Tag Archives: Indonesia

Fakta Audrey Yu yang Ditawari Posisi Spesial Jokowi, Sempat Kerja di NASA

Read Also: AUDREY

Source: suryamalang. Penulis: Frida Anjani . Editor: Dyan Rekohadi

9 Fakta Audrey Yu Gadis Jenius Surabaya yang Ditawari Posisi Spesial Jokowi

Sosok dan kisah hidup gadis jenius asal Surabaya Audrey Yu Jia Hui sempat membuat kagum banyak orang beberapa waktu lalu.

Memiliki anak yang cerdas dan jenius sudah menjadi impian setiap orang tua tak terkecuali orang tua Audrey Yu Jia Hui.

Namun, siapa sangka kecerdasan Audrey Yu Jia Hui sempat membuat orang tuanya kewalahan dan harus menghadapkan gadis yang berhasil lulus SMA di usia 13 tahun itu dengan dokter jiwa.

9 Fakta Audrey Yu Gadis Jenius Surabaya yang Ditawari Posisi Spesial Jokowi, Sempat Kerja di NASA (Istimewa)

Audrey Yu Jia Hui sendiri lahir dengan nama Maria Audrey Lukito di Surabaya, Indonesia, pada 1 Mei 1988.

Dikutip dari Intisari, Audrey sendiri, pada tahun 2018 telah berusia 30 tahun. Pada tahun 2017 lalu, ia dinobatkan sebagai salah satu dari 71 ikon Prestasi Indonesia.

Meski mendapat berkat akan kecerdasan yang ia terima, Audrey Yu Jia Hui sendiri malah mendapatkan kesusuahan dalam kehidupan sosialnya.

Banyak orang-orang disekitar Audrey Yu yang menganggap dirinya aneh dan membuat perempuan kelahiran Surabaya, Jawa Timur itu bahkan pernah dibawa ke dokter jiwa karena dianggap tidak normal.

1 | Anak Ajaib

Audrey adalah satu dari sekian banyak permata Indonesia. Hal ini seperti dikutip dari akun Facebook Rudi Kurniawan menuliskan kisah Audrey. Dari cerita yang ditulis Rudi, Audrey benar-benar anak ajaib.

Audrey berhasil menyelesaikan sekolah dasarnya hanya 5 tahun, SMP 1 tahun, SMA 11 bulan—persis di usianya yang masih 13 tahun.

Audrey Yu, sosok jenius asal Surabaya (Istimewa)

Persoalan terjadi ketika ia hendak masuk ke perguruan tinggi. Saat itu tidak ada satu pun kampus di Indonesia yang mau menerima bocah usia 13 tahun sebagai mahasiswanya.

Namun Audrey tidak mundur, ia akhirnya memutuskan pergi ke luar negeri, persisnya ke University of Virginia, mengambil jurusan fisika.

Ia hanya membutuhkan waktu sekitar dua tahun untuk merampungkan studinya dengan gelar ‘Sempurna!”

Kepandaian Audrey tak hanya sampai situ. Ketika masih berusia 10 tahun, skor TOEFL-nya sudah 573, yang memecahkan rekor MURI untuk sekor TOEFL tertinggi di usia termuda.

Saat usianya 11 tahun, ia telah hafal di luar kepala kamus Indonesia-Inggris yang tebalnya 650 halaman.

2 | Dikucilkan Karena Kecerdasannya

Kepintaran dan kecerdasan Audrey justru membuatnya terkucilkan. Orang-orang dewasa di sekitarnya menganggapnya tidak normal.

Teman sebayanya menyebutnya aneh, harus dijauhi, dan tidak bisa diajak berteman. Intinya, ia dikucilkan teman-temannya.

Belum lagi, ibunya selalu memarahinya, terutama setelah Audrey mengatakan bercita-cita ingin jadi tentara dan ia ingin menjadi pahlawan.

3 | Sempat Dibawa ke Dokter Jiwa

Ia juga pernah dibawa ke dokter jiwa lantaran dianggap tidak normal.

Namun, sejatinya ada beberapa orang yang yang menaruh perhatian terhadap kecerdasan Audrey. Salah satunya adalah Dahlan Iskan.

Secara khusus, mantan menteri BUMN Dahlan Iskan, menuangkan kekagumannya terhadap Audrey dalam sebuah tulisan.

“Umur Audrey baru 14 tahun, tapi pertanyaannya setinggi filsuf,” tulis akun Rudy Kurniawan yang mengutip penjelasan Dahlan Iskan.

Audrey Yu Jia Hui, perempuan jenius asal Surabaya (Facebook Rudy Kurniawan)

Melihat Audrey yang ‘berbeda’, teman-teman sang ibu menyarankan agar membawa Audrey ke dokter jiwa.

Dasar anak cerdas, dia tau jawaban apa yang harus diberikan. Bahkan, dia justru memberitahu apa yang harus diperbuat oleh dokter jiwa.

4 | Sulit Mencari Tempat Kuliah

Saat berumur 12 tahun, Audrey sudah kelas tiga SMA. Setelah itu, kesulitan mulai muncul dalam pendidikannya.

Tidak ada universitas di Indonesia yang bisa menerima mahasiswa baru yang umurnya baru 13 tahun.

Kemudian dicarilah berbagai informasi, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Akhirnya ketemu universitas di Negara Bagian Virginia, Amerika Serikat. Universitas ini berada di Kota Williamburg, kota pertama dalam sejarah AS yang didarati bangsa Eropa.

Kelewat cerdas, Audrey Yu sempat ditolak masuk universitas di Indonesia (Istimewa)

Audrey tentu harus dites. Dia lulus. Dalam tes bahasa Inggris, tidak ada masalah. Bahkan, Audrey bisa berbahasa Prancis dan Rusia.

Di William and Marry University ini, Audrey mengambil mata kuliah fisika murni. Dia pun lulus S-1 fisika murni hanya dlm waktu dua tahun. “Dengan tingkat kelulusan summa cum laude pula,” lanjut akun Rudy Kurniawan.

“Saya lulus Summa cum Laude dan Phi Beta Kappa pada usia 16 dari salah satu universitas terbaik dan tertua di Amerika, College of William and Mary di Virginia,” tulis Audrey dalam blog pribadinya.

5 | Mengajar di Shanghai

Audrey kini mengajar bahasa Inggris untuk level tertinggi di Shanghai.

Wanita cantik yang kini berusia 30 tahun itu tak hanya mengajar, tapi juga disibukkan menyusun konsep penerapan Pancasila yang baik.

Banyak orang luar negeri menyayangkan kondisi pendidikan di Indonesia membuat kemampuan Audrey di masa remajanya tersia-siakan.

Tapi di balik semua perlakuan yang kurang menyenangkan itu, ternyata Audrey adalah orang yang begitu bangga dengan Indonesia. Banyak buku yang dia tulis yang menggambarkan kecintaannya terhadap negeri ini

6 | Ingin Menjadi TNI

Usai lulus kuliah Audrey berniat mendaftar jadi anggota TNI yang saat itu masih bernama ABRI.

“Setelah lulus, saya ingin mendaftar di militer Indonesia (ABRI), yang belum pernah dilakukan gadis Cina sebelumnya,” tulis Audrey Yu.

“Yang mengejutkan saya, saya menjadi beban cemoohan dan mendapat ancaman dari semua pihak (bahkan dari keluarga saya sendiri), serta pelecehan ras yang tak ada habisnya,” lanjutnya.

Belakangan diketahui, Audrey ditolak masuk jadi anggota TNI karena usianya saat itu masih 17 tahun.

Karena gagal masuk jadi anggota TNI, Audrey memutuskan menempuh S-3 di Paris, mengambil jurusan Fisika dan Bahasa.

Audrey lulus S-3 di usia kurang dari 25 tahun.

7 | Sempat Bekerja di NASA/Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat

Lulus S-3, Audrey langsung diterima bekerja di Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA.

Tak tanggung, tanggung, Audrey dikabarkan menerima gaji sekitar Rp 200 juta per bulan.

8 | Ditawari Posisi Spesial Jokowi

Sejatinya ada beberapa orang yang yang menaruh perhatian terhadap kecerdasan Audrey.

Salah satunya Presiden Indonesia, Jokowi.

Hal ini seperti dikutip dari akun Twitter @nithasist yang mengunggah sebuah postingan pada 7 Juli 2019.

Dalam cuitannya, akun @nithasist menyebut Jokowi memberi tawaran spesial untuk Audrey.

Jokowi disebut menawarkan Audrey bekerja di lembaga pemerintah.

Audrey Yu mendapatkan tawaran posisi spesial dari Presiden Joko Widodo (Twitter)

“Dia lansung diterima kerja di Badan Antariksa Amerika (NASA) dgn gaji 200 jt/bln. Setelah ketemu Jokowi di KTT G-20 di Jepang kmrn, ditawari msk ke BPPT dan dgn antusias dia terima tanpa mikir brp gajinya. Dia hanya bilang Indonesia Love You. Aku datang u/ mengabdi padamu ….. Terharu,” tulis akun @nithasist.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) adalah Lembaga Pemerintah Non-Kementerian yang berada dibawah koordinasi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang mempunyai tugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pengkajian dan penerapan teknologi.

Namun demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah perihal tawaran spesial yang diberikan Jokowi pada Audrey Yu tersebut.

Audrey Yu, Gadis Ajaib Surabaya Disebut Bakal Jadi Menteri Termuda Jokowi

Read Also: AUDREY

Audrey Yu Jian Hui [Festival Prestasi Indonesia] – Maria Audrey Lukito

“Kecerdasannya luar biasa. SD ditempuh 5 tahun, SMP 1 tahun dan SMA 11 bulan. Lulus SMA di usia 13 tahun. Tak ada universitas di Indonesia yang mau menerimanya.”

Ide Presiden Jokowi yang mau menggaet kaum milenial sebagai menterinya dalam periode kedua kepemimpinannya, 2019-2024, mendapat respons positif dari warganet.

Bahkan, warganet memunyai sejumlah sosok milenial yang dinilai cocok menjadi menteri dalam kabinet Jokowi, salah satunya adalah Audrey Yu Jian Hui.

Audrey adalah warga Surabaya, Jawa Timur. Ia menjadi salah satu dari 64 Ikon Berprestasi Indonesia yang dinobatkan dalam Festival Prestasi Indonesia.

Ajang Festival Prestasi Indonesia itu digelar oleh Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila. Sejak saat itu, perempuan bernama lahir Maria Audrey Lukito tersebut beken di mata masyarakat Indonesia.

“Audrey, calon menteri termuda yang cinta mati kepada Indonesia,” kata akun Twitter Aditya Wisnu, mengusung Audrey sebagai nominasi menteri milenial Jokowi seperti dikutip Suara.com, Minggu (7/7/2019).

Akun itu menjelaskan, Audrey Yu Jian Hui adalah warga asli Surabaya yang memunyai kecerdasan otak luar biasa.

“Kecerdasannya luar biasa. SD ditempuh 5 tahun, SMP 1 tahun dan SMA 11 bulan. Lulus SMA di usia 13 tahun, tidak ada Universitas di Indonesia yang menerima karena usianya terlalu muda,” jelasnya.

Kekinian, Audrey disebut akun tersebut bekerja di NASA, badan antariksa Amerika Serikat.

Sementara akun Facebook Wahyu Sutono juga menominasikan Audrey sebagai menteri termuda Jokowi.

“Kandidat ketiga menteri termuda. Si jenius yang cinta mati kepada Pancasila. Dia adalah Audrey Yu Jia Hui, seorang patriot muda keturunan Tionghoa yang dikenal jenius, berbakat, dan penulis buku yang sangat mencintai tanah kelahirannya meski kini harus berkarier di luar negeri,” tulisnya.

Untuk diketahui, sejak Jokowi melontarkan pernyataan ingin menggaet kaum milenial sebagai menterinya, sejumlah nama pemuda-pemudi Indonesia bermunculan sebagai nominator.

Selain Audrey, ada nama mantan Ketua Umum PB HMI Arief Rosyid Hasan, eks Ketua Umum GMKI Sahat Martin P Sinurat, dan Twedy Noviady Ginting mantan Ketua Presidium GMNI.

Sementara ini daftar lengkap 72 Ikon Prestasi Indonesia, termasuk Audrey:

Kategori Sains dan Inovator:

  1. Yogi Ahmad Erlangga
  2. Michael Gilbert
  3. Syahrozad Zalfa Nadia/Ocha
  4. Luthfi Boima Putra
  5. Tim Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) cq Profesor Syamsul Arifin dan Profesor H Fauzan
  6. Tim PENS (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya)
  7. Profesor Dr Khairol Anwar
  8. Dr Ir Yudi Utomo Imardjoko
  9. Profesor Dr Eng Eniya Listiani Dewi
  10. Dr. Herawati Supolo Sudoyo
  11. Profesor Dr Taruna Ikrar
  12. Profesor Dr Riri Fitri Sari
  13. Wuri Wuryani
  14. Audrey Yu Jia Hui
  15. Septianus George Saa

Kategori Olahraga:

  1. Susi Susanti
  2. Alan Budi Kusuma
  3. Rudi Hartono
  4. Liem Swie King
  5. Taufik Hidayat
  6. Lilyana Natsir dan Tantowi Ahmad
  7. Woli Hamsah
  8. Sabar Gorky
  9. Sri Wahyuni
  10. Eko Yuli Irawan
  11. Lisa Rumbewas
  12. Tim Paralayang cp Wahyu Yuda
  13. Komang Sastrawana (Lolak)

Kategori Seni Budaya:

  1. Muhammad Winesqi Nibras
  2. Zaenal Beta
  3. Franky Raden
  4. Eko Supriyanto
  5. I Gusti Kompyang Raka
  6. Garin Nugroho
  7. Eka Kurniawan
  8. Muammar ZA
  9. Heri Dono
  10. Wregas Banutedja
  11. Nyoman Nuarte
  12. Putu Wijaya
  13. Nano Riantiarno
  14. Oka Rusmini
  15. Profesor Dr Rahayu Supanggah
  16. Joy Alexander
  17. Bayu Santosa
  18. Lintang Pandu Pratiwi

Kategori Pegiat Sosial:

  1. Suraiya Kamaruzzaman
  2. Nisya Saadah Wargadipura dan Kiai Ibang Lukman Nurdin
  3. Farha Ciciek dan Suporahardjo
  4. Lia Putrinda Anggana Mukti
  5. Handi Mulyana
  6. A’ak Abdullah al Kudus
  7. Ahmad Arif
  8. Tiara Savitri
  9. Muhammad Gunawan/Ogun
  10. Ahmad Bachruddin
  11. Masril Koto
  12. Suryono
  13. Dra Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid
  14. Romo Carolus
  15. Bambang Ismawan
  16. Herwin Hamid
  17. Romo Kirjito
  18. Baihajar Tualeka
  19. Lynna Chandra
  20. TGH Hasanain Narmada
  21. Brigadir Muhammad Saleh
  22. Dr Lie Dharmawan
  23. Ir H Bambang Irianto
  24. Bonifasius Mau Taek
  25. Hj. Suraidah
  26. Dr Chandra Sembiring

Audrey Yu Jia Hui – Cinta Mati dengan Pancasila

Read Also: AUDREY

Audrey Yu Jia Hui, Gadis Keturunan Tionghoa yang Cinta Mati dengan Pancasila tapi ‘Tak Dianggap’ Negara

Audrey Yu Jia Hui, Gadis Keturunan Tionghoa yang Cinta Mati dengan Pancasila.

Indonesia seolah tiada habisnya melahirkan generasi – generasi emas yang mempunyai berbagai kelebihan, khususnya di bidang akademis. Namun sayang, hanya karena bermotif latar belakang yang dianggap “bukan pribumi”, tak jarang sosok bertalenta tersebut akhirnya memilih hengkang dan berkarir di luar Indonesia. Meski begitu, kecintaan mereka pada tanah air yang telah “membuang” mereka, tidak lekang terhapus meski harus jauh berpisah.

