Stadium Kanker Payudara (TMN, Gambar) dan Pengobatannya

Fakta Kanker | Wednesday 15th, November 2017

Kerusakan dan transformasi protomkogen serta supressorgen yang mengalami perubahan mengakibatkan terjadinya pertumbuhan sel kanker.

Apa itu stadium?

Stadium ada fase dimana kita bisa mengetahui dimana letak kanker, kondisi kankernya, serta sampai pada mana kanker menyebar dan bmengetahui pengaruh yang ditimbulkan karena penyebaran yang disebabkan. Stadium dilakukan untuk memeriksa sejauh mana perkembangan kanker dan bagaimana penanganan yang harus dilakukan untuk mencegah menjalarkan pertumbuhan sel kanker tersebut.

Bagaimana cara mengetahui kanker yang dialami ?

Kanker Payudara Stadium 0


Dikatakan stadium 0 karena kanker masih berada di pembuluh/saluran payudara serta kelenjar susu, belum mengalami penyebaran keluar dari area tersebut.

Kanker Payudara Stadium 1


Stadium 1A

kanker-payudara-stadium-1A

Ukurannya masih sangat kecil dan tidak menyebar serta belum ditemukannya pada pembuluh getah bening.

Stadium 1B

kanker-payudara-stadium-1B

Kanker payudara stadium 1B berarti bahwa sel kanker payudara dalam bentuk yang kecil ditemukan pada kelenjar getah bening dekat payudara.

  • Tidak ada tumor dalam payudara, atau
  • Tumor memiliki ukuran lebih kecil dari 2cm

Kanker Payudara Stadium 2


Stadim IIA

kanker-payudara-stadium-2a

kanker-payudara-stadium-2a2

  • Kanker berukuran lebih kecil dari 2cm, mulai ditemukan titik-titik pada getah bening di area sekitar ketiak.
  • Kanker telah berukuran 2-5 cm, pada pembuluh getah bening belum terjadi penyebaran titik-titik sel kanker
  • Titik-titik di pembuluh getah bening ketiak mulai ditemukan namun tidak ada tanda tumor pada bagian payudara

Stadium II B

kanker-payudara-stadium-2b

kanker-payudara-stadium-2b2

  1. Kanker berukuran 2-5 cm
  2. Titik-titik pembuluh getah bening pada ketiak telah tersebar sel-sel kanker payudara
  3. Tumor telah berukuran 5 cm namun belum terjadi penyebaran

Kanker Payudara Stadium 3


Stadium III A

kanker-payudara-stadium-3a

Kanker telah berukuran < 5cm dan telah terjadi penyebaran sel-sel kanker pada titik-titik pembuluh getah bening di ketiak

Atau

kanker-payudara-stadium-3a-1

Tumor lebih besar dari 5cm dan bentuk kecil sel kanker payudara berada di kelenjar getah bening.

Atau

kanker-payudara-stadium-3a-2

Tumor lebih dari 5 cm dan telah menyebar ke hingga 3 kelenjar getah bening di ketiak atau ke kelenjar getah bening di dekat tulang dada.

Stadium III B

kanker-payudara-stadium-3b

Terjadinya pembengkakan pada dinding dada yang juga sudah mulai adanya luka yang menghasilkan nanah pada dada. Penyebarannya bisa sudah mengenai getah bening di ketiak dan lengan atas.

Stadium III C

kanker-payudara-stadium-3c

Telah dideteksi bahwa sel-sel kanker telah menyebat ke titik-titik pembuluh getah bening yaitu sekitar 10 area getah bening telah tersebar sel-sel kanker, tepatnya dibawah tulang selangka.

Kanker Payudara Stadium IV


kanker-payudara-stadium-IV

Tidak diketahui telah berapa ukuran pasti sel kanker pada fase ini. Karena sel kanker telah menyebar ke jaringan lainnya yang sulit untuk diketahui. Sel kanker yang menyebar telah mulai menyebar ke berbagai lokasi, seperti tulang, paru-paru, hati dan juga tulang rusuk.

Cara Deteksi Kanker Payudara


Untuk mengetahui seseorang mengidap kanker payudara, maka dilakukan beberapa pemeriksaan, yaitu:

  1. Sarari. Bila ukuran payudara masih cenderung kecil dan masih sekedar menerka-nerka tentang mengidap kanker payudara, maka bisa dilakukan dengan pemeriksaan payudara sendiri (SARARI). Pemeriksaan bisa dilakukan setiap bulan, namun pemeriksaan ini harus dilakukan apabila seseorang telah selesai masa haidnya.
  2. Saranis. Ketika mulai adanya keragunan dengan penemuan sendiri, atau ditemukan benjolan kecil yang dimungkinkan oleh yang telah menginjak usia 40 tahunan atau memang memiliki factor beresiko, maka disarankan untuk melakukan pemeriksaan payudara secara klinis (SARANIS) dengan datang menemui dokter, bidan ataupun medis lainnya yang mengerti akan penyakit kanker.
  3. Dilakukan pemeriksaan dengan cara mamografi. Kanker berukuran kecil bisa terluhat dengan menggunakan cara ini. Tidak sakit ketika dijalani, hal ini dikarenakan cara pemeriksaan ini adalah dengan cara memfoto payudara. Pemeriksaan mamografi merupakan pemeriksaan lanjutan dari pemeriksaan secara klinis. Biasanya metode pemeriksaan ini digunakan apabila telah terjadi hal yang mulai membahayakan pada pasien, yaitu telah munculnya keluhan seperti puting susu keluar cairan yang berwarna kecoklatan atau berwarna karena tercampur dengan darah.
  4. Biopsi aspirasi. Jaringan payudara yang mengalami kelainan dilakukan pengambilan sedikit yang hasil pengambilannya akan menentukan ada tidaknya sel kanker pada payudara. Biopsy dilakukan apabila diketahui bahwa berdasarkan hasil USG dilihat adanya sel-sel yang tidak normal atau mencurigakan adanya sel-sel kanker.

Apabila berdasarkan hasilnya diketahui positif, maka dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, namun bila hasilnya diketahui negative, maka akan dilakukan pemeriksaan biopsy bedah.

Pemeriksaan Lebih Lanjut : Open biopsy untuk pengambilan jaringan

Melakukan operasi yang bertujuan untuk melakukan pengambilan terhadap jaringan dengan cara melakukan open biopsy. Sifat tumor pada payudara diketahui dengan cara operasi pengambilan jaringan dengan metode pembekuan. Sehingga kita dapat tahu sifat yang dimiliki tumor itu ganas atau jinak.

Pengobatan Kanker Payudara


Cara pengobatannya bisa alami maupun dengan medis,

Cara pengobatan secara alami

  • Kunyit / Temu Putih atau Kunir

Rasa yang pahit pada kunyit justru berkhasiat. Didalam kunyit terkandung Ribosome In Activing Protein (RIP) yang membantu ribosom untuk mengganggu protes sintesis protein. Dan RIP juga sangat penting untuk membantu penghambatan terhadap pertumbuhan sel-sel kanker.

Kunyit berperan menangkal radikal bebas penyebab utama tumbuhnya sel kanker.

  • Tapak Dara

Adanya komponen Vinblastine (VLB), Vincristine (VCR), Leurosine (VLR) Vincadioline, Leurosidine dan juga Catharanthine yang berfungsi sebagai antikanker.

  • Daun Dewa

Flavonoid, Monoterpen dan Seskuitpen Lakton yang terkandung didalam daun dewa memiliki peran penting untuk menghambat pertumbuhan serta perkembangan dari sel kanker. Serta dengan adanya sifat farmakologis yang terdapat dalam daun dewa dapat meringankan rasa sakit yang ditimbulkan karena penyebaran sel kanker.

  • Daun Sirsak

Daun sirsak mengandung acetogennins, muricapentocin, annocatacin serta banyak senyawa lainnya yang memiliki khasiat untuk mengobati kanker payudara.

  • Sarang Semut

Banyak yang mempercayai bahwa sarang semut bisa menyembuhkan kanker payudara, hal ini dikarenakan pada sarang semut yang mengandung flavonoid yang aktif sehingga bisa mencegahnya sel-sel kanker untuk menyebar serta juga melawan sel-sel kanker.

Cara pengobatan dengan menggunakan medis

Cara pengobatannya adalah dengan melakukan terapi:

  1. Terapi Lokal
    Terapi lokal ini sendiri terdiri atas dua, yaitu terapi dengan cara operatif dan juga terapi secara radiasi. Terapi operatif adalah terapi dengan cara pengangkatan kanker secara keseluruhan namun terapi radiasi adalah penggunakan sinar sebagai media untuk menghancurkan sel kanker. Namun cara radiasi terkadang masih bisa meloloskan sel-sel kanker. Sehingga tidak efektif terhadap penyembuhannya.
  2. Kemoterapi
    Keoterapi kini menjadi pilihan bagi kebanyakan penderita kanker, karena terapi ini sama seperti dengan orang yang dirawat inap dirumah sakit. Infuse menjadi media untuk memasukkan obat secara keseluruhan kedalam tubuh melalui darah. Kemoterapi merupakan program lanjutan setelah dilakukan operasi. Bila operasi menganggat, namun kemoterapi adalah mengontrol sel-sel kanker.
  3. Terapi Hormonal
    Terapi ini dipergunakan untuk secara tidak langsung mengusir sel-sel kanker yang dibuat tidak nyaman.

 

23 Cara Mencegah Kanker Payudara Sejak Dini

Fakta Kanker | Wednesday 15th, November 2017

cara-mencegah-kanker-payudara-300x195

Gaya hidup merupakan salah satu cara mencegah kanker payudara yang paling mujarab bahkan bagi anda yang memiliki risiko tinggi terkena jenis kanker ini. Sebelum membahas pencegahan kanker payudara ada baiknya kita mengetahui beberapa hal terkait yang menjadi sumber penting.

  1. Apakah anda wanita dengan risiko terkena kanker payudara yang tinggi ?
  2. Apa saja sih penyebab kanker payudara?

Kedua pertanyaan ini penting untuk anda ketahui agar dapat memahami lebih mudah cara mencegah kanker payudara yang dapat anda lakukan.

Wajib Diketahui :

Kapan Anda Terkena Risiko Tinggi Kanker Payudara


Risiko Tinggi Terkena Kanker Payudara ((Cancerdotorg, What are the risk factors for breast cancer?. diakses 04 November 2014))

  • Jenis Kelamin. Walaupun kanker payudara juga terjadi pada pria, namun wanita 100x lebih rentan terkena karena hormon estrogen dan progesteron pada wanita yang lebih tinggi.
  • Usia. Semakin tinggi usia maka semakin besar risiko terkena kanker payudara.
    • Usia < 45 Tahun : 1 dari 8 kasus
    • Usia > 55 tahun : 2 dari 3 kasus
  • Resiko Genetik. 5-10% kasus kanker payudara di alami karena adanya faktor bawaan genetik dari orang tua tentunya.
  • Riwayat Keluarga. Memiliki hubungan darah langsung dengan anggota keluarga yang terkena kanker payudara meningkatkan risiko anda 2 x lipat.
  • History kanker payudara diri sendiri. Memang sedikit konyol, namun anda yang telah terkena kanker payudara memiliki risiko 3 – 4 x lipat terkena atau berkembangnya kanker baru.
  • Periode menstruasi. Wanita yang telah ‘mens’ sebelum usia 12 tahun dan menopause setelah umur 55 tahun memiliki risiko yang tinggi.

