Tag Archives: Kehamilan

Cara Mencegah Kehamilan Tanpa Kondom

Khusus Pasutri


Source: WikiHow

Ada berbagai cara untuk mengurangi risiko kehamilan yang tidak diinginkan tanpa menggunakan kondom. Dokter keluarga bisa menyarankan beberapa resep obat, atau Anda bisa menggunakan metode alami. Namun, perlu diingat bahwa kondom menawarkan manfaat lain selain sebagai alat kontrasepsi, misalnya mencegah IMS (infeksi menular seksual). Selain itu, satu-satunya cara yang bisa memberi jaminan mutlak untuk mencegah kehamilan adalah menghindari hubungan seks sama sekali. Sementara itu, semua cara lainnya hanya bisa mengurangi risiko kehamilan secara signifikan, tetapi tidak menjamin kehamilan tidak akan terjadi.

Metodi 1 | Menggunakan Obat-obatan Medis untuk Mencegah Kehamilan Tanpa Kondom


v4-728px-Prevent-Pregnancy-Without-a-Condom-Step-1

1 | Minumlah pil kontrasepsi hormonal 

Wanita yang ingin mencegah kehamilan, tetapi tidak mau menggunakan kondom, bisa memilih cara yang paling umum dilakukan, yaitu mengonsumsi pil kontrasepsi hormonal. Anda bisa mendapatkan pil kontrasepsi hormonal dari dokter keluarga. Pil biasanya terbuat dari campuran estrogen dan progesteron, atau progesteron saja. Anda perlu mengonsumsi satu pil setiap hari selama 21 hari, dilanjutkan dengan “pil gula” selama 7 hari (pada masa ini tubuh mengalami “pendarahan putus obat” atau withdrawal bleed, alih-alih menstruasi).

  • Ada berbagai formulasi berbeda untuk pil kontrasepsi. Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter untuk mempertimbangkan berbagai opsi dan menentukan pil yang paling cocok untuk Anda.
  • Keuntungan menggunakan pil kontrasepsi adalah efektivitasnya mencapai 91% dalam mencegah kehamilan (bahkan lebih tinggi lagi jika dikonsumsi pada waktu yang persis sama setiap hari tanpa melewatkan satu dosis pun).
  • Pria yang ingin berhubungan seks dengan wanita, tetapi tidak ingin membuatnya hamil bisa bertanya kepadanya apakah dia mengonsumsi pil kontrasepsi secara teratur. Kelemahan metode kontrasepsi ini bagi pria adalah Anda hanya bisa mengandalkan kata-kata pasangan dan memercayai bahwa dia mengonsumsi pil setiap hari dan tidak melewatkan satu dosis pun tanpa sengaja.

v4-728px-Prevent-Pregnancy-Without-a-Condom-Step-2

2 | Mintalah dokter memasang IUD (intrauterine device) atau AKDR (Alat KB Dalam Rahim)

AKDR berukuran kecil, berbentuk seperti huruf T dan dimasukkan melalui vagina ke uterus (dan berada di sana selama beberapa tahun kemudian, seraya berfungsi sebagai alat kontrasepsi). AKDR menawarkan efektivitas lebih dari 99% dalam mencegah kehamilan.AKDR yang ditawarkan di antaranya: AKDR Mirena, Skyla, dan Lilletta, dan AKDR Tembaga.

  • AKDR Mirena berbasis hormon. Harganya lebih mahal dan bisa bertahan sampai 5 tahun. Namun, AKDR Mirena memiliki manfaat lain, yaitu mengurangi nyeri dan volume darah mentruasi. AKDR Skyla dan Lilletta juga berbasis hormon dan bisa bertahan sampai 3 tahun.
  • AKDR Tembaga tidak berbasis hormon. Keuntungan AKDR tembaga adalah lebih murah dan bisa bertahan sampai 10 tahun. Namun, aspek negatifnya adalah nyeri dan volume darah menstruasi setiap bulannya mungkin meningkat.
  • Dokter keluarga mungkin akan memberikan resep untuk AKDR. Dokter kemudian bisa menentukan waktu pemasangan, yang biasanya hanya beberapa menit.
  • Pemasangan AKDR mungkin menimbulkan rasa sakit selama beberapa saat ketika melewati mulut serviks yang sempit. Namun, setelah AKDR berada di dalam uterus, Anda seharusnya tidak merasa sakit lagi.

v4-728px-Prevent-Pregnancy-Without-a-Condom-Step-3

3 | Cobalah alat kontrasepsi hormonal lainnya

Pilihan alat kontrasepsi hormonal lain di antaranya cincin vagina, suntikan Depo-Provera, dan plester kontrasepsi. Alat kontrasepsi ini bisa didapat melalui resep dari dokter keluarga.