Kisah semacam ini telah dialami oleh seorang patriot bangsa yang bernama Audrey Yu Jia Hui, gadis asli Indonesia keturunan Tionghoa yang dikenal sangat cerdas dan berbakat. Sempat “tidak dianggap” oleh negara, gadis yang juga seorang penulis buku tersebut tetap mencintai tanah kelahirannya meski dirinya kini berkarir di luar negeri. Seperti apa sosok dirinya dulu dan saat ini? Simak pada ulasan di bawah ini.

Sempat dianggap anak yang aneh dan mempunyai kelainan

Sosok yang lahir pada 1 Mei 1988 tersebut, sedari kecil telah memperlihatkan sejumlah tanda-tanda kecerdasan yang tidak lazim pada anak seusianya. Memasuki usia tiga tahun, dirinya sangat kesulitan mendapatkan teman lantaran “pemikiran aneh” yang ada dalam benaknya. Saat itu, “benih-benih” pola pikir jenius tersebut, dianggap tidak sesuai dan jauh dari hal normal anak-anak bahkan orang dewasa sekalipun.

Tak ayal, di usia yang masih belia, dirinya pun harus merasakan susahnya depresi ala orang dewasa dan stress yang berkepanjangan. Sebagai pelipur ras fustasinya tersebut, ia pun mencurahkan perhatiannya pada buku-buku sastra dan kamus yang sering dibacanya. Dirinya juga teringat akan pesan gurunya semasa SD, bahwa setiap cita-cita, pasti akan tercapai jika diiringi dengan sikap giat belajar dan bersungguh. Berbekal petuah ini, diapun berhasil lulus kuliah pada usia yang masih cukup belia, 16 tahun!

Sosok Jenius melebihi anak seumurannya

Gadis jenius yang juga mengagumi tokoh kemerdekaan India, Mahatma Ghandi tersebut, berhasil lulus sekolah dengan cara “melompati” jenjang pendidikan formal yang berlaku di Inodonesia. Tercatat, dirinya berhasil menamatkan pendidikan SMP yang hanya ditempuh satu tahun saja. Bahkan pendidikan SMA-nya hanya ditempuh dalam waktu sebelas bulan.

Tak heran jika pada usianya yang menginjak 16 tahun, dirinya berhasil lulus kuliah secara Cumlaude pada jenjang S1 di The College of Wiliam and Mary, Virginia, Amerika Serikat jurusan Fisika. Yang unik, dirinya bahkan tidak memerlukan bimbingan seorang guru ketika dirinya menghadapi beragam tes dan segala bentuk ujian akademik. Atas sederet prestasinya tersebut, dirinya kini menjadi seorang guru di Shanghai, Tiongkok. Disana, ia mengajar bahasa Inggris dan mendampingi siswa yang akan masuk ujian SAT.

Berniat menjadi anggota TNI

Karena keinginannya untuk mempunyai teman yang banyak masih menggebu, dirinya pun berencana ingin masuk sebagai anggota TNI. Cita-cita ini terinspirasi dari banyaknya siswa Indonesia yang pernah belajar di Amerika Serikat, memilih masuk militer ketika pulang ke tanah air. Dalam benaknya, lingkungan militer yang mengusung prinsip egaliter atau “semua sama rata” tersebut, dinilai sebagai jalan yang mulus baginya untuk mendapatkan teman atau bahkan kekasih.

Namun sayangnya, rencana tersebut pupus seiring datangnya berbagai penolakan terhadap dirinya. Selain ingin mendapatkan teman, keinginan untuk berkarir di militer karena didasari oleh sikap patriotiknya dalam membela dan mencintai Indonesia. Bahkan, meski nantinya diterima di kemiliteran, ia tidak ingin menjadi pasukan perang yang membunuh banyak musuh di medan laga. Hati kecilnya menyuruh agar ia bisa mengabdi sebagai tentara yang mengurus di bagian logistik, administrasi maupun perbekalan.

Terkena stigma negatif dan diskriminasi di masyarakat

Dalam perjalanannya menggapai impian menjadi seorang tentara, dirinya mengakui ada banyak halangan dan penolakan yang harus dihadapinya. Tak hanya itu, dirinya bahkan harus menerima kenyataan pahit, menjadi bulan-bulanan kebencian oleh orang-orang di sekitarnya, Yang miris, dirinya bahkan ditinggalkan dan rencanaya tersebut dianggap sebagai main-main belaka.

Sikap diskriminatif tersebut ternyata pernah dialami oleh Audrey semenjak kecil. Pada saat orde baru ditumbangkan oleh gerakan reformasi, dirinya yang merupakan keturunan Tionghoa, mengaku mengalami peristiwa yang cukup sulit kala itu. Anggapan tidak nasionalis dan bukan pribumi asli, sering dialaminya. Walau ia mengaku bahwa dirinya merupakan sosok yang pancasilais, tak ada yang mau menggubrisnya pada saat itu.

Berkarya sebagai penulis yang menjadi ikon berprestasi Pancasila

Gagal berdinas di kemiliteran, dirinya pun merubah haluan hidupnya menjadi seorang penulis. Tercatat, ada beberapa buku yang telah ditulisnya hingga saat ini. Salah satu yang menarik perhatian adalah bukunya yang berjudul Mencari Sila Kelima atau tong bao dalam bahasa Tiongkok. Dalam buku tersebut, dirinya menekankan bahwa pentingnya nilai-nilai Pancasila untuk diamalkan, bukan sekedar menjadi teori ideologi belaka.

Masih dalam buku yang sama, dirinya seolah ingin membuka cakrawala pemikiran orang indonesia pada tataran lingkup yang lebih luas. Indonesia yang disatukan oleh prinsip yang bernama pancasila, menurut seorang Audrey, harus menampakan esensi dari nilai-nilai ideologi itu sendiri. Tak salah jika dirinya kemudian terpilih sebagai salah satu dari 72 ikon berprestasi Indonesia. Ia terpilih langsung oleh komite Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi-Pancasila (UKP-P), selaku penggagas acara Festival Prestasi Indonesia tersebut.

Meski sempat mengalami penolakan oleh bangsanya sendiri, toh hal tersebut tidak membuat seorang Audery Yu Jia Hui lantas membenci Indonesia. Berbekal kejeniusan dan semangatnya akan nilai luhur pancasila, dirinya berusaha bangkit dan menepis segala tuduhan yang menyudutkan dirinya. Bahkan, melalui karya tulisnya, dirinya mampu menjadi contoh nyata yang membuka mata hati pribumi Indonesia, tentang bagaimana menghayati Pancasila tanpa harus membenci latar belakang etnis tertentu.

Source: Boombastis

Bangkit dari Kegagalan, Belajar dari Jokowi dan Jack Ma

Jokowi dan Jack Ma


Opera Snapshot_2018-09-02_230741_www.facebook.com

Dua orang yang berjalan bersisihan ini punya masa lalu yang mirip. Masa lalunya sama-sama pahit. Jokowi kecil mengalami digusur sampai tiga kali. Jack Ma tidak. 

Tapi jalan hidup Jack Ma tak kalah pahit. Pernah melamar kerja, dari semua pelamar yang mendaftar, cuma dia yang ditolak. Pernah mengajukan beasiswa sampai sepuluh kali, tidak pernah berhasil.

Pada suatu titik, mereka memiliki jalannya sendiri-sendiri. Tapi dalam pilihan yang berbeda itu, mereka menimba pelajaran yang sama. Mereka sama-sama mengolah kepahitan-kepahitan hidup yang dialami, dan memproyeksikannya dalam suatu ruang hidup yang berdialektika. Jatuh bangun lagi. Gagal coba lagi.

Jokowi belajar dari orang tuanya yang menjual bambu dan kayu menjadi pengusaha kayu sampai punya Rakabu. Sementara Jack Ma mendirikan Alibaba.

Dua orang itu, juga punya kemampuan berbahasa Inggris standar dengan dialek medhoknya masing-masing. Jokowi mengasah kemampuan berbahasa Inggrisnya dari para pembeli asing mebel-mebelnya dari dari pameran dagang di luar negeri yang diikutinya. Jack Ma, malah belajar bahasa Inggris dari turis asing asal Australia yang datang ke negerinya, yang kemudian mengangkatnya menjadi anak angkat.

Dua orang itu, kemudian menemukan jalannya sendiri-sendiri. Jalan hidup Jokowi bergeser, dari bisnis ke politik. Jack Ma, sampai hari ini, tetap setia dengan bisnisnya. Tapi jangan ditanya pengaruh politiknya. Bahkan dalam skala sebesar negeri Tiongkok, pengaruh Jack Ma sangat luar biasa.

Buktinya? Jika Jokowi memimpin Indonesia menyelenggarakan Asian Games untuk kali kedua, Jack Ma meminta pemimpin negerinya untuk menjadikan kota pusat Alibaba sebagai kota penyelenggara Asian Games setelah Jakarta dan Palembang. Hang Zhou namanya. Di kota inilah imperium bisnis Jack Ma dikendalikan dan menguasai bisnis digital, bukan hanya di daratan Cina melainkan buana.

Memang menarik belaka jalan hidup mereka berdua. Tak heran jika bukan pertama kali ini mereka bertemu dan berbicara satu sama lainnya. Di forum yang berbeda, mereka saling bicara, mungkin tanpa sekalipun bicara soal masa lalu mereka yang sama-sama pahit.

Jika menelusuri obrolan mereka yang merembes ke berbagai media, mereka memilih bicara tentang masa depan. Jack Ma belajar dari Jokowi menjadi tuan rumah yang sukses dalam Asian Games. Jokowi belajar dan menimba ilmu, bagaimana mengembangkan bisnis digital di masa depan buat Indonesia.

2018 Asian Games (18th Asian Games)

18th Asian Games 2018 | Jakarta – Palembang Indonesia


From Wikipedia, the free encyclopedia

2018_Asian_Games_logo.svg

w644

Presiden Jokowi memang selalu menjadi sorotan, bukan hanya aksi tak biasanya dalam berbagai momen, tapi juga soal gaya dan penampilannya yang santai dan kasual.

defia-persembahkan-emas-pertama-indonesia-605299-1

EMAS PERTAMA: (kiri ke kanan) Peraih medali perak Marjan Salahshouri dari Iran, peraih Medali Emas Defia Rosmaniar dari Indonesia dan peraih medali perunggu Khim Wen Yap dari Malaysia dan Yun Jihye dari Korea Selatan diabadikan dengan Presiden Joko Widodo saat upacara penghormatan pemenang cabor Taekwondo nomor poomsae tunggal putri, Asian Games 2018 di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (19/8). Defia merupakan atlet Indonesia peraih medali emas pertama Asian Games 2018.

750xauto-terungkap-ini-produsen-jaket-anak-motor-dipakai-jokowi-di-asian-games-180820b-rev1

417e8c7f-f5cb-4aa7-869a-acaf1adadd90_169

012891500_1534745760-Lindswell-Kwok5

Presiden Joko Widodo menyebut atlet Wushu Indonesia, Lindswell Kwok, sebagai Ratu Wushu Asia setelah berhasil mempersembahkan Medali Emas kedua kepada Indonesia dalam ajang Asian Games 2018.

038153800_1534734081-20180820VYT_Wushu_Indonesia_Lindswell_04

080540000_1534735069-20180820VYT_Wushu_Indonesia_Lindswell_08

Atlet wushu Indonesia, Lindswell Kwok, saat beraksi pada Asian Games di JIExpo, Jakarta, Senin, (20/8/2018). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Opera Snapshot_2018-09-01_224354_en.asiangames2018.id

Medal Table as of 1-09-2018

6324c7a1-5469-4cc6-9686-acf78bc4a918_169

Opening Ceremony 18th Asian Games at Gelora Bung Karno Complex

Opera Snapshot_2018-08-19_134153_www.channelnewsasia.com

Fireworks explode over the Gelora Bung Karno main stadium during the opening ceremony of the 2018 Asian Games in Jakarta on August 18, 2018. (Photo: AFP / BAY ISMOYO)

gbk-5b78483843322f05ad5904c2

39453449_944519495733022_542713974488039424_n

The 2018 Asian Games, officially known as the 18th Asian Games and also known as Jakarta Palembang 2018, is a pan-Asian multi-sport event scheduled to be held from 18 August to 2 September 2018 in the Indonesian cities of Jakarta and Palembang.

Opera Snapshot_2018-08-18_235615_en.wikipedia.org

For the first time, the Asian Games are being co-hosted in two cities; the Indonesian Capital of Jakarta (which is hosting the Games for the first time since 1962), and Palembang, the Capital of the South Sumatra Province. Events will be held in and around the two cities, including venues in Bandung and province of West Java and Banten. The opening and closing ceremonies of the Games will be held at Gelora Bung Karno Main Stadium in Jakarta.

Also for the first time, eSports and canoe polo will be contested as demonstration sports. eSports is expected to be a medal event at the 2022 Asian Games.

mascots--desktop

vhwyc4regsy9ipewsdua

Bhin Bhin is a bird of paradise (Paradisaea Apoda) that represent strategy.

i6lf4km4yhzyjjqhk6rx

Atung is a Bawean deer (Hyelaphus Kuhlii) that represents speed​.

uggcvdgexnywnoap9hx4

Kaka is a single-horned rhinoceros (Rhinoceros Sondaicus) that represents strength.

Contents


1 | Bidding process
    1.1 Hanoi
    1.2 Appointment of Jakarta and Palembang
2 | Development and preparations
    2.1 Costs
    2.2 Marketing
          2.2.1 Official songs
    2.3 Promotion
    2.4 Torch relay
3 | Venues and infrastructures
    3.1 Jakarta
          3.1.1 Gelora Bung Karno Sport Complex
          3.1.2 Other venues in Jakarta
   3.2 Palembang
   3.3 West Java and Banten
   3.4 Athletes’ Village
   3.5 Transport
4 | The Games
    4.1 Ceremonies
    4.2 Sports
    4.3 Participating National Olympic Committees
          4.3.1 Number of athletes by National Olympic Committees (by highest to lowest)
    4.4 Calendar
5 | Concerns and Controversies
6 | See also
7 | Gallery
8 | External links

1 | Bidding process


1.1 | Hanoi

Hanoi, Vietnam was originally selected to be the host after they won the bid against two other candidates, Surabaya and Dubai. They were awarded the winning bid on 8 November 2012, with 29 votes against Surabaya’s 14 votes  Dubai pulled out at the last minute, instead announcing their intention to focus on future bids. The UAE’s National Olympic Committee’s vice-president denied any pullout and claimed that Dubai “did not apply for hosting 2019 Asian Games” and had “only considered” doing so.

However, in March 2014, there were some concerns about Vietnam’s ability to host. These included concerns over whether the anticipated budget of US$150 million was realistic. There were claims that the government would eventually spend over US$300 million. In addition, critics were concerned that several stadiums built in conjunction with 2003 Southeast Asian Games had not been utilized since.  Former chairman of the Vietnam Olympic Committee Ha Quang Du also claimed that hosting the Asian Games would not boost tourism in Vietnam. 

On 17 April 2014, the Vietnamese Prime Minister Nguyễn Tấn Dũng officially announced Hanoi’s withdrawal from hosting. He cited unpreparedness and economic recession as the main reasons for the withdrawal, saying they have left the country unable to afford the construction of facilities and venues. Many Vietnamese people supported the decision to withdraw. No penalty was imposed for the withdrawal.

1.2 | Appointment of Jakarta and Palembang

After Hanoi’s withdrawal, the Olympic Council of Asia (OCA) said that Indonesia, China, and the United Arab Emirates were major candidates under consideration to host. Indonesia was widely regarded as a favourite, since Surabaya was the runner-up of the previous bid, and willing to do so if selected.  The Philippines  and India expressed their interest about hosting the Games, but India failed to submit a late bid because it was unable to get an audience with Prime Minister Narendra Modi after being given an extended deadline by the OCA.

