Tag Archives: Media Social

Blogroll

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Blogroll 


Blogroll adalah kumpulan pranala ke beberapa blog yang lain. Blogroll biasanya ditempatkan di baris samping (sidebar) halaman muka kebanyakan blog.

Masing-masing penulis blog memiliki kriteria berbeda untuk memasukkan blog lain ke dalam blogroll mereka. Beberapa blogroll dapat berisi daftar weblog yang biasa dibaca oleh penulis dan beberapa pengumpul berita.

Blogger

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Blogger (Layanan)

Opera Snapshot_2018-01-14_231338_id.wikipedia.orgBlogger.svg

Blogger adalah sebuah layanan publikasi blog yang dibuat oleh Pyra Labs dan diakuisisi oleh Google pada tahun 2003. Secara umum, blog yang dihost oleh Google berada di bawah subdomain blogspot.com. Blogger memperbolehkan penggunanya untuk mempublikasikan blognya di server lain, melalui FTP hingga 1 Mei 2010. Setelah tanggal tersebut, semua blog harus disimpan di server Google, meskipun pengguna dapat menggunakan alamat situsnya sendiri dengan fitur Custom URL.

Sejarah


Pada 23 Agustus 1999, Blogger diluncurkan oleh Pyra Labs. Sebagai salah satu perangkat publikasi blog pertama di dunia, Blogger berperan dalam mempopulerkan format blog di dunia. Pada Februari 2003, Pyra Labs diakuisisi oleh Google, membuat sejumlah fitur premium Blogger yang sebelumnya dikomersialkan Pyra Labs menjadi layanan yang sepenuhnya gratis. Pada Oktober 2004, salah satu pendiri Pyra Labs, Evan Williams, mengundurkan diri dari Google.

Pada tahun 2004, Google membeli Picasa, dan mengintegrasikannya dengan Blogger sehingga pengguna Picasa dapat mempublikasikan koleksi foto miliknya ke situs blognya.

Pada 9 Mei 2004, Blogger memperkenalkan beberapa perubahan besar pada sistem publikasi blognya, menambahkan fitur seperti templat yang memenuhi standar web, halaman arsip individual untuk masing-masing posting dan komentar, serta fitur posting melalui email.

Pada 14 Agustus 2006, Blogger meluncurkan versi terbarunya dalam tahap beta, yang diberi nama kode “Invader”. Versi terbaru ini memigrasikan pengguna Blogger ke server milik Google dan menambahkan beberapa fitur baru. Pada Desember 2006, versi baru ini keluar dari tahap beta. Mei 2007, Blogger selesai memigrasikan semua data penggunanya ke server Google.

Desain Ulang


Sebagai bagian dari desain ulang Blogger pada tahun 2006, semua blog yang ada di Blogger dimigrasikan ke server Google. Blogger mengklaim bahwa dengan migrasi tersebut, layanan mereka lebih stabil karena kualitas server yang dimiliki Google lebih baik dari sebelumnya.

Seiring dengan migrasi layanan Blogger ke server Google ini, beberapa fitur baru diperkenalkan, meliputi manajemen label, antarmuka penataan layout template dengan cara geser-dan-letakkan (drag-and-drop), izin pembacaan blog (untuk membuat blog-blog pribadi) dan opsi web feed yang baru. Lebih lanjut, kini setiap blog diperbaharui secara dinamis, berbeda dengan sebelumnya di mana setiap posting atau komentar baru diperlakukan dengan menulis ulang file HTML.

Pada September 2009, Google memperkenalkan fitur baru sebagai bagian dari perayaan ulang tahunnya yang kesepuluh. Fitur tersebut meliputi tampilan baru untuk menulis post, penyempurnaan penanganan gambar, dan implementasi berbasis Google Docs lainnya, seperti:

  • Menambahkan lokasi penulisan di post.
  • Penanggalan tulisan ditentukan pada saat publikasi, bukan saat pembuatan.
  • Pengubahan tautan di mode penulisan (Compose mode).
  • Layanan penuh bagi Safari 3.
  • Tampilan pratayang yang menampilkan post dengan perkiraan lebar tulisan dan ukuran font ketika tulisan tersebut dipublikasikan.
  • Toolbar yang baru dengan tampilan khas Google, waktu pemuatan yang lebih cepat, dan tombol Undo serta Redo.

Pada tahun 2010, Blogger memperkenalkan template baru dan melakukan desain ulang situsnya.

Pada tahun 2013, Blogger mengupdate fitur fiturnya salah satunya fitur komentar dan integrasi pada google+, ada beberapa fitur baru diantaranya :

  • Design Antar Muka yang diperbaharui pada tahun 2012
  • Integrasi langsung dengan google adsense, tahun 2012
  • Integrasi dengan google+ pada kotak komentar dan posting, tahun 2013
  • Fitur mobile template yang mana kita bisa mendesign atau memilih design yang telah disediakan sehingga pengguna dapat melihat blog pada Handphone atau Gadget mereka dengan design yang tersesuaikan ( responsive ).

Integrasi


  • Toolbar Google memiliki fitur “BlogThis!” yang mengizinkan toolbar pengguna dengan akun Blogger untuk memposting tautan langsung ke blog mereka.
  • Blogger mendukung layanan Google AdSense sebagai sebuah cara bagi pemilik blog untuk mendapatkan penghasilan dari blog mereka.
  • Blogger menawarkan layanan Google Adwords sebagai sebuah cara untuk mempromosikan blog baru.
  • Blogger menawarkan dukungan blog multi-pengarang, yang memungkinkan pengguna membuat sebuah blog untuk kelompok (group blog).
  • Blogger menawarkan fitur pengubahan template, yang mengizinkan pengguna mengubah desain templat blog sesuai keinginan mereka. Bagi pengguna yang memiliki kemampuan pemrograman atau pemahaman kode CSS, fitur ini sangat berguna karena memungkinkan mereka merancang desain blog miliknya sendiri, antara lain dengan menambahkan sejumlah menu, dan kolom.
  • Blogger dapat dihubungkan langsung dengan google+ yang dapat mentag teman dan berbagi langsung dengan mereka.

Blog

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas . (Dialihkan dari Weblog)

Blog merupakan singkatan dari web log adalah bentuk aplikasi web yang berbentuk tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web. Tulisan-tulisan ini seringkali dimuat dalam urutan terbalik (isi terbaru dahulu sebelum diikuti isi yang lebih lama), meskipun tidak selamanya demikian. Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna Internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut.

Sejarah


Media blog pertama kali dipopulerkan oleh Blogger.com, yang dimiliki oleh Pyra Labs sebelum akhirnya diakuisisi oleh Google pada akhir tahun 2002. Semenjak itu, banyak terdapat aplikasi-aplikasi yang bersifat sumber terbuka yang diperuntukkan kepada perkembangan para penulis blog tersebut.

Blog mempunyai fungsi yang sangat beragