Awas Keputihan bisa Mengakibatkan Kematian dan Kemandulan

KEPUTIHAN 20

 

Masalah keputihan adalah masalah yang sejak lama menjadi persoalan bagi kaum wanita. Tidak banyak wanita yang tahu apa itu keputihan dan terkadang menganggap enteng persoalan keputihan pada wanita ini. Padahal keputihan tidak bisa dianggap enteng, karena akibat dari keputihan ini bisa sangat fatal bila lambat ditangani.

Tidak hanya bisa mengakibatkan kemandulan dan hamil diluar kandungan, keputihan juga bisa merupakan gejala awal dari kanker leher rahim, yang bisa berujung pada kematian. Apa sebenarnya keputihan itu? Seperti apa ciri-cirinya? Dan bagaimana pencegahannya?

Menurut dr. Sugi Suhandi, spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan RS Mitra Kemayoran Jakarta, keputihan (flour albus) adalah cairan yang berlebihan yang keluar dari vagina. Keputihan bisa bersifat fisiologis (dalam keadaan normal) namun bisa juga bersifat patologis (karena penyakit). Dan keputihan tidak mengenal batasan usia. Berapa pun usia seorang wanita, bisa terkena keputihan.

Keputihan fisiologis biasanya terjadi pada masa subur, juga sebelum dan sesudah menstruasi. “Kadang saat itu ada lendir yang berlebihan, itu normal. Dan biasanya tidak gatal dan tidak berbau,” jelas dr. Sugi. Sedangkan kalau keputihan patologis , adalah keputihan yang terjadi karena infeksi pada vagina, adanya benda asing dalam vagina atau karena keganasan. Infeksi bisa sebagai akibat dari bakteri, jamur atau protozoa.

Ciri-ciri keputihan patologis , warnanya tidak seperti lendir. “Keputihan patologis biasanya, warnanya seperti kepala susu, atau hijau kekuning-kuningan, atau bahkan bercampur darah, kalau keputihannya sudah menjadi penyakit,” ujar dr. Sugi. Ketika keputihan sudah menjadi penyakit, wanita yang menderita keputihan patologis ini akan merasa gatal pada daerah vagina, dan lendir yang keluar berbau, sehingga menimbulkan rasa yang tidak nyaman.

Banyak hal sebenarnya yang membuat wanita rawan terkena keputihan patologis . Biasanya penyebab keputihan patologis ini karena kuman. “Di dalam vagina sebenarnya bukan tempat yang steril. Berbagai macam kuman ada di situ. Flora normal di dalam vagina membantu menjaga keasaman pH vagina, pada keadaan yang optimal. pH vagina seharusnya antara 3,5-5,5. flora normal ini bisa terganggu. Misalnya karena pemakaian antiseptik untuk daerah vagina bagian dalam.

Ketidakseimbangan ini mengakibatkan tumbuhnya jamur dan kuman-kuman yang lain. Padahal adanya flora normal dibutuhkan untuk menekan tumbuhan yang lain itu untuk tidak tumbuh subur. Kalau keasaman dalam vagina berubah maka kuman-kuman lain dengan mudah akan tumbuh sehingga akibatnya bisa terjadi infeksi yang akhirnya menyebabkan keputihan, yang berbau, gatal, dan menimbulkan ketidaknyamanan,” papar dr. Sugi yang sore itu ditemui di RS Mitra Kemayoran.

Begitu seorang wanita melakukan hubungan suami isteri, maka wanita tersebut terbuka sekali terhadap kuman-kuman yang berasal dari luar. Karena itu keputihan pun bisa didapat dari kuman penyebab penyakit kelamin yang mungkin dibawa oleh pasangan wanita tersebut. “Jadi sebaiknya jangan gonta ganti pasangan. Atau lebih baik tidak melakukan hubungan sampai menikah. Karena biasanya pada wanita yang belum pernah melakukan hubungan, dan hygienenya baik, jarang sekali kena keputihan patologis .

Dan hati-hati, keputihan patologis juga bisa karena proses keganasan. Salah satu Tanda dari kanker leher rahim adalah, adanya keputihan yang berbau busuk bahkan berdarah,” papar dr. Sugi. “Pada wanita yang belum melakukan hubungan suami isteri, bisa juga terjadi keputihan. Namun penyebab keputihan bisa terjadi karena menggunakan celana dalam bersama, memakai handuk bersama, kurangnya menjaga kebersihan daerah vagina, lalu juga cara cebok yang salah,” tutur dr. Sugi.

Pemakaian sabun antiseptik yang sekarang banyak diiklankan, untuk daerah vagina, sebenarnya tidak masalah bila dipakai sebagai obat luar. Pembilasan vagina ( douchi ) dengan anti septik sebaiknya atas dasar indikasi bila terkena keputihan, sebaiknya ke dokter, daripada mengatasinya sendiri dengan obat-obatan antiseptik yang dimasukkan ke dalam vagina keputihan patologi harus diobati sesuai dengan penyebabnya,” ujar dr. Sugi.

Keputihan sebaiknya diobati sejak dini, begitu timbul gejala. Karena keputihan kalau sudah kronis dan berlangsung lama akan lebih susah diobati. Selain itu kalau keputihan yang dibiarkan bisa merembet ke rongga rahim kemudian kesaluran indung telur dan sampai ke indung telur dan akhirnya ke dalam rongga panggul.

Tidak jarang wanita yang menderita keputihan yang kronis (bertahun-tahun) bisa menjadi mandul bahkan bisa berakibat kematian. “Berakibat kematian karena bisa mengakibatkan terjadinya kehamilan di luar kandungan.

Kehamilan di luar kandungan, terjadi pendarahan, mengakibatkan kematian pada ibu-ibu,” tegas dr. Sugi. Selain itu yang harus diwaspadai, keputihan adalah gejala awal dari kanker mulut rahim.

Jadi jangan sampai terlambat untuk tahu apa yang menjadi penyebab keputihan. Yang pasti jangan anggap remeh keputihan. Supaya kamu tidak menyesal di belakang hari nanti, karena akibat yang ditimbulkan oleh penyakit keputihan ini.

Yang Perlu di perhatikan mengenai keputihan ini adalah:

  1. Cara membilas vagina yang benar, setelah habis buang air besar atau sehabis buang air kecil, sebaiknya membilas vagina dari arah depan ke belakang ke arah anus.
  2. Keputihan fisiologis (normal), ciri-cirinya, lendirnya seperti lendir bening, Tidak gatal dan tidak berbau.
  3. Keputihan patologis (karena penyakit), ciri-cirinya, warna lendirnya tidak bening lagi tetapi putih seperti kepala susu, bisa kuning kehijauan atau kecoklatan, bahkan bisa kemerahan karena adanya darah. Biasanya disertai rasa gatal, dan ada bau yang menyertainya.