  • Cincin vagina (juga disebut NuvaRing) adalah alat kontrasepsi yang dimasukkan ke vagina dan dibiarkan di sana selama 3 minggu setiap kali (dan kemudian dilepaskan selama satu minggu untuk pendarahan putus obat).[4] Cincin vagina menekan ovulasi dengan melepaskan hormon (campuran estrogen dan progesteron) selama berada di dalam vagina. Cincin vagina jarang menyebabkan masalah selama hubungan seks, dan biasanya tidak bisa dirasakan oleh pengguna atau pasangan. Tingkat kegagalan adalah 9% untuk penggunaan biasa, dan 0,3% dengan penggunaan sempurna. Cincin dapat dilepas sampai jangka waktu 3 jam sehingga Anda bisa lebih nyaman saat berhubungan seks, tetapi ini hanya pilihan.
  • Suntikan Depo-Provera diberikan oleh dokter setiap tiga bulan sekali. Keuntungan alat kontrasepsi ini adalah selama Anda tidak lupa mendapatkan suntikan setiap tiga bulan, Anda tidak perlu mengingat untuk mengonsumsi pil kontrasepsi lagi (atau menggunakan metode lainnya) secara teratur.  Untuk mereka yang mendapatkan suntikan secara teratur setiap tiga bulan, tingkat kegagalan kurang dari 1%. 
  • Plester kontrasepsi berukuran sekitar 5×5 cm, dan ditempelkan pada kulit. Setiap plester bisa digunakan selama satu minggu, dan kemudian harus diganti. Namun, Anda harus menggunakan tiga plester secara berturut-turut, dilanjutkan dengan jeda satu minggu untuk memungkinkan terjadinya pendarahan putus obat. Plester ini mengandung hormon yang sama seperti pil kontrasepsi, dan saat digunakan dengan benar (dan rajin menggantinya setiap minggu), tingkat kegagalan kurang dari 1% 
  • Mintalah informasi tentang alat kontrasepsi implan yang disebut Implanon. Alat kontrasepsi ini disisipkan ke lengan dan bisa bertahan sampai 4 tahun. 

v4-728px-Prevent-Pregnancy-Without-a-Condom-Step-4
 4 | Pilihlah Sspermisida

Spermisida adalah gel atau busa yang dimasukkan ke vagina, yang memerangkap dan kemudian membunuh sperma dengan menggunakan bahan kimia yang beracun untuk sperma. Anda bisa membeli spermisida di toko obat atau apotek lokal. Tingkat kegagalan spermisida sekitar 22%. 

v4-728px-Prevent-Pregnancy-Without-a-Condom-Step-5

5 | Gunakan metode penghalang seperti tutup serviks atau diafragma

Baik tutup serviks maupun diafragma adalah alat kontrasepsi yang dimasukkan melalui vagina untuk menutupi serviks. Metode ini menghalangi sperma memasuki uterus. Tutup serviks atau diafragma biasanya juga mengandung bahan kimia yang membunuh sperma sehingga mengurangi risiko kehamilan lebih jauh. Tingkat kegagalan untuk metode ini sekitar 14% pada wanita yang belum pernah hamil, dan 29% untuk wanita yang sudah pernah hamil.

  • Anda bisa melakukan pemasangan tutup serviks atau diafragma di tempat praktik dokter.

v4-728px-Prevent-Pregnancy-Without-a-Condom-Step-6

6 | Cobalah Sterilisasi

Cobalah sterilisasi. Salah satu cara yang paling meyakinkan untuk mencegah kehamilan adalah melakukan sterilisasi, baik di pihak pria atau wanita (maupun keduanya). Namun, pahami sepenuhnya bahwa prosedur ini bersifat permanen. Jadi, sebaiknya jangan gunakan metode ini, kecuali Anda benar-benar yakin tidak menginginkan anak sendiri di masa depan.