On 5 May 2014, the OCA visited some Indonesian cities including Jakarta, Surabaya, Bandung, and Palembang. At this time Surabaya decided to drop their bid to host the Games and instead focus on hosting the already scheduled 2021 Asian Youth Games. On 25 July 2014, during a meeting in Kuwait City, the OCA appointed Jakarta as the host of the Games with Palembang as the supporting host. Jakarta was chosen because of its well-equipped sport facilities, adequate transportation networks, and other facilities such as hotels and lodgings for guests. On 20 September 2014, Indonesia signed the host city contract, and during the closing ceremony of 2014 Asian Games in Incheon, Indonesia was appointed symbolically by the OCA to host the next Games.

The OCA originally planned to hold these Games in 2019 rather than 2018, so that Asian Games would be held in the year immediately prior to the next Summer Olympics, rather than two years before. After they were awarded to Indonesia, the OCA backtracked on these plans and kept the Games in 2018, so that they will not interfere with the 2019 Indonesian general elections.

2 | Development and preparations


2.1 | Costs

Total cost for the games is estimated as $3.2 billion. By 2015, the central government had allocated a budget of IDR 3 trillion (USD 224 million) to prepare for the Games, with regional administrations also expected to supply some part of the funding. However, by July 2018, the budget allocation for the Games had been reported to be IDR 6.6 trillion including IDR 869 billion from sponsorships.

2.2 | Marketing

916px-2018_Asian_Games_Mascot.svg

The Games’ mascots (name from left): Bhin Bhin, Kaka, and Atung.

The emblem for the 2018 Asian Games was first unveiled on 9 September 2015, in celebration of the country’s National Sports Day. The emblem featured a stylised depiction of a cenderawasih, a rare species of a bird in Indonesia.

Organizers withdrew the design in January 2016, after it was widely-criticized for its outdated appearance. Its accompanying mascot, Drawa, was also criticized for having little connection to Indonesian culture and history (with some Indonesians joking that Drawa looked more like a chicken than a cenderawasih). An open call for a new design was held, resulting in 60 submissions. The final design was unveiled on 28 July 2016; titled Energy of Asia, the emblem is modelled upon Gelora Bung Karno Stadium, and is intended to symbolize unity among Asian countries.

The same day the logo was unveiled, three new mascots were also unveiled, replacing the previous cenderawasih mascot, which are Bhin Bhin—a greater bird-of-paradise, Atung—a Bawean deer, and Kaka—a Javan rhinoceros. They represents the Eastern, Central, and Western regions of Indonesia and also strategy, speed and strength respectively. Each mascots also wear different clothes: Bhin Bhin wears a vest with Asmat pattern details, Atung wears a sarong with Jakarta’s batik’s tumpal pattern, and Kaka wears Palembang’s traditional attire with flower pattern.

In July 2018, Indonesia Asian Games Organizing Committee (INASGOC) released the medal design to public, featuring the Asian Games logo and the batik style of all Indonesian regions, reflects the cultural diversity of Indonesia and their unity. In addition to cultural diversity, batik motifs also reflect the diversity of ethnic, religious, and racial Asian communities who participated in the 18th Asian Games.

Official songs

On 13 July 2018, the Indonesian Asian Games Organizing Committee (INASGOC) released an official music album of the 2018 Asian Games titled Asian Games 2018: Energy of Asia. The album consists of 13 songs involves several cross-genre musical artists.

2.3 | Promotion

On 18 August 2017, simultaneous events were held at Jakarta’s National Monument and Palembang’s Benteng Kuto Besak to mark the one-year milestone prior to the Games. The event in Jakarta was attended by president Joko Widodo, and featured performances by Taeyeon and Kim Hyo-yeon of K-pop group Girls’ Generation. Countdown clocks were unveiled at the Selamat Datang Monument and in front of Gelora Sriwijaya Stadium.

Several fun run events had been held in some Asian countries since December 2017, with Lahore, Pakistan as the first city to organize the fun run event.

On May 2018, an event marking 100-day milestone prior to the Games was held, featuring the introduction of Asian Games torch. The torch design is inspired by traditional weapons named golok from Jakarta and skin from Palembang, South Sumatra.

2.4 | Torch relay

The torch relay began at the Major Dhyan Chand National Stadium in New Delhi, host of the 1st Asian Games, on 15 July 2018. The flame will be generated from a parabolic mirror directed straight at the sun. On 18 July 2018, a ceremony took place in Brahma field by the 9th century Hindu temple of Prambanan near Yogyakarta, where the torch’s flame from India were fused together with an Indonesian natural eternal flame taken from Mrapen, Central Java. Subsequently, the Torch Relay Concert were performed marking the start of torch relay throughout the country.

The relay then continue to travel through 54 cities, 18 provinces in Indonesia, including host cities. The relay will finish on 17 August, the 73rd anniversary of the Proclamation of Indonesian Independence in the National Monument, Jakarta before being carried into the opening ceremony at Gelora Bung Karno Stadium the next day.

3 | Venues and infrastructures


For the games, some venues will be built, renovated, and prepared across four provinces in Indonesia: Jakarta, South Sumatra, Banten, and West Java. The facilities for the Asian Games 2018 are located in the capital city of Jakarta and Palembang (South Sumatra), in four different sports clusters (three in Jakarta and one in Palembang). However, 15 arenas for matches and 11 training arenas in West Java and Banten which shares border with Jakarta, will be used to support implementation of the 2018 Asian Games. There will be total 80 venues for competitions and training. The organisation hopes to keep the cost down by using the existing sports facilities and infrastructure, including those venues built for the 2011 Southeast Asian Games, and after the test event of the 2018 Asian Games in February, Inasgoc moved several sports that will be held in Jakarta International Expo to Jakarta Convention Center.

3.1 | Jakarta

Gelora Bung Karno Sports Complex in Jakarta will alone host 13 sports after renovation. The 55-year-old Main Stadium’s capacity is being reduced from 88,000 spectators to 76,127. A facial recognition system will also install at the stadium in anticipation of terror threats. A Velodrome is being built at Rawamangun in East Jakarta, at a cost of US$ 40 million for cycling, badminton, futsal, basketball, and wrestling. An equestrian facility is being built at Pulomas with a cost of US$ 30.8 million, which could host up to 1,000 spectators. It was set to be equipped with 100 stables, athletes lodging, an animal hospital, training places, and a parking area on a 35-hectare plot of land.

Opera Snapshot_2018-08-18_234149_en.wikipedia.org

3.1.1 | Gelora Bung Karno Sport Complex

1280px-GBK_Main_Stadium_West_Plaza

Gelora Bung Karno Main Stadium will host the ceremonies and athletics.

3.1.2 | Other venues in Jakarta

Opera Snapshot_2018-08-18_234311_en.wikipedia.org

3.2 | Palembang

Stadion-gelora-sriwijaya-palembang

Gelora Sriwijaya Stadium will host the final of women’s football.

Jakabaring Sport City complex at Palembang will host for other sports events. Several plans has been raised to add and improves the facilities in the complex, including a capacity upgrade of Gelora Sriwijaya Stadium from 36,000 to 60,000 seats which was cancelled, instead the capacity was decreased to 27,000 after installing individual seats to whole stadium tribunes along with pitch and other facilities improvements in the stadium. The new venue in Jakabaring Sport City is a 40-lane bowling alley which was completed in late May 2018. Eight additional tennis courts was built in the complex for the Games. The length of canoeing and rowing venue in Jakabaring Lake was extended to 2,300 metres along with rowing facilities and a tribune which was built on the lake shore. Other existing venues which will be used for Asian Games were also had been renovated, including Ranau Sport Hall as sepak takraw venue.

Opera Snapshot_2018-08-18_234408_en.wikipedia.org

3.3 | West Java and Banten

Opera Snapshot_2018-08-19_000048_en.wikipedia.org

3.4 | Athletes’ Village

Athletes village in Jakarta is built at Kemayoran at an area of 10 hectares land, which has 7,424 apartments in 10 towers. Total accommodation capacity of 22,272 at the village exceeds International Olympic Committee standards, which require Olympics hosts to provide rooms for 14,000 athletes. The Athletes’ Village inside the Jakabaring Sport City at Palembang will house 3,000 athletes and officials.

Opera Snapshot_2018-08-18_235925_www.google.com

screenshot_78

Kemayoran Athlete & Media Village

3.5 | Transport

1024px-LRT_Palembang_Ampera_Station

Ampera LRT Station, one of 13 stations of Palembang LRT which will be used to upgrade the city transportation capabilities ahead for Asian Games.

As part of the Games preparation, the construction of the Jakarta MRT and Jakarta LRT will be accelerated. A line of Jakarta LRT will connect athlets village at Kemayoran in Central Jakarta to the Velodrome at Rawamangun in East Jakarta. City bus operator TransJakarta added 416 buses to serve the officials, and also provide free rides on selected days during the Games.

Palembang upgraded their transportation facilities ahead for the Games by building 25 kilometres of the Palembang Light Rail Transit from Sultan Mahmud Badaruddin II International Airport to Jakabaring Sport City which will be expected to be opened for public use by late July 2018. Sultan Mahmud Badaruddin II International Airport is expanding its existing arrival and departure terminals to increase its capacity and also connecting the airport with the light rail transit (LRT) terminal by building a skybridge. Other transportation facilities such as toll roads, flyovers, and bridges will be also built in and around the city.

4 | The Games


4.1 | Ceremonies

The OCA determined that Jakarta would host both the opening and closing ceremonies, although an earlier sports minister said Palembang would host the closing ceremony.

4.2 | Sports

In March 2017, the Olympic Council of Asia initially announced that the Games would feature 484 events in 42 sports, including the 28 permanent Olympic sports contested at the 2016 Summer Olympics, the five additional sports that will be contested at the 2020 Summer Olympics in Tokyo, as well as events in other non-Olympic sports. In April 2017, the OCA approved reductions in the programme in response to cost concerns; belt wrestling, cricket, kurash, skateboarding, sambo, and surfing were dropped from the programme, and there was to be a reduced number of competitions in bridge, jet ski, ju jitsu, paragliding, sport climbing, taekwondo (in particular, all non-Olympic weight classes), and wushu. These changes reduced the total number of events to 431.

The final programme was unveiled in September 2017, increasing it to 462 events in 40 disciplines as the second-largest programme in Asian Games history. Additional disciplines being introduced at the 2020 Summer Olympics were also added, including 3×3 basketball and BMX freestyle.

For the first time in Asian Games history, eSports and canoe polo will be contested as a demonstration sport in the Games. Six video game titles will be featured in the event.

Opera Snapshot_2018-08-18_234917_en.wikipedia.org

Demonstration Sport

  • eSports
  • Canoe polo

4.3 | Participating National Olympic Committees

All 45 members of the Olympic Council of Asia are scheduled to participate in the games.

It has been agreed that North Korea and South Korea will compete as a unified team in some events under the title “Korea” (COR), as they did at the 2018 Winter Olympics. Both nations will also march together under a unified flag during the opening and closing ceremonies.

Originally set to compete as Independent Asian Athletes, the Kuwaitis are allowed to compete under their own flags just two days before the opening ceremony.

Below is a list of all the participating NOCs.; the number of competitors per delegation is indicated in brackets.

Opera Snapshot_2018-08-18_235135_en.wikipedia.org

4.3.1 | Number of athletes by National Olympic Committees (by highest to lowest)

Opera Snapshot_2018-08-18_235253_en.wikipedia.org

4.4 | Calendar

Opera Snapshot_2018-08-18_235426_en.wikipedia.org

5 | Concerns and controversies


Prior to the Games, several concerns have been raised over the preparation of the Games. Authorities in Indonesia confident both host cities will be ready for the Games although have had only four years to prepare rather than the usual six after stepping in to fill the gap when Vietnam, whose city of Hanoi was originally chosen to host these Games by the Olympic Council of Asia, dropped out in 2014 citing concerns over costs. On top of that, work in both host cities was delayed throughout 2015 because government funding was not immediately available.

Jakarta, consistently ranked as having one of the world’s worst traffic congestion, is building a subway. However, it will not be ready until 2019, so organizers have proposed closing schools during the event to curb traffic from millions of commuting pupils. Authorities also proposed to set aside toll roads and bus lanes for special official and athlete use during the Games. Jakarta has also instated an odd-even licence plate system to limit congestion.

Security is another concern, with the Games taking place just a few months after a series of terror attacks, which killed dozens of people and provoked fear over Islamist militants. Some 100,000 security staff including bomb squad and sniper teams will be deployed in Jakarta, Palembang, and West Java, where the majority of events are hosted. Local police said they have been taking part in a pre-Asian Games crackdown on terror suspects and petty street criminals. Before, the Olympic Council of Malaysia (OCM) also raised concerns over Malaysian athletes’ security issues due to the recent provocations by Indonesian fans at venues and on social media.

Air pollution also becomes a concern on both cities. Jakarta has long struggled to boost air quality, regularly rated as unsafe by the World Health Organization (WHO) as Jakarta’s average score on the Air Quality Index (AQI) had exceeded 100 during early July 2018, once reaching the “unhealthy” range at 171 on 11 AM, Tuesday, 17 July 2018. Palembang also had been constantly under risk of haze caused by peatland fire during dry season which coincides with the Games. Authorities are looking into the possibility of cloud seeding to combat the fire hotspots by triggering rainfall in dry areas with flares of salt shot into suitable clouds. Authorities has been covered a polluted, foul-smelling river near the Asian Games athletes’ village in Jakarta with black nylon mesh over fears it will be an eyesore at the showpiece event.

On 21 July 2018, less than one month from the Games, women football venue of Gelora Sriwijaya Stadium in Palembang had been partially damaged in a riot during local football match. At least 335 seats had been destroyed by the mob.

Officials had held Asian Games’ men football tournament drawing three times due to protest from UAE and Palestine which were incidentally not included in the first drawing. Later, Iraq withdrew from tournament which forced officials to rebalance the groups by determining which of Palestine or UAE would be moved to Group C to replace Iraq.

6 | See also


7 | Gallery


 

8 | Medal table


China led the medal table for the tenth consecutive time. Korea claimed their first gold medal at the Games in the canoeing women’s traditional boat race 500 m event.[119] A total of 37 NOCs won at least one medal, 29 NOCs won at least one gold medal and 9 NOCs failed to win any medal at the Games.

The top ten ranked NOCs at these Games are listed below.

* Host nation (Indonesia) 

Opera Snapshot_2018-10-26_060719_en.wikipedia.org

Complete Medals Table

Opera Snapshot_2018-09-01_224653_en.asiangames2018.id

 

34 Provinsi di Indonesia

 

Seperti telah dibahas pada artikel sebelumnya (baca pada artikel Pemekaran provinsi di Indonesia sejak merdeka), bahwa provinsi di Indonesia sampai saya menuliskan artikel sejarah ini berjumlah 34.

Nah, selanjutnya di sini akan saya sertakan 34 provinsi di Indonesia tersebut beserta nama ibu kotanya. Dengan begitu diharapkan anda akan lebih detail mengenal setiap provinsi yang ada di negeri ini.

Coba perhatikan gambar pulau di bawah ini, anda dapat melihat pulau dan mencocokkan dengan tabel provinsi yang ada, sehingga di mana letak provinsi akan terlihat.