Faktor risiko di atas mungkin tidak dapat kita hindari karena memang bawaan dan hikayat hidup manusia, selain faktor risiko di atas untuk mencegah kita wajib mengetahui penyebabnya.

Penyebab Utama Kanker Payudara


3 Penyebab Utama Kanker Payudara

  • Minum alkohol
  • Gaya hidup
  • Obesitas

Faktor risiko dan 3 penyebab utama di atas sudah cukup memberikan gambaran kita mengenai cara mencegah kanker payudara yang ampuh. Jika anda masuk salah satu kategori yang berisiko tinggi, tentu jangan khawatir perbaiki gaya hidup dan kenali lebih detil pencegahannya akan mengurangi dan mencegah anda terserang “penyakit mematikan” ini.

Setelah mengetahui faktor risiko dan 3 penyebab utama di atas, selanjutnya kita akan membahas mengenai cara pencegahannya.

Mengurangi Minuman Alkohol

cara-mencegah-kanker-payudara-mengurangi-minuman-alkohol

Mengurangi minuman alkohol merupakan #1 yang harus kurangi ketika anda tidak ingin terkena kanker payudara. Hampir semua penelitian mengungkapkan bahwa minum minuman alkohol dapat meningkatkan risiko terkena kanker payudara

  • Wustldotedu, 8 Ways To Prevent Breast Cancer. diakses 04 November 2014
  • Cancerdotgov, National Cancer Institute, Breast Cancer Prevention. diakses 4 November 2014
  • CDCdotGov, Breast Cancer : What Can I Do to Reduce My Risk?. diakses 4 November 2014

Tidak semua aktivitas meminum minuman alkohol dapat meningkatkan risiko kanker, minum 2-5 gelas alkohol satu hari meningkatkan risiko 1.5 x lipat dibandingkan dengan wanita yang tidak mengkonsumsi alkohol. Sedangkan peningkatan risiko dalam jumlah kecil untuk wanita yang meminum hanya 1 gelas saja.

Mengapa alkohol berpengaruh pada perkembangan kanker payudara ? menurut peneliti seperti yang dikutip dari dailymail, alkohol diyakini dapat meningkatkan kadar hormon estrogen, salah satu hormon yang dapat mempercepat pertumbuhan sel kanker payudara

  • Dailymail, Charlotte Harding, 10 ways to prevent breast cancer. diakses 4 November 2014

Mengatur Berat Badan

cara-mencegah-kanker-payudara-mengatur-berat-badan

Mengatur berat badan agar tidak terjadi obesitas / kegemukan merupakan salah satu cara ampuh dalam mencegah dan menghindari berbagai penyakit.

Bahkan beberapa jenis kanker juga dapat di hindari dengan mengatur berat badan ini, salah satunya adalah kanker payudara. Wanita yang memiliki berat lebih dari 80 Kg memiliki risiko 25% lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang memiliki berat badan ideal di bawah /sekitar 60 kg

  • Everydayhealth, Sue Landry, Can Breast Cancer Be Prevented?. diakses 4 November 2014

Apakah semua obesitas atau peningkatan berat badan dapat meningkatkan bahaya terkena kanker? tentu jawabannya tidak. Obesitas atau peningkatan berat badan setelah menopause lah yang akan meningkatkan risiko lebih tinggi dibandingkan yang tidak obesitas setelah menopause.

Olahraga Secara Teratur

cara-mencegah-kanker-payudara-olahraga

Satu kata sebagai kunci hidup sehat yaitu OLAHRAGA, terlepas dari segudang manfaatnya untuk kesehatan, olahraga ternyata juga menjadi salah satu faktor pencegahan penyakit kanker terutama payudara. Olahraga dapat menurunkan tingkat sirkulasi estrogen dalam tubuh, namun jika anda tidak pernah olahraga maka tingkat estrogen dalam tubuh akan semakin tinggi yang menyebabkan tingginya risiko terkena kanker payudara.

Bagaimana Olahraga dapat mencegah kanker payudara ?

Aktivitas olahraga akan mengeluarkan toxin atau racun dalam tubuh dalam jumlah yang cukup signifikan. Selain itu olahraga juga akan mengaktifkan fungsi syaraf dan otot tubuh manusia yang sangat penting untuk menjaga kanker payudara. Dengan olahraga teratur kita dapat membantu tubuh menghindari kanker payudara dan membuat metabolisme tubuh.

Jangan Merokok

Ok, terlepas dari semua studi yang mengaitkan antara kanker payudara dengan merokok, penting diketahui bahwa bahaya merokok bukan lagi omong kosong. Segala jenis penyakit berbahaya dan kanker dapat terjadi karena anda adalah perokok, hindari lah rokok. Penelitian yang menghubungkan antara rokok dan kanker payudara memang masih sangat minim, belum ada penelitian konkrit mengenai hal ini.

Namun beberapa penelitian telah menemukan bahwa kandungan zat kimia yang terdapat pada rokok sangat berkaitan dengan berbagai jenis kanker, sedangkan beberapa juga menemukan bahwa ASI pada perokok juga dapat terkontaminasi.

Rokok adalah penyebab kanker paru paru yang paling umum WAJIB hukumnya di hindari agar tidak terjadi kanker paru – paru. Namun ingat ini juga termasuk untuk kanker payudara yah.

Menyusui Jika Memungkinkan

cara-mencegah-kanker-payudara-menyusui

Menyusui ternyata tidak hanya bermanfaat bagi si bayi, Ibu juga mendapatkan manfaat yang luar biasa dari kegiatan mulia menyusui. Memang belum banyak penelitian yang menghasilkan keterkaitan langsung antara menyusui terhadap kanker payudara.

Namun beberapa studi telah mengemukakan bahwa wanita yang menyusui memiliki risiko lebih kecil dibandingkan dengan wanita yang tidak pernah menyusui.

Alasan utama yang diklaim oleh para peneliti adalah keterkaitan antara aktivitas menyusui dengan kestabilan tingkat estrogen sehingga memperkecil risiko.

Hindari Radiasi

Ada berbagai jenis radiasi yang mungkin anda dapatkan, terutama pada saat pemeriksaan medis, seperti CT Scan, pemeriksaan MRI, dan rontgen. Sejumlah studi menemukan bahwa risiko tertinggi terkena kanker payudara yang disebabkan oleh radiasi adalah pada saat pubertas dimana payudara mulai terbentuk. Selain itu risiko ini juga meningkat jika radiasi sinar X dilakukan di dada pada saat orang tersebut berusia 20 tahun ke bawah.

Hindari Terapi Hormon Pasca Menopause

Terapi hormon pasca Menopause tidak perlu di ambil dalam jangka waktu yang panjang, penggunaan terapi hormon sering dilakukan untuk mengatasi sulit tidur, cepat marah, dan faktor lain yang disebabkan menopause. Kombinasi terapi hormon estrogen dan progestin dapat meningkatkan risiko terkena kanker pada payudara, disarankan tidak mengambil terapi hormon lebih dari 5 tahun. Untuk info lebih lanjut saran dokter selama melakukan terapi secara mendetil sangat diperlukan.

Hindari Konsumsi Pil KB

Konsumsi pil KB tentu memiliki potensi manfaat dan risiko yang masing-masing harus di waspadai terjadi pada tubuh kita. Beberapa pil KB memiliki kandungan estrogen yang menjadi pemicu terjadinya kanker payudara. Studi telah menunjukkan bahwa perempuan yang mengkonsumsi pil KB memiliki risiko lebih tinggi di bandingkan dengan wanita yang tidak mengkonsumsi. Risiko ini akan hilang seiring dengan dihentikan penggunaannya.

Melahirkan Anak (di bawah 30 Tahun)

Wanita yang melahirkan anak di bawah 30 tahun memiliki kecenderungan risiko yang lebih rendah dibandingkan wanita yang belum pernah melahirkan atau melahirkan di atas 30 tahun. Namun faktor melahirkan dapat menjadi berbeda sesuai dengan berbagai jenis kanker yang ada. Penelitian juga menunjukkan bahwa banyaknya kehamilan dan hamil sebelum usia 30 tahun berpengaruh positif untuk mengurangi risiko kehamilan.

Screening Payudara Jika Usia Sudah > 50 Tahun

Fakta di lapangan telah menunjukkan bahwa wanita yang berusia di atas 50 tahun mengalami tingkat risiko yang lebih tinggi. Untuk itu Screening atau pemeriksaan yang lebih rutin jika anda telah berusia di atas 50 tahun akan sangat bermanfaat untuk menghindari terkena jenis kanker berbahaya ini.

Mengurangi Hormon Estrogen

Estrogen merupakan salah satu kunci terjadinya kanker payudara, mengurangi produksi hormon estrogen diyakini dapat mengurangi risiko terkena kanker payudara. Berikut adalah beberapa cara alami yang penting untuk mengurangi hormon estrogen:

  1. Kehamilan Awal. Tingkat estrogen akan lebih rendah selama masa kehamilan. Wanita yang memiliki kehamilan cukup bulan sebelum usia 20 memiliki risiko lebih rendah terkena kanker payudara dibandingkan wanita yang belum memiliki anak atau yang melahirkan anak pertama mereka setelah usia 35.
  2. Menyusui. Tingkat estrogen mungkin tetap rendah sementara seorang wanita menyusui.
  3. Ablasi Ovarium. Indung telur merupakan “tools” yang memproduksi estrogen. Jumlah estrogen yang dibuat oleh tubuh dapat dikurangi dengan menghilangkan satu atau dua ovarium. Selain itu, obat-obatan dapat diambil untuk menurunkan jumlah estrogen yang dibuat oleh indung telur.
  4. Haid pada usia > 14 tahun. Menstruasi pada usia 14 atau lebih tua mengurangi jumlah tahun jaringan payudara yang terkena estrogen sehingga mengurangi risiko kanker payudara.
  5. Menopause Dini. Semakin sedikit tahun seorang wanita mengalami siklus menstruasi, semakin pendek waktu jaringan payudara terkena estrogen.

Cara Mencegah Yang Beredar Di Masyarakat

Selain berbagai cara di atas, mungkin ada banyak isu yang beredar di masyarakat untuk mencegah kanker payudara yang belum teruji secara detil kebenarannya. Namun ada baiknya mempertimbangkannya selama tidak memberikan dampak negatif.

  1. Menghindari lingkungan yang terpapar bahan kimia
  2. Menghindari menggunakan bra ketat
  3. Mengkonsumsi makanan yang bergizi, serat dan buah buahan yang kaya vitamin.
  4. Menghindari penggunaan deodoran
  5. Menghindari aborsi
  6. Diet rendah lemak.
  7. Menghindari bekerja pada malam hari.