Penyebab Keputihan Patologis (Karena Penyakit):

  1. Infeksi yang di akibatkan oleh bakteri, jamur, atau protozoa
  2. Keganasan kanker leher rahim
  3. Benda asing didalam vagina ( misalnya : kondom yang tertinggal)

Cara mencegah keputihan:

  1. Menjaga kebersihan daerah vagina
  2. Membilas vagina dengan cara yang benar
  3. Jangan suka tukar-tukaran celana dalam menggunakan celana dalam bersama dengan teman wanita lainnya
  4. Jangan menggunakan handuk bersamaan ( suka tukar-tukaran handuk )
  5. Lebih berhati – hati dalam menggunakan sarana toilet umum
  6. Jalani Pola hidup sehat, cukup tidur, olah raga teratur, makan makanan dengan gizi yang seimbang
  7. Hindari gonta ganti pasangan dalam berhubungan
  8. Bagi wanita yang sudah melakukan hubungan suami isteri, setiap tahun harus melakukan papsmear untuk mendeteksi perangai sel-sel yang ada di mulut dan leher rahim. (Sumber : RS Mitra Kemayoran Jakarta)

Selain itu, untuk pencegahan keputihan yang lebih efektif kami rekomendasikan menggunakan tissue kesehatan yang telah di rekomendasikan juga oleh Boyke Dian Nugraha pakar sexolog yang telah lama kita kenal selama ini. Tissue kesehatan ini terbuat dari ekstrak bahan alami, bebas dari kandungan alkohol, memiliki pH balance, namun sangat lembut saat pemakaian menjadikannya bebas iritasi.

Selain mencegah keputihan, tissue kesehatan ini dapat menghilangkan gatal-gatal di area organ intim wanita, mampu mencegah jamur penyebab bau tidak sedap pada organ intim, serta yang lebih penting adalah mampu mencegah penyakit mematikan di kalangan kaum perempuan yaitu kanker serviks. Sehingga menjadikan tissue kesehatan ini sebagai perawatan lengkap bagi organ intim anda.

Mengenal Penyakit Keputihan

KEPUTIHAN 20

Keputihan (Flour Albus) sebenarnya bukan penyakit akan tetapi merupakan manifestasi gejala penyakit sistem reproduksi wanita. Ditandai dengan keluarnya cairan dari kewanitaan (vagina) yang bukan berupa darah ataupun air kencing berwarna kekuning-kuningan,dan bentuknya cair hingga kental.Keputihan dibedakan menjadi dua jenis yaitu keputihan fisiologis (normal) atau keputihan patologis (abnormal).Keputihan terjadi hampir pada semua wanita dan ibu hamil akan tetapi tidak semua mengetahui fakta dan penanganan yang tepat untuk mengatasi keputihan.Anda juga harus mengetahui bahwa tidak semua keputihan berbahaya ada pula keputihan yang lumrah di alami oleh seluruh wanita.

Jenis Keputihan :

Keputihan Fisiologis (Normal)

Meskipun keputihan jenis ini tidak berbahaya akan tetapi sering kali membuat anda tidak nyaman dan dapat menurunkan rasa percaya diri. Keputihan fisiologis dapat

dialami oleh wanita normal yang akan haid atau telah haid.Keputihan terjadi pula pada masa pubertas dan masa mendekati monopouse. Keputihan juga bisa terjadi karena anda sedang mengalami stress atau anda sedang hamil. Adapun ciri-ciri keputihan fisiologis adalah sebagai berikut :

  • Vagina mengeluarkan cairan yang berlebihan
  • Tidak menyebabkan gatal pada daerah vagina
  • Cairan berwarna bening
  • Tidak bau amis

Meskipun keputihan jenis ini aman bukan berarti organ kewanitaan anda tidak terancam karena bagaimana pun memjaga kebersihan organ kewanitaan adalah hal yang harus dilakukan oleh wanita dalam menjaga agar area kewanitaan bersih dan tidak terkontaminasi dengan bakteri, jamur dan virus.

Keputihan Patologis (Abnormal)

Keputihan jenis ini yang seringkali dianggap remeh dan dianggap keputihan biasa, padahal jika dibiarkan tanpa pengobatan dan pencegahan maka akan semakin memperburuk keputihan patologis. Penyebab dari keputihan patologis yaitu adanya perubahan kelembapan vagina yang meyebabkan terganggunya perkembangan bakteri normal. Ada beberapa infeksi yang ditimbulkan oleh bakteri, jamur dan virus yaitu contohnya adalah:

  1. Infeksi jamur adanya infeksi jamur menyebabkan anda mengalami keputihan berwarna putih kekuningan , cairan kental, terjadi pembengkakan vulva dan mengalami gatal dan nyeri pada daerah vulva.
  2. Vaginosis Bakterialis(VB). Ada beberapa bakteri penyebab keputihan yaitu Gardnerella, Mobiluncus, Bacteriodes,Mycoplasma. Adapun ciri-ciri nya jika keputihan anda disebabkan oleh infeksi bakteri adalah keluar cairan berwarna putih keabuan, berbau, gatal, kemerahan dan terjadinya pembengkakan pada bibir vagina.
  3. Trichomoniasis . Jika anda mengalami keputihan dengan tanda-tanda berwarna kekuningan atau kehijauaan, lendir berbusa, bau amis, nyeri kemih dan gatal.
  4. Gonorrhea. Cairan vagina anda mengalami perubahan warna menjadi keabuan atau kekuninngan kemudian keluarnya darah diantara siklus haid dan gangguan air kecil.
  5. Adapun infeksi yang ditimbulkan oleh bakteri lain seperti gonococcus,Chlamydia trichomatis,Gardenella, dan Treponema pallidum. Disebabkan oleh jamur misalnya Candida infeksi dan disebabkan virus kondiloma acuminata dan herpes.

Penyebab Keputihan

  1. Ada beberapa penyebab terjadinya keputihan yaitu secara internal menyangkut kebersihan area kewanitaan dan faktor luar diri yang menyangkut kebersihan dan lingkungan :
  2. Infeksi yang disebabkan jamur , bakteri atau virus. Mengakibatkan kuman baik menurun sehingga terjadi nya perkembangan bakteri jahat (patogen) meningkat, sehingga menyebabkan pH kewanitaan anda meningkat.
  3. Kurang menjaga kebersihan. Tidak dapat menjaga kebersihan pada area kewanitaan anda akan menimbulkan masalah keputihan sehingga bakteri jahat (patogen) meningkat mengakibatkan terjadinya infeksi yang mudah menyebar ke area kewanitaan.
  4. Antibiotik dan Pil KB dalam kurun waktu lama. Konsumsi antibiotik dan pil Kb dalam waktu lama akan menimbulkan keputihan hal ini dikarenakan antibiotik dapat mengakibatkan adanya sistem imunitad dalam tubuh. Penggunaan KB pun akan mengakibatkan terganggunya keseimbangan hormonal.
  5. Stress. Stress akan mengakibatkan semua organ tubuh yang dipengaruhi otak mengalamiu perubahan keseimbangan dan menimbulkan keputihan.
  6. Adanya benda yang masuk ke dalam vagina. Keputihan juga dapat diakibatkan oleh tampon, masuknya rambut kemaluan, alat kontrasepsi, iritasi yang berlangsung lama .

Cara Mengatasi Keputihan :

Hindari penggunaan sabun antiseptik yang terlalu sering karena akan menganggu kestabilan ph kewanitaan anda yang menyebabkan bakteri baik anda terganggu.

  1. Usahakan untuk tidak menggunakan bedak di vagina karena akan mengundang jamur dan bakteri yang menempel dan menjadi tumpukan di vagina
  2. Usahakan vagina anda selalu kering sebelum menggunakan celana dalam.
  3. Jangan menggunakan celana dalam yang lembab dan bahan tidak menyerap keringat.
  4. Sering menggunakan pembalut saat anda menstruasi.