  • Untuk pria, prosedur ini disebut “vasektomi”. Dalam prosedur ini, dokter akan memotong “vas deferen”, saluran yang mengangkut sperma. Tindakan ini meniadakan kontribusi pria dalam kehamilan.
  • Untuk wanita, prosedur ini disebut “ligasi tuba”. Pada prosedur ini tuba falopi (yang mengangkut telur yang belum dibuahi dari ovarium ke uterus) akan diputus. Tindakan ini mencegah telur agar tidak dibuahi dan dengan begitu mencegah kehamilan.

Metode 2 | Menggunakan Metode Alami untuk Mengurangi Risiko Kehamilan


v4-728px-Prevent-Pregnancy-Without-a-Condom-Step-7

1 | Cobalah “Metode Penarikan”

Salah satu cara untuk mengurangi kemungkinan hamil tanpa menggunakan kondom adalah mencoba metode penarikan. Metode ini dilakukan dengan menarik keluar penis sesaat sebelum ejakulasi sehingga sperma tidak mendapat kesempatan untuk melakukan perjalanan ke vagina yang dapat menyebabkan kehamilan.

  • Masalah yang dihadapi dengan metode ini adalah sebagian sperma mungkin bocor sebelum waktunya (sebelum ejakulasi dan sebelum penarikan penis dilakukan) sehingga efektivitas metode ini hanya sekitar 78% dalam mencegah kehamilan.

v4-728px-Prevent-Pregnancy-Without-a-Condom-Step-8

2 | Gunakan “Metode Kalender”

Secara teknis, hanya ada beberapa hari setiap bulan yang memungkinkan wanita benar-benar hamil. Kebanyakan wanita memiliki siklus 28 hari, yang dimulai pada hari pertama menstruasi. Rata-rata ovulasi terjadi pada hari ke-14, tetapi wanita bisa saja dalam kondisi subur selama beberapa hari sebelum dan sesudah ovulasi.Jika wanita melakukan hubungan seks sebelum atau sesudah hari-hari suburnya, kemungkinan dia hamil jauh lebih rendah.

  • Kelemahan metode kalender adalah tidak semua wanita memiliki siklus tepat 28 hari. Siklus ini sedikit bervariasi antara satu wanita dan wanita lainnya. Bahkan bisa saja seorang wanita memiliki siklus menstruasi yang tidak konsisten setiap bulannya. Alasan inilah yang menyebabkan metode ini hanya memiliki efektivitas sekitar 76% dalam mencegah kehamilan tanpa menggunakan kondom.
  • Jika Anda memiliki siklus kurang lebih 28 hari, kurangi 14 hari dari hari TERAKHIR siklus dan anggaplah hari tersebut sebagai awal masa subur. Paruh kedua dari siklus menstruasi wanita (setelah ovulasi) cenderung jauh lebih konsisten dibanding paruh pertama siklus menstruasi (sebelum ovulasi).

v4-728px-Prevent-Pregnancy-Without-a-Condom-Step-9

3 | Lacak kesuburan Anda menggunakan tanda-tanda fisiologis

Salah satu cara untuk melacak kesuburan adalah menggunakan tanda-tanda fisiologis seperti pengukuran suhu tubuh basal, dan/atau mengamati keluarnya lendir serviks, untuk membantu menentukan hari-hari tertentu saat wanita mengalami puncak kesuburan. Dengan begitu, Anda bisa menghindari hubungan seks pada masa subur.

  • Metode “suhu tubuh basal” dilakukan dengan mengukur suhu tubuh pada pagi hari dan sebelum makan setiap hari. Suhu tubuh akan meningkat 0,2-0,5 °C setelah ovulasi. Oleh karena itu, disarankan untuk menggunakan kondom, spermisida, dan alat kontrasepsi nonhormonal lainnya sejak hari pertama menstruasi sampai tiga hari setelah suhu tubuh basal mengalami kenaikan.
  • Metode “lendir serviks” dilakukan dengan mengamati karakteristik lendir serviks yang keluar. Biasanya tidak ada pelepasan lendir segera setelah menstruasi, sekresi ringan dan lengket pada hari-hari sesudahnya, peningkatan pesat sekresi lendir yang lebih basah dan jernih pada hari-hari di sekitar ovulasi, dan tidak ada sekresi yang bisa dirasakan setelah akhir “masa subur” sampai siklus menstruasi berikutnya. Oleh karena itu, selama hari-hari ketika lendir serviks dilepaskan dalam jumlah banyak, jernih dan basah, sebaiknya hindari hubungan seks karena pada saat inilah wanita mengalami puncak masa subur. 