Cara mencegah kanker payudara memang penting untuk di ketahui, cara klinis yang telah teruji di atas wajib anda jadikan rujukan agar terhindar dari kanker ganas.

 

19 Ciri Ciri Kanker Payudara (Dilengkapi Gambar)

Fakta Kanker | Wednesday 15th, November 2017

Woman with breast cancer awareness ribbon

Ciri ciri kanker payudara yang paling umum adalah adanya/timbulnya benjolan di sekitar payudara, bisa kecil, sedang, atau besar, dapat pula terasa mengganggu atau tidak. Dalam artikel ini kita akan membahas secara detil mengenai tanda kanker payudara yang harus di perhatikan, pengetahuan awal ini sangat membantu dalam proses penyembuhan, harap di simak ((Komendotorg, Warning Signs & Symptoms, diakses 18 Oktober 2014)).

1. Benjolan / Penebalan di Sekitar Payudara

Ciri-Ciri-Kanker-Payudara-Benjolan

Benjolan di sekitar payudara merupakan salah satu ciri atau tanda paling awal yang harus anda perhatikan. Sebagian wanita memiliki benjolan di daerah ketiak atau sekitar payudara sebagai tanda awal mereka telah terkena kanker payudara stadium awal.

Walau tidak 100 % benjolan ini menandakan bahwa anda terkena kanker, namun setidaknya anda harus waspada, mulai dari yang terasa kecil atau yang sudah mengganggu, sebaiknya langsung berkonsultasi ke dokter terkait.

Untuk membedakan mana benjolan yang kemungkinan besar adalah kanker payudara dan mana yang tidak, berikut adalah beberapa karakteristiknya ((Imaginis, Breast Lumps – Evaluating a Lump in Breast, diakses 18 Oktober 2014))

Tanda Benjolan Yang Kemungkinan Kanker

  • Benjolan terasa keras
  • Benjolan ini tidak diskrit; tidak mudah dibedakan
  • Benjolan tetap di payudara; tidak bergerak
  • Hanya ada satu benjolan
  • Tidak ada benjolan yang sama di payudara sebelahnya
  • Kulit payudara berlesung pipit
  • Benjolan disertai dengan keluarnya cairan

Benjolan Yang Kemungkinan Kecil Menjadi Kanker

  • Benjolan lunak
  • Benjolan diskrit; mudah dibedakan
  • Benjolan bergerak di payudara
  • Ada beberapa benjolan payudara
  • Ada benjolan di payudara sebelahnya.
  • Benjolan menghilang setelah siklus menstruasi

Selain benjolan, penebalan payudara di bawah ketiak juga wajib anda waspadai dan segera konsultasi di dokter terkait jika anda merasakan hal ini.

2. Perubahan Ukuran dan Bentuk Payudara

Ciri-Ciri-Kanker-Payudara-bentuk-dan-ukuran

Jika anda melihat ada keanehan dalam salah satu bentuk payudara anda maka anda harus khawatir karena ini merupakan tanda umum kedua yang paling sering terjadi. Tidak hanya bentuk, ukuran payudara juga menjadi tanda yang umum.

Perubahan Ukuran

Dari yang sebelumnya besar, 34 hanya menjadi 32 (Contoh dalam ukuran bh )

Perubahan Bentuk

Dari yang sebelumnya mancung, sekarang menjadi tengkulai ke bawah.

Gambar di atas dapat menjadi contoh untuk ciri yang kedua ini, perubahan ukuran dan bentuk ini dapat terjadi pada salah satu payudara, atau kedua-duanya. Jadi ada baiknya jika anda memperhatikan salah satu berubah, atau keduanya berubah dalam hal bentuk dan ukuran anda dapat berkonsultasi lebih lanjut pada dokter terkait.

3. Terdapat Kerutan di Sekitar Payudara

Ciri-Ciri-Kanker-Payudara-kerutan-di-payudara

Kerutan biasanya dialami oleh orang yang sudah tua, namun tidak halnya jika anda mengalami atau terkena gejala awal kanker payudara, kerutan mungkin saja terdapat di bagian tertentu di payudara anda.

Kulit payudara normal

Kulit payudara normal tidak memiliki kerutan, cenderung halus dan permukaan yang rata (kecuali di daerah puting)

Kerutan Tanda Kanker Payudara

Kerutan tanda kanker payudara ini dapat anda rasakan dengan tangan perbedaannya, permukan kasar dan spesifik di daerah tertentu pada kulit payudara.

Biasanya kerutan ini akan berwarna sedikit hitam dan tidak terlalu besar lingkupnya.

4. Keluarnya Cairan Dari Puting Secara Tiba Tiba

Ciri-Ciri-Kanker-Payudara-Keluar-Cairan-Dari-Puting

Ketika tanpa sebab yang jelas (tidak sedang menyusui) tiba tiba keluar cairan dari puting, maka ini adalah salah satu gejala anda terkena kanker payudara.

Cairan putih/bening

Cairan yang keluar dari puting ini dapat berwarna putih dan bening, agak kental atau encer.

Cairan Darah/Kecoklatan

Jika puting mengeluarkan cairan coklat atau bahkan berupa cairan berwarna merah darah, ini sudah tahap kronis dimana anda harus segera berkonsultasi ke dokter. Kemungkinan besar anda mengalami gejala awal kanker payudara.

Namun secara garis besar, apapun cairan yang keluar dari puting tanpa sebab yang jelas sebaiknya anda beri perhatian khusus, periksa ke dokter.

5. Nyeri Tidak Kunjung Hilang Di Bagian Tertentu Payudara

Ciri-Ciri-Kanker-Payudara-nyeri

Payudara mungkin saja terasa nyeri ketika anda mengalami menstruasi ataupun ketika sedang hamil. Namun tentu rasa nyeri tersebut dapat hilang seiring dengan selesainya siklus yang anda lalui.

Lalu bagaimana jika rasa nyeri tersebut tidak kunjung hilang? Jika tidak kunjung hilang coba teliti lagi apakah bagian yang nyeri tersebut terletak pada posisi yang sama atau tidak ? jika pada bagian yang sama maka akan semakin besar kemungkinan bahwa itu merupakan gejala kanker payudara yang harus anda waspadai.

Apa yang harus dilakukan pada nyeri tersebut?

  • Jangan di pencet atau ditempelkan dengan ’minyak’ pereda nyeri
  • Segera konsultasikan ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut
  • Jangan dibiarkan terlalu lama, karena akan sangat berbahaya

6. Payudara Nampak Kemerahan dan Bengkak

Ciri-Ciri-Kanker-Payudara-kemerahan-bengkak

Jika anda mengalami perubahan drastis dari warna kulit sekitar payudara seperti memerah, bengkak, atau terlihat gelap di salah satu sisi dan bagian tertentu pada payudara anda, maka sebaiknya anda mulai berkonsultasi pada dokter spesialis terkait.

Kemerahan

Amati kulit sekitar payudara anda, lihat apakah ada warna aneh di bagian bawah, atas, atau samping. Tanda merah ini biasanya akan membawa kehangatan jika di sentuh. Seperti orang pada saat demam, namun hanya pada daerah tersebut saja.

Bengkak

Selain benjolan ada juga bengkak yang lunak, tidak seperti benjolan yang keras bengkak ini cenderung lebih lunak sifatnya.

7. Puting Masuk Ke Dalam

Ciri-Ciri-Kanker-Payudara-puting-masuk-ke-dalam

Puting susu biasanya akan timbul, kalau pun sedang mengecil setidaknya dia akan sejajar dengan kulit. Namun keanehan harus anda perhatikan ketika ia telah menukik ke dalam dan tidak sewajarnya.

Apakah puting susu saja ?

Tidak. Semua bagian di payudara yang menukik di dalam harus anda waspadai sebagai gejala kanker payudara yang patut dilakukan pengecekan lebih lanjut agar tidak menjadi lebih bahaya.

Puting susu yang ‘bersembunyi’ di dalam dapat terjadi di hanya salah satu bagian saja atau di kedua bagian sekali gus.

Ingat!! Tidak hanya puting susu, bagian lain selain puting juga dapat menukik ke dalam yang tandanya harus anda perhatikan agar tidak berdampak kronis.

8. Gatal, Bersisik Sakit, dan Ruam di Puting Susu

Ciri-Ciri-Kanker-Payudara-Gatal-Bersisik-Ruam

Faktor lain yang dapat menjadi ciri ciri penyakit kanker payudara adalah timbulnya gatal yang tidak terduga di sekitar daerah payudara. Gatal ini dapat terjadi dalam skala kecil dan tidak terlalu mengganggu sampai yang cukup mengganggu karena sulit hilang serta intensitasnya sudah sangat tinggi.

Bersisik

Di kulit payudara juga timbul semacam sisik yang cukup mengganggu karena sakit jika di kelupas atau di pegang. Bersisik pada bagian kulit mana pun tentu harus mendapat treatment yang lebih karena sewajarnya kulit manusia tidak akan bersisik, terlebih jika terjadi di daerah payudara.

Ruam

Khusus untuk ruam hanya terjadi di sekitar puting susu, jika terjadi ruam, sebaiknya berkonsultasi di dokter terkait.

Gejala Lanjut Kanker Payudara


8 Ciri di atas merupakan gejala awal kanker payudara, namun tentu jika kanker sudah menyebar tentu tidak hanya memberikan efek pada fisik di sekitar payudara tersebut. Berikut adalah tanda dan efek kanker payudara yang terlambat diketahui ((Cancerdotca, Signs and symptoms of breast cancer, diakses 18 Oktober 2014)) atau ketika kanker telah menyebar dan mempengaruhi bagian lain di tubuh kita.

  1. Nyeri tulang
  2. Mual
  3. Kehilangan nafsu makan
  4. Penurunan berat badan
  5. Penyakit kuning
  6. Penumpukan cairan di sekitar paru-paru (efusi pleura)
  7. Sesak napas
  8. Sakit kepala hebat dan tidak lekas sembuh
  9. Batuk
  10. Penglihatan ganda
  11. Kelemahan otot

Setelah mengetahui ciri ciri kanker payudara, ada baiknya anda berkonsultasi ke dokter terkait untuk menemukan solusi atas tanda yang anda alami.

Diagnosis Kanker Payudara


Ada beberapa diagnosis kanker payudara yang dapat dilakukan oleh para medis yaitu :

1. Mammogram

mammogram

Adalah cara paling ampuh untuk mendeteksi kanker payudara, mammogram adalah gambar x-ray dari payudara untuk mengetahui jaringan yang ada didalamnya.

2. Biopsi

biopsi

Tes biopsi digunakan untuk orang yang diduga menderita kanker payudara, tes ini dilakukan untuk menindaklanjuti hasil screening dan gejala yang mereka rasakan untuk mengetahui apakah ada kanker payudara atau tidak dan untuk menindaklanjutinya.

