak mengganggu kegiatan sekolah dan masa remajanya. Syukurlah, dia bisa mengatur semua itu,” ucap sang ayah yang langsung datang dari Jembrana, Bali, untuk menyambut putra kebanggaannya di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Banten, Minggu (15/7/2018).

Gian juga menjadi siswa yang dikirim ke ajang IMO selama tiga tahun berturut-turut, yakni tahun 2016, 2017, dan 2018, dan selalu kembali ke Tanah Air dengan membawa medali. Sungguh motivasi dan semangat luar biasa yang diperlihatkan Gian bagi negaranya. Tiga kali mewakili Indonesia di ajang IMO dengan grafik prestasi yang terus meningkat: 2016 (perunggu), 2017 (perak), dan dipuncaki dengan emas di IMO 2018 yang membawa Indonesia masuk dalam 10 besar kekuatan Matematika dunia.

Berbagai macam Olimpiade yang Gian ikuti antara lain :

  • Indonesia International Mathematics Competition 2011/EMIC/SD/Sanur, Bali, Indonesia / Medali Emas
  • IMC Contest 2011/SD/Singapura/Medali Emas. Sponsor by KPM Bogor
  • WIZMID 2012/SD/India/Medali Emas
  • APPMOS 2012/SD/Singapura /Medali Emas
  • The Clock Tower School 2012 /SD/Rumania /Medali Emas
  • International Mathematics Competition 2012/SD/Taiwan/Medali Perak
  • Bulgaria International Mathematics Competition 2013 /IWYMC/SMP/Bulgaria /Medali Emas
  • International Junior Science Olimpiade/Sciens /SMP/ Argentina / Medali Perunggu
  • International Mathematics Olimpiade (IMO) 2016/SMA/Medali Perunggu
  • IMO 2017/SMA/Brazil/Medali Perak
  • RMM 2018 /SMA/Romania/Medali Perunggu
  • IMO 2018/SMA/Romania/Medali Emas

Gian mengakui bahwa lawan yang dihadapi Tim Olimpiade Matematika Indonesia cukup tangguh. Namun, sejak keberangkatan, dirinya menyatakan yakin bakal meraih emas, setelah tahun lalu di Brazil berhasil menyumbangkan medali perak. “Amerika, China, Rusia, Jepang, Korea, dan Inggris, termasuk yang kuat,” ujar Gian.

Selama persiapan Olimpiade, Gian dan kawan-kawan harus mengikuti pembekalan dari sejak awal tahun 2018. Setiap hari mereka belajar bahkan harus melewatkan momen natal maupun lebaran. Namun Gian tak pernah merasa kehilangan masa remajanya. Gian mengaku masih sering becanda dengan teman-teman dan menonton film komedi di sela-sela rutinitasnya.

Saat anak-anak lain akan menjawab secara spesifik, menjadi dokter, pilot, profesor atau tentara sebagai cita-citanya, Gian mengatakan hanya ingin memajukan Indonesia, dari sisi manapun ia akan melakukannya. “Saya hanya ingin Indonesia makin maju setiap harinya,” tutur Gian yang akan bertolak ke Kanada pada Agustus ini. (Syarifah/Desliana Maulipaksi)

International Mathematical Olympiad Romania 2018: Indonesia Raih 6 Medali

Logo Olimpiade Matematika Internasional.

Tim Indonesia Raih 1 Emas dan 5 Perak di Olimpiade Matematika Internasional

Tim pelajar Indonesia yang meraih 1 emas dan 5 perak dalam International Mathematical Olympiad (IMO) yang berlangsung di rumania.(Dok. Gian Sanjaya)

Tim Indonesia meraih 1 emas dan 5 perak dalam International Mathematical Olympiad (IMO) yang berlangsung pada 9-10 Juli 2018 di Kota Cluj-Napoca, Romania. Tim Indonesia beranggotakan

  • Gian Cordana Sanjaya (18)
  • Valentino Dante Tjowasi (16)
  • Farras Mohammad Hibban Faddila (17)
  • Kinantan Arya Bagaspati (17)
  • Alfian Edgar Tjandra (17)
  • Otto Alexander Sutianto (18)

Medali emas diraih oleh Gian, sementara 5 medali perak diraih oleh Valentino, Farras, Kinantan, dan Otto Alexander.

Informasi prestasi para pelajar Indonesia ini dipublikasi oleh akun resmi Twitter Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, @Kemendikbud_RI.

Setiap tahunnya, Indonesia selalu mengikutsertakan pelajar yang menjadi perwakilan negara dalam olimpiade ini. Setiap negara berhak mengirimkan enam orang pelajar SMA sebagai peserta. Keenam orang tersebut terpilih berdasarkan seleksi yang dilakukan oleh Tim Pembinaan Indonesia. Tahun ini, ada 106 negara yang berpartisipasi. Saat dihubungi Kompas.com, Gian, pelajar yang meraih emas, masih berada di Romania. Ia mengatakan, lawan yang mereka hadapi cukup tangguh. “Kami melawan banyak negara. Namun, beberapa negara yang susah dikalahkan adalah Amerika, China, Rusia, Jepang, Korea, dan Inggris,” ujar Gian, siswa SMA Kristen Petra 1, Surabaya, Jumat (13/7/2018).

Gian mengatakan, dalam kompetisi ini diberlakukan sistem nilai. Untuk mendapatkan medali emas, peserta harus mendapatkan nilai minimal 31. Adapun, untuk medali perak nilai minimumnya 25, dan untuk medali perunggu nilai minimum 16. Gian mengaku, ia mendapatkan skor 31 dan berhasil memboyong medali emas. Sementara itu, Alfian, Kinantan, dan Farras masing-masing mendapatkan nilai 29, Valentino mendapatkan nilai 28, dan Otto mendapatkan nilai 25. Total nilai yang didapatkan oleh Tim Indonesia yaitu 171.

Source: Kompas | Penulis : Retia Kartika Dewi | Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

International Mathematical Olympiad Brazil 2017: Indonesia Raih 5 Medali dan 1 Penghargaan

Rabu, 26 July 2017 16:29 WIB

mate

TIM pelajar Indonesia berhasil menyabet lima medali pada kompetisi International Mathematical Olympiad (IMO) ke-58 di Rio de Janeiro, Brasil, yang digelar pada 12-23 Juli 2017.

Melalui keterangan tertulis yang diterima, Rabu (26/7), tim pelajar Indonesia secara rinci meraih dua medali perak, tiga perunggu, dan satu predikat honorable mention.

Kepala Sub Direktorat Peserta Didik Direktorat Pembinaan SMA Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Suharlan, yang menyambut kedatangan delegasi IMO di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu, menjelasakan, IMO merupakan ajang bergengsi kompetisi matematika yang telah berusia lebih dari setengah abad. IMO ke-58 ini diikuti 615 siswa yang berasal dari 111 negara.

Suharlan mengemukakan, pada ajang IMO ini para siswa peserta diminta mengerjakan enam soal matematika, masing-masing 3 soal per hari yang harus dikerjakan dalam waktu 4,5 jam. Adapun soal-soal yang diberikan merupakan soal-soal yang orisinal dan belum pernah muncul sebelumnya.

Untuk dapat mengerjakannya, lanjut dia, peserta dituntut kecepatan berpikir, ketenangan mental, serta kreativitas yang tinggi. Menurut Suharlan, Tim Indonesia mendapatkan nilai total 108 dan menempati peringkat ke-31 dari 111 negara.

“Kendati hasil ini sedikit menurun dari tahun sebelumnya yang mana kita berhasil mendapatkan tiga medali perak, pencapaian peringkat ke-31 pada IMO tahun ini masih lebih balk dari beberapa negara yang memiliki tradisi matematika yang kuat seperti Israel, Jerman, dan Brasil,” ujarnya.

Tim Indonesia didampingi Dr AIeams Barra (ketua delegasi), Dr Herv Susanto (wakil ketua delegasi), Dr Budi Surodjo, dan Drs Sutrianto. Adapun tim IMO pelajar Indonesia terdiri atas enam siswa Indonesia, yakni Gian Cordana Sanjaya dari SMAK Petra 1, Surabaya, yang meraih medali perak, Bimo Adityarahman Wiraputra, dari SMAN 3 Bandung, meraih medali perak, dan tiga perunggu yang diraih Kinantan Arya Bagaspati, SMA Taruna Nusantara, Timothy Jacob Wahyudi, SMA Santa Laurensia, Otto Alexander Sutianto, SMAK Penabur Gading Serpong.

Sedangkan Farras Mohammad Hibban Faddila dari SMA Kharisma Bangsa meraih Honorable Mention Award. (RO/OL-2)