v4-728px-Prevent-Pregnancy-Without-a-Condom-Step-10

4 | Pahami bahwa metode alami masih mengandung risko kehamilan

Metode penarikan maupun metode kalender, keduanya secara signifikan kurang efektif dibandingkan metode kontrasepsi medis. Jadi, jangan mengandalkan teknik tersebut jika Anda benar-benar ingin menghindari kehamilan. Berikut alasannya:

  • Jika Anda seorang pria dan secara tidak sengaja menghamili seorang wanita, pada umumnya keputusan ada di tangannya apakah dia akan meneruskan kehamilan (atau melakukan aborsi).
  • Itu berarti jika Anda menghamili seorang wanita dan dia memutuskan untuk mempertahankan bayinya, Anda sekarang bertanggung jawab untuk membantu secara finansial dan mungkin akan bertanggung jawab menjalankan tugas sebagai orang tua juga.
  • Baik pria dan wanita akan menanggung dampak dari kehamilan yang tidak direncanakan. Memiliki tanggung jawab untuk menafkahi seorang bayi sebelum Anda siap dapat berdampak signifikan pada (dan berpotensi menghalangi) rencana lain yang mungkin sudah Anda pikirkan, misalnya yang berhubungan dengan karier, hubungan, dan aspek kehidupan lainnya.
  • Jika Anda seorang wanita dan secara tidak sengaja hamil, Anda mungkin harus menghadapi masalah apakah akan mempertahankan bayi atau melakukan aborsi, jika tindakan tersebut diperbolehkan (legal).

Metode 3 | Memahami Nilai Tambah Menggunakan Kondom


v4-728px-Prevent-Pregnancy-Without-a-Condom-Step-11

1 | Pertimbangkan kondom sebagai sarana untuk mengurangi risiko IMS

Sebelum memutuskan untuk menyingkirkan penggunaan kondom, penting untuk mempertimbangkan peran kondom dalam mengurangi risiko infeksi menular seksual selain mencegah kehamilan. Meskipun Anda sudah menggunakan alat kontrasepsi, seperti pil kontrasepsi hormonal, metode kontrasepsi lain tidak memiliki andil dalam mencegah IMS. Oleh karena itu, kondom memiliki peran penting jika menyangkut hubungan seks yang aman.

  • Kondom melindungi Anda dari IMS dengan mengurangi kontak genital ke genital, dan juga dengan menghalangi cairan ejakulasi dari penis sehingga tidak bisa memasuki vagina. Jenis kontak seperti itu memungkinkan infeksi ditularkan dari satu orang ke orang lain.

v4-728px-Prevent-Pregnancy-Without-a-Condom-Step-12

2 | Gunakan kondom jika Anda tidak bisa memercayai partner seks sepenuhnya.

Jika Anda terlibat secara serius dalam hubungan monogami jangka panjang, Anda akan mengetahui apakah pasangan menggunakan alat kontrasepsi lain, seperti minum “pil” atau menggunakan AKDR, karena hubungan yang terjalin telah mencapai tahap saling percaya dan mungkin Anda juga telah membahas metode kontrasepsi terbaik bagi Anda berdua. Namun, jika Anda memiliki partner seks baru yang belum dikenal dengan cukup baik sehingga Anda belum bisa memercayainya sepenuhnya, penting untuk memahami bahwa kondom bisa menjadi salah satu metode kontrasepsi yang lebih bisa diandalkan.