 

15 Penyebab Kanker Payudara Yang Perlu Diwaspadai

Fakta Kanker | Wednesday 15th, November 2017

Woman with breast cancer awareness ribbon

Pada dasarnya belum dapat dipastikan bahwa seorang wanita dapat mengembangkan penyebab kanker payudara dalam dirinya atau tidak. Namun ada beberapa penyebab yang mempengaruhi kemungkinan berkembangnya kanker payudara. Beberapa faktor penyebab kanker payudara ini ada yang tidak dapat di ubah dan beberapa faktor lainnya dapat diubah untuk mencegah timbulnya kanker payudara ini. Berikut ini penyebab umum kanker payudara yang perlu para wanita ketahui :

Penyebab Kanker Payudara dari Faktor Genetik


Sedikitnya ada 8 faktor genetik yang menjadi penyebab kanker payudara yang wajib anda waspadai, beberapa diantaranya memang tidak dapat dicegah.

1. Jenis Kelamin

Faktor genetik yang satu ini sudah tentu tidak asing lagi, Betul.. Wanita 100 kali lebih berisiko terkena kanker payudara dibandingkan dengan pria.

2. Usia Senja

Kanker payudara dapat timbul seiring dengan meningkat dengan usia. Sekitar 8 dari 10 kasus kanker payudara terjadi pada wanita di atas usia 50 tahun dan kondisi ini paling banyak menyerang para wanita yang telah mengalami menopause

  • NHSdotuk, Breast Cancer Female-Causes, diakses 04 November 2014

Di Inggris, wanita yang berusia sekitar 50 sampai 70 tahun, melakukan skrining setiap 3 tahun sekali yang dilakukan oleh NHS Breast Screening Programme.

3. Riwayat Dalam Keluarga

penyebab kanker payudaraDi dalam keluarga yang di dalamnya terdapat kerabat dekat yang menderita kanker payudara atau kanker ovarium, kemungkinan besar terkena kanker payudara ini menjadi lebih tinggi.

Beberapa kasus kanker payudara tidak mengalami herediter atau diturunkan dalam keluarga, namun gen tertentu dapat meningkatkan resiko kanker payudara.

Lakukan skrining genetik kanker payudara, jika ditemui kerabat dekat seperti ibu kandung, saudara perempuan atau anak, yang telah menderita kanker payudara di bawah usia 50 tahun. Konsultasikan hal ini sebelumnya pada tenaga medis yang berwenang.

4. Ras

Masalah ras mungkin perlu menjadi pertimbangan, dari data yang dihimpun dari National Breast Cancer wanita “Bule” lebih banyak terkena jenis kanker payudara.

5. Riwayat Kesehatan Pribadi

Jika anda telah terdiagnosis terkena kanker payudara pada salah satu bagian payudara, maka kemungkinan besar faktor risiko akan meningkat pada payudara yang lain. Risiko juga sangat tinggi jika sebelumnya telah terdeteksi sel sel abnormal di sekitar payudara.

6. Masa Menstruasi & Reproduksi

Jika anda telah mengalami menstruasi dini pada usia kurang dari 12 tahun dan manepause terlambat (lebih dari 55 tahun) kemungkinan lebih tinggi terkena risiko kanker payudara. Faktor lain adalah tidak memiliki anak dan melahirkan di usia yang cukup tua menjadikan risiko terkena kanker payudara lebih besar.

7. Perubahan Gen

Perubahan gen BRCA1 dan BRCA2 merupakan salah satu yang memicu terjadinya kanker payudara. Perubahan gen ini dapat diketahui dengan mengambil salah satu tes genetik. Tes genetik sangat dianjurkan jika dalam keluarga terdapat penderita kanker payudara.

8. Kepadatan Payudara

Wanita memiliki payudara yang di dalamnya terdapat jaringan kelenjar yang menghasilkan susu (lobulus). Jaringan payudara yang padat mengandung sel-sel payudara yang lebih tinggi dan memungkinkan terjadinya kanker payudara karena lebih banyak sel-sel yang dapat menjadi kanker. Pemeriksaan jaringan payudara dengan mammogram (scan payudara) juga sulit untuk mendeteksi keberadaan jaringan abnormal.

Penyebab kanker payudara dari faktor genetik ini diantaranya tidak dapat dicegah, beberapa diantaranya adalah :

  • Usia
  • Ras
  • Riwayat keluarga
  • Riwayat kesehatan pribadi
  • Menstruasi dini
  • Manepause telat

Selain penyebab dari faktor genetik, ternyata yang tidak kalah penting adalah penyebab dari faktor lingkungan dan gaya hidup.

Penyebab Kanker Payudara dari Faktor Lingkungan


Faktor lingkungan tidak dapat anda sepelekan, bahkan telah banyak kasus ditemukan penyebabnya adalah paparan lingkungan yang tidak bersahabat dengan jenis kanker ini.

9. Radiasi

Paparan sinar radiasi merupakan salah satu tindakan medis dalam dunia kodokteran, seperti sinar-X dan computerized tomography (CT) scan, dapat menjadi penyebab kanker payudara. Pada orang yang pernah mengalami Hodgkin semasa kecil dan pernah melakukan radioterapi ke daerah dada, seharusnya telah melakukan konsultasi dengan spesialis untuk memeriksakan tentang keberadaan kanker payudara. Kemudian jika pada saat ini dibutuhkan pengobatan yang membutuhkan radioterapi, lakukan diskusi terhadap tenaga medis mengenai kemungkinan terjadinya risiko kanker payudara sebelum pengobatan berlangsung.

Penyebab Kanker Payudara Faktor Gaya Hidup


Nah, ini adalah faktor penyebab yang harusnya dapat kita minimalisir dalam kaitannya menjadi pemicu kanker payudara. Pola hidup sehat adalah salah satu cara mencegah kanker payudara yang cukup ampuh, mari kenali faktor dari gaya hidup :

10. Kelebihan Berat Badan

Terkait dengan hormon estrogen dalam tubuh, ternyata menjadi penyebab kanker payudara, terutama seseorang yang mengalami kelebihan berat badan dan telah mengalami menopause lebih berisiko terkena kanker payudara. Hal ini diduga terkait dengan jumlah estrogen dalam tubuh, karena kelebihan berat badan atau obesitas setelah menopause menyebabkan lebih banyak estrogen yang akan diproduksi.

11. Implan Payudara

Implan sering ditanam dalam tubuh, tak terkecuali pada bagian payudara. Wanita yang menggunakan implan payudara dapat mempengaruhi terjadinya kanker payudara lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan yang tidak memakainya. Hal ini dikemukakan oleh para peneliti dari Kanada dilaporkan dalam BMJ (British Medical Journal) May 2013

  • medicalnewstodaydotcom , What Is Breast Cancer? What Causes Breast Cancer?, diakses 04 November 2014

12 . Melakukan Pekerjaan Tertentu

Beberapa penelitian telah menunjukkan keterkaitan pekerjaan wanita terhadap timbulnya kanker payudara. Penelitian di Prancis menunjukkan hubungan antara wanita yang bekerja pada malam hari dan nelum pernah mengalami kehamilan, dapat menjadi penyebab kanker payudara. Selain itu, penelitian dari Kanada mengemukakan bahwa pekerjaan tertentu, memungkinkan tubuh manusia kontak ke dalam karsinogen, misalnya pekerjaan di bar, otomotif, perusahaan manufaktur plastik, dan perusahaan makanan kemasan (kaleng, plastik).

13. Konsumsi Alkohol

Bahaya alkohol salah satunya adalah dapat menjadi penyebab berkembangnya sel kanker, seperti kanker payudara. Sebuah penelitian kanker mengemukakan bahwa setiap 200 wanita yang secara teratur mengkonsumsi minuman beralkohol setiap sehari, terdapat tiga wanita yang terkena kanker payudara, dibandingkan dengan wanita yang tidak mengkonsumsi alkohol sama sekali.

14. Terapi Penggantian Hormon (HRT)

Terapi penggantian hormon (HRT) sering dihubungkan dengan risiko kanker payudara yang menjadi lebih tinggi. Diperkirakan bahwa akan ada tambahan 19 kasus kanker payudara untuk setiap 1.000 wanita yang menggunakan kombinasi HRT selama 10 tahun. Resiko kanker akan terus meningkat jika semakin lama melakukan HRT. Pemakaian HRT untuk membuat hormon kembali normal selama atau lebih dari lima tahun harus di hentikan, penghentian pemakaian HRT merupakan cara mencegah kanker payudara yang paling efektif.

15. Terdapat Benjolan Jinak

Sering orang mengira, jika terasa benjolan payudara adalah ciri-ciri kanker payudara. Padahal belum tentu benjolan payudara, meskipun beberapa jenis benjolan dapat menjadi penyebab kanker payudara. Benjolan jinak pada jaringan payudara misalnya sel yang tumbuh abnormal di saluran atau sel-sel abnormal di dalam lobus payudara dapat meningkatkan kemungkinan kanker payudara.

Mitos Mengenai Penyebab Kanker Payudara


Terkait dengan penyebab kanker ganas ini, ada beberapa kebiasaan atau alat yang dikhawatirkan menjadi pemicu kanker. Namun ternyata hal tersebut hanya lah mitos: berikut beberapa di antaranya ((NBC, cause of breast cancer. diakses 2015-02-22)).

  • Kafein
  • Deodoran
  • Microwave
  • Telepon
  • Berhubungan dengan penderita kanker payudara.

Memang belum jelas secara pasti apa yang menjadi penyebab kanker payudara. Dokter mulai mengetahui ini saat kanker payudara ini telah terjadi saat sel-sel payudara mulai tumbuh secara abnormal. Sel-sel abnormal tersebut membelah diri dengan lebih cepat dari sel sehat, dan terus menumpuk, hingga membentuk benjolan. Pada kasus yang paling sering terjadi, tumbuhnya sel abnormal ini dimulai pada sel-sel yang berada di saluran penghasil susu. Selain itu juga dapat terjadi pada jaringan kelenjar yang disebut lobulus. Kemudian el-sel dapat menyebar (metastasis) melalui payudara ke kelenjar getah bening atau ke bagian tubuh lain ((mayoclinicdotorg, Breast Cancer, diakses 04 November 2014)).

Beberapa faktor penyebab kanker payudara yang dapat diubah seperti konsumsi alkohol, penggunaan HRT atau kelebihan berat badan ini sebenarnya dapat diminimalisir. Lakukan pola hidup sehat sejak dini untuk mencegah munculnya kanker payudara ini.