Keputihan Saat Hamil

KEPUTIHAN 20

 

Ketika anda hamil tubuh anda akan mengalami banyak perubahan. Hal terpenting yang harus anda pahami adalah ketika mengalami perubahan apakah perubahan normal kehamilan (fisiologis) atau justru perubahan abnormal (patologis) yang harus diberikan pengobatan.

Ibu hamil rentan terhadap cairan vagina karena perubahan hormonal selama kehamilan. Semua wanita hamil pasti pernah mengalami keputihan akan tetapi apakah keputihan normal atau reaksi infeksi ?

Mengapa Terjadi Keputihan pada Ibu Hamil ?

Saat kehamilan ibu hamil mengalami perubahan hormonal yang menyebabkan terjadinya keputihan. Aliran darah akan meningkat ke daerah kewanitaan ketika anda sedang hamil yang mempengaruhi cairan vagina menjadi lebih meningkat. Pada ibu hamil cairan vagina mempunyai manfaat untuk mencegah infeksi dari vagina menuju ke rahim. Akan tetapi, tidak semua cairan vagina memberikan manfaat karena jika telah terkontaminasi dengan bakteri, parasit, atau virus justru akan membuat pengaruh buruk dari terjadinya infeksi vagina .Ibu hamil rentan terhadap infeksi vagina karena kesulitan dalam membersihkan daerah intimnya.

Ciri-ciri Keputihan pada Ibu Hamil

Seperti kebanyakan pada wanita Indonesia yang sering menganggap keputihan adalah hal biasa , padahal keputihan merupakan salah satu tanda terjadinya masalah kesehatan pada alat reprooduksi. Begitu juga pada ibu hamil, ciri-ciri keputihan yang merupakan perubahan normal kehamilan (fisiologis) yaitu berwarna bening keputihan, keputihan tidak berbau , tidak membuat anda gatal dan tidak terasa nyeri. Akan tetapi jika anda mengalami ciri-ciri di bawah ini , hati –hati ini merupakan perubahan abnormal kehamilaan yang membutuhkan penanganan serius :

  1. Cairan berwarna putih kekuning-kuningan bahkan sampai kehijauan atau kekuningan
  2. Cairan lebih kental dan lengket
  3. Memiliki jumlah yang banyak
  4. Rasa gatal yang tidak tertahankan
  5. Berbau tidak sedap
  6. Pada sekitar vagina berwarna kemerahan

Adapun penyebab dari keputihan pada ibu hamil dapat disebabkan adanya infeksi kuman penyakit atau gangguan kehamilan. Infeksi ditimbulkan oleh bakteri, jamur, parasit atau virus. Adapun pada masa awal kehamilan sampai dengan terjadinya persalinan sering terjadi keputihan yang disebabkan Jamur Candida sp yang merupakan penyebab infeksi pada ibu hamil.

Pada masa terakhir kehamilan merupakan kelembapan tertinggi yang menyebabkan jamur candida sp meningkat berpeluang besar menyebabkan infeksi. Jamur candida sp dapat ditimbulkan karena penurunan imunitas.

Selain jamur, Trichomonas vaginalis metupakan protozoa penyumbang infeksi yang menyebabkan berwarna kuning kehijauan, berbau tidak sedap, cairan kental dan menimbulkan nyeri saat berhubungan dan saat berkemih.

Adapun bakteri penyebab keputihan saat hamil yaitu bakteriosis vaginalis (BV) ciri-ciri keputihan yang disebabkan bakteri ini adalah cairan berwarna putih keabu-abuan, berbau tidak sedap, dan pada dasarnya mengalami nyeri pada daerah kewanitaan.

Virus juga dapat membuat anda mengalami keputihan , pada ibu hamil human papiloma virus (HPV) yang menyebabkan timbulnya kutil pada sekitar daerah kemaluan

Adapun beberapa tips yang dapat dilakukan ketika ibu hamil mengalami keputihan :

  1. Menjaga kebersihan vagina
  2. Mengeringkan bagian vagina
  3. Menggunkan celana dalam terbuat dari bahan katun
  4. Jangan menggunakan pantyliners
  5. Jangan terlalu menggunakan obat kewanitaan secara sering
  6. Hindarilah melakukan douche vagina

Untuk ibu hamil jika mengalami keputihan abnormal dengan ciri ciri di atas maka segerelah konsultasikan dengan dokter , jangan merasa malu atau pun segan karena hal itu justru akan membuat ibu hamil mengalami gangguan kesehatan yang berpengaruh pada janin yang sedang dikandung.

Keputihan, Awal Masalah Kewanitaan !

 

 

KEPUTIHAN 20

Bagi wanita keputihan adalah hal yang sudah tidak asing lagi. Keputihan atau dalam istilah kedokteran leucorrhea, white discharge atau flour albus adalah keluarnya cairan dari vagina. Keputihan bersifat fisiologis yaitu disebakan karena adanya respon tubuh normal dan tidak berbahaya adapula bersifat patologis yaitu keputihan yang harus diwaspadai karena menandakan adanya gangguan/ penyakit alat reproduksi. Keputihan bukan merupakan penyakit akan tetapi merupakan tanda masalah pada kewanitaan.

Apa Keputihan Abnormal ?

Keputihan abnormal atau patologis yaitu keputihan dengan ditandai keluarnya cairan vagina berwarna, memiliki bau tidak sedap, menimbulkan gatal sampai penderita merasakan sakit pada area vagina. Keputihan patologis disebabkan adanya infeksi Ph pada vagina yang ditimbulkan oleh jamur candida, parasit trichomonas vaginas,

bakteri gardnerella vaginalis, mycoplasma hominis, bacteroides dan mobiluncus ada pula yang ditimbulkan oleh virus condyloma, herpes dan HIV/AIDS.

Akibat Keputihan

Keputihan merupakan tanda awal masalah pada kewanitaan. Meskipun keputihan bukan jenis yang mematikan penderita akan tetapi jika dibiarkan apalagi jenis keputihan abnormal maka akan menimbulkan beberapa penyakit :

1. Kehamilan Prematur

Ibu hamil yang mengalami gangguan keputihan yang diakibatkan oleh infeksi bakteri patogen dengan ciri-ciri keputihan lendir vagina, berwarna putih keabu-abuan, bau amis tetapi tidak menilbulkan iritasi. Hal ini beresiko menyebabkan kehamilan prematur.Selain itu juga ada beberapa resiko lainnya seperti hamil di luar rahim dan menyebabkan radang panggul.

2. Kemandulan

Wanita yang mengalami keputihan akibat infeksi jamur candida albicans beresiko terkena kemandulan jika tidak diobati dengan benar. Adapun gejala yang dialami adalah rasa gatal yang berlebih di area vagina, cairan berlendir berwarna putih susu dan memiliki bau menyengat. Penderita keputihan jenis ini kadang kadang mengalami rasa panas pada vulva dan nyeri saat senggama dan berkemih.Bayi yang baru lahir bisa tertular keputihan akiba akibat candida saat sedang persalinan tanpa sengaja bercampur dengan ibunya yang menderita penyakit tersebut.