  • Jika Anda seorang pria dan sedang menjalin hubungan dengan partner seks baru, mungkin Anda tidak pernah tahu dengan pasti apakah wanita itu benar-benar menggunakan “pil” (atau alat kontrasepsi lainnya), dan meminumnya secara teratu.
  • Mungkin saja seorang wanita tidak berkata jujur tentang alat kontrasepsi yang digunakan karena sengaja ingin hamil.
  • Tidak tertutup kemungkinan bahwa pria bisa saja berbohong tentang prosedur vasektomi yang sebenarnya tidak dia lakukan. Atau, dia mungkin berjanji dia akan melakukan penarikan dan kemudian gagal memenuhinya.
  • Menggunakan kondom adalah metode kontrasepsi yang jelas dan gamblang dan tidak membutuhkan kepercayaan dari pihak mana pun.

v4-728px-Prevent-Pregnancy-Without-a-Condom-Step-13

3 | Carilah kontrasepsi darurat jika kondom rusak atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya

Kondom memiliki efektivitas 82% dalam mencegah kehamilan.  Namun, jika kondom rusak saat berhubungan seks, Anda harus segera mencari metode kontrasepsi darurat.

  • Anda bisa membeli alat kontrasepsi darurat di apotek atau toko obat lokal, atau terkadang bahkan toko swalayan.
  • Pilihan Anda adalah pil (Plan B), atau meminta dokter untuk memasang AKDR Tembaga. Pil Plan B harus digunakan sesegera mungkin setelah hubungan seks tanpa perlindungan (idealnya dalam satu hari karena efektivitasnya berkurang jika Anda menunggu lebih lama). Namun, Plan B dapat digunakan hingga 72 jam setelah melakukan hubungan seks tanpa perlindungan. AKDR tembaga terbilang efektif sebagai kontrasepsi darurat sampai 5 hari setelah hubungan seks tanpa perlindungan.
  • Pilihan kontrasepsi darurat lain meliputi ulipristal acetat dan pil yang mengandung campuran estrogen-progresteron.  Kedua kontrasepsi medis darurat ini memerlukan resep dokter untuk mendapatkannya.

v4-728px-Prevent-Pregnancy-Without-a-Condom-Step-14

4 | Gunakan kondom sebagai perlindungan cadangan jika kehamilan benar-benar tidak boleh terjadi. 

Oleh karena setiap metode memiliki tingkat kegagalan tertentu, menggabungkan lebih dari satu metode bisa menjadi langkah cerdas, misalnya kondom dan pil kontrasepsi, jika kehamilan benar-benar tidak diinginkan. Akan lebih baik bersikap hati-hati daripada mengambil risiko hamil, dan kemudian harus menghadapi akibatnya.

Agar Cepat Hamil

Agar Cepat Hamil-100KHUSUS PASUTRI

Agar Cepat Hamil-02

Tips Agar Cepat Hamil

Sperma

yang-perlu-diketahui-tentang-hamil-anggur-kemoterapi

Kehamilan

PASUTRI 150

Artikel tentang Kehamilan dan kegiatan Hubungan Intim bagi Pasutri.

Masa Subur Wanita

Tips Agar Cepat Hamil

Tips Bercinta Saat Istri Sedang Hamil

Cara Mencegah Keguguran

Bercinta Dengan Istri Setelah Melahirkan

Buah Buahan Untuk Ibu Hamil

Cara Berhubungan Suami Istri Saat Hamil berdasarkan Usia Kehamilan

KHUSUS PASUTRI


Tips-Dan-Cara-Hubungan-Seks-Suami-Istri-Saat-Hamil

Berhubungan Suami Istri Saat Hamil biasanya dihindari Karena merasa takut akan membahayakan janin yang berada di dalam kandungan. Dari banyak pembahasan termasuk di dalam blog saya sendiri telah menegaskan bahwa Hal tersebut saat hamil boleh dilakukan. Dengan catatan dokter tidak menyatakan bahwa kehamilan anda adalah kehamilan berisiko dan dengan posisi Berhubungan Suami Istri yang benar, sehingga aman untuk janin dan nyaman untuk ibu hamil.

Hormon pada ibu hamil muda biasanya akan meningkatkan libido wanita. Meningkatnya gairah Suami Istri tersebut, diimbangi oleh suami yang merasa istri lebih seksi (pantat dan payudara lebih besar) ketika sedang hamil. Orgasme atau ejakulasi juga diketahui tidak membahayakan janin atau ibu Hamil. Namun memang pada awal kehamilan banyak dokter yang melarang berhubungan badan, untuk mengurangi resiko keguguran usia kehamilan muda.