Setidaknya anda dapat melakukan beberapa hal ini untuk melakukan pencegahan kanker payudara yang sangat ampuh :

  1. Tidak minum alkohol
  2. Mengurangi berat badan
  3. Tidak merokok
  4. Olahraga secara teratur
  5. Menghindari radiasi
  6. Menghindari Deodoran
  7. Menghindari penggunaan BH yang ketat

7 Ciri Wanita yang Berisiko Terkena Kanker Payudara

Admin – Kesehatan

KANKER-PAYUDARA-02

graf-kes-20-baru

 

Menurut data WHO perempuan di negara berkembang seperti indonesia pertumbuhan wanita yang menderita kanker payudara terus melesat tajam. Penyebab banyak wanita yang menderita kanker payudara ini beragam. Mulai dari urbanisasi, gaya hidup yang serba cepat yang ujung membuat banyak wanita tidak memperhatikan kesehatan, memilih makanan serba instan dan juga polusi perkotaan yang makin hari makin parah. WHO bahkan menyebut bahwa 1 dari 8 wanita di negara berkembang telah menderita kanker payudara.

Nah anda wajib merubah gaya hidup anda lebih sehat lagi apabila anda ingin terhindar dari kanker payudara. Kanker payudara memang tidak mematikan, angka harapan hdiup para penderita kanker ini cukup tinggi. Namun tetap saja, jika ditangani secara terlambat ancaman nyawa anda. Nah untuk itu ayo kenali risiko kanker payudara pada wanita.

Berikut ulasannya seperti dilansir dari laman EVA

1. Genetika

Anda wajib memerhatikan riwayat keluarga anda, apabila anda memiliki saudara atau leluhur yang terkena kanker payudara maka anda harus lebih waspada. Karena anda juga bisa terkena penyakit ini 4 kali lebih besar. Untuk itu, anda wajib sekali melakukan tes skrining pada payudara anda setiap rentan 6 bulan sekali agar anda bisa lebih aman jika terkena masalah yang sama.

2. Wanita Usia 50-an

Wanita yang menginjak usia 50 tahun ke atas ternyata memiliki risiko tertinggi terkena masalah kanker payudara. Penyebabmya akibat dari perubahan hormon yang cukup signifikan di usia ini. Penyabab lainnya adalah karena sistem imun anda mulai melemah saat menginjak usia pertengan ini.

3. Menunda atau tidak Memiliki Anak sama sekali

Memilih menunda memiliki anak bagi wanita adalah alasan merugikan. Banyak dokter menyarankan agar wanita memiliki anak di bawah usia 30 tahun. Sebab semakin tua maka akan ada perubahan genetik. Apalagi jika anda memilih tidak memiliki anak risiko akan bertambah tinggi. Perlu anda tahu, dengan rutin menyusi ASI pada anak bisa mencegah kanker payudara.

4. Pubertas lebih awal

Saat ini banyak wanita yang mengalami pubertas lebih awal. Ternyata siklus ini juga bisa mempengaruhi anda terkena masalah kanker payudara. Ini biasanya karena hormon estrogen dan progesteron yang tidak stabil.

5. Alat Kontrasepsi

Alat kontrasepsi oral semacam pil dapat mengurangi risiko kanker ovarium dan kanker rahim, tetapi jenis kontarasepsi ini juga memiliki banyak efek samping. Salah satunya adalah peningkatan risiko mengembangkan sel kanker payudara.

6. Masalah Hormon

Wanita yang memiliki masalah hormon seperti kebanyakan hormon testoteron bisa menyebabkan wanita itu terkena masalah kanker payudara.

7. Wanita dengan masalah Obesitas

Lemak dalam tubuh kita memiliki kemampuan untuk membuat enzim yang disebut aromatase yang fungsinya membantu meningkatkan metabolisme untuk memproduksi estrogen. Saat cadangan lemak banyak maka hormon estrogen akan melimpah hal inilah yang menyebabkan anda berisiko terkena kanker payudara lebih besar.

Opera Snapshot_2017-11-15_195833_www.google.compenyebab-kanker-payudara-3-1

Keuntungan Menyusui Bagi Penderita Kanker Payudara

KANKER PAYUDARA 20

Sebagai seorang ibu, pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya.

Agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dan sehat. Salah satunya yaitu dengan memberikan ASI eksklusif pada buah hati.

Namun bagaimana jika keadaan sang Ibu menderita penyakit kanker payudara.

Bisa dan bolehkah Ia tetap menyusui?

Pakar laktasi, dr. Utami Roesli, SpA menyatakan bahwa ibu dengan kanker payudara bisa saja menyusui. Pasalnya, kanker mungkin berada bukan pada sel-sel pembuat ASI. Hanya saja, diperlukan pertimbangan-pertimbangan tertentu.

  1. Pertama, tidak dalam pengobatan dengan obat kimiawi, karena obat yang dikonsumsi akan dialirkan dalam darah dan bisa terlarut dalam ASI. Sehingga pemberian ASI pada bayi akan membawa efek dari obat.
  2. Kedua, keadaan fisik setiap penderita kanker payudara berbeda-beda. Untuk itu, ada baiknya sang ibu berkonsultasi dengan dokter yang memeriksanya. Jika sel kanker ternyata mempengaruhi produktifitas ASI, maka bisa disiasati dengan memberikan ASI dari payudara yang tidak terkena kanker.

Namun, meskipun produktifitas ASI menurun pada payudara yang terkena kanker, tetaplah menyusui.

Hal tersebut dikarenakan, menurut studi dalam Journal of National Cancer Institute memperlihatkan penurunan resiko berulangnya kanker payudara. Karena biasanya, kanker payudara akan kembali lagi meskipun paska operasi.

Pasien kanker payudara yang menyusui akan mengalami penurunan resiko kembali berulangnya kanker hingga 30%.

  • Kesimpulan tersebut didapat setelah melakukan peninjauan catatan medis pada 1.636 wanita dengan kaker payudara dan riwayat menyusui mereka.
  • Sebanyak 383 perempuan kembali menderita kanker payudara, sedangkan 290 lainnya meninggal.

Menyusui dapat mengubah atau mengatur lingkungan molekul yang membuat tumor lebih responsif terhadap terapi anti-estrogen dan membuatnya kurang agresif.

Meskipun belum jelas apa yang melatar belangkangi, mengapa wanita yang menyusui membuat tumor kurang agresif.

Diketahui bahwa menyusui juga menurunkan risiko terjadinya kanker payudara.

Hal ini diduga karena adanya perubahan struktural di jaringan payudara saat menyusui dan penekanan jumlah estrogen yang diproduksi tubuh oleh laktasi.

Penekanan estrogen ini juga diperkirakan terkait dengan penurunan risiko kanker ovarium.


utami-dalam

dr. Utami Roesli, SpA, IBCLC, FABM adalah seorang dokter Indonesia. Ia dikenal sebagai seorang aktivis yang gigih memperjuangkan hak-hak bayi untuk mendapatkan ASI yang baik. 

Wikipedia

Lahir: 17 September 1945 (71 tahun), Semarang, Indonesia
Orang Tua: Roeshan Roesli
Kakek / Nenek: Marah Roesli
Kakek Buyut: Sultan Abu Bakar

3 Perbedaan Tumor Payudara dan Kanker Payudara

KANKER PAYUDARA 20

Tumor dan kanker sering sekali disalah artikan sebagai penyakit jinak dan ganas. Tumor adalah penyakit jinak sedangkan kanker adalah penyakit ganas. Pernyataan ini kurang tepat karena tumor adalah salah satu gejala dari penyakit kanker baik itu jinak maupun ganas. Berikut adalah beberapa perbedaan tumor payudara dan kanker payudara. (Artikel terkait: Perbedaan Kanker dan Tumor secara Umum)

1. Istilah

Tumor

Tumor adalah pertumbuhan unit terkecil tubuh manusia atau sel yang abnormal dan terjadi secara tidak terkontrol baik kecepatan dan besarnya. Tumor berasal dari bahasa latin “tumere” yang artinya bengkak. Tumor merupakan benjolan pada tubuh yang tidak pada semestinya. Sebagai contohnya hidung anda sebenarnya juga merupakan benjolan, akan tetapi hidung memang semestinya terletak secara alami di wajah. Beda jika tiba- tiba di daerah tersebut tidak ada benjolan kemudian muncul sebuah benjolan. Dari pertumbuhan sel tumor ini, munculah sifat- sifat tertentu yang membedakan tumor penyakit ganas dan jinak. (Baca juga: ciri benjolan kanker payudara dan cara pemeriksaannya)

Kanker

Kanker berasal dari bahasa latin yaitu ‘cancri’ yang artinya adalah kepiting. Orang pada zaman dahulu melihat bahwa pembuluh darah yang mengelilingi tumor kanker tampak seperti jepit dan kaki kepiting. Kanker adalah suatu penyakit yang disebabkan mutasi materi genetik sel yang karena terganggunya kontrol regulasi pertumbuhan sel- sel normal. Sel ini tidak mengenal program kemarian sel yang disebut apoptois. Apoptosis adalah mekanisme bunuh diri sel yang sudah tua sehingga tidak memenuhi anggota tubuh. Karena itu sel ini akan semakin banyak dan menjadi benjolan yang disebut tumor.

2. Sifat Penyakit

Setelah penjelasan mengenai istilah tumor dan kanker, anda akan paham bahwa sebenarnya yang harus dibedakan adalah kanker jinak dan kanker ganas.

Kanker Jinak

Kanker jinak payudara memiliki tumor yang sifatnya jinak yaitu sel tumbuh pada lokasinya, tidak menyebar ke tempat lain, sehingga jika dilakukan operasi dapat memberikan prognosis yang baik.

Tumor ini memiliki beberapa konsistensi padat kenyal, lunak dan kista. Jika pada kenyal lebih condong pada fibroadenoma yang pertumbuhannya dipengaruhi oleh hormon.

Jika lunak mungkin merupakan sebuah tumor jinak yang berasal dari lemak. Jika kista berarti berupa fibrocystic adenoma yang pertumbuhnnya dipengaruhi oleh hormon. Terdapat jenis penyakit kanker yang sebenarnya jinak yang kemudian dapat berubah menjadi ganas, namanya adalah tumor phyloides.

Tumor ini sangat besar, besarnya bisa melebihi ukuran dada anda. Namun, gradenya bisa jinak, moderat dan ganas.

Kanker Ganas

Kanker ganas payudara, kanker ini biasanya memiliki konsistensi padat keras dan tidak nyeri. Kanker payudara yang ganas memiliki pertumbuhan sel tumor yang bersifat ganas. Sel tumor ganas tumbuh dan memebah dengan cepat dan dapat menginvasi jaringan sekitar. Karena pertumbuhanya ini tumor banyak menyerap nutrisi dasar host atau pasien kanker payudara. Sehingga gejala kanker payudara salah satunya adalah penurunan berat badan. Tubuh yang kurus dapat terlihat cukup kentara pada gejala kanker payudara stadium III dan gejala kanker payudara stadium IV. Kanker payudara pada stadium ini merupakan kanker stadium lanjut. Sedangkan, pada gejala awal kanker payudara,gejala tubuh yang kurus mungkin tidak akan terlalu nampak. Pada kanker payudara stadium 1 dan kanker payudara stadium II gejala penurunan berat badan ini ditandai dengan penurunan berat badan lebih dari 10% dalam waktu 1 bulan.