Berikut daftar nama provinsi di Indonesia dan nama Ibu kotanya :

No

Nama Provinsi

Ibu Kota

1

Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam

Banda Aceh

2

Provinsi Sumatra Utara

Medan

3

Provinsi Sumatra Barat

Padang

4

Provinsi Riau

Pekanbaru

5

Provinsi Kepulauan Riau

Tanjung Pinang

6

Provinsi Jambi

Jambi

7

Provinsi Sumatra Selatan

Palembang

8

Provinsi Bengkulu

Bengkulu

9

Provinsi Lampung

Bandar Lampung

10

Provinsi Bangka Belitung

Pangkal Pinang

11

Provinsi DKI Jakarta

Jakarta

12

Provinsi Jawa Barat

Bandung

13

Provinsi Banten

Serang

14

Provinsi Jawa Tengah

Semarang

15

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta(DIY)

Yogyakarta

16

Provinsi Jawa Timur

Surabaya

17

Provinsi Bali

Denpasar

18

Provinsi Nusa Tenggara Barat

Mataram

19

Provinsi Nusa Tenggara Timur

Kupang

20

Provinsi Kalimantan Barat

Pontianak

21

Provinsi Kalimantan Tengah

Palangkaraya

22

Provinsi Kalimantan Selatan

Banjarmasin

23

Provinsi Kalimantan Timur

Samarinda

24

Provinsi Kalimantan Utara

Tanjung Selor

25

Provinsi Sulawesi Utara

Manado

26

Provinsi Gorontalo

Gorontalo

27

Provinsi Sulawesi Tengah

Palu

28

Provinsi Sulawesi Selatan

Makassar

29

Provinsi Sulawesi Barat

Mamuju

30

Provinsi Sulawesi Tenggara

Kendari

31

Provinsi Maluku

Ambon

32

Provinsi Maluku utara

Ternate

33

Provinsi Papua

Jayapura

34

Provinsi Papua Barat

Manukwari

Peta 34 Provinsi di Indonesia

Tabel-34-provinsi-di-indonesia (1)

Peta-34-Provinsi-Indonesia-sesuai-nomor-urut

_

Indonesa in Depth

 7 Juli 2013

Republik Indonesia
Bendera Lambang
MottoBhinneka Tunggal Ika
(Bahasa Jawa Kuno: “Berbeda-beda tetapi tetap Satu”)
Ideologi nasional: Pancasila
Lagu kebangsaanIndonesia Raya
Ibu kota
(dan kota terbesar)
Jakarta
6.00°10.5′LU 106°49.7′BT
Bahasa resmi Bahasa Indonesia
Pemerintahan Republik presidensial
 – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
 – Wakil Presiden Boediono
 – Ketua MPR Taufiq Kiemas
 – Ketua DPR Marzuki Alie
 – Ketua DPD Irman Gusman
Legislatif Majelis Permusyawaratan Rakyat
 – Majelis Tinggi Dewan Perwakilan Daerah
 – Majelis Rendah Dewan Perwakilan Rakyat
Kemerdekaan dari Belanda
 – Diproklamasikan 17 Agustus 1945
 – Diakui (sebagai RIS) 27 Desember 1949
 – Kembali ke RI 17 Agustus 1950
Luas
 – Total 1,904,569 km2
 – Air (%) 4,85%
Penduduk
 – Perkiraan 19 Juni 2009 230.472.833
 – Sensus 2010 237.556.363
 – Kepadatan 124/km2
PDB (KKB) Perkiraan 2011
 – Total Rp. 10,706 triliun
(AS$ 1,121 miliar)
 – Per kapita Rp. 44,885 juta
(AS$ $4.700)
PDB (nominal) Perkiraan 2011
 – Total Rp. 4,821 triliun
(AS$ 846 miliar)
 – Per kapita Rp. 36,261 juta
(AS$ 3.797
IPM (2006) 0.734  (MENENGAH)
Mata uang Rupiah (Rp) (IDR)
Zona waktu WIB (+7), WITA (+8), WIT (+9)
Lajur kemudi Kiri
Ranah Internet .id
Kode telepon +62

Republik Indonesia disingkat RI atau Indonesia adalah negara di Asia Tenggara, yang dilintasi gariskhatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik danSamudra Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 13.487 pulau, oleh karena itu ia disebut juga sebagai Nusantara. Dengan populasi sebesar 237 juta jiwa pada tahun 2010, Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang berpendudukMuslim terbesar di dunia, meskipun secara resmi bukanlah negara Islam. Bentuk pemerintahan Indonesia adalah republik, dengan Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah danPresiden yang dipilih langsung.

CLICK IMAGE TO VIEW FULL SIZE

Ibu kota negara ialah Jakarta. Indonesia berbatasan darat dengan Malaysia di Pulau Kalimantan, dengan Papua Nugini di Pulau Papua dan dengan Timor Leste di Pulau Timor. Negara tetangga lainnya adalah Singapura, Filipina, Australia, dan wilayah persatuan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India.

Sejarah Indonesia banyak dipengaruhi oleh bangsa lainnya. Kepulauan Indonesia menjadi wilayah perdagangan penting setidaknya sejak abad ke-7, yaitu ketika Kerajaan Sriwijaya di Palembangmenjalin hubungan agama dan perdagangan dengan Tiongkok dan India. Kerajaan-kerajaan Hindu danBuddha telah tumbuh pada awal abad Masehi, diikuti para pedagang yang membawa agama Islam, serta berbagai kekuatan Eropa yang saling bertempur untuk memonopoli perdagangan rempah-rempahMaluku semasa era penjelajahan samudra. Setelah berada di bawah penjajahan Belanda, Indonesia yang saat itu bernama Hindia-Belanda menyatakan kemerdekaannya di akhir Perang Dunia II. Selanjutnya Indonesia mendapat berbagai hambatan, ancaman dan tantangan dari bencana alam, korupsi, separatisme, proses demokratisasi dan periode perubahan ekonomi yang pesat.

Peta Indonesia berdasarkan Provinsi dari Sabang sampai Merauke

peta indonesia elektrikDari Sabang sampai Merauke, Indonesia terdiri dari berbagai suku, bahasa dan agama yang berbeda.Suku Jawa adalah suku terbesar dengan populasi mencapai 41,7% dari seluruh penduduk Indonesia. Semboyan nasional Indonesia, Bhinneka tunggal ika (“Berbeda-beda tetapi tetap satu”), berarti keberagaman yang membentuk negara. Selain memiliki populasi padat dan wilayah yang luas, Indonesia memiliki wilayah alam yang mendukung tingkat keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia.

Indonesia juga anggota dari PBB dan satu-satunya anggota yang pernah keluar dari PBB, yaitu pada tanggal 7 Januari 1965, dan bergabung kembali pada tanggal 28 September 1966 dan Indonesia tetap dinyatakan sebagai anggota yang ke-60, keanggotaan yang sama sejak bergabungnya Indonesia pada tanggal 28 September 1950. Selain PBB, Indonesia juga merupakan anggota dari ASEAN, APEC, OKI,G-20 dan akan menjadi anggota dari OECD.

Etimologi

Kata “Indonesia” berasal dari kata dalam bahasa Latin yaitu Indus yang berarti “Hindia” dan kata dalambahasa Yunaninesos yang berarti “pulau”. Jadi, kata Indonesia berarti wilayah Hindia kepulauan, atau kepulauan yang berada di Hindia, yang menunjukkan bahwa nama ini terbentuk jauh sebelum Indonesia menjadi negara berdaulat. Pada tahun 1850, George Earl, seorang etnolog berkebangsaan Inggris, awalnya mengusulkan istilah Indunesia dan Malayunesia untuk penduduk “Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu”. Murid dari Earl, James Richardson Logan, menggunakan kata Indonesia sebagai sinonim dari Kepulauan India. Namun, penulisan akademik Belanda di media Hindia-Belanda tidak menggunakan kata Indonesia, tetapi istilah Kepulauan Melayu (Maleische Archipel); Hindia Timur Belanda (Nederlandsch Oost Indië), atau Hindia (Indië); Timur (de Oost); dan bahkan Insulinde (istilah ini diperkenalkan tahun 1860 dalam novel Max Havelaar (1859), ditulis oleh Multatuli, mengenai kritik terhadap kolonialisme Belanda).

Sejak tahun 1900, nama Indonesia menjadi lebih umum pada lingkungan akademik di luar Belanda, dan golongan nasionalis Indonesia menggunakannya untuk ekspresi politik. Adolf Bastian dari Universitas Berlin memasyarakatkan nama ini melalui buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipels, 1884–1894. Pelajar Indonesia pertama yang menggunakannya ialah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara), yaitu ketika ia mendirikan kantor berita di Belanda yang bernama Indonesisch Pers Bureau pada tahun 1913.

Sejarah

Sejarah Awal

Peninggalan fosil-fosil Homo erectus, yang oleh antropolog juga dijuluki “Manusia Jawa“, menimbulkan dugaan bahwa kepulauan Indonesia telah mulai berpenghuni pada antara dua juta sampai 500.000 tahun yang lalu. Bangsa Austronesia, yang membentuk mayoritas penduduk pada saat ini, bermigrasi ke Asia Tenggara dari Taiwan. Mereka tiba di sekitar 2000 SM, dan menyebabkan bangsa Melanesia yang telah ada lebih dahulu di sana terdesak ke wilayah-wilayah yang jauh di timur kepulauan. Kondisi tempat yang ideal bagi pertanian, dan penguasaan atas cara bercocok tanam padisetidaknya sejak abad ke-8 SM, menyebabkan banyak perkampungan, kota, dan kerajaan-kerajaan kecil tumbuh berkembang dengan baik pada abad pertama masehi. Selain itu, Indonesia yang terletak di jalur perdagangan laut internasional dan antar pulau, telah menjadi jalur pelayaran antara India dan Cina selama beberapa abad. Sejarah Indonesia selanjutnya mengalami banyak sekali pengaruh dari kegiatan perdagangan tersebut.

Sejak abad ke-1 kapal dagang Indonesia telah berlayar jauh, bahkan sampai ke Afrika. Sebuah bagian dari relief kapal di candi Borobudur, k. 800 M.

Di bawah pengaruh agama Hindu danBuddha, beberapa kerajaan terbentuk di pulauKalimantan, Sumatera, dan Jawa sejak abad ke-4 hingga abad ke-14. Kutai, merupakan kerajaan tertua di Nusantara yang berdiri pada abad ke-4 di hulu sungai Mahakam,Kalimantan Timur. Di wilayah barat pulau Jawa, pada abad ke-4 hingga abad ke-7 M berdiri kerajaan Tarumanegara. Pemerintahan Tarumanagara dilanjutkan oleh Kerajaan Sunda dari tahun 669 M sampai 1579 M. Pada abad ke-7 muncul kerajaan Malayu yang berpusat di Jambi, Sumatera. Sriwijayamengalahkan Malayu dan muncul sebagai kerajaan maritim yang paling perkasa di Nusantara. Wilayah kekuasaannya meliputi Sumatera, Jawa, semenanjung Melayu, sekaligus mengontrol perdagangan di Selat Malaka, Selat Sunda, dan Laut Cina Selatan. Di bawah pengaruh Sriwijaya, antara abad ke-8 dan ke-10 wangsa Syailendra dan Sanjaya berhasil mengembangkan kerajaan-kerajaan berbasis agrikultur di Jawa, dengan peninggalan bersejarahnya seperti candi Borobudur dan candi Prambanan. Di akhir abad ke-13, Majapahit berdiri di bagian timur pulau Jawa. Di bawah pimpinan mahapatih Gajah Mada, kekuasaannya meluas sampai hampir meliputi wilayah Indonesia kini; dan sering disebut “Zaman Keemasan” dalam sejarah Indonesia.

Kedatangan pedagang-pedagang Arab dan Persia melalui Gujarat, India, kemudian membawa agamaIslam. Selain itu pelaut-pelaut Tiongkok yang dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho (Zheng He) yang beragama Islam, juga pernah menyinggahi wilayah ini pada awal abad ke-15. Para pedagang-pedagang ini juga menyebarkan agama Islam di beberapa wilayah Nusantara. Samudera Pasai yang berdiri pada tahun 1267, merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia.

Kolonialisme

Johannes van den Bosch, pencetus Cultuurstelsel.

Indonesia juga merupakan negara yang dijajah oleh banyak negara Eropadan juga Asia, itu disebabkan Indonesia sejak zaman dahulu merupakan negara yang kaya akan hasil alamnya yang melimpah, hingga membuat negara-negara Eropa tergiur untuk menjajah dan bermaksud menguasai sumber daya alamnya untuk pemasukan bagi negaranya, Negara-negara yang pernah menjajah diantaranya adalah;

  • Portugis pada tahun 1509, hanya Maluku, lalu berhasil diusir pada pada tahun 1595
  • Spanyol pada tahun 1521, hanya Sulawesi Utara, tetapi berhasil diusir pada tahun 1692.
  • Belanda pada tahun 1602, seluruh wilayah Indonesia.
  • Perancis secara tidak langsung menguasai Jawa pada periode 1806-1811 karena Kerajaan Belanda takluk kepada kekuatan Perancis. Ketika Louis Bonaparte adikNapoleon Bonaparte naik takhta Belanda pada tahun 1806, maka secara otomatis jajahan Belanda jatuh ke tangan Perancis. Periode ini berlangsung pada pemerintahan Gubernur JenderalHerman Willem Daendels pada tahun 1808-1811. Berakhir pada tahun 1811 ketika Inggris mengalahkan kekuatan Belanda-Perancis di pulau Jawa.
  • Inggris pada tahun 1811, sejak ditandatanganinya Kapitulasi Tungtang yang salah satunya berisi penyerahan Pulau Jawa dari Belanda kepada Inggris, Pada tahun 1814 dilakukanlah KonvensiLondon yang isinya pemerintah Belanda berkuasa kembali atas wilayah jajahan Inggris di Indonesia. Lalu baru pada tahun 1816, pemerintahan Inggris di Indonesia secara resmi berakhir..
  • Jepang pada tahun 1942, hanya 3,5 tahun, dan berakhir pada tahun 1945, sejak kekalahanJepang kepada sekutu.

Soekarno, presiden pertama Indonesia.

Ketika orang-orang Eropa datang pada awal abad ke-16, mereka menemukan beberapa kerajaan yang dengan mudah dapat mereka kuasai demi mendominasi perdagangan rempah-rempah. Portugis pertama kali mendarat di dua pelabuhan Kerajaan Sunda yaitu Banten dan Sunda Kelapa, tapi dapat diusir dan bergerak ke arah timur dan menguasaiMaluku. Pada abad ke-17, Belanda muncul sebagai yang terkuat di antara negara-negara Eropa lainnya, mengalahkanBritania Raya dan Portugal (kecuali untuk koloni mereka,Timor Portugis). Pada masa itulah agama Kristen masuk ke Indonesia sebagai salah satu misi imperialisme lama yang dikenal sebagai 3G, yaitu Gold, Glory, and Gospel. Belanda menguasai Indonesia sebagai koloni hingga Perang Dunia II, awalnya melalui VOC, dan kemudian langsung oleh pemerintah Belanda sejak awal abad ke-19.

Di bawah sistem Cultuurstelsel (Sistem Penanaman) pada abad ke-19, perkebunan besar dan penanaman paksa dilaksanakan di Jawa, akhirnya menghasilkan keuntungan bagi Belanda yang tidak dapat dihasilkan VOC. Pada masa pemerintahan kolonial yang lebih bebas setelah 1870, sistem ini dihapus. Setelah 1901 pihak Belanda memperkenalkan Kebijakan Beretika, yang termasuk reformasi politik yang terbatas dan investasi yang lebih besar di Hindia-Belanda.

Pada masa Perang Dunia II, sewaktu Belanda dijajah oleh Jerman, Jepang menguasai Indonesia. Setelah mendapatkan Indonesia pada tahun 1942, Jepang melihat bahwa para pejuang Indonesia merupakan rekan perdagangan yang kooperatif dan bersedia mengerahkan prajurit bila diperlukan.Soekarno, Mohammad Hatta, KH. Mas Mansur, dan Ki Hajar Dewantara diberikan penghargaan olehKaisar Jepang pada tahun 1943.

Indonesia merdeka

Hatta, Sukarno, dan Sjahrir, tiga pendiri Indonesia.

Pada Maret 1945 Jepang membentuk sebuah komite untuk kemerdekaan Indonesia. Setelah perang Pasifik berakhir pada tahun 1945, di bawah tekanan organisasi pemuda, Soekarno-Hattamemproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus1945 yang pada saat itu sedang bulan Ramadhan. Setelah kemerdekaan, tiga pendiri bangsa yakni Soekarno, Mohammad Hatta, dan Sutan Sjahrir masing-masing menjabat sebagai presiden, wakil presiden, dan perdana menteri. Dalam usaha untuk menguasai kembali Indonesia, Belanda mengirimkan pasukan mereka.