Hubungan Suami Istri saat Hamil, terutama menjelang persalinan harus dilakukan dengan sangat relaks dan berhati-hati. Biasanya dokter akan menyarankan lebih sering berhubungan badan saat mendekati Hari Perkiraan Lahir (HPL) untuk memperlancar proses persalinan. Bagi anda yang masih ragu untuk melakukan Seks saat Hamil, kami memberikan beberapa gambaran posisi berhubungan badan saat hamil yang aman dan nyaman berdasarkan usia kehamilan, yang diantaranya adalah:

  • Usia kehamilan muda (0-12 minggu), anda boleh melakukan posisi apapun.
  • Usia kandungan di atas 12 minggu, adalah usia yang cukup rentan terhadap kehamilan berisiko. Untuk itu sebaiknya anda berkonsultasi kepada dokter, apakah kehamilan anda termasuk berisiko atau tidak. Apabila kehamilan anda normal, sebaiknya berhubungan badan dengan posisi posisi menyamping, menungging, dan Wanita berada diatas.
  • Usia kehamilan 29-36 minggu, adalah disaat kehamilan mendekati persalinan. Pada Usia ini, sebaiknya Berhubungan Badan dengan posisi miring atau duduk (wanita diatas dan pria berbaring). Posisi menungging boleh dilakukan, dengan catatan wanita tidak merasa berat menahan perut atau merasakan sakit.

Posisi Berhubungan Badan pada tiga tingkatan usia kehamilan tersebut diatas, bertujuan untuk melindungi janin di dalam kandungan agar tidak mengalami kontraksi yang berlebihan, dan tentu untuk memberikan kenyamanan untuk ibu hamil. Dengan kehati-hatian, keharmonisan rumah tangga akan semakin erat.

Ringkasan:

  • Cara Berhubungan Suami Istri Saat Hamil yang aman dan nyaman adalah disesuaikan dengan usia kehamilan.
  • Posisi Seks miring dan wanita berada di atas, adalah posisi paling aman di berapa pun Usia Kehamilan.

Source: tips-sehat-keluarga-bunda

Waktu yang Tepat untuk Hubungan Suami Istri saat Hamil

KHUSUS PASUTRI


bolehkah-berhubungan-intim-di-tiga-bulan-awal-kehamilan

Tips Kesehatan Keluarga – Wanita atau istri anda hamil tentu bukan menjadi halangan untuk melakukan Hubungan Suami Istri. Bahkan Hubungan Suami Istri saat Kehamilan baik dilakukan sehingga mampu memberikan kebahagiaan, meningkatkan keharmonisan keluarga, ungkapan perhatian dan kasih sayang antara suami istri.

Yang perlu diperhatikan adalah Berhubungan Suami Istri saat hamil harus dilakukan dengan benar, sehingga kehamilan dapat terus berlangsung dengan aman dan istri tetap merasa nyaman saat melakukan hubungan Suami Istri pada saat hamil bahkan mendapatkan kepuasan.

Manfaat-dan-Cara-Melakukan-Hubungan-Intim-Saat-Hamil-7-Bulan

Adapun aspek yang harus diperhatikan ketika berhubungan Suami Istri saat hamil adalah:

Posisi dan Gerakan Hubungan Suami Istri saat Hamil

  • Lakukan Hubungan badan dalam posisi yang rileks, tidak melelahkan terutama istri
  • Jangan gunakan posisi Hubungan Suami Istri yang akan bagian perut istri anda
  • Suami tidak boleh memasukan alat kelamin terlalu dalam.

Waktu Yang Tepat Hubungan Suami Istri Saat Hamil:

  • Ketika suami dan istri menginginkan untuk melakukannya,
  • Istri dalam keadaan sehat, tidak terlalu lelah dan lebih dianjurkan ketika pagi hari.

Terjadi flek akibat Hubungan Suami Istri saat Hamil

Ketika Wanita mencapai orgasme akan terjadi sedikit kontraksi (ketegangan semacam kram ringan) pada rahim. Apabila hal ini terjadi sejak awal, maka kondisi kram yang terus menerus saat orgasme ini atau akibat aktifitas Hubungan Suami Istri yang melelahkan dapat menjadi pemicu timbulnya perdarahan saat melakukan Hubungan Suami Istri saat Hamil.