3. Sifat Sel

Ilmu yang mempelajari perubahan struktur pada sel yang mengalami neoplasma dinamakan patologi anatomi. Menurut ilmu ini, terdapat beberapa karakteristik yang membedakan tumor jinak dan tumor ganas.

Tumor Jinak

Tumor jinak memiliki cara pertumbuhan yang meluas. Tumor jinak tidak meinfiltrasi jaringan payudara yang sehat, namun mungkin akan mendesak jaringan normal yang lain sehingga tetap ada gejala awal kanker payudara berupa benjolan. (Artikel terkait: Penyebab Tumor Jinak Payudara)

Jika dilihat di bawah mikroskop, sel tumor jinak dan sel payudara yang sehat ini memiliki perbedaan yang jelas. Selain itu, melalui mikroskop anda dapat melihat inti sel tumor payudara yang kadang memiliki bentuk materi genetik atau kromatin yang normal atau mengalami sedikit perubahan, kenampakan aktivitas mitosis atau pembelahan sel juga jarang. Nekrosis atau jaringan payudara yang sehat yang mati juga jarang terlihat.

Tumor jinak payudara memerlukan waktu bertahun- tahun untuk cepat membesar karena kecepatan tumbuh yang lambat. Namun, ada beberapa tipe kanker jinak payudara yang dalam perjalanannya dapat berubah menjadi tumor ganas payudara sehingga pertumbuhan tumor menjadi sangat cepat.

Sebenarnya tubuh kita memiliki sistem pertahanan yang akan melawan sesuatu yang menghambat kerja tubuh termasuk salah satunya adalah tumor.

Cara sistem kekebalan tubuh kita untuk melindungi tubuh dari tumor adalah dengan membuat sebuah selubung pada tumor payudara jinak, sehingga tumor jinak tersebut seakan- akan memiliki kapsul.

Kapsul akan memberikan batasan yang jelas antara sel kanker dan sel sehat. Kapsul ini dibentuk pertahanan tubuh kita adalah untuk melokalisir tumor agar tidak mudah menyebar dan metastasis ke organ lain dan menimbulkan gejala kanker paru, gejala kanker tulang, gejala kanker hati, gejala kanker otak dan lain- lain.

Tumor Ganas

Di sisi lain, tumor ganas payudara yang nama penyakitnya adalah kanker ganas payudara memiliki cara pertumbuhan infiltratif artinya tumor ini tidak hanya mendesak sel payudara yang masih sehat, namun dapat menembus tiap lapisan sel normal hingga masuk ke organ dalam tubuh.

Karena sifatnya yang dapat menembus ini, jika dilihat lebih detil di bawah mikroskop, akan susah melihat perbedaan antara sel sehat dan sel kanker. Selain dapat menembus berbagai jaringan, kanker ini dapat tumbuh dengan cepat.

Kecepatan tumbuh sel ini tidak mampu dibendung oleh sistem pertahanan kita sehingga tidak ada kapsul yang terbentuk dan jika dilihat tidak ada batas antara sel kanker dan sel normal. Tidak adanya kapsul ini dapat membuat tumor ganas cepat menyebar dan bermetastasis,

Jika kanker payudara sudah mencapai tahap ini makan disebut gejala kanker payudara stadium 4.

Aktivitas pembelahan sel juga sering terlihat di bawah mirkroskop dengan intis sel yang memiliki matergenetik yang kasar dan bentuknya bermacam- macam dengan inti yang besar, ukuran inti sel hampir 80% ukuran sel itu sendiri.

Jaringan tumor ganas banyak megambil nutrisi dari sel lain dan menyebabkan sel tersebut mati dan menimbulkan nekrosis atau jaringan mati. (baca juga: Ciri ciri Tumor Ganas)

Itulah tadi beberapa penjelasan mengenai perbedaan tumor payudara dan kanker payudara. Semoga bisa menambah wawasan anda ya.

Sumber: FaktaKanker

 

 

25 Makanan Penyebab Kanker Payudara pada Wanita

KANKER PAYUDARA 20

Kanker payudara adalah kanker yang paling sering dialami wanita di seluruh dunia dan insidennya terus meningkat seiring berjalaanya waktu. Nutrisi mempengaruhi risiko menderita knker payudar sekitar 35% dari semua kasus kanker.

Saran diet yang berguna untuk pencegahan kanker payudara adalah dengan mengurangi konsumsi minuman beralkohol, daing merah dan lemak serta meningkatkan konsumsi serat dan vitamin D seperti fitoestrogen dari berbagai sumber makanan.

Mekanisme bagaimana faktor risiko makanan dapat mempengaruhi terjadinya kanker payudara tidakdapat dipahami. berikut ini 25 Makanan Penyebab Kanker Payudara:

1. Makanan tinggi lemak

Makanan yang tinggi kandungan lemak dapat meningkatkan risiko menderita kanker payudara pada penelitian dengan hewan coba. Penelitian saat ini menyatakan bahwa tiap jenis tipe lemak memberikan hasil peningkatan risiko kanker payudara yang berbeda.

Asam myristoleat, asam erusik, asam palmitat, margarik, asam linoleat dan asam stearat dihubungkan dengan peningkatan risiko kanker payudara. Sedangkan asam lemak trans dan PUFA (Polyunsaturated Fatty Acid) tidak dihubungkan adanya peningkatan risiko kanker payudara. Bahkan ada bbberapa asa lemak seperti PUFA dimana tubuh kekurangan asam lemak ini dapat menigkatkan risiko menderita kanker payudara.

Namun, tetap saja lemak ini bergantung dengan cara pengolahan makanan. Makanan yang dirposes atau diaawtkan akan mengubah susunan kimia dari asam lemak dan menyebabkan lemak ini berpotensi meningkatkan risiko kanker payudara.

Mekanisme bagaimana makanan tinggi lemak dapat menyebabkan kanker paydara melalui akumulasi jaringan adiposa atu lemak tubuh. Jaringan ini adalah lokasi yang amat penting untuk perubahan hormon androstenedione menjadi estron. Estrogen dpat meningkatkn pertumbuhan sel payudara.

2. Konsumsi daging

Daging menjadi salah satu Makanan Penyebab Kanker Payudara. Hubungan antara konsumsi daging merah dengan risiko kanker payudara adalah melalui metabolisme yang menaktifkan HCA (heterosiklik amin).

Metabolit HCA akan terakumulasi di payudara dan mengikat DNA, DNA yang diikat ini akan mengalami mutasi genetik dan menyebabkan kanker payudara. Namun, risiko seorang wanita untuk menderita kanker payudara karena konsumsi daging merah bervariasi berdasarkan jenis daging, metodek memasak, temperatur serta lama memasak daging tersebut.

3. Makan makanan rendah serat

Terdapat lebih dari satu mekanisme yang menjelaskan peran serat untuk menurunkan risiko menderita kanker payudara. Makanan yang tinggi serat akan meningkatkan pembuangan hormon estrogen sehingga dapat mengurangi kadar estrogen yang beredar dalam peredaran darah.

Kotoran dalam usus yang mengandung banyak serat dapat menghambat penyerapan estrogen dalam usus, sehingga dapat mengurangi estrogen yang beredar dalam usus. Selain itu, peran serat adalah dengan menggangu kolesterol yang beredar di sirkulasi enterohepatik, dimana kolesterol ini merupakan prekursor hormon estrogen. Karena mekanisme ini serat dapat menurunkan risiko menderita kanker payudara. Kebiasaan jarang mengonsumsi makanan berserat dapat meningkatkan risiko menderita kanker payudara.

4. Konsumsi Alkohol

Berdasarkan sebuah penelitian epidemiologis, telah ditemukan bahwa kebiasaan konsumsi alkohol yang terus menerus dapat meningkatkan risiko kanker paydara.

Diantara wanita yang mengonsumsi alkohol secara teratur, terdapat peningkatan risiko kanker payudara dibandingkan wanita yang tidak mengonsumsi alkohol.

Beberapa mekanisme dapat menjelaskan bahwa konsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko kanker payudara, yaitu alkohol dapat berefek pada risiko kanker dengan meningkatkan estrogen intraseluler dimana dapat berikatan dengan reseptor estrogen.

Ikatan dengan reseptor etrogen ini akan meningkatkan pertumbuhan kanker payudara. Diantara wanita yang premenopause, intake alkohol yang moderate dapat menurunkan variasi siklus menstruasi dan meningkatkan frekuensi siklus menstruasi jangka panjang.

5. Fitoestrogen

Fitoestrogen adalah substansi tanaman dimana  dikategorikan menjadi tiga kelas berdasarkan struktur, yaitu flavon, coumestans dan lignan. Dari yang tertarik dengan isoflavon yang banyak terkandung dalam kacang kedelai dan produk kacang kedelai karena strukturnya yang mirip dengan estrogen.

6. Makan makanan yang kurang Vitamin D

Terdapat sebuah hipotesis bahwa vitamin D dapat mengurangi risiko kanker payudara. Mekanisme yang berhubungan dengan reduksi risiko kanker payudara dan intake vitamin D adalah growth arrest dan apoptosis.

Vitamin D dapat mengindusi atau mendorong terjadinya perubahan bentuk yang berhubungan dengan apoptosis pada sel kanker payudara. Selain itu, viamin D dapat mengurangi risiko metastase dan invasi sel kanker.

Vitamin D dapat berperan sebagai zat anti-inflasi yang menurunkan COX-2 atau cyclooxygenase-2 yang berperan dalam pembentukan prostaglanding. Protaglandin ini berperan dalam sintesis kanker payudara pada manusia.

7. Besi

Beberapa wanita yang sudah menopause memiliki kadar besi dalam darah yang cukup tinggi karena intake dari daging dan makanan yang terfortifikasi besi dan penggunaan luas dari suplemen diet yang berisi besi.

Diet yang tinggi besi dapat dihubungkan dengan epidemiologi terhadapt peningkatan perkembangan tumor pada manusia. Beberapa penelitian telah meaporkan bahwa diet rendah besi dapat memperlambat pertumbuhan tumor.

Diet tinggi besi dapat menyebabkan stres oksidatid dan kerusakan DNA sera peroksidasi lemak yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara.

8. Makanan makanan yang kurang Asam Folat

Hubungan antara asam dan risiko kanker payudara masih belum diketahui secara pasti. Namun, terdapat satu penelitian yang menemukn bahwa intake asam folat berhbungan dengan penurunan risiko kanker payudara pada wanita yang belum menopause.

Namun, penelitian terbaru mengungkapkan bahwa tidak terdapat hubungan antara asam folat dengan risiko kanker payudara, namun intake atau konsumsi asam folat yang lebih tinggi berhubungan dengan risiko kanker payudara.

Penelitian kohort yang besar mengungkapkan bahwa intake folat dihubungkan risiko kanker payudara yang lebih rendah pada wanita yang rutin mengonsumsi folat lebih dari 1,272 dietary folat equivalent (DFE/ hari dari total konsumsi asam folat sehari- hari) dibandingkan dengan wanita yang lebih sedikit atu kurang dari 345 Dfe.