Usaha-usaha berdarah untuk meredam pergerakan kemerdekaan ini kemudian dikenal oleh orang Belanda sebagai ‘aksi kepolisian’ (Politionele Actie), atau dikenal oleh orang Indonesia sebagai Agresi Militer. Belanda akhirnya menerima hak Indonesia untuk merdeka pada27 Desember 1949 sebagai negara federal yang disebut Republik Indonesia Serikat setelah mendapat tekanan yang kuat dari kalangan internasional, terutama Amerika Serikat. Mosi IntegralNatsir pada tanggal 17 Agustus 1950, menyerukan kembalinya negara kesatuan Republik Indonesia dan membubarkan Republik Indonesia Serikat. Soekarno kembali menjadi presiden dengan Mohammad Hatta sebagai wakil presiden dan Mohammad Natsir sebagai perdana menteri.

Pada tahun 1950-an dan 1960-an, pemerintahan Soekarno mulai mengikuti sekaligus merintis gerakan non-blok pada awalnya, kemudian menjadi lebih dekat dengan blok sosialis, misalnya Republik Rakyat Cina dan Yugoslavia. Tahun 1960-an menjadi saksi terjadinya konfrontasi militer terhadap negara tetangga, Malaysia (“Konfrontasi“), dan ketidakpuasan terhadap kesulitan ekonomi yang semakin besar. Selanjutnya pada tahun 1965 meletus kejadian G30S yang menyebabkan kematian 6 orang jenderal dan sejumlah perwira menengah lainnya. Muncul kekuatan baru yang menyebut dirinyaOrde Baru yang segera menuduh Partai Komunis Indonesia sebagai otak di belakang kejadian ini dan bermaksud menggulingkan pemerintahan yang sah serta mengganti ideologi nasional menjadi berdasarkan paham sosialiskomunis. Tuduhan ini sekaligus dijadikan alasan untuk menggantikan pemerintahan lama di bawah Presiden Soekarno.

Jenderal Soeharto menjadi presiden pada tahun 1967 dengan alasan untuk mengamankan negara dari ancaman komunisme. Sementara itu kondisi fisik Soekarno sendiri semakin melemah. Setelah Soeharto berkuasa, ratusan ribu warga Indonesia yang dicurigai terlibat pihak komunis dibunuh, sementara masih banyak lagi warga Indonesia yang sedang berada di luar negeri, tidak berani kembali ke tanah air, dan akhirnya dicabut kewarganegaraannya. Tiga puluh dua tahun masa kekuasaan Soeharto dinamakan Orde Baru, sementara masa pemerintahan Soekarno disebut Orde Lama.

Soeharto menerapkan ekonomi neoliberal dan berhasil mendatangkan investasi luar negeri yang besar untuk masuk ke Indonesia dan menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang besar, meski tidak merata. Pada awal rezim Orde Baru kebijakan ekomomi Indonesia disusun oleh sekelompok ekonom lulusan Departemen Ekonomi Universitas California, Berkeley, yang dipanggil “Mafia Berkeley“. Namun, Soeharto menambah kekayaannya dan keluarganya melalui praktik Korupsi, Kolusi, dan Nnepotismeyang meluas dan dia akhirnya dipaksa turun dari jabatannya setelah aksi demonstrasi besar-besaran dan kondisi ekonomi negara yang memburuk pada tahun 1998.

Dari 1998 hingga 2001, Indonesia mempunyai tiga presiden: Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie,Abdurrahman Wahid dan Megawati Sukarnoputri. Pada tahun 2004pemilu satu hari terbesar di dunia diadakan dan dimenangkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono.

Indonesia kini sedang mengalami masalah-masalah ekonomi, politik dan pertikaian bernuansa agama di dalam negeri, dan beberapa daerah berusaha untuk mendapatkan kemerdekaan, terutama Papua.Timor Timur akhirnya resmi memisahkan diri pada tahun 1999 setelah 24 tahun bersatu dengan Indonesia dan 3 tahun di bawah administrasi PBB menjadi negara Timor Leste.

Pada Desember 2004 dan Maret 2005, Aceh dan Nias dilanda dua gempa bumi besar yang totalnya menewaskan ratusan ribu jiwa. (Lihat Gempa bumi Samudra Hindia 2004 dan Gempa bumi Sumatra Maret 2005.) Kejadian ini disusul oleh gempa bumi di Yogyakarta dan tsunami yang menghantamPantai Pangandaran dan sekitarnya, serta banjir lumpur di Sidoarjo pada 2006 yang tidak kunjung terpecahkan.

Politik dan Pemerintahan

Gedung MPR-DPR

Indonesia menjalankan pemerintahan republik presidensial multipartai yang demokratis. Seperti juga di negara-negara demokrasi lainnya, sistem politik di Indonesia didasarkan pada Trias Politika yaitu kekuasaan legislatif, eksekutif dan yudikatif. Kekuasaan legislatif dipegang oleh sebuah lembaga bernama Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Istana Negara, bagian dari Istana Kepresidenan Jakarta.

MPR pernah menjadi lembaga tertinggi negara unikameral, namun setelah amandemen ke-4 MPR bukanlah lembaga tertinggi lagi, dan komposisi keanggotaannya juga berubah. MPR setelah amandemen UUD 1945, yaitu sejak 2004 menjelma menjadi lembaga bikameralyang terdiri dari 560 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang merupakan wakil rakyat melalui Partai Politik, ditambah dengan 132 anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang merupakan wakil provinsi dari jalur independen. Anggota DPR dan DPD dipilih melaluipemilu dan dilantik untuk masa jabatan lima tahun. Sebelumnya, anggota MPR adalah seluruh anggota DPR ditambah utusan golongandan TNI/Polri. MPR saat ini diketuai oleh Taufiq Kiemas. DPR saat ini diketuai oleh Marzuki Alie, sedangkan DPD saat ini diketuai oleh Irman Gusman.

Lembaga eksekutif berpusat pada presiden, wakil presiden, dan kabinet. Kabinet di Indonesia adalahKabinet Presidensial sehingga para menteri bertanggung jawab kepada presiden dan tidak mewakili partai politik yang ada di parlemen. Meskipun demikian, Presiden saat ini yakni Susilo Bambang Yudhoyono yang diusung oleh Partai Demokrat juga menunjuk sejumlah pemimpin Partai Politikuntuk duduk di kabinetnya. Tujuannya untuk menjaga stabilitas pemerintahan mengingat kuatnya posisi lembaga legislatif di Indonesia. Namun pos-pos penting dan strategis umumnya diisi oleh menteri tanpa portofolio partai (berasal dari seseorang yang dianggap ahli dalam bidangnya).

Lembaga Yudikatif sejak masa reformasi dan adanya amandemen UUD 1945 dijalankan olehMahkamah Agung, Komisi Yudisial, dan Mahkamah Konstitusi, termasuk pengaturan administrasi para hakim. Meskipun demikian keberadaan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia tetap dipertahankan.

Pembagian Administratif

PETA INDONESIA 1Indonesia saat ini terdiri dari 34 provinsi, lima di antaranya memiliki status yang berbeda. Provinsi dibagi menjadi 403 kabupaten dan 98 kota yang dibagi lagi menjadi kecamatan dan lagi menjadi kelurahan, desa, gampong, kampung, nagari, pekon, atau istilah lain yang diakomodasi oleh Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Tiap provinsi memiliki DPRD Provinsi dan gubernur; sementara kabupaten memiliki DPRD Kabupaten dan bupati; kemudian kota memiliki DPRD Kota dan wali kota; semuanya dipilih langsung oleh rakyat melalui Pemilu dan Pilkada. Bagaimanapun di Jakarta tidak terdapat DPR Kabupaten atau Kota, karena Kabupaten Administrasi dan Kota Administrasi di Jakarta bukanlah daerah otonom.

Provinsi Aceh, Daerah Istimewa Yogyakarta, Papua Barat, dan Papua memiliki hak istimewa legislatur yang lebih besar dan tingkat otonomi yang lebih tinggi dibandingkan provinsi lainnya. Contohnya, Aceh berhak membentuk sistem legal sendiri; pada tahun 2003, Aceh mulai menetapkan hukum Syariah.[29]Yogyakarta mendapatkan status Daerah Istimewa sebagai pengakuan terhadap peran penting Yogyakarta dalam mendukung Indonesia selama Revolusi.[30]Provinsi Papua, sebelumnya disebut Irian Jaya, mendapat status otonomi khusus tahun 2001.[31]DKI Jakarta, adalah daerah khusus ibukota negara. Timor Portugis digabungkan ke dalam wilayah Indonesia dan menjadi provinsi Timor Timur pada 1979–1999, yang kemudian memisahkan diri melalui referendum menjadi Negara Timor Leste.[32]

Provinsi di Indonesia dan ibukotanya

Sumatera

  • Aceh – Banda Aceh
  • Sumatera Utara – Medan
  • Sumatera Barat – Padang
  • Riau – Pekanbaru
  • Kepulauan Riau – Tanjungpinang
  • Jambi – Jambi
  • Sumatera Selatan – Palembang
  • Kepulauan Bangka Belitung – Pangkal Pinang
  • Bengkulu – Bengkulu
  • Lampung – Bandar Lampung

Jawa

  • Daerah Khusus Ibukota Jakarta
  • Banten – Serang
  • Jawa Barat – Bandung
  • Jawa Tengah – Semarang
  • Daerah Istimewa Yogyakarta – Yogyakarta
  • Jawa Timur – Surabaya

Kepulauan Nusa Tenggara

  • Bali – Denpasar
  • Nusa Tenggara Barat – Mataram
  • Nusa Tenggara Timur – Kupang

Kalimantan

  • Kalimantan Barat – Pontianak
  • Kalimantan Tengah – Palangka Raya
  • Kalimantan Selatan – Banjarmasin
  • Kalimantan Timur – Samarinda
  • Kalimantan Utara – Tanjung Selor

Sulawesi

  • Sulawesi Utara – Manado
  • Gorontalo – Gorontalo
  • Sulawesi Tengah – Palu
  • Sulawesi Barat – Mamuju
  • Sulawesi Selatan – Makassar
  • Sulawesi Tenggara – Kendari

Kepulauan Maluku

  • Maluku – Ambon
  • Maluku Utara – Sofifi

Papua

  • Papua Barat – Manokwari
  • Papua – Jayapura

Daftar ibu kota provinsi di Indonesia

 

Yurisdiksi Ibu kota Populasi Gambar
Indonesia Jakarta 9.607.787
Sumatera
Aceh Banda Aceh 223.446
Sumatera Utara Medan 2.097.610
Sumatera Barat Padang 833.562
Riau Pekanbaru 897.767
Jambi Jambi 531.857
Sumatera Selatan Palembang 1.455.284
Bengkulu Bengkulu 308.544
Lampung Bandar Lampung 881.801
Kepulauan Bangka Belitung Pangkal Pinang 174.000
Kepulauan Riau Tanjung Pinang 192.493
Jawa
Jakarta Jakarta 8.839.247
Yogyakarta Yogyakarta 511.744
Jawa Barat Bandung 2.288.570
Jawa Tengah Semarang 1.352.869
Jawa Timur Surabaya 2.611.506
Banten Serang 501.562
Sunda Kecil
Bali Denpasar 491,500
Nusa Tenggara Timur Kupang 269,680
Nusa Tenggara Barat Mataram 356.141
Kalimantan
Kalimantan Barat Pontianak 516.737
Kalimantan Tengah Palangka Raya 168.449
Kalimantan Selatan Banjarmasin 693.566
Kalimantan Timur Samarinda 727.500
Kalimantan Utara Tanjung Selor 622.350
Sulawesi
Sulawesi Utara Manado 417.586
Sulawesi Tengah Palu 268.664
Sulawesi Selatan Makassar 1.168.258
Sulawesi Tenggara Kendari 226.056
Sulawesi Barat Mamuju
Gorontalo Gorontalo 138.354
Maluku
Maluku Ambon 428.585
Maluku Utara Sofifi 163.467
Papua
Papua Jayapura 197,396
Papua Barat Manokwari

Geografi

Indonesia adalah negara kepulauan di Asia Tenggara yang memiliki 13.487 pulau besar dan kecil, sekitar 6.000 di antaranya tidak berpenghuni[34], yang menyebar disekitar khatulistiwa, yang memberikan cuaca tropis. Posisi Indonesia terletak pada koordinat 6°LU – 11°08′LS dan dari 95°’BT – 141°45’BT serta terletak di antara dua benua yaitu benua Asia dan benua Australia/Oseania.

Wilayah Indonesia terbentang sepanjang 3.977 mil di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Luas daratan Indonesia adalah 1.922.570 km² dan luas perairannya 3.257.483 km². Pulau terpadat penduduknya adalah pulau Jawa, dimana setengah populasi Indonesia bermukim. Indonesia terdiri dari 5 pulau besar, yaitu: Jawa dengan luas 132.107 km², Sumatera dengan luas 473.606 km², Kalimantandengan luas 539.460 km², Sulawesi dengan luas 189.216 km², dan Papua dengan luas 421.981 km². Batas wilayah Indonesia diukur dari kepulauan dengan menggunakan territorial laut: 12 mil laut serta zona ekonomi eksklusif: 200 mil laut, searah penjuru mata angin, yaitu:

Utara Negara Malaysia dengan perbatasan sepanjang 1.782 km, Singapura, Filipina, dan Laut Cina Selatan
Selatan Negara Australia, Timor Leste, dan Samudra Indonesia
Barat Samudra Indonesia
Timur Negara Papua Nugini dengan perbatasan sepanjang 820 km, Timor Leste, dan Samudra Pasifik

Sumber daya alam

Sumber daya alam Indonesia berupa minyak bumi, timah, gas alam, nikel, kayu, bauksit, tanah subur, batu bara, emas, dan perak dengan pembagian lahan terdiri dari tanah pertanian sebesar 10%, perkebunan sebesar 7%, padang rumput sebesar 7%, hutan dan daerah berhutan sebesar 62%, dan lainnya sebesar 14% dengan lahan irigasi seluas 45.970 km

Pendidikan

Sesuai dengan konstitusi yang berlaku, yaitu berdasarkan UUD 1945 pasal 31 ayat 4 dan Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, bahwa pemerintah Indonesia baik pusat maupun daerah mesti mengalokasikan anggaran untuk pendidikan sebesar 20% dari APBN danAPBD diluar gaji pendidik dan biaya kedinasan. Namun pada tahun 2007 alokasi yang disediakan tersebut baru sekitar 17.2 %, jauh lebih rendah dibandingkan dengan negara Malaysia, Thailand dan Filipina yang telah mengalokasikan anggaran untuk pendidikan lebih dari 28 %.

Ekonomi

800px-PDRB_per_kapita_Indonesia_2008.svgSistem ekonomi Indonesia awalnya didukung dengan diluncurkannya Oeang Repoeblik Indonesia (ORI) yang menjadi mata uang pertama Republik Indonesia, yang selanjutnya berganti menjadi Rupiah.

Indonesian Rupiah (IDR) banknotes 2009

Pada masa pemerintahan Orde Lama, Indonesia tidak seutuhnya mengadaptasi sistem ekonomi kapitalis, namun juga memadukannya dengan nasionalisme ekonomi. Pemerintah yang belum berpengalaman, masih ikut campur tangan ke dalam beberapa kegiatan produksi yang berpengaruh bagi masyarakat banyak. Hal tersebut, ditambah pula kemelut politik, mengakibatkan terjadinya ketidakstabilan pada ekonomi negara.

Pemerintahaan Orde Baru segera menerapkan disiplin ekonomi yang bertujuan menekan inflasi, menstabilkan mata uang, penjadualan ulang hutang luar negeri, dan berusaha menarik bantuan dan investasi asing. Pada era tahun 1970-an harga minyak bumi yang meningkat menyebabkan melonjaknya nilai ekspor, dan memicu tingkat pertumbuhan ekonomi rata-rata yang tinggi sebesar 7% antara tahun 1968 sampai 1981. Reformasi ekonomi lebih lanjut menjelang akhir tahun 1980-an, antara lain berupa deregulasi sektor keuangan dan pelemahan nilai rupiah yang terkendali, selanjutnya mengalirkan investasi asing ke Indonesia khususnya pada industri-industri berorientasi ekspor pada antara tahun 1989 sampai 1997 Ekonomi Indonesia mengalami kemunduran pada akhir tahun 1990-anakibat krisis ekonomi yang melanda sebagian besar Asia pada saat itu,[40] yang disertai pula berakhirnya masa Orde Baru dengan pengunduran diri Presiden Soeharto tanggal 21 Mei 1998.