3. Penyakit Kelamin

Bakteri gonococcus menyebabkan terjadi keputihan yang ditandai dengan berbau, berwarna keabu-abuan yang mengakibatkan munculnya penyakit kelamin seperti sifilis, penyakit jengger ayam di kemaluan.

4. Kanker Mulut Rahim

Keputihan yang disebabkan karena infeksi oleh jamur candida albicans mengakibatkan penderita mengalami rasa gatal, berlendir warna putih susu sampai kecoklatan dan baunya amis. Adapula penderita yang mengalami nyeri pada vagina dan juga sakit senggama. Keputihan jenis ini cenderung menunjukan adanya masalah dengan mulut rahim.

5. Pelvis Inflammatory

Penyakit radang panggul yang ditandai dengan adanya keputihan yang berciri-ciri berwarna coklat, disertai dengan demam, kram ketika sedang haid, sakit ketika berhubungan dan sampai perdarahan ketika melakukan hubungan seksual.

6. Gonore

Penyakit seksual pada wanita yang disebabkan bakteri neisseria gonorrhoeae yang menginfeksi selaput dalam panggul, penderita mengalami nyeri panggul dan gangguan reproduksi. Keputihan pada yang dialami adalah dengan ciri berwarna kuning, berbau dan menimbulkan rasa gatal.

Tidak semua jenis keputihan yang sedang alami menandakan bahwa anda menyebabkan terjangkit penyakit diatas karena harus melalui test kedokteran untuk memastikannya.

Jika anda mengalami keputihan bersifat abnormal maka segera konsultasikan kepada dokter.

Disarankan ketika anda akan berkunjung ke dokter untuk tidak menggunakan sabun kebersihan karena akan menyebabkan kesulitan untuk mengindentifikasi keputihan yang sedang dialami.

Keputihan memerlukan perawatan yang sesuai dipantau dari perkembanggannya.Menjaga kebersihan vagina dan pola kehidupan sehat merupakan awal pencegahan menghindari dari keputihan abnormal yang membahayakan kesehatan .

Ciri- Ciri Wanita Keputihan

KEPUTIHAN 20

jenis-keputihanKeputihan adalah cairan yang bersumber dari area kewanitaan atau dinding rahim. Pada umumnya tidak semua jenis keputihan dikategorikan normal. Beberapa dari jenis keputihan bisa jadi awal dari terjadinya infeksi pada area kewanitaan anda. Maka dari itu kenali warna keputihan anda.  Dan berikut adalah beberapa jenis keputihan yang wajib anda ketahui :

1. Berwarna Putih

Cairan keputihan yang berwarna putih biasanya keluar pada saat menjelang dan pasca menstruasi, namun patut anda waspadai jika pada saat cairan keluar disertai dengan gatal dan bau yang tidak sedap seperti bau anyir. Hal ini bisa menjadi tanda-tanda infeksi jamur yang wajib diperhatikan dokter.

2. Berwarna Jernih dan Elastis

Cairan yang berwarna jernih biasa juga akan menghampiri anda pasca menstruasi, awalnya cairan ini berwarna pekat namun lama kelamaan menyerupai cairan ingus, cairan ini merupakan pertanda bahwa anda sedang dalam masa ovulasi.

3. Berwarna Kuning

Cairan keputihan berwarna kuning yang keluar dari organ kewanitaan anda patut untuk diwaspadai. Bisa saja organisme kuman tumbuh dan bersarang pada organ kewanitaan anda. Biasanya organisme ini masuk dalam tubuh anda melalui hubungan seksual, waspadai pula bahayanya bisa jadi ini merupakan gejala dari infeksi gonorhoe, klamida dan trichomonas. Keputihan jenis ini disebabkan oleh bakteri jahat jenis mycoplasma hominis, bakteri gardnerella vaginalis juga tipe prevotella dan bacteroides. Faktor penyebab bakteri ini masuk dalam tubuh anda adalah :IUD, merokok,menggosok area kewanitaan terlalu kuat dan lama.

4. Berwarna Coklat

Biasanya keputihan warna coklat terjadi karena periode haid, eliminasi endometrial, kehamilan di awal, menopouse atau sebagai tanda penyakit alat kelamin anda. Keputihan abnormal yang bercirikan adanya penyakit yaitu di tandai dengan cairan yang dikeluarkan disertai dengan rasa nyeri pada pinggang dan bokong anda, cairan berbau tidak sedap. Hal ini patut anda waspadai jangan-jangan ini merupakan tanda awal penyakit kanker serviks atau pelvis inflammatory disease.

5. Berwarna Abu-abu

Jika cairan keputihan anda berwarna abu-abu dengan disertai gatal, bau tidak sedap dan bengkak kemerangan pada sekitar mulut kewanitaan anda, sebaiknya hal ini mendapatkan perhatian serius dari dokter karena bisa disebabkan oleh bakteri berbahaya. Terparah adalah warna abu-abu dengan garis darah dan bersifat encer. Kemungkinan anda sedang mengalami kanker. Adapula jiga cairan anda terinfeksi bakteri non spesifik kemungkinan gejalanya ditimbulkan kelebihan hormon estrogen.

6. Berwarna Hijau

Cairan keputihan berwarna hijau jika debit dari cairan ini keluar dengan jumlah besar yang disertai dengan adanya aroma busuk dan nyeri yang berlebih pada organ kewanitaan, anda patut mewaspadainya ini bisa pertanda dari infeksi organ reproduksi. Biasanya penyebab cairan keputihan berwarna hijau adalah adanya infeksi oleh protozoa yaitu Trichomonas vaginalis. Pada tingkatan yang parah anda akan mengalami rasa panas dan gatal di sekitar kewanitaan , kemungkinan ini akan disebabkan oleh Nisseria gonorrhoe atau GO.

Meskipun tidak semua keputihan berbahaya akan tetapi jika anda mengalami keputihan berwarna, berbau , timbul rasa gatal di area kewanitaan . Anda harus waspada, seperti yang diuraikan di atas. Keputihan (flour albus) merupakan pertanda anda mengalami masalah pada kewanitaan anda.

Keputihan juga dapat disebabkan oleh pola kehidupan anda yang tidak dapat menjaga kebersihan area kewanitaan dan pola hidup yang seimbang.Anda masih bermasalah dengan keputihan anda? Konsultasikan sekarang juga dengan dokter untuk mendeteksi secara dini sebelum menyebar ke organ-organ lainnya.

Apa Itu Diabetes

JENIS-JENIS PENYAKIT 150x11

9 Juli 2013

Penyakit Diabetes Mellitus (DM) yang kita kenal sebagai penyakit Kencing Manis adalah kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar gula (glukosa) darah akibat kekurangan insulin baik absolute maupun relative. Diabetes Mellitus  merupakan salah satu penyakit degenerative dengan sifat kronis yang jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 1983, prevalensi DM di Jakarta baru sebesar ,7%; pada tahun 1993 prevalensinya meningkat menjadi 5,7% dan pada tahun 2001 melonjak menjadi 12,8%.

Klasifikasi atau jenis diabetes ada bermacam-macam, tetapi di Indonesia yang paling banyak ditemukan adalah Diabetes Mellitus (DM) Tipe 2. Jenis diabetes yang lain ialah Diabetes Mellitus (DM) Tipe 1; Diabetes Kehamian/Gestasional (DMG) dan diabetes tipe lain. Ada juga kelompok individu lain dengan toleransi glukosa abnormal tetapi kadar glukosanya belum memenuhi syarat masuk ke dalam kelompok diabetes mellitus, disebut Toleransi Glukosa Terganggu (TGT).

Sebenarnya penyakit diabetes tidaklah menakutkan bila diketahui lebih awal. Kesulitan diagnosis timbul karena kadang-kadang dia dating tenang dan bila dibiarkan akan menghanyutkan pasien ke dalam komplikasi fatal. Oleh karena itu, mengenal tanda-tanda awal penyakit diabetes ini menjadi sangat penting.

Sejarah

Penyakit kencing manis telah dikenal ribuan tahun sebelum masehi. Dalam manuskrip yang ditulis George Ebers di Mesir sekitar tahun 1550 sM- kemudian dikenal sebagai Papirus Ebers, mengungkapkan beberapa pengobatan terhadap suatu penyakit dengan gejala sering kencing yang member kesan diabetes. Demikian pula dalam buku India Aryuveda 600 sM penyakit ini telah dikenal. Dikatakan bahwa penyakit ini dapat bersifat ganas dan berakhir dengan kematian penderita dalam waktu singkat. Dua ribu tahun yang lalu Aretaeus sudah memberikan adanya suatu penyakit yang ditandai dengan  kencing yang banyak dan dianggapnya sebagai penyakit yang penuh rahasia dan menamai penyakit itu diabetes dari kata diabere yang berarti siphon atau tabung untuk mengalirkan cairan dari satu tempat ke tempat lain. Ia berpendapat bahwa penyakit itu demikian ganas, sehingga penderita seolah-olah dihancurkan dan dibuang melalui air seni. Cendekiawan Cina dan India pada abad 3 s/d 6 juga menemukan penyakit ini, dan mengatakan bahwa urin pasien-pasien itu rasanya manis. Willis pada tahun 1674 melukiskan urin tadi seperti digelimangi madu dan gula. Sejak itu penyakit itu ditambah dengan kata mellitus yang artinya madu. Ibnu Sina pertama kali melukiskan gangrene diabetic pada tahun 1000. Pada tahun Von Mehring dan Minkowski mendapatkan gejala diabetes pada anjing yang diambil pancreasnya. Akhirnya pada tahun 1921 dunia dikejutkan dengan penemuan insulin oleh seorang ahli bedah muda Frederick Grant Banting dan asistennya yang masih mahasiswa Charles Herbert Best di Toronto. Tahun 1954-1956 ditemukan tablet jenis sulfonylurea generasi pertama yang dapat meningkatkan produksi insulin. Sejak itu banyak ditemukan obat seperti sulfonylurea generasi kedua dan ketiga serta golongan lain seperti biguanid dan penghambat glukosidase alfa.

Patofisiologi

Pancreas yang disebut kelenjar ludah perut, adalah kelenjar penghasil insulin yang terletak di belakang lambung. Di dalamnya terdapat kumpulan sel yang berbentuk seperti pulau pada peta, karena itu disebut pulau-pulau Langerhans yang berisi sel beta yang mengeluarkan hormone insulin yang sangt berperan dalam mengatur kadar glukosa darah.

Insulin yang dikeluarkan oleh sel beta tadi dapat diibaratkan sebagai anak kunci yang dapat membuka pintu masuknya glukosa ke dalam sel, untuk kemudian di dalam sel glukosa tersebut dimetabolisasikan menjadi tenaga. Bila isulin tidak ada, maka glukosa dalam darah tidak dapat masuk ke dalam sel dengan akibat kadar glukosa dalam darah tidak dapat masuk ke dalams el dengan akibat kadar glukosa dalam darah meningkat. Keadaan inilah yang terjadi pada diabetes mellitus tipe 1.

Pada keadaan diabetes mellitus tipe 2, jumlah insulin bisa normal, bahkan lebih banyak, tetapi jumlah reseptor (penangkap) insulin di permukaan sel kurang. Reseptor insulin ini dapat diibaratkan sebagai lubang kunci pintu masuk ke dalam sel. Pada keadaan DM tipe 2, jumlah lubang kuncinya kurang, sehingga meskipun anak kuncinya (insulin) banyak, tetapi karena lubang kuncinya (reseptor) kurang, maka glukosa yang masuk ke dalam sel sedikit, sehingga sel kekurangan bahan bakar (glukosa) dan kadar glukosa dalam darah meningkat. Dengan demikian keadaan ini sama dengan keadaan DM tipe 1, bdanya adalah pada DM tipe 2 disamping kadar glukosa tinggi, kadar insulin juga tinggi atau normal. Pada DM tipe 2 juga bisa ditemukan jumlah insulin cukup atau lebih tetapi kualitasnya kurang baik, sehingga gagal membawa glukosa masuk ke dalam sel. Di samping penyebab di atas, DM juga bisa terjadi akibat gangguan transport glukosa di dalam sel sehingga gagal digunakan sebagai bahan bakar untuk metabolism energy.

Faktor Pencetus

Factor bibit merupakan penyebab utama timbulnya penyakit diabetes di samping penyebab lain seperti infeksi, kehamilan, dan obat-obatan. Tetapi, meskipun demikian, pada orang dengan bibit diabetes, belumlah menjamin timbulnya penyakit diabetes. Masih mungkin bibit ini tidak menampakkan diri secara nyata sampai akhir hayatnya.

Beberapa factor yang dapat menyuburkan dan sering merupakan factor perncetus diabetes mellitus adalah :

  • Kurang Gerak/ Malas
  • Makanan Berlebihan
  • Kehamilan
  • Kekurangan Produksi Hormone Insulin
  • Penyakit Hormone Yang Kerjanya Berlawanan Dengan Insulin

Gejala dan Tanda-Tanda Awal

Adanya penyakit diabetes ini pada awalnya seringkali tidak dirasakan dan tidak disadari oleh penderita.  Beberapa keluhan dan gejala yang perlu mendapat perhatian ialah :

  • Keluhan Klasik

    • Penurunan Berat Badan (BB) dan Rasa Lemah.Penurunan BB yang berlangsung dalam waktu relative singkat harus menimbulkan kecurigaan. Rasa lemah hebat yang menyebabkan penurunan prestasi di sekolah dan lapangan olah raga juga mencolok. Hal ini disebabkan glukosa dalam darah tidak dapat masuk ke dalam sel, sehingga sel kekurangan bahan bakar untuk menghasilkan tenaga. Untuk kelangsungan hidup, sumber tenaga terpaksa diambil dari cadangan lain yaitu sel lemak dan otot. Akibatnya penderita kehilangan jaringan lemak dan otot sehingga menjadi kurus.
    • Banyak Kencing. Karena sifatnya, kadar glukosa darah yang tinggi akan menyebabkan banyak kencing. Kencing yang sering dan dalam jumlah banyak akan sangat mengganggu penderita, terutama pada waktu malam hari.
    • Banyak Minum.Rasa haus amat sering dialami oleh penderita karena banyaknya cairan yang keluar melalui kencing. Keadaan ini justru sering disalahtafsirkan. Dikiranya sebab rasa haus ialah udara yang panas atau beban kerja yang berat. Untuk menghilangkan rasa haus itu penderita minum banyak.
    • Banyak Makan.Kalori dari makanan yang dimakan, setelah dimetabolisasikan menjadi glukosa dalam darah tidak seluruhnya dapat dimanfaatkan, penderita selalu merasa lapar.
  • Keluhan Lain