9. Makan makanan yang kurang vitamin A

Vitamin a terdiri dari vitamin A yang belum terbentuk yang bersumber daru sumber hewan dan karotenoid yang ditemukan dalam buah dan sayuran. Banyak karotenoid yang merupakan antioksidn poten dan menyediakan perlindungan terhadap radikal bebas yang dapat menyebabkan mutasi genetik dan memicu terbentuknya kanker payudara

10. Makanan yang mengandung sedikit Vitamin E

Vitamin E adalah salah satu vitamin yang larut lemak dan memiliki efek antioksidan yang berfungsi untuk melawan kanker. Dalam sebuah penelitian dengan hewnt coba vitamin E menunjukan efek antioksidan yang baik dalam melawan radikal bebas.

11. Makanan yang mengandung sedikit Vitamin C

Vitamin C (asam askorbat) dapat menghalangi pembentukan nitrosamin yang bersifat karsinogen. Pada sebuah penelitian prospektif mengenai hubungan antara intake vitamin C dan kanker payudara terdapat hasil yang tidak terlalu signifikan.

12. Makanan yang rendah selenium

Selenium adalah komponen penting dalam fungsi enzim antioksidn enzim glutation peroksidae dalm menghambat proliferasi sel dan mencegah kanker.  Namun, efeknya dan kdar selenium dalam tubuh tergantung dari daerah geografi yang mereka tinggali sehingga penelitan prospektif untuk meneliti hubungan elenium dan risiko kanker payudara belum menunjukan hasil yang signifikan.

13. Kafein

Terdapat sebuah spekulasi bahwa kafein dapat meningkatkan risiko seorang wanita menderitak kanker. Hal ini diikuti dengan laporan kasus bahwa wanita dengan penyakit kanker jinak payudara mengalami hilangnya gejala setelah mengeliminasi kafein dari dietnya. Namun, dalam penelitian prospektif belum ditemukan peningkatan risiko karena konsumsi kopi

14. Kacang kedelai

Kacang kedelai mengandung fitoestrogen genistein yang berdasarkan teoris dapat berikatan dengan reseptor estrogen dan meningkatkan risiko kanker payudara. Namun, berdasarkan penelitian ternyata wanita yang mengonsusmi produk kacang kedelai sejak kecil memiliki risiko yang lebih rendah.

15. Kurang mengonsumsi buah berry

Keluarga beri seperti strawberry, blackberry dan blueberry yang dikonsumsi secra rutin dapat meningkatkan perlidungan tubuh terhadap risiko menderita kanker payudara karena mengandung banyak vitamin seperti A dan C serta mengandung serta yang cukup tinggi

16. Kurang konsumsi buah peach

Mengonsumsi buah peach secara rutin dapat memenuhi kebutuhan serat dalam tubuh dan juga memberikan perlindungan terhadap risiko kanker payudara karena menganddung vitamin dan antioksidan.

17. Mi Instan

Mengonsumsi mi instan secara rutin dapat mengancam kesehatan. Tidak hanya meningkatkan risiko kanker payudara namun juga dapat meningkatkan risiko kanker yang lain seperti kanker lambung dan kanker usus

18. Sering mengonsumsi ayam potong

Dewasa ini, demi mendapatkan ayam dengan daging yang tebal dan lemak yang banyak diberikan tambahan obat yang mengandung hormon pada unggas ayam. Tak jarang ayam potong yang sering kita konsumsi ini menjadi tinggi akan hormon estrogen. Akibatnya risiko kanker payudara semakin meningkat

Baca juga: Ciri Kanker Payudara pada Ibu Menyusui

19. Sering mengonsumsi makanan cepat saji

Di kota- kota besar sering ditemukan restoran cepat saji yang menyediakan makanan cepat saji. Padahal nutrisi pada makanan cepat saji tersebut kurang baik bagi tubuh karena mengandung banyak kalori dan pengawet yang berujung pada peningkatan risiko sejumlah penyakit termasuk kanker payudara.

20. Sering mengonsumsi minuman manis dan bersoda

Minuman jenis ini memang lezat dan menyegarkan, namun kalori yang berasal dari gula buatan yang terdapat minuman ini sangat tinggi. Kalorinya pun juga sangat besar. Tubuh akan menyimpannya menjadi cadangan makanan dan berdampak dengan meningkatnya pembentukan jaringan adiposa.

21. Makanan tinggi garam

Garam selain dapat meningkatkan tekanan darah dapat juga menyebabkan gangguan sistem imun tubuh dengan meningkatkan kerdangan yang diperantasi IL-17. Pada penyakit kanker payudara, makanan yang tinggi garam akan meningkatkan keradangan yang disebabkan oleh tumor payudara.

22. Asam lemak Omega-6

Asam lemak Omega 6 dapat meningkatkan proses keradangan secara berlebihan dan mengganggu tubuh untuk mengeliminasi sel kanker yang terbentuk karena gangguan pada imunitas tubuh.

23. Memasak makanan dengan cara menggoreng

Daging yang dimasak dengan cara digoreng dengan suhus yang tinggi dapat membentuk karsinogen seperti amin heterosiklik dan hidrikarbon aromatik polisiklik. Daging yang dimasak hingga matang  dengan digoreng dengan suhu tinggi dapat meningkatkan risiko kanker payudara

24. Memamasak makanan dengan dipanggang

Proses pemanggangan dapat menyebabkan uap yang berisi zat- zat yang berbahaya bagi kesehatan tubuh dan dapat menyebabkan mutasi genetik. Selain itu juga dapat pembentukan komponen berbahaya novolatil seperti hidroperoksida dan aldehida yang berbahaya bagi tubuh.

25. Memasak makanan dengan dibakar

Sama seperti memanggan dan menggoreng, memasak bahan mkanan yang mengandung protein terutama daging merah dapat membentuk sejumlah zat yang mengandung karsinogen yang membahayakan tubuh.

Sumber: FaktaKanker

Ciri Ciri Kanker Payudara (Dilengkapi Gambar)

KANKER PAYUDARA 20

Ciri ciri kanker payudara yang paling umum adalah adanya/timbulnya benjolan di sekitar payudara, bisa kecil, sedang, atau besar, dapat pula terasa mengganggu atau tidak. Dalam artikel ini kita akan membahas secara detil mengenai tanda kanker payudara yang harus di perhatikan, pengetahuan awal ini sangat membantu dalam proses penyembuhan, harap di simak ((Komen.org, Warning Signs & Symptoms, diakses 18 Oktober 2014)).

1. Benjolan / Penebalan di Sekitar Payudara

Ciri-Ciri-Kanker-Payudara-Benjolan

Benjolan di sekitar payudara merupakan salah satu ciri atau tanda paling awal yang harus anda perhatikan. Sebagian wanita memiliki benjolan di daerah ketiak atau sekitar payudara sebagai tanda awal mereka telah terkena kanker payudara stadium awal.

Walau tidak 100 % benjolan ini menandakan bahwa anda terkena kanker, namun setidaknya anda harus waspada, mulai dari yang terasa kecil atau yang sudah mengganggu, sebaiknya langsung berkonsultasi ke dokter terkait.

Untuk membedakan mana benjolan yang kemungkinan besar adalah kanker payudara dan mana yang tidak, berikut adalah beberapa karakteristiknya ((Imaginis, Breast Lumps – Evaluating a Lump in Breast, diakses 18 Oktober 2014))

Tanda Benjolan Yang Kemungkinan Kanker

  • Benjolan terasa keras
  • Benjolan ini tidak diskrit; tidak mudah dibedakan
  • Benjolan tetap di payudara; tidak bergerak
  • Hanya ada satu benjolan
  • Tidak ada benjolan yang sama di payudara sebelahnya
  • Kulit payudara berlesung pipit
  • Benjolan disertai dengan keluarnya cairan

Benjolan Yang Kemungkinan Kecil Menjadi Kanker

  • Benjolan lunak
  • Benjolan diskrit; mudah dibedakan
  • Benjolan bergerak di payudara
  • Ada beberapa benjolan payudara
  • Ada benjolan di payudara sebelahnya.
  • Benjolan menghilang setelah siklus menstruasi

Selain benjolan, penebalan payudara di bawah ketiak juga wajib anda waspadai dan segera konsultasi di dokter terkait jika anda merasakan hal ini.

2. Perubahan Ukuran dan Bentuk Payudara

Ciri-Ciri-Kanker-Payudara-bentuk-dan-ukuran

Jika anda melihat ada keanehan dalam salah satu bentuk payudara anda maka anda harus khawatir karena ini merupakan tanda umum kedua yang paling sering terjadi. Tidak hanya bentuk, ukuran payudara juga menjadi tanda yang umum.

Perubahan Ukuran

Dari yang sebelumnya besar, 34 hanya menjadi 32 (Contoh dalam ukuran bh )

Perubahan Bentuk

Dari yang sebelumnya mancung, sekarang menjadi tengkulai ke bawah.

Gambar di samping dapat menjadi contoh untuk ciri yang kedua ini, perubahan ukuran dan bentuk ini dapat terjadi pada salah satu payudara, atau kedua-duanya. Jadi ada baiknya jika anda memperhatikan salah satu berubah, atau keduanya berubah dalam hal bentuk dan ukuran anda dapat berkonsultasi lebih lanjut pada dokter terkait.

3. Terdapat Kerutan di Sekitar Payudara

Ciri-Ciri-Kanker-Payudara-kerutan-di-payudara

Kerutan biasanya dialami oleh orang yang sudah tua, namun tidak halnya jika anda mengalami atau terkena gejala awal kanker payudara, kerutan mungkin saja terdapat di bagian tertentu di payudara anda.

Kulit payudara normal

Kulit payudara normal tidak memiliki kerutan, cenderung halus dan permukaan yang rata (kecuali di daerah puting)

Kerutan Tanda Kanker Payudara

Kerutan tanda kanker payudara ini dapat anda rasakan dengan tangan perbedaannya, permukan kasar dan spesifik di daerah tertentu pada kulit payudara.

Biasanya kerutan ini akan berwarna sedikit hitam dan tidak terlalu besar lingkupnya.

4. Keluarnya Cairan Dari Puting Secara Tiba Tiba

Ciri-Ciri-Kanker-Payudara-Keluar-Cairan-Dari-Puting

Ketika tanpa sebab yang jelas (tidak sedang menyusui) tiba tiba keluar cairan dari puting, maka ini adalah salah satu gejala anda terkena kanker payudara.

Cairan putih/bening

Cairan yang keluar dari puting ini dapat berwarna putih dan bening, agak kental atau encer.

Cairan Darah/Kecoklatan

Jika puting mengeluarkan cairan coklat atau bahkan berupa cairan berwarna merah darah, ini sudah tahap kronis dimana anda harus segera berkonsultasi ke dokter. Kemungkinan besar anda mengalami gejala awal kanker payudara.

Namun secara garis besar, apapun cairan yang keluar dari puting tanpa sebab yang jelas sebaiknya anda beri perhatian khusus, periksa ke dokter.