Saat ini ekonomi Indonesia telah cukup stabil. Pertumbuhan PDB Indonesia tahun 2004 dan 2005 melebihi 5% dan diperkirakan akan terus berlanjut. Namun demikian, dampak pertumbuhan itu belum cukup besar dalam memengaruhi tingkat pengangguran, yaitu sebesar 9,75%. Perkiraan tahun 2006, sebanyak 17,8% masyarakat hidup di bawah garis kemiskinan, dan terdapat 49,0% masyarakat yang hidup dengan penghasilan kurang dari AS$ 2 per hari.

Indonesia mempunyai sumber daya alam yang besar di luar Jawa, termasuk minyak mentah, gas alam, timah, tembaga, dan emas. Indonesia pengekspor gas alam terbesar kedua di dunia, meski akhir-akhir ini ia telah mulai menjadi pengimpor bersih minyak mentah. Hasil pertanian yang utama termasuk beras, teh, kopi, rempah-rempah, dan karet. Sektor jasa adalah penyumbang terbesar PDB, yang mencapai 45,3% untuk PDB 2005. Sedangkan sektor industri menyumbang 40,7%, dan sektor pertanian menyumbang 14,0%. Meskipun demikian, sektor pertanian mempekerjakan lebih banyak orang daripada sektor-sektor lainnya, yaitu 44,3% dari 95 juta orang tenaga kerja. Sektor jasa mempekerjakan 36,9%, dan sisanya sektor industri sebesar 18,8%.

Rekan perdagangan terbesar Indonesia adalah Jepang, Amerika Serikat, dan negara-negara jirannya yaitu Malaysia, Singapura dan Australia.

Meski kaya akan sumber daya alam dan manusia, Indonesia masih menghadapi masalah besar dalam bidang kemiskinan yang sebagian besar disebabkan oleh korupsi yang merajalela dalam pemerintahan. Lembaga Transparency International menempatkan Indonesia sebagai peringkat ke-143 dari 180 negara dalam Indeks Persepsi Korupsi, yang dikeluarkannya pada tahun 2007.

Peringkat internasional

Organisasi Nama Survey Peringkat
Heritage Foundation/The Wall Street Journal Indeks Kebebasan Ekonomi 110 dari 157
The Economist Indeks Kualitas Hidup 71 dari 111
Reporters Without Borders Indeks Kebebasan Pers 103 dari 168
Transparency International Indeks Persepsi Korupsi 143 dari 179
United Nations Development Programme Indeks Pembangunan Manusia 108 dari 177
Forum Ekonomi Dunia Laporan Daya Saing Global 51 dari 122

Demografi

Kepadatan_2010Menurut sensus penduduk 2000, Indonesia memiliki populasi sekitar 206 juta, dan diperkirakan pada tahun 2006 berpenduduk 222 juta. 130 juta (lebih dari 50%) tinggal di Pulau Jawa yang merupakan pulau berpenduduk terbanyak sekaligus pulau dimana ibukota Jakarta berada. Sebagian besar (95%) penduduk Indonesia adalah Bangsa Austronesia, dan terdapat juga kelompok-kelompok suku Melanesia, Polinesia, dan Mikronesia terutama di Indonesia bagian Timur. Banyak penduduk Indonesia yang menyatakan dirinya sebagai bagian dari kelompok suku yang lebih spesifik, yang dibagi menurut bahasa dan asal daerah, misalnya Jawa, Sunda, Madura, Batak, dan Minangkabau.

Selain itu juga ada penduduk pendatang yang jumlahnya minoritas di antaranya adalah etnis Tionghoa, India, dan Arab. Mereka sudah lama datang ke Nusantara melalui perdagangan sejak abad ke 8 M dan menetap menjadi bagian dari Nusantara. Di Indonesia terdapat sekitar 4 juta populasi etnis Tionghoa. Angka ini berbeda-beda karena hanya pada tahun 1930 dan 2000 pemerintah melakukan sensus dengan menggolong-golongkan masyarakat Indonesia ke dalam suku bangsa dan keturunannya.

Islam adalah agama mayoritas yang dipeluk oleh sekitar 85,2% penduduk Indonesia, yang menjadikan Indonesia negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia. Sisanya beragama Protestan (8,9%),Katolik (3%), Hindu (1,8%), Buddha (0,8%), dan lain-lain (0,3%). Selain agama-agama tersebut, pemerintah Indonesia juga secara resmi mengakui Konghucu.

Kebanyakan penduduk Indonesia bertutur dalam bahasa daerah sebagai bahasa ibu, namun bahasa resmi negara, yaitu bahasa Indonesia, diajarkan di seluruh sekolah-sekolah di negara ini dan dikuasai oleh hampir seluruh penduduk Indonesia.

Kota-kota besar di Indonesia
Kota Provinsi Populasi Kota Provinsi Populasi
1 Jakarta DKI Jakarta 9.607.787 Indonesia
Indonesia
7 Depok Jawa Barat 1.738.570
2 Surabaya Jawa Timur 2.765.487 8 Palembang Sumatera Selatan 1.648.292
3 Bandung Jawa Barat 2.394.873 9 Semarang Jawa Tengah 1.555.984
4 Bekasi Jawa Barat 2.334.871 10 Makassar Sulawesi Selatan 1.338.663
5 Medan Sumatera Utara 2.097.610 11 Tangerang Selatan Banten 1.290.322
6 Tangerang Banten 1.798.601 12 Batam Kepulauan Riau 1.137.894

Kebudayaan

Pertunjukan

Wayang kulit warisan budaya Jawa.

Indonesia memiliki sekitar 300 kelompok etnis, tiap etnis memiliki warisan budaya yang berkembang selama berabad-abad, dipengaruhi oleh kebudayaan India, Arab, Cina, Eropa, dan termasuk kebudayaan sendiri yaitu Melayu. Contohnya tarian Jawa dan Bali tradisional memiliki aspek budaya dan mitologi Hindu, seperti wayang kulit yang menampilkan kisah-kisah tentang kejadian mitologis Hindu Ramayana dan Baratayuda. Banyak juga seni tari yang berisikan nilai-nilai Islam. Beberapa di antaranya dapat ditemukan di daerah Sumatera seperti tari Ratéb Meuseukat dan tari Seudati dari Aceh.

Seni pantun, gurindam, dan sebagainya dari pelbagai daerah seperti pantun Melayu, dan pantun-pantun lainnya acapkali dipergunakan dalam acara-acara tertentu yaitu perhelatan, pentas seni, dan lain-lain.

Busana

Seorang gadis Palembang tengah mengenakan Songket, salah satu busana tradisional Indonesia.

Di bidang busana warisan budaya yang terkenal di seluruh dunia adalah kerajinan batik. Beberapa daerah yang terkenal akan industri batik meliputi Yogyakarta, Surakarta, Cirebon, Pandeglang, Garut, Tasikmalaya dan juga Pekalongan. Kerajinan batik ini pun diklaim oleh negara lain dengan industri batiknya.[60] Busana asli Indonesia dari Sabang sampai Merauke lainnya dapat dikenali dari ciri-cirinya yang dikenakan di setiap daerah antara lain baju kurung dengan songketnya dari Sumatera Barat (Minangkabau), kain ulos dari Sumatera Utara (Batak), busana kebaya, busana khas Dayak di Kalimantan, baju bodo dari Sulawesi Selatan, busana berkoteka dari Papua dan sebagainya.

Arsitektur

Lukisan Candi Prambanan yang berasal dari masa pemerintahan Raffles.

Arsitektur Indonesia mencerminkan keanekaragaman budaya, sejarah, dan geografi yang membentuk Indonesia seutuhnya. Kaum penyerang, penjajah, penyebar agama, pedagang, dan saudagar membawa perubahan budaya dengan memberi dampak pada gaya dan teknik bangunan. Tradisionalnya, pengaruh arsitektur asing yang paling kuat adalah dari India. Tetapi, Cina, Arab, dan sejak abad ke-19 pengaruh Eropa menjadi cukup dominan.

Ciri khas arsitektur Indonesia kuno masih dapat dilihat melalui rumah-rumah adat dan/atau istana-istana kerajaan dari tiap-tiap provinsi. Taman Mini Indonesia Indah, salah satu objek wisata di Jakarta yang menjadi miniatur Indonesia, menampilkan keanekaragaman arsitektur Indonesia itu. Beberapa bangunan khas Indonesia misalnya Rumah Gadang, Monumen Nasional, dan Bangunan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan di Institut Teknologi Bandung.

Olahraga

Maria Kristin Yulianti (merah), peraih medali perunggu pada Olimpiade Beijing 2008.

Olahraga yang paling populer di Indonesia adalah bulu tangkis dan sepak bola; Liga Super Indonesia adalah liga klub sepak bola utama di Indonesia. Olahraga tradisional termasuk sepak takraw dan karapan sapi di Madura. Di wilayah dengan sejarah perang antar suku, kontes pertarungan diadakan, seperti caci di Flores, dan pasola di Sumba. Pencak silat adalah seni bela diri yang unik yang berasal dari wilayah Indonesia. Seni bela diri ini kadang-kadang ditampilkan pada acara-acara pertunjukkan yang biasanya diikuti dengan musik tradisional Indonesia berupa gamelan dan seni musik tradisional lainnya sesuai dengan daerah asalnya. Olahraga di Indonesia biasanya berorientasi pada pria dan olahraga spektator sering berhubungan dengan judi yang ilegal di Indonesia.

Di ajang kompetisi multi cabang, prestasi atlet-atlet Indonesia tidak terlalu mengesankan. Di Olimpiade, prestasi terbaik Indonesia diraih pada saat Olimpiade 1992, dimana Indonesia menduduki peringkat 24 dengan meraih 2 emas 2 perak dan 1 perunggu. Pada era 1960 hingga 2000, Indonesia merajai bulu tangkis. Atlet-atlet putra Indonesia seperti Rudi Hartono, Liem Swie King, Icuk Sugiarto, Alan Budikusuma, Ricky Subagja, dan Rexy Mainaky merajai kejuaraan-kejuaraan dunia. Rudi Hartono yang dianggap sebagai maestro bulu tangkis dunia, menjadi juara All England terbanyak sepanjang sejarah. Selain bulu tangkis, atlet-atlet tinju Indonesia juga mampu meraih gelar juara dunia, seperti Elyas Pical, Nico Thomas, dan Chris John.

Seni Musik

Seperangkat gamelan

Seni musik di Indonesia, baik tradisional maupun modern sangat banyak terbentang dari Sabang hinggaMerauke. Setiap provinsi di Indonesia memiliki musik tradisional dengan ciri khasnya tersendiri. Musik tradisional termasuk juga keroncong yang berasal dari keturunan Portugis di daerah Tugu, Jakarta, yang dikenal oleh semua rakyat Indonesia bahkan hingga ke mancanegara. Ada juga musik yang merakyat di Indonesia yang dikenal dengan nama dangdut yaitu musik beraliran Melayu modern yang dipengaruhi oleh musik India sehingga musik dangdut ini sangat berbeda dengan musik tradisional Melayu yang sebenarnya, seperti musik Melayu Deli, Melayu Riau, dan sebagainya.

Alat musik tradisional yang merupakan alat musik khas Indonesia memiliki banyak ragam dari pelbagai daerah di Indonesia, namun banyak pula dari alat musik tradisional Indonesia ‘dicuri’ oleh negara lain[65]untuk kepentingan penambahan budaya dan seni musiknya sendiri dengan mematenkan hak cipta seni budaya dari Indonesia. Alat musik tradisional Indonesia antara lain meliputi:

  • Angklung
  • Bende
  • Calung
  • Dermenan
  • Gamelan
  • Gandang Tabuik
  • Gendang Bali
  • Gondang Batak
  • Gong Kemada
  • Gong Lambus
  • Jidor
  • Kecapi Suling
  • Kulcapi Batak
  • Kendang Jawa
  • Kenong
  • Kulintang
  • Rebab
  • Rebana
  • Saluang
  • Saron
  • Sasando
  • Serunai
  • Seurune Kale
  • Suling Lembang
  • Sulim Batak
  • Suling Sunda
  • Talempong
  • Tanggetong
  • Tifa, dan sebagainya

Boga

Beberapa makanan Indonesia: soto ayam, sate kerang, telor pindang, perkedel dan es teh manis

Masakan Indonesia bervariasi bergantung pada wilayahnya. Nasi adalah makanan pokok dan dihidangkan dengan lauk daging dan sayur. Bumbu (terutama cabai), santan, ikan, dan ayam adalah bahan yang penting.

Sepanjang sejarah, Indonesia telah menjadi tempat perdagangan antara dua benua. Ini menyebabkan terbawanya banyak bumbu, bahan makanan dan teknik memasak dari bangsa Melayu sendiri, India,Timur tengah, Tionghoa, dan Eropa. Semua ini bercampur dengan ciri khas makanan Indonesia tradisional, menghasilkan banyak keanekaragaman yang tidak ditemukan di daerah lain. Bahkan bangsa Spanyol dan Portugis, telah mendahului bangsa Belanda dengan membawa banyak produk dari dunia baru ke Indonesia.

Sambal, sate, bakso, soto, dan nasi goreng merupakan beberapa contoh makanan yang biasa dimakan masyarakat Indonesia setiap hari. Selain disajikan di warung atau restoran, terdapat pula aneka makanan khas Indonesia yang dijual oleh para pedagang keliling menggunakan gerobak atau pikulan. Pedagang ini menyajikan bubur ayam, mie ayam, mi bakso, mi goreng, nasi goreng, aneka macam soto, siomay, sate, nasi uduk, dan lain-lain.

Rumah makan Padang yang menyajikan nasi Padang, yaitu nasi disajikan bersama aneka lauk-pauk Masakan Padang, mudah ditemui di berbagai kota di Indonesia. Selain itu Warung Tegal yang menyajikan masakan Jawa khas Tegal dengan harga yang terjangkau juga tersebar luas. Nasi ramesatau nasi campur yang berisi nasi beserta lauk atau sayur pilihan dijual di warung nasi di tempat-tempat umum, seperti stasiun kereta api, pasar, dan terminal bus. Di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya dikenal nasi kucing sebagai nasi rames yang berukuran kecil dengan harga murah, nasi kucing sering dijual di atas angkringan, sejenis warung kaki lima. Penganan kecil semisal kue-kue banyak dijual di pasar tradisional. Kue-kue tersebut biasanya berbahan dasar beras, ketan, ubi kayu, ubi jalar, terigu, atau sagu.

Perfilman

Poster film Tjoet Nja' Dhien (1988), film tentang pahlawan nasional Indonesia asal Aceh.

Bukti tulisan tertua di Indonesia adalah berbagai prasasti berbahasa Sanskerta pada abad ke-5 Masehi. Figur penting dalam sastra modern Indonesia termasuk: pengarang Belanda Multatuli yang mengkritik perlakuan Belanda terhadap Indonesia selama zaman penjajahan Belanda; Muhammad Yamin danHamka yang merupakan penulis dan politikus pra-kemerdekaan;[70] dan Pramoedya Ananta Toer, pembuat novel Indonesia yang paling terkenal.[71] Selain novel, sastra tulis Indonesia juga berupa puisi, pantun, dan sajak. Chairil Anwar merupakan penulis puisi Indonesia yang paling ternama. Banyak orang Indonesia memiliki tradisi lisan yang kuat, yang membantu mendefinisikan dan memelihara identitas budaya mereka.[72] Kebebasan pers di Indonesia meningkat setelah berakhirnya kekuasaan Presiden Soeharto. Stasiun televisi termasuk sepuluh stasiun televisi swasta nasional, dan jaringan daerah yang bersaing dengan stasiun televisi negeri TVRI. Stasiun radio swasta menyiarkan berita mereka dan program penyiaran asing. Dilaporkan terdapat 20 juta pengguna internet di Indonesia pada tahun 2007.[73] Penggunaan internet terbatas pada minoritas populasi, diperkirakan sekitar 8.5%.