    • Gangguan Saraf Tepi/ Kesemutan.penderita mengeluh rasa sakit atau kesemutan terutama pada kaki di waktu malam, sehingga mengganggu tidur.
    • Gangguan Penglihatan. Pada fase awal penyakit diabetes sering dijumpai gangguan penglihatan yang mendorong penderita untuk mengganti kacamatanya berulang kali agar ia tetap dapat melihat dengan baik.
    • Gatal/Bisul. Kelainan kulit berupa gatal, biasanya terjadi di daerah kemaluan atau daerah lipatan kulit seperti ketiak dan di bawah payudara. Seringpula dikeluhkan timbulnya bisul dan luka yang lama sembuhya. Luka ini dapat timbul akibat hal yang sepele seperti luka lecet karena sepatu atau tertusuk peniti.
    • Gangguan Ereksi. Gangguan Ereksi ini menjadi masalah tersembunyi karena sering tidak secara terus terang dikemukakan penderitanya. Hal ini terkait dengan budaya masyarakat yang masih merasa tabu membicarakan masalah seks, apalagi menyangkut kemampuan atau kejantanan seseorang.
    • Keputihan. Pada wanita, keputihan dan gatal merupakan keluhan yang sering ditemukan dan kadang-kadang merupakan satu-satunya gejala yang dirasakan.

Diagnosis

Apabila ditemukan gejala dan tanda-tanda seperti di atas, sebaiknya segera pergi ke dokter untuk berkonsultasi. Diagnosis diabetes mellitus hanya bisa ditegakkan setelah terbukti dengan pemeriksaan glukosa darag. Pemeriksaan dengan air seni sering kurang dapat dipercaya karena beberapa keadaan dapat menyebabkan negative maupun positif palsu.

Pengobatan

Tujuan utama pengobatan diabetes mellitus yaitu :

  • Mengembalikan konsentrasi glukosa darah menadi senormal mungkin agar penyandang DM merasa nyaman dan sehat.
  • Mencegah atau memperlambat timbulnya komplikasi
  • Mendidik penderita dalam pengetahuan dan motivasi agar dapat merawat sendiri penyakitnya sehingga mampu mandiri.

Pokok-pokok pengobatan :

  • Edukasi penyandang DM
  • Mengatur makanan
  • Latihan jasmani
  • Obat-obatan
  • Pemantauan

Pengelolaan diabetes mellitus tanpa komplikasi akut pada umumnya selalu dimulai dengan pengaturan makanan dan latihan jasmani dulu. Apabila dengan pendekatan tersebut belum mencapai target yang diinginkan, baru diberikan obat-obatan baik oral maupun suntikan sesuai indikasi.

Mengingat sifat diabetes mellitus yang menahun, tak dapat dipungkiri bahwa edukasi yang terus menerus dan berkesinambungan menjadi sangat penting. Pada akhirnya tujuan pengobatan diabetes mellitus harus ditetapkan bersama antara penyandang DM dengan tim yang mengelola.

Komplikasi

Betapa seriusnya penyakit diabetes yang menyerang penyandang DM dapat dilihat pada setiap komplikasi yang ditimbulkannya. Lebih rumit lagi, penyakit diabetes tidak menyerang satu alat saja, tetapi berbagai komplikasi dapat diidap secara bersamaan yaitu :

  • Jantung Diabetes
  • Ginjal Diabetes
  • Mata Diabetes
  • Saraf Diabetes
  • Kaki Diabetes

Pencegahan

Pencegahan pada diabetes mellitus sangat penting mengingat sifat penyakitnya yang menahun dan bila telah timbul komplikasi, biaya perawatannya sangat mahal.

Masyarakat perlu dilibatkan dalam program pencegahan dan pengelolaan penyakit diabetes ini. Dengan pengetahuan yang memadai, masyarakat dilibatkan dalam program skrining kasus baru terutama pada kelompok risiko tinggi untuk timbulnya penyakit diabetes mellitus, disebut pencegahan primer. Sementara itu untuk kelompok masyarakat yang telah menjadi penyandang diabetes, dapat diajak melakukan pencegahan mandiri terhadap kemungkinan timbulnya komplikasi, disebut pencegahan sekunder atau mencegah berlanjutnya koomplikasi menjadi lebih buruk atau fatal, disebut pencegahan tersier. Dengan program pencegahan pada tingkat manapun, akans angat membantu penyandang DM dan keluarga serta masyarakat secara keseluruhan.

Penutup

Memang penyakit diabetes tidak bisa disembuhkan, kecuali beberapa jenis diabetes. Tetapi dengan kemauan keras, penyakit ini dapat dikendalikan. Dengan berbekal pengetahuan yang cukup, disiplin dan keinginan yang besar, maka penyakit diabetes ini bukan merupakan penyakit yang menakutkan. Ibarat delman, penderita adalah kusir dan diabetes adalah kudanya. Sepanjang pak kusir masih memegang kendalinya, selama itu pula kudanya akan menuruti apa keinginan kusir. Dengan prinsip hidup yang positif, pada akhirnya penyandang DM dapat hidup bahagia bersama diabetes, seperti orang lain berbahagia tanpa diabetes.

Diambil dari Apa itu Diabetes : Patofisiologi, Gejala dan Tanda

Q & A about Diabetes

  1. Apakah sebenarnya Diabetes Melitus atau kencing manis itu ?

    Diabetes adalah suatu penyakit dimana tubuh tidak dapat menghasilkan insulin (hormon pengatur gula darah) atau insulin yang dihasilkan tidak mencukupi atau insulin tidak bekerja dengan baik. Oleh karena itu akan menyebabkan gula darah meningkat saat diperiksa.

    Ada 2 jenis tipe utama dalam Diabetes yaitu:

    Diabetes Tipe 1
    Suatu keadaan dimana tubuh sudah sama sekali tidak dapat memproduksi hormon insulin. Sehingga penderita harus menggunakan suntikan insulin dalam mengatur gula darahnya. Sebagian besar penderitanya adalah anak-anak & remaja.

    Diabetes Tipe 2
    Terjadi karena tubuh tidak memproduksi hormon insulin yang mencukupi atau karena insulin tidak dapat digunakan dengan baik (resistensi insulin). Tipe ini merupakan yang terbanyak diderita saat ini (90% lebih), sering terjadi pada mereka yang berusia lebih dari 40 tahun, gemuk dan mempunyai riwayat diabetes dalam keluarga.

  1. Bagaimana mengetahui apakah kita menderita Diabetes atau tidak ?

    Mereka yang menderita Diabetes sering menunjukkan gejala sebagai berikut :
  • Haus dan banyak minum
  • Lapar dan banyak makan
  • Sering kencing
  • Berat badan menurun
  • Mata kabur
  • Luka lama sembuh
  • Mudah terjadi infeksi pada kulit (gatal-gatal), saluran kencing dan gusi
  • Nyeri atau baal pada tangan atau kaki
  • Badan terasa lemah
  • Mudah mengantuk

Gejala-gejala di atas sering dijumpai, tapi pada beberapa orang sering tidak dijumpai gejala sama sekali. Untuk memastikannya, diperlukan pemeriksaaan darah di laboratorium.