5. Nyeri Tidak Kunjung Hilang Di Bagian Tertentu Payudara

Ciri-Ciri-Kanker-Payudara-nyeri

Payudara mungkin saja terasa nyeri ketika anda mengalami menstruasi ataupun ketika sedang hamil. Namun tentu rasa nyeri tersebut dapat hilang seiring dengan selesainya siklus yang anda lalui.

Lalu bagaimana jika rasa nyeri tersebut tidak kunjung hilang? Jika tidak kunjung hilang coba teliti lagi apakah bagian yang nyeri tersebut terletak pada posisi yang sama atau tidak ? jika pada bagian yang sama maka akan semakin besar kemungkinan bahwa itu merupakan gejala kanker payudara yang harus anda waspadai.

Apa yang harus dilakukan pada nyeri tersebut?

  • Jangan di pencet atau ditempelkan dengan’minyak’ pereda nyeri
  • Segera konsultasikan ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut
  • Jangan dibiarkan terlalu lama, karena akan sangat berbahaya

6. Payudara Nampak Kemerahan dan Bengkak

Ciri-Ciri-Kanker-Payudara-kemerahan-bengkak

Jika anda mengalami perubahan drastis dari warna kulit sekitar payudara seperti memerah, bengkak, atau terlihat gelap di salah satu sisi dan bagian tertentu pada payudara anda, maka sebaiknya anda mulai berkonsultasi pada dokter spesialis terkait.

Kemerahan

Amati kulit sekitar payudara anda, lihat apakah ada warna aneh di bagian bawah, atas, atau samping. Tanda merah ini biasanya akan membawa kehangatan jika di sentuh. Seperti orang pada saat demam, namun hanya pada daerah tersebut saja.

Bengkak

Selain benjolan ada juga bengkak yang lunak, tidak seperti benjolan yang keras bengkak ini cenderung lebih lunak sifatnya.

7. Puting Masuk Ke Dalam

Ciri-Ciri-Kanker-Payudara-puting-masuk-ke-dalam

Puting susu biasanya akan timbul, kalau pun sedang mengecil setidaknya dia akan sejajar dengan kulit. Namun keanehan harus anda perhatikan ketika ia telah menukik ke dalam dan tidak sewajarnya.

Apakah puting susu saja ?

Tidak. Semua bagian di payudara yang menukik di dalam harus anda waspadai sebagai gejala kanker payudara yang patut dilakukan pengecekan lebih lanjut agar tidak menjadi lebih bahaya.

Puting susu yang ‘bersembunyi’ di dalam dapat terjadi di hanya salah satu bagian saja atau di kedua bagian sekali gus.

Ingat!! Tidak hanya puting susu, bagian lain selain puting juga dapat menukik ke dalam yang tandanya harus anda perhatikan agar tidak berdampak kronis.

8. Gatal, Bersisik Sakit, dan Ruam di Puting Susu

Ciri-Ciri-Kanker-Payudara-Gatal-Bersisik-Ruam

Faktor lain yang dapat menjadi ciri ciri penyakit kanker payudara adalah timbulnya gatal yang tidak terduga di sekitar daerah payudara. Gatal ini dapat terjadi dalam skala kecil dan tidak terlalu mengganggu sampai yang cukup mengganggu karena sulit hilang serta intensitasnya sudah sangat tinggi.

Bersisik

Di kulit payudara juga timbul semacam sisik yang cukup mengganggu karena sakit jika di kelupas atau di pegang. Bersisik pada bagian kulit mana pun tentu harus mendapat treatment yang lebih karena sewajarnya kulit manusia tidak akan bersisik, terlebih jika terjadi di daerah payudara.

Ruam

Khusus untuk ruam hanya terjadi di sekitar puting susu, jika terjadi ruam, sebaiknya berkonsultasi di dokter terkait.

Gejala Lanjut Kanker Payudara

8 Ciri di atas merupakan gejala awal kanker payudara, namun tentu jika kanker sudah menyebar tentu tidak hanya memberikan efek pada fisik di sekitar payudara tersebut. Berikut adalah tanda dan efek kanker payudara yang terlambat diketahui((Cancer.ca, Signs and symptoms of breast cancer, diakses 18 Oktober 2014)) atau ketika kanker telah menyebar dan mempengaruhi bagian lain di tubuh kita.

  • Nyeri tulang
  • Mual
  • Kehilangan nafsu makan
  • Penurunan berat badan
  • Penyakit kuning
  • Penumpukan cairan di sekitar paru-paru (efusi pleura)
  • Sesak napas
  • Sakit kepala hebat dan tidak lekas sembuh
  • Batuk
  • Penglihatan ganda
  • Kelemahan otot

Setelah mengetahui ciri ciri kanker payudara, ada baiknya anda berkonsultasi ke dokter terkait untuk menemukan solusi atas tanda yang anda alami.

Diagnosis Kanker Payudara

Ada beberapa diagnosis kanker payudara yang dapat dilakukan oleh para medis yaitu :

1. Mammogram

mammogram

Adalah cara paling ampuh untuk mendeteksi kanker payudara, mammogram adalah gambar x-ray dari payudara untuk mengetahui jaringan yang ada didalamnya.

2. Biopsi

biopsi-300x242

Tes biopsi digunakan untuk orang yang diduga menderita kanker payudara, tes ini dilakukan untuk menindaklanjuti hasil screening dan gejala yang mereka rasakan untuk mengetahui apakah ada kanker payudara atau tidak dan untuk menindaklanjutinya.

Sumber: FaktaKanker

 

 

Waspadai Benjolan Pada Payudara

KANKER PAYUDARA 20

waspadai-benjolan-pada-payudara-alodokter

Kanker payudara akan memunculkan benjolan di payudara. Namun, tidak semua benjolan pada payudara merupakan kanker. Delapan puluh persen kasus benjolan di payudara bukanlah kanker. Hal ini karena sejumlah kondisi medis lainnya dapat pula menimbulkan benjolan di payudara.

Oleh karena itu, kenali perbedaan benjolan kanker dan nonkanker berikut ini.

Benjolan Nonkanker

Pada kasus nonkanker, benjolan di payudara merupakan pertanda kondisi berikut.

  • Kista, merupakan kantong berisi cairan dalam jaringan payudara, sehingga menimbulkan benjolan. Jika diraba, benjolan terasa lunak. Umumnya kista dialami oleh perempuan berusia di antara 35-50 tahun. Kista yang berukuran lebih dari 2.5 cm dapat menyebabkan rasa sakit dan tidak nyaman pada payudara.
  • Perubahan fibrokistik, merupakan perubahan pada payudara karena ketidakstabilan hormon selama siklus menstruasi. Perubahan tersebut menimbulkan benjolan di payudara yang terasa nyeri.
    Selain itu, puting susu akan lebih sensitif. Kondisi ini bukanlah penyakit. Biasanya gejala terjadi ketika periode pramentruasi dan membaik ketika berlangsung atau berakhirnya menstruasi. Namun, segera periksakan ke dokter jika gejala tetap bertahan setelah selesai periode menstruasi.
  • Fibroadenoma, merupakan benjolan padat yang terjadi akibat kelebihan pembentukan kelenjar penghasil susu atau lobulus dan jaringan di sekitar payudara. Benjolan tidak terasa sakit, dan jika ditekan akan bergeser. Kondisi ini umumnya dialami wanita berusia 20-30 tahun. Penyebab fibroadenoma belum diketahui secara pasti, tetapi terkait dengan hormon kesuburan.
  • Infeksi bakteri seperti mastitis juga dapat menimbulkan benjolan yang terasa nyeri. Kondisi ini kerap dijumpai pada ibu menyusui. Infeksi terjadi ketika bakteri dari permukaan kulit Anda atau dari mulut bayi masuk ke saluran susu melalui puting. Penyebab lainnya yaitu tertutupnya saluran susu. Hal ini terjadi ketika Anda menyusui tetapi disudahi, padahal susu di payudara belum habis. Akibatnya susu kembali lagi ke saluran, sehingga memicu infeksi dan menimbulkan benjolan.
  • Mastitis membuat momen-momen menyusui jadi menyakitkan karena payudara terasa seperti terbakar. Gejala lain yang bisa muncul yaitu demam. Konsultasikan segera dengan dokter, biasanya dokter akan memberi antibiotik dan pereda nyeri. Tidak masalah bagi Anda dan bayi untuk terus melanjutkan pemberian air susu ibu (ASI).

Benjolan Kanker

Benjolan pada payudara juga dapat merupakan pertanda kanker payudara. Kanker terjadi ketika sel-sel dalam payudara mulai tumbuh secara tidak normal. Sel kanker berkembang lebih cepat dari sel normal, sehingga menimbulkan benjolan. Waspadai ketika benjolan di payudara seperti gejala berikut.

  • Benjolan terasa keras, berbeda dengan daerah di sekitarnya. Biasanya jarang ditemukan rasa sakit. Jika ditekan, benjolan tidak bergeser.
  • Payudara mengalami perubahan ukuran atau bentuk.
  • Puting susu tertarik ke bagian dalam.
  • Walaupun jarang, puting susu mengeluarkan cairan yang mengandung darah.
  • Pada jenis kanker yang jarang, muncul bintik-bintik merah di sekitar puting susu yang terlihat seperti eksim.
  • Pada beberapa area payudara, terdapat penebalan kulit.

Pemeriksaan Medis yang Diperlukan

Beberapa pemeriksaan berikut diperlukan untuk mengetahui apakah benjolan di payudara merupakan benjolan kanker atau nonkanker.

  • Ultrasonografi (USG) secara efektif dapat digunakan untuk memeriksa payudara yang padat, seperti pada perempuan muda.
  • Mamografi sendiri lebih unggul untuk pemeriksaan terhadap payudara yang kurang padat, biasanya pada perempuan yang telah melalui menopause.
  • Kombinasi USG dan mamografi dapat mendeteksi tumor yang lebih ganas.
  • MRI atau Pencitraan Resonansi Magnetik digunakan untuk pemeriksaan pada kasus yang lebih rumit, seperti kanker payudara yang berkaitan dengan mutasi gen, penderita menggunakan implan silikon gel pada payudara, atau kondisi rumit lainnya. Namun, biasanya pemeriksaan MRI saja tidak cukup dan diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.
  • Biopsi merupakan pengambilan sampel pada lapisan tertentu dalam payudara untuk memastikan keberadaan sel abnormal.

Sebaiknya lakukan pemeriksaan payudara sendiri secara rutin. Hal ini dapat meningkatkan sensitivitas Anda terhadap perubahan pada payudara. Ketika ada benjolan kecil sekalipun, Anda dapat mengetahuinya karena terbiasa memeriksa dan mengetahui bagaimana payudara Anda pada kondisi normal. Bila menemukan benjolan pada payudara, sebaiknya periksakan ke dokter untuk memastikan apakah benjolan pada payudara merupakan kanker. Selain itu, wanita berusia di atas 50 tahun dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan payudara rutin setiap tiga tahun sekali.

Sumber: alodokter