Bahasa

Indonesia hanya memiliki satu bahasa nasional atau bahasa negara, yakni Bahasa Indonesia.Campur tangan negara terhadap bahasa nasional diselenggarakan melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Indonesia memiliki lebih dari 721 bahasa daerah. Di antara ratusan bahasa daerah tersebut, yang paling banyak sebarannya adalah di Papua dan Kalimantan, sedangkan yang paling sedikit adalah di pulau Jawa. Menurut jumlah penuturnya, bahasa daerah yang paling banyak digunakan di Indonesia berturut-turut adalah: Jawa (80 juta penutur), Melayu-Indonesia, Sunda, Madura, Batak, Minangkabau, Bugis, Aceh, Bali, Banjar.

Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional telah diperkenalkan oleh pemerintah Indonesia kepada para pelajar mulai jenjang pendidikan dasar. Meski demikian, dengan berbagai alasan terdapat upaya untuk menghapus pelajaran bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar.

Bagi penganut agama Islam yang menjadi kaum mayoritas di Indonesia, bahasa Arab adalah bahasa asing yang memiliki kedudukan khusus, karena harus dipraktikkan dalam ibadah harian tertentu, misalnya salat. Meskipun demikian, bahasa Arab tidak menjadi bahasa pergaulan umum sejak periode awal keberadaannya di Indonesia.

Lingkungan Hidup

Komodo, hewan reptil langka khas dari Nusa Tenggara.

Wilayah Indonesia memiliki keanekaragaman makhluk hidup yang tinggi sehingga oleh beberapa pihak wilayah ekologi Indonesia disebut dengan istilah “Mega biodiversity” atau “keanekaragaman mahluk hidup yang tinggi”[83][84] umumnya dikenal sebagai Indomalaya atau Malesia bedasarkan penelitian bahwa 10 persen tumbuhan, 12 persen mamalia, 16 persen reptil, 17 persen burung, 25 persen ikan yang ada di dunia hidup di Indonesia, padahal luas Indonesia hanya 1,3 % dari luas Bumi. Kekayaan makhluk hidup Indonesia menduduki peringkat ketiga setelah Brasil dan Republik Demokratik Kongo.[85]

Rafflesia arnoldii bunga terbesar di dunia, diameternya mencapai 1,3 meter.

Meskipun demikian, Guinness World Records pada 2008 pernah mencatat rekor Indonesia sebagai negara yang paling kencang laju kerusakan hutannya di dunia. Setiap tahun Indonesia kehilangan hutan seluas 1,8 juta hektar. Kerusakan yang terjadi di daerah hulu (hutan) juga turut merusak kawasan di daerah hilir (pesisir).[86] Menurut catatan Down The Earth, proyek Asian Development Bank (ADB) di sektor kelautan Indonesia telah memicu terjadinya alih fungsi secara besar-besaran hutan bakau menjadi kawasan pertambakan. Padahal hutan bakau, selain berfungsi melindungi pantai dari abrasi, merupakan habitat yang baik bagi berbagai jenis ikan. Kehancuran hutan bakau tersebut mengakibatkan nelayan harus mencari ikan dengan jarak semakin jauh dan menambah biaya operasional mereka dalam mencari ikan. Selain itu, hancurnya hutan bakau juga mengakibatkan semakin rentannya kawasan pesisir Indonesia terhadap terjangan air pasang laut dan banjir, terlebih di musim hujan.

Jalan Toll

Daftar Jalan Toll di Indonesia yang sudah beroperasi
Island Province Toll Road name Operator
Sumatra North Sumatra Belmera Jasa Marga
Java Banten Jakarta-Serpong Toll Road Jasa Marga
Jakarta-Tangerang Toll Road Jasa Marga
Tangerang-Merak Toll Road Marga Mandala Sakti
Prof. Dr. Sedyatmo Toll Road (Soekarno-Hatta International Airport Toll Road) Jasa Marga
Jakarta Jakarta Inner Ring Road Jasa Marga & Citra Marga Nusaphala Persada
Jakarta Outer Ring Road Jasa Marga, Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta, Jalan Lingkar Barat & Bintaro Serpong Damai / Nusantara Infrastructure
Jakarta-Cikampek Toll Road Jasa Marga
Jagorawi Toll Road Jasa Marga
Jakarta-Tangerang Toll Road Jasa Marga
Jakarta-Serpong Toll Road Bintaro Serpong Damai / Nusantara Infrastructure
Prof. Dr. Sedyatmo Toll Road (Soekarno-Hatta International Airport Toll Road) Jasa Marga
West Java Jakarta-Cikampek Toll Road Jasa Marga
Cipularang Toll Road Jasa Marga
Padaleunyi Toll Road Jasa Marga
Jagorawi Toll Road Jasa Marga
Bogor Ring Road
Palimanan-Kanci Toll Road Jasa Marga
Kanci-Pejagan Toll Road Bakrie Toll Road
Central Java Semarang Section A,B,C Toll Road Jasa Marga
Semarang Ungaran toll road Jasa Marga
East Java Surabaya-Gresik Toll Road Jasa Marga
Surabaya-Gempol Toll Road Jasa Marga
Surabaya/Waru-Juanda International Airport Toll Road Citra Marga Nusaphala Persada
Surabaya-Madura Bridge Toll Road Jasa Marga
Bali Bali Bali Mandara Toll Road Jasa Marga
Sulawesi Makassar Makassar Airport Toll Road Jalan Tol Seksi Empat / Nusantara Infrastructure
Makassar Seaport – Tallo Bosowa Marga Nusantara / Nusantara Infrastructure

Related Post:


June 10, 2014 by the BBC World News

Indonesia Profile

Overview

_55373014_indonesiaSpread across a chain of thousands of islands between Asia and Australia, Indonesia has the world’s largest Muslim population and Southeast Asia’s biggest economy.

Ethnically it is highly diverse, with more than 300 local languages. The people range from rural hunter-gatherers to a modern urban elite.

Sophisticated kingdoms existed before the arrival of the Dutch, who consolidated their hold over two centuries, eventually uniting the archipelago in around 1900.

After Japan’s wartime occupation ended, independence was proclaimed in 1945 by Sukarno, the independence movement’s leader.

The Dutch transferred sovereignty in 1949 after an armed struggle.

Economic Growth

Long-term leader General Suharto came to power in the wake of an abortive coup in 1965. He imposed authoritarian rule while allowing technocrats to run the economy with considerable success.

But his policy of allowing army involvement in all levels of government, down to village level, fostered corruption. His “transmigration” programmes – which moved large numbers of landless farmers from Java to other parts of the country – fanned ethnic conflict.

Suharto fell from power after riots in 1998 and escaped efforts to bring him to justice for decades of dictatorship.

Post-Suharto Indonesia has made the transition to democracy. Power has been devolved away from the central government and the first direct presidential elections were held in 2004.

Indonesia has undergone a resurgence since the 1997 Asian financial crisis, becoming one of the world’s major emerging economies.


At a Glance

  • Politics: Democracy followed the end of Suharto’s three decades of dictatorial rule in 1998
  • Economics: Indonesia is the regions biggest economy and a member of the G20 group of the world’s richest nations

Investors are attracted by a large consumer base, rich natural resources and political stability.

Traditional markets and modern high rises co-exist in the region's biggest economy

Secessionists

The country faces demands for independence in several provinces, where secessionists have been encouraged by East Timor’s 1999 success in breaking away after a traumatic 25 years of occupation.

Militant Islamic groups have flexed their muscles over the past few years. Some have been accused of having links with al-Qaeda, including the group blamed for the 2002 Bali bombings, which killed 202 people.

Lying near the intersection of shifting tectonic plates, Indonesia is prone to earthquakes and volcanic eruptions. A powerful undersea quake in late 2004 sent massive waves crashing into coastal areas of Sumatra, and into coastal communities across south and east Asia. The disaster left more than 220,000 Indonesians dead or missing.

Indonesia is vulnerable to volcanic eruptions, such as this one on the island of Sumatra

Facts of Indonesia

  • Full name: Republic of Indonesia
  • Population: 242.8 million (UN, 2012)
  • Capital: Jakarta
  • Area: 1.9 million sq km (742,308 sq miles)
  • Major languages: Indonesian, 300 regional languages
  • Major religion: Islam
  • Life expectancy: 68 years (men), 72 years (women) (UN)
  • Monetary unit: 1 rupiah (Rp)
  • Main exports: Oil and gas, plywood, textiles, rubber, palm oil
  • GNI per capita: US $2,940 (World Bank, 2011)
  • Internet domain:.id
  • International dialling code: +62

Leader

Outgoing president: Susilo Bambang Yudhoyono

Former army general Susilo Bambang Yudhoyono won Indonesia’s first-ever direct presidential elections in September 2004, in what was hailed as the first peaceful transition of power in Indonesia’s history.

He was re-elected in July 2009 in a landslide victory on the back of improved security and strong growth in Southeast Asia’s biggest economy.

He is to be replaced in mid-2014 after the presidential election.

Mr Yudhoyono has cultivated an image as a tough corruption fighter with high moral integrity; pledges to crack down even harder on corruption were one of the main planks of his 2009 election campaign.

But the sentencing in 2012 of a former Democratic Party treasurer on corruption charges caused embarrassment for the president’s ruling party.

Mr Yudhoyono is credited with having ushered in an era of financial stability. The global financial crisis of 2008-9 did not hit Indonesia as badly as some of its neighbours, though millions of Indonesian citizens still live under the poverty line.

He has identified the fight against terrorism as a key challenge, and has warned that Indonesia’s reputation for pluralism is threatened by a growing trend of religious extremism.

The first year of Mr Yudhoyono’s first term brought perhaps his biggest challenge, the 2004 Asian tsunami disaster. His administration also won international plaudits for signing a peace deal in 2005 with separatist rebels in Aceh province.

Mr Yudhoyono, a fluent English speaker, studied for his master’s degree in the US. Rising through the ranks under former President Suharto, he led Indonesia’s peacekeeping contingent in Bosnia in the 1990s.

Mr Yudhoyono also completed several tours of duty in the Indonesian-occupied East Timor.

Married with two sons, the president has released several albums featuring his own love songs, some of them now covered by Indonesian boy bands.

Indonesia Timeline

A chronology of Key Events:

1670-1900 – Dutch colonists bring the whole of Indonesia under one government as the Dutch East Indies.

1928 – A youth conference pledges to work for “one nation, one language, one people” for Indonesia.

1942 – Japan invades Dutch East Indies.

1945 – The Japanese help independence leader Sukarno return from internal exile and declare independence.

1949 – The Dutch recognise Indonesian independence after four years of guerrilla warfare.

1950s – Maluku (Moluccas) declares independence from Indonesia and fights an unsuccessful separatist war

1962 – Western New Guinea, or West Papua, held by the Netherlands, is placed under UN administration and subsequently occupied by Indonesian forces. Opposition to Indonesian rule erupts.

Sukarno: Indonesia's Founding Father

Suharto Comes to Power

1965 – Failed coup: In the aftermath, hundreds of thousands of suspected Communists are killed in a purge of leftists which descends into vigilantism.

1966 – Sukarno hands over emergency powers to General Suharto, who becomes president in March 1967.

1969 – West Papua formally incorporated into Indonesia, becoming Irian Jaya Province.

1975 – Portugal grants East Timor independence.

1976 – Indonesia invades East Timor and incorporates it as a province.

1997 – Asian economic crisis: Indonesian rupiah plummets in value.

1998 – Protests and rioting topple Suharto; B J Habibie becomes president.

East Timor Independence Vote

1999 – Ethnic violence breaks out in Maluku. Free elections are held in Indonesia.

East Timor votes for independence in UN-sponsored referendum, after which anti-independence militia go on the rampage. East Timor comes under UN administration. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) becomes president.

2000 – Two financial scandals dog the Wahid administration: Buloggate (embezzled funds from the state logistics agency), and Bruneigate (missing humanitarian aid funds from the Sultan of Brunei). The corruption case against former President Suharto collapses.

Irian Jaya separatists become more vocal in demanding a referendum.

2001 – Ethnic violence in Kalimantan as indigenous Dayaks force out Madurese transmigrants. Mass political demonstrations by Wahid’s supporters and opponents. IMF stops further loans citing lack of progress in tackling corruption.

Megawati Sworn In

2001 July – Parliament dismisses President Wahid over allegations of corruption and incompetence. Vice President Megawati Sukarnoputri is sworn in as his replacement, even as Wahid refuses to leave the presidential palace.

2002 January – Indonesia inaugurates human rights court which is expected to test government’s willingness to hold the military accountable for atrocities in East Timor after the 1999 independence vote.

Irian Jaya province granted greater autonomy by Jakarta, allowed to adopt locally-preferred name of Papua.

2002 May – East Timor becomes independent.

2002 August – Constitutional changes are seen as a step towards democracy. For the first time, voters will be able to elect a president and vice president.

Bali Attacks

2002 October – Bomb attack on the Kuta Beach nightclub district on Bali kills 202 people, most of them tourists.

Muslim Cleric Abu Bakar Ba’asyir is arrested shortly after the bombings. He is accused of plotting to overthrow the government as the alleged spiritual leader of Jemaah Islamiah (JI), the group thought to be behind the Bali bombing.

2002 December – Government and separatist Free Aceh Movement (Gam) sign peace deal in Geneva, aimed at ending 26 years of violence. The accord provides for autonomy and free elections in the Muslim oil-rich province of Aceh; in return the Gam must disarm.

2003 May – Peace talks between government and Gam separatists break down; government mounts military offensive against Gam rebels. Martial law is imposed.

2003 August – Car bomb explodes outside the Marriott Hotel in Jakarta, killing 14 people.

2003 August-October – Three Bali bombing suspects are found guilty and sentenced to death for their roles in the 2002 attacks. A fourth suspect is given life imprisonment.

Abu Bakar Ba’asyir is cleared of treason but jailed for subversion and immigration offences. The subversion charge is later overturned.

2004 April – Parliamentary and local elections: Golkar party of former President Suharto wins greatest share of vote, with Megawati Sukarnoputri’s PDI-P coming second.

2004 July – First-ever direct presidential elections; first round narrows field to Susilo Bambang Yudhoyono and incumbent Megawati Sukarnoputri.

2004 September – Car bomb attack outside Australian embassy in Jakarta kills nine, injures more than 180.

Former general Susilo Bambang Yudhoyono wins second round of presidential elections, unseating incumbent Megawati Sukarnoputri.

2004 November – End of two-year process under which 18 people were tried by Indonesian court for human rights abuses in East Timor during 1999 crisis. Only one conviction – that of militia leader Eurico Guterres – is left standing.

Tsunami; Aceh Deal

2004 December – More than 220,000 people are dead or missing in Indonesia alone after a powerful undersea earthquake off Sumatra generates massive tidal waves. The waves devastate Indian Ocean communities as far afield as Thailand, India, Sri Lanka and Somalia.

2005 March – Court finds Muslim cleric Abu Bakar Ba’asyir guilty of conspiracy over 2002 Bali bombings, sentences him to two-and-a-half years in jail. He is freed in June 2006.

A powerful earthquake off Sumatra kills at least 1,000 people, many of them on the island of Nias. The quake triggers tsunami alerts around the Indian Ocean.

2005 August – Government and Free Aceh Movement separatists sign a peace deal providing for rebel disarmament and the withdrawal of government soldiers from the province. Rebels begin handing in weapons in September; government completes troop pull-out in December.

2005 September – Airliner crashes on take-off from Sumatran city of Medan, killing more than 100 passengers and around 50 people on the ground.