  1. Siapa saja yang dapat menderita Diabetes ?
Diabetes dapat terjadi pada semua orang. Tapi bagi mereka yang mempunyai riwayat keluarga Diabetes, lebih besar kemungkinannya untuk menderita Diabetes. Selain riwayat keluarga, faktor resiko lainnya adalah mereka yang mempunyai berat badan berlebih (gemuk), kolesterol tinggi (pola makan yang tidak baik), Hipertensi dan kurang aktifitas fisik. Mereka yang berusia lebih dari 40 tahun disertai dengan kegemukan akan semakin meningkatkan resiko untuk menderita diabetes. 
  1. Bagaimana memastikan menderita Diabetes atau tidak ? 

Diagnosa Diabetes didapatkan bila ditemukan hasil pemeriksaan sebagai berikut :

    • Gula darah puasa lebih besar atau sama dengan 126 mg/dl
    • Gula darah sewaktu lebih besar atau sama dengan 200 mg/dl
    • Gula darah 2 jam setelah pemberian larutan glukosa 75 gram (pada tes toleransi glukosa oral) memberikan hasil lebih besar atau sama dengan 200 mg/dl

Bila seseorang mempunyai gejala khas Diabetes (banyak kencing, banyak minum, banyak makan, berat badan menurun cepat dan badan lemas), maka hasil pemeriksaan sekali saja di atas sudah menentukan orang tersebut menderita diabetes.

Tapi bila gejala khas tidak ada, diperlukan dua kali pemeriksaan di atas untuk memastikan diagnosa Diabetes.

  1. Apakah yang dimaksud dengan Pre Diabetes itu ? 

Pre Diabetes adalah suatu keadaan dimana gula darah lebih tinggi daripada normal tapi belum cukup tinggi untuk dimasukkan dalam kategori Diabetes.

Mereka yang termasuk dalam kategori Pre Diabetes, beresiko tinggi untuk menderita Diabetes tipe 2 di kemudian hari, kecuali mereka melakukan pola hidup sehat dengan menurunkan berat badan yang berlebih dan aktif berolahraga.

Seseorang dimasukkan dalam kategori Pre Diabetes bila gula darah puasa berkisar antara 100-125 mg/dl. Gula darah 2 jam setelah pemberian larutan glukosa 75 gram (pada tes toleransi glukosa oral) berkisar antara 140-199 mg/dl

  1. Bagaimana mengatasi Diabetes ? 

Baik penyandang Diabetes tipe 1 maupun tipe 2, sangat penting untuk melakukan perencanaan makan dan berolahraga. Untuk Diabetes tipe 1 dan beberapa Diabetes tipe 2, diperlukan juga suntikan insulin. Untuk sebagian penyandang Diabetes tipe 2, diperlukan obat oral (obat minum) agar membantu tubuh untuk membuat insulin lebih banyak dan atau membantu membuat insulin bekerja dengan lebih baik.

Kadang penyandang Diabetes tipe 2 dapat mengontrol gula darahnya tanpa obat, hanya dengan pengaturan pola makan dan berolah raga secara teratur.

Penyandang Diabetes dianjurkan untuk kontrol teratur ke dokter. Dokter akan memberikan penjelasan tentang Diabetes dan pengendaliannya, pengaturan pola makan, olahraga, komplikasi yang dapat terjadi dan obat-obatan atau insulin yang perlu digunakan.

Pasien juga perlu melakukan pemeriksaan kadar gula darah secara rutin dan melalukan pemeriksaan darah dan air seni berkala yang meliputi HbA1c (gambaran gula darah dalam 3 bulan terakhir), mikroalbumin urin (kebocoran protein dalam air seni), profil kolesterol, fungsi ginjal, hati, dan sebagainya.

Pasien juga perlu memeriksakan matanya secara teratur minimal 1 kali dalam setahun untuk memastikan tidak adanya komplikasi Diabetes pada mata (retinopati).

  1. Apa saja komplikasi Diabetes yang dapat terjadi ? 

Inilah salah satu alasan yang penting mengapa pasien perlu mengontrol gula darahnya. Karena dengan kontrol gula darah yang buruk, pasien akan mengalami komplikasi jangka panjang, seperti stroke, penyakit jantung, kebutaan, gagal ginjal, penyakit pada pembuluh darah dan kerusakan syaraf sehingga dapat menyebabkan amputasi pada anggota tubuh dan pada pria dapat terjadi gangguan ereksi.

Dari penelitian selama 10 tahun yang telah selesai dilakukan, menunjukkan bahwa pasien yang menjaga gula darahnya tetap terkontrol, akan menurunkan resiko komplikasi-komplikasi tersebut hingga 50% lebih.

  1. Berapakah target gula darah yang harus dicapai oleh penyandang Diabetes ? 

Target dari gula darah adalah individual, jadi bisa saja satu pasien dengan pasien lain berbeda untuk target yang harus dicapai. Tapi secara umum target yang harus dicapai adalah :

Gula darah sebelum makan : 90-130 mg/dl

Gula darah 2 jam setelah makan : dibawah 160 mg/dl

Gula darah sebelum tidur : 110-150 mg/dl

Target untuk HbA1c (gambaran gula darah dalam 3 bulan terakhir) yaitu kurang dari 7%

  1. Apakah Diabetes dapat disembuhkan ? 

Hingga saat ini secara ilmu kedokteran/medis belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan Diabetes. Tapi dengan menurunkan berat badan yang berlebih, diet yang baik, dan berolahraga secara teratur, dapat membuat gula darah kembali normal. Tapi ini tidak berarti telah sembuh dari Diabetes. Karena bila pasien kembali gemuk, diet buruk dan tidak berolahraga, maka gula darah akan meningkat kembali. Jadi Diabetes tidak dapat sembuh, tapi gula darah dapat dikontrol dalam batas normal.

Sekarang secara Non-medis telah tersedia Obat Herbal yang dapat menyembuhkan penyakit Diabetes yaitu Jus Mengkudu yang di produksi oleh perusahaan Amerika Serikat dan produk tersebut adalah Tahitian Noni Juice (Jus Mnggkudu) dan telah terbukti dapat menyembuhkan penyakit Diabetes. Anda juga bisa baca Artiel-artikel  Segala Hal Tentang Tahitian Noni Juice.

Disusun dari Berbagai Sumber

Pencegahan Keputihan, Tips dan Trik

KEPUTIHAN 20

 

22 Juni 2013

Mencegah lebih baik daripada mengobati, begitu kata pepatah. Memang pada kenyataannya lebih baik melakukan tindakan pencegahan daripada pengobatan. Beberapa keuntungan tindakan pencegahan adalah lebih mudah dilakukan serta lebih murah biaya. Begitu juga halnya dengan keputihan, akan lebih mudah dan murah melakukan tindakan pencegahan keputihan daripada melakukan tindakan pengobatannya yang mungkin saja menghabiskan biaya ratusan ribu hingga jutaan.

Apa saja tips dan trik pencegahan keputihan?