Bahaya Sperma untuk Janin

Cairan sperma tidak berbahaya untuk janin di dalam kandungan, kecuali apabila suami menderita infeksi alat kelamin atau menderita AIDS. Namun Bagi Ibu Hamil yang rawan terjadi keguguran (pernah mengalami flek), pada kehamilan muda (trimester pertama) sebaiknya tidak menumpahkan sperma di dalam vagina. Hal ini dikarenakan cairan sperma mengandung zat prostaglandin yang dapat merangsang kontraksi otot rahim. Sebaliknya ketika menjelang kelahiran disarankan untuk lebih sering melakukan hubungan Suami Istri, sehingga membantu merangsang kontraksi.

Cairan sperma tidak dapat mengotori bayi karena dia terlindung aman dalam kantung. Namun apabila suami menderita infeksi kelamin dan dalam pengobatan, sebaiknya gunakan kondom bila berhubungan dengan istri yang sedang hamil.

Berhubungan Badan pada Awal Kehamilan sebenarnya tidak berbahaya, bahkan akan mengurangi ketegangan dan stres akibat perubahan hormonal dalam tubuh wanita Hamil. Namun tentu harus hati – hati melakukannya, Termasuk lebih membatasi frekuensi dalam Hubungan Suami Istri saat Hamil.

Larangan Hubungan Suami Istri saat Hamil

  • Suami Istri dilarang Berhubungan Suami Istri saat hamil ketika ketuban sudah pecah,
  • Suami terinfeksi HIV atau AIDS dan berhubungan Suami Istri tidak menggunakan kondom,
  • Ibu hamil mempunyai riwayat keguguran yang terlalu sering,
  • Di diagnosa plasenta previa dan mengalami perdarahan.

Dengan beberapa tips diatas semoga anda dan istri tetap bisa menikmati Hubungan Suami Istri saat Hamil. Namun ketika istri mengalami keluhan mules ringan terasa seperti nyeri dan kram saat haid, atau keluar flek kecoklatan atau perdarahan dengan warna merah muda sampai dengan darah segar menetes, segera periksaan ke dokter terdekat, sehingga resiko keguguran dapat dihindarkan.

Kesimpulan:

  • Berhubungan Suami Istri Saat Hamil tetap boleh dilakukan dengan beberapa syarat yang harus dipenuhi,
  • Gerakan Berhubungan Badan saat hamil harus lebih berhati-hati dan pelan-pelan, Hubungan Suami Istri saat Hamil dilarang untuk dilakukan, apabila dapat membahayakan ibu dan janin.

Source: tips-sehat-keluarga-bunda

Kehamilan

PASUTRI 150

Artikel tentang Kehamilan dan kegiatan Hubungan Intim bagi Pasutri.

Masa Subur Wanita

Tips Agar Cepat Hamil

Tips Bercinta Saat Istri Sedang Hamil

Cara Mencegah Keguguran

Bercinta Dengan Istri Setelah Melahirkan

Buah Buahan Untuk Ibu Hamil

 

Mengenali Masa Subur untuk Mempercepat Kehamilan

PASUTRI 150

26 Juni 2013

Menstrual-Harmones

Mengenali Masa Subur untuk Mempercepat Kehamilan – Masa subur menjadi hal yang bisa menentukan apakah Anda ingin cepat hamil atau menundanya. Bagi Anda yang tidak mau menunda momongan setelah menikah, sudahkah memahami siklus masa subur? Jika belum berikut ini ciri-ciri wanita memasuki masa subur.

Penentuan masa subur ini penting karena waktu tersebut sangat baik untuk program memiliki anak. Biasanya waktu ovulasi adalah 14 hari dari perkiraan hari pertama Anda haid selanjutnya. Siklus menstruasi ini dihitung dari hari pertama haid sampai hari pertama menstruasi selanjutnya.

Jika masih bingung, berikut ini contoh penghitungannya. Misalnya Anda menstruasi setiap tanggal 15. Kita anggap saja dalam sebulan ada 30 hari, jadi dengan siklus 28 hari maka perkiraan hari pertama menstruasi selanjutnya adalah tanggal 13. Ini berarti ovulasi Anda terjadi 14 hari sebelum tanggal 13 yaitu sekitar tanggal 29.