2005 October – Three suicide bombings on the resort island of Bali kill 23 people, including the bombers

2006 January – East Timorese report accuses Indonesia of widespread atrocities during its 24-year occupation, holding it responsible for the deaths of more than 100,000 people.

2006 February-March – Deadly protests at a major US-owned gold and copper mine in Papua province follow attempts to remove illegal prospectors from the site.

2006 May – A powerful earthquake kills thousands of people on Java.

2006 July – A tsunami, triggered by a large undersea earthquake, kills more than 500 people on Java.

Aceh Elections

2006 December – First direct elections held in Aceh province, consolidating the August 2005 peace accord. Former separatist rebel leader Irwandi Yusuf elected governor.

2007 June – Police capture the alleged head of the militant group Jemaah Islamiah (JI), Zarkasih, and the leader of the group’s military wing, Abu Dujana.

2007 December – Alleged JI leader Zarkasih goes on trial in Jakarta.

2008 January – Former President Suharto dies.

Former President Suharto died in 2008. He led Indonesia for 32 years until 1998

2008 July – Final report by joint Indonesian-East Timorese Truth Commission blames Indonesia for the human rights violations in the run-up to East Timor’s independence in 1999 and urges it to apologise. President Yudhoyono expresses “deep regret” but stops short of an apology.

2008 November – Three Islamic militants convicted of carrying out the 2002 Bali bombings are executed.

2009 July – President Susilo Bambang Yudhoyono wins re-election.

Twin suicide bomb attacks on the JW Marriott and Ritz-Carlton hotels in Jakarta kill nine people and injure scores of others.

Pressure Mounts on Militants

2009 September – Police shoot dead Indonesia’s most-wanted Islamist militant Noordin Mohammad Top, thought to be responsible for a series of deadly attacks across the archipelago.

2010 February-March – Several suspected militants are arrested in series of raids on alleged training camps of groups thought to be linked to Jemaah Islamiah (JI) in Aceh province. Fourteen men are charged with plotting to launch terrorist attacks.

2010 March – Police shoot dead Dulmatin – an alleged leading member of JI and the last main suspect in the 2002 Bali bombings still at large – during a raid on a Jakarta internet cafe.

2010 October – Indonesia admits that men seen torturing Papuan villagers in a video are members of the military.

President Yudhoyono calls off a state visit to the Netherlands because of a threatened bid by separatists to have him arrested.

2010 November – US President Barack Obama visits, hailing Indonesia as an example of how a developing nation can embrace democracy and diversity.

2011 February – Two churches are set alight in central Java during a protest by hundreds of Muslims about blasphemy.

Three members of the Ahmadiyah sect, a minority Muslim group, are bludgeoned to death in a mob attack in West Java.

2011 June – Radical cleric Abu Bakar Ba’asyir gets 15-year jail sentence for backing an Islamist militant training camp.

2011 December – Pay deal ends acrimonious three-month strike by 8,000 workers at copper and gold mine owned by US company Freeport-McMoran in the restive eastern province of Papua.

Dutch government apologises for massacre of at least 150 people in the village of Rawagede, on the island of Java, in 1947, during Indonesia’s war of independence.

2012 March – Court sentences Islamist militant Pepi Fernando to 18 years in prison for a parcel-bombing campaign targeting Muslim leaders and police.

2012 June – Jakarta court sentences bombmaker Umar Patek to 20 years in prison for his role in the 2002 Bali attacks. He was extradited from Pakistan in 2011. The sentencing brings to an end the 10-year investigation into the bombings.

2013 February – Eight soldiers are shot dead in two separate attacks by armed men in Papua province.

2013 June – Parliament approves a major petrol and diesel price hike to cut the ballooning fuel subsidy, sparking violent protests.

2013 September – Via its ambassador in Jakarta, the Netherlands publicly apologises for summary executions carried out by the Dutch army in the 1940s.

2013 November – Major diplomatic row with Australia over allegations that Australia spied on the president.

2014 April – Preparations for 9 April parliamentary polls.

Related Posts:

Bali & Yogya Attraction

TRAVEL YUK 150x23

Bali Attractions

Bali Jet Set Dive and Marine Sports (Tanjung Benoa)

Category: Sports Complexes

Owner description: Bali Jet Set Dive and Marine Sports is Bali’s newest and most exclusive water sports centre. Located on the white sandy beach in the south of Bali, our mission is to provide outstanding five-star scuba diving and water sports facilities, services and equipment to our guests within a safe and eco-friendly environment. We offer both motorised and non-motorised water sports. We are an authorized PADI 5 Star Dive Centre. All of our tours, activities and courses are strictly private, we do not mix groups. Come join us for a fantastic day of water sports activities!

Baruna Dive Center (Tulamben)Mayong Village Tracking Experience

Category: Sports Complexes

Owner description: Baruna Tulamben is the second office of Baruna dive center. Baruna is located in Tulamben, on the beautiful north east coast of Bali, only 2 hours drive from the airport. This area is famous for it’s relaxed charm and natural beauty.

The diving in this area is truly world class. The incredible biodiversity and richness of the marine life draws divers from all over the globe. The dive sites are very varied, from deep walls with pelagics to some of the best muck diving in the world, not to mention the famous U.S.S Liberty wreck.

Drawing on years of experience in this area we offer you world class diving with brand new equipment with personalized service provided by a team that has a deep love for what they do.We offer:

  • Safari diving to the best places in Bali.
  • Dive courses PADI and SSI in French, English and Spanish.
  • Specialty courses.
  • Drift dive.-Shore dive.
  • Night dive.
  • Wreck dive ( in the U.S.A.T Liberty in Tulamben).
  • Boat dive.
  • Muck diving ( the best spot of Bali for macro).
  • Snorkeling tours.
  • Rental diving and snorkeling equipment.
  • Divemaster internship.

We want to offer our divers more than just dive business as usual. We are the opposite of factory diving, a small operation offering personalized service with no intention of expansion. We love what we do and we want to keep it that way.

Munduk Wilderness – Day Tours (Denpasar)

Waterbom Bali (Kuta)

Category: Water Parks

Did you know that once you have purchased your tickets, if you go into the souviner shop you can purchase another ticket for 5 Australian dollars. The ticket is valid for 7 days after purchase to get entry back into the park, they may not accept prebooked tickets from home, it is usually the same price or less when you get there anyway.

If you have children this is a must do in Bali. The Waterbom waterpark is a great day’s entertainment for all ages. It is very cheap by western standards and if you are in Bali long enough, buy a multi day pass because the extra days are very cheap. Towels and lockers are available for hire.

There are plenty of pool chairs as well as family cabanas for rent.It has a huge food area, with every conceivable type of food at realistic prices (unlike most adventure parks).It is very busy at lunch but if you have a cabana they will deliver your food to you.

Chef Dean Cooking Class (Seminyak)

Owner description: An exciting combination/selection of Mediterranean and Balinese cooking class demo and tours to fishing village, traditional market, organic and cacao plantation, and other interesting places, tasting traditional foods and finally having Chef Dean’s signature luncheon.

Bali Adventure Tours – Day Tours (Denpasar)USS Liberty Shipwreck (Tulamben)

Category: Tours

Owner description: Bali Adventure Tours is a long established and most awarded Adventure Tour operator with world-class activities ranging from premium white water rafting, jungle trekking, river kayaking and mountain cycling. It is well known for its top-notch facilities, such as the Elephant Safari Park & Lodge, where you can touch, feed and ride an elephant through the tropical jungle of Bali. Bali Adventure Tours specializes in both family oriented experiences and off-the-beaten-path adventures and has been established for more than 25 years.

Bali Diving Academy Pemuteran (Pemuteran)

Category: Sports Camps/ Clinics

Owner description: Bali Diving Academy Pemuteran. Diving Courses and Fun Dives for everyone. Since 1991. Part of Bali Diving Academy group- Day trips. With 4 Dedicated Diving Academies and Partner properties in Lembongan, Tulamben, Pemuteran and Gili Trawangan, providing professional diving services supported by unmatched human resources and infrastructure on site at all Bali’s top dive locations.

Tanah Lot Temple (Tabanan)

Tanah Lot Temple is located in coastal side of Beraban countryside, Kediri sub district and Tabanan Regency. It is situated in 30 Km in west side of Denpasar town and about 11 Km in south side of Tabanan town.

The temple is built on the rock with 3 acre size and reachable in a few minute by walk, because it is just 20 meters from the coastal lip. This temple is very famous among tourist destinations in Bali with spectacular view of sunset.

At some nooks of coral reef around Tanah Lot Temple there are holy tame snake in black and white color where according to the local society believe that it as a deity property and as the guard of the temple from the bad influence.

Nirwana Bali Golf Club (Tabanan)

Category: Golf Courses

Owner description: Start your dramatic swing to a haven with the jewel of the Indian Ocean at Greg Norman championship golf course, Nirwana Bali Golf Club.Nirwana Bali Golf Club at Pan Pacific Nirwana Bali Resort is an award-winning course designed by legendary golfer, Greg Norman.

Overlooking the Tanah Lot temple and beautifully set amongst manicured gardens and rice paddies, the diverse and meticulously maintained course provides resort golfers and seasoned professionals an unparalleled golfing experience with its five ocean-side holes, three cliff-to-cliff tee shots and eight holes sculpted into the terraced rice fields.

The signature hole of Par 3, 7th is the most photographed with the iconic Sunset Island temple of Tanah Lot as the backdrop.

Nirwana Bali Golf Club is the only golf resort in Indonesia to be ranked in the influential US magazine, Golf Digest Top 100 Golf Courses outside the United States and was also ranked by Golf Digest as the number one golf course in Indonesia, Asia’s 10 Most Elite Golf Courses by FORBES Travel Guide and Indonesia’s Leading Golf Resort by World Travel Awards (2010, 2011, and 2012).

Nirwana Bali Golf Club at Pan Pacific Nirwana Bali Resort with a long history of association with IMG Golf Course Management has involved at Nirwana Bali Golf Club since 1994 during the pre-opening, through the official opening in 1997 and in a consulting management relationship that continues until today.

IMG Golf Course Management is recognized for providing high quality services to an elite portfolio of 18 clubs around the world. Partnering with IMG ensures delivery of meticulous standards of operation and an unrivalled experience for members and guests.Discover a lush 103-hectare hideaway built atop a sheer cliff with breathtaking views of the Indian Ocean and Tanah Lot.

This secluded luxury golf resort, set in the tranquil village of Tabanan, West Bali, enjoys a magnificent setting along a sweeping coastline. Nirwana Bali Golf Club is 22km away from Ngurah Rai International Airport and is part of the stunning Pan Pacific Nirwana Bali Resort.Greg Norman has truly created a masterpiece.

Bali Bubbles Dive Center (Candi Dasa)

Sekumpul Waterfalls (Singaraja)

Category: Water sports; Educational Sites

Owner description: Leading full service dive center and Instructor Training Center (SSI, PADI, DAN) Bali Bubbles is situated in East Bali, in the center of the best dive sites of Bali, operating under European management.

Bali Bubbles offers dive courses from introduction level until professional (instructor) level, daily dive trips and packages from 3 days up. Our very experienced team of instructors and dive leaders are patient, friendly and relaxed. Our Instructors (English, German and Dutch speaking) will teach you all the skills to dive safely and independent in a relaxed setting.

The goal of our dive leaders is to show you the most beautiful places of the underwater life in Bali. Diving in Bali with Bali Bubbles Dive Center makes your diving experience a fun-filled one to remember.

  • Menjangan Island (Pemuteran)
  • Biorock Pemuteran bali (Pemuteran)
  • Gunung Kawi (Tampaksiring)
  • Tirta Gangga (Karangasem)
  • Agung Rai Museum of Art (ARMA) (Ubud)
  • Caraway Cooking Class (Sanur)
  • Desa Seni Yoga (Canggu)
  • Devil’s Tears (Nusa Lembongan)
  • Jukung Dive (Amed)
  • and many MORE. Total of 1,942 sites to visit.

Bali Gallery

800px-Bali-West-Bali-Region-Map-150-100 Bali Adventure Tours - Day Tours (Denpasar)-150-100 bali-sunset-150-100 bali-beach-image-best-HD-wallpaper-2014-150-100 bali-sunset-wallpaper-hd-150-100 Bali-010-150-100

Yogyakarta Attractions

Prambanan Temples (Sleman)

Category: Ancient Ruins; Architectural Buildings; Ballets; Historic Sites; Religious Sites

These ancient masterpieces of Hindu architecture are adorned with bas-reliefs depicting the famous Ramayana story.

 Ullen Sentalu

Category: History Museums

Javanese Heritage museum

Plaosan Temple

Category: Ancient Ruins; Landmarks/ Points of Interest; Religious Sites

Yogyakarta Gallery

Merapi_Volcano-Yogyakarta_1-150-100 Borobudur-Nothwest-view-150-100Borobudur_1920x1200-150-100 palace-Yogyakarta-is-the-cultural-palace-where-the-kings-residence-Java-and-Yogyakarta-150-100 Indonesia - Java - Yogyakarta - Kraton (Kraton Ngayogyakarta Had java-indonesia-prambanan-temples-yogyakarta-1680x1050-150-100 Prambanan-Temple-Yogyakarta-Indonesia-150-100 Wediombo_Beach,_Yogyakarta,_Indonesia_Wallpaper_v7mug-150-100 SUNDAK BEACH YOYGAKARTA-150-100

Borobudur_Map-1-1280-JPGBorobudur_route_map

Bhineka Tunggal Ika – Pemersatu Bangsa Indonesia

Lambang Bhinneka Tunggal IkaGaruda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Click Image to Enlarge

Bhinneka Tunggal Ika adalah moto atau semboyan Indonesia. Frasa ini berasal dari bahasa Jawa Kuna dan seringkali diterjemahkan dengan kalimat “Berbeda-beda tetapi tetap satu”.

Diterjemahkan per patah kata, kata bhinneka berarti “beraneka ragam” atau berbeda-beda. Kata neka dalam bahasa Sanskerta berarti “macam” dan menjadi pembentuk kata “aneka” dalam Bahasa Indonesia. Kata tunggal berarti “satu”. Kata ika berarti “itu”. Secara harfiah Bhinneka Tunggal Ika diterjemahkan “Beraneka Satu Itu”, yang bermakna meskipun berbeda-beda tetapi pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap adalah satu kesatuan. Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan.

Kalimat ini merupakan kutipan dari sebuah kakawin Jawa Kuna yaitu kakawin Sutasoma, karangan Mpu Tantular semasa kerajaan Majapahit sekitar abad ke-14.

Kakawin ini istimewa karena mengajarkan toleransi antara umat Hindu Siwa dengan umat Buddha.

Sajak Penuh

Kutipan ini berasal dari pupuh 139, bait 5. Bait ini secara lengkap seperti di bawah ini:

  • Rwāneka dhātu winuwus Buddha Wiswa,
  • Bhinnêki rakwa ring apan kena parwanosen,
  • Mangka ng Jinatwa kalawan Śiwatatwa tunggal,
  • Bhinnêka tunggal ika tan hana dharma mangrwa.

Terjemahan:

  • Konon Buddha dan Siwa merupakan dua zat yang berbeda.
  • Mereka memang berbeda, tetapi bagaimanakah bisa dikenali?
  • Sebab kebenaran Jina (Buddha) dan Siwa adalah tunggal
  • Terpecah belahlah itu, tetapi satu jugalah itu. Tidak ada kerancuan dalam kebenaran.

Konon dikatakan bahwa Wujud Buddha dan Siwa itu berbeda. Mereka memang berbeda. Namun, bagaimana kita bisa mengenali perbedaannya dalamselintas pandang? Karena kebenaran yang diajarkan Buddha dan Siwa itu sesungguhnya satu jua. Mereka memang berbeda-beda, namun hakikatnya sama. Karena tidak ada kebenaran yang mendua. (Bhineka Tunggal ika tan Hana Dharma Mangrwa).

Terjemahan ini didasarkan, dengan adaptasi kecil, pada edisi teks kritis oleh Dr Soewito Santoso.

 

We can live without religion and meditation, but we cannot survive without human affection. – His Holiness Dalai Lama