Berikut ini akan disajikan beberapa tips dan trik pencegahan keputihan sebagaimana diolah dari berbagai sumber, yaitu:

  • Kebersihan Area IntimJaga kebersihan organ genital dengan melakukan cebok yang benar pasca berkemih. Bersihkan pula rambut kemaluan yang terlalu lebat.
  • Bahan KatunKenakan celana dalam yang terbuat dari katun, sehingga mudah menyerap keringat. Hindari penggunaan celana dalam yang terlalu ketat ataupun celana dalam yang terbuat dari bahan sintetis yang susah menyerap keringat.
  • MakananHindari konsumsi makanan yang banyak mengandung gula ataupun tepung putih, makanan fermentasi seperti tape dan keju, daging yang telah diasinkan serta hindari konsumsi alkohol.
  • Setia Kepada PasanganTetap setia kepada pasangan merupakan tindakan pencegahan utama keputihan patologis yang disebabkan kuman atau virus.
  • Bedak dan Tisu Pengharum Area Intim
    Hindari penggunaan bedak ataupun tisu pengharum dengan frekuensi sering. Penggunaan bedak ataupun tisu pengharum akan mengganggu keseimbangan floral organ genital serta berpotensi menyebabkan iritasi.
  • Kebersihan Toilet dan Perlengkapan MandiRutin bersihkan toilet dan kamar mandi. Hindari pula menggunakan toilet umum yang tidak terjaga kebersihannya, apalagi jika menggunakan toilet duduk. Biasakan selalu membawa tissue dan toilet spray dalam tas untuk membersihkan toilet ketika terpaksa menggunakan fasilitas umum.

Itulah beberapa tindakan pencegahan keputihan yang paling mudah untuk dilakukan. Jangan lupa untuk selalu mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi.

Hindari beberapa jenis makanan yang dapat memicu timbulnya keputihan yang makin parah seperti nanas, susu ataupun makanan lain dengan kadar gula yang tinggi serta asinan.

Lakukan pula olahraga secara teratur dan hindari stress ataupun depresi agar kesehatan tubuh secara umum tetap terjaga. Bagaimanapun juga tindakan pencegahan lebih baik dilakukan daripada mengobati. Semoga bermanfaat.

Pengertian Keputihan

KEPUTIHAN 20

22 Juni 2013

Keputihan, barangkali kata ini sering didengar dan dialami oleh kaum wanita, namun banyak yang belum mengetahui pengertian keputihan itu sendiri. Secara umum, keputihan bisa diartikan sebagai suatu kejadian atau kondisi yang menyebabkan terjadinya infeksi atau peradangan pada vagina.

Infeksi atau peradangan yang menyerang tubuh, secara langsung akan memicu kekebalan atau sistem immun tubuh untuk mempertahankan diri dengan cara menyerang kuman atau bakteri penyebab infeksi dan peradangan tersebut. Layaknya sebuah pertempuran, tentu saja akan ada pihak yang terkalahkan atau mati. Kuman, bakteri ataupun sel darah putih yang kalah atau mati dalam pertempuran, akan dikeluarkan oleh tubuh berbentuk cairan kental atau lendir.

Pengertian Keputihan, Tinjauan Medis

Menurut tinjauan medis, pengertian keputihan biasanya diistilahkan dengan leukore/ leucorrehoea ataupun flour albus/ aliran putih. Leukore merupakan suatu bentuk vaginal discharge yaitu suatu kejadian keluarnya cairan berlebih namun bukanlah darah yang berasal dari vagina, sedangkan keputihan sendiri merupakan istilah lazim yang digunakan masyarakat umum untuk menyebut penyakit kandidiasis vaginal yang terjadi pada daerah kewanitaan.

Dalam istilah medis, keputihan bukanlah suatu jenis penyakit, namun sejatinya keputihan adalah suatu gejala terjadinya peradangan atau infeksi pada organ genital wanita. Masih menurut tinjauan medis, dikatakan bahwa keputihan itu sendiri sebenarnya terdiri dari dua golongan besar yaitu keputihan fisiologis dan keputihan patologis.

Pengertian keputihan fisiologis bisa diartikan sebagai suatu kejadian peningkatan jumlah dan volume cairan lendir pada dinding vagina yang dipicu oleh faktor hormonal dan biasanya tidak berwarna dan tidak berbau serta berfungsi sebagai pelumasan, sedangkan pengertian keputihan patologis adalah suatu kejadian keluarnya lendir atau cairan pada vagina dengan kondisi yang sangat tidak higienis dan dipicu oleh bakteri, kuman ataupun benda asing lain yang bisa menyebabkan suatu ketidakseimbangan hormonal dan derajat keasaman dalam organ genital wanita.

Itulah beberapa pengertian keputihan yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber. Secara garis besar, bisa dikatakan bahwa pengertian keputihan ternyata memiliki perbedaan antara definisi umum menurut masyarakat dan definisi khusus menurut tinjauan medis. Semoga bermanfaat.

Tips Mencegah Keputihan

KEPUTIHAN 20

 

22 Juni 2013

Daerah organ intim yang terasa gatal, cairan vagina tiba-tiba berubah warna, bahkan mengeluarkan aroma yang tak sedap, adalah beberapa gejala keputihan. Gangguan kesehatan yang satu ini kerap menyerang wanita tanpa memandang usia. Besar atau kecil, tua dan muda bisa mengalami keputihan.

Keputihan bisa disebabkan oleh adanya infeksi karena jamur atau bakteri.

Bila tak ingin merasakan gangguan kesehatan gara-gara keputihan maka beberapa tips mencegah keputihan ini bisa diterapkan dalam aktivitas sehari-hari. Rajin mengganti pakaian dalam menjadi tips yang pertama.

Dalam kondisi normal pun organ intim wanita akan memproduksi cairan. Cairan ini biasanya tidak berwarna dan berbau. Produksi cairan ini akan membuat daerah di sekitarnya menjadi lebih mudah lembap. Padahal kondisi lembap sangat disukai jamur penyebab keputihan untuk tinggal dan berkembangbiak.

Pakaian dalam yang baik untuk kesehatan organ intim terbuat dari bahan katun. Bahan ini akan menyerap keringat hingga mampu mengurangi kelembapan di daerah itu. Rajin mengganti pembalut saat haid juga sangat penting untuk mencegah keputihan.

Tips mencegah keputihan lainnya adalah jangan terlalu sering menggunakan pembilas vagina. Karena larutan bilasan ini akan membasmi organisme-organisme penting di vagina. Hingga jamur penyebab keputihan bisa berkembang biak dengan leluasa.

Mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat serta cukup beristirahat sangat disarankan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Bila tubuh kuat, berbagai virus, bakteri dan jamur pun tidak mudah menginfeksi. Disarankan juga untuk mengurangi konsumsi gula agar jamur keputihan tidak gampang menyerang.

Pemakaian celana yang terlalu ketat juga bisa menjadi pemicu munculnya keputihan. Karena celana ketat membuat sirkulasi udara di sekitar organ intim terganggu. Akibatnya daerah itu menjadi lebih lembap.

Membasuh organ intim setelah buang air kecil juga tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Cara paling baik untuk membersihkannya adalah dengan membasuh dari arah depan ke belakang. Supaya berbagai organisme merugikan yang menghuni daerah anus tidak berpindah ke vagina.

Beberapa tips mencegah keputihan ini bisa digunakan untuk menjaga kesehatan organ intim.