Bagi pasangan yang tengah menjalankan program kehamilan, disarankan melakukan hubungan seksual pada masa suburnya dan tidak melakukannya 2-3 hari sebelum masa subur. Cara ini dilakukann untuk menjaga kualitas sperma tetap prima karena pembentukan sperma akan matang dalam 3 hari.

Bagaimana sudah paham cara menghitung masa subur? Jika sudah, selain dengan menghitung, Anda juga bisa mengenali kapan masa subur tersebut dari ciri-ciri perubahan tubuh. Berikut ini ciri-ciri yang biasa dialami wanita saat masa subur:

Perubahan Cairan Serviks
Saat masa subur, cairan yang keluar di leher rahim mengalami perubahan. Jika dalam kondisi normal, cairan itu biasanya lengket dan bertekstur ‘creamy’ (kental). Namun saat masa subur (ovulasi) jumlah cairan akan lebih banyak, dan teksturnya lebih cair dengan warna yang bening.

Meningkatnya Hasrat Seksual
Saat masa subur hormon wanita bergejolak. Keadaan itu akan berujung pada meningkatnya hasrat seksual. Oleh karena itu, ini juga merupakan saat yang tepat untuk bercinta dengan suami.

Meningkatnya Temperatur Tubuh
Saat masa subur, wanita akan mengalami kenaikan temperatur tubuh. Hal itu disebabkan oleh munculnya hormon progesterone dalam tubuh saat masa-masa ovulasi.

Payudara Lebih Lunak
Produksi hormon yang cukup tinggi saat masa-masa ovulasi mengakibatkan beberapa perubahan dalam tubuh, termasuk payudara. Umumnya di masa ovulasi, payudara wanita menjadi lebih lunak dan lembut.

Berbagai Sumber

Cara Mencegah Keguguran Pada Trimester Kehamilan

PASUTRI 150

25 Juni 2013

 

Cara Mencegah Keguguran Pada Trimester Kehamilan

59597_362204060567532_1376334427_n

Tingkat stres yang terus meningkat dan gaya hidup yang tidak sehat memperbesar risiko keguguran pada ibu hamil. Selain itu, wanita yang tetap bekerja selama kehamilan lebih berisiko mengalami keguguran. Umumnya, wanita mengalami keguguran pada trimester pertama kehamilan. Hal ini dikarenakan implantasi janin tidak lengkap selama 3 bulan pertama kehamilan. Berikut adalah lima tips mencegah keguguran pada trimester kehamilan, seperti dilansir Boldsky.

1. Jangan makan keju

Keju putih adalah makanan yang berbahaya bagi ibu hamil, maka sebaiknya hindari makan keju pada trimester pertama kehamilan. Hal ini dapat menyebabkan keracunan makanan yang parah dan menyebabkan keguguran spontan. Untuk menghindari keguguran, jangan makan keju.

2. Bepergian jauh

Bepergian jauh selama kehamilan harus dilakukan dengan cara yang sangatlah aman. Khususnya pada trimester pertama kehamilan, ketika janin masih belum cukup kuat untuk menghadapi guncangan, jadi hindari melakukan perjalanan jarak jauh. Juga, cobalah untuk menghindari bepergian dengan kendaraan roda dua.

3. Pengawet

Setiap jenis makanan yang memiliki pengawet di dalamnya merupakan penyebab keguguran. Jangan pula minum jus dalam kemasan, sebaiknya Anda membuatnya sendiri di rumah.

4. Kafein

Terlalu banyak mengonsumsi kafein saat trimester pertama kehamilan bisa memicu keguguran. Sekitar 100 gram kafein diperbolehkan untuk wanita hamil yaitu setara dengan 1 bungkus kopi instan. Untuk menghindari keguguran, kurangi asupan kopi.

5. Hormon stres

Ketika Anda sedang stres, hormon kortisol akan diproduksi dalam tubuh Anda. Hormon stres ini dapat memicu kontraksi pada rahim dan menggugurkan janin muda. Jadi, cobalah untuk menghindari stres sebaik mungkin.

Ini adalah beberapa cara sederhana namun efektif untuk menghindari keguguran pada trimester pertama kehamilan. Apakah Anda punya tips lain? Jika ya, yuk bagi dengan sahabat lainnya!

Berbagai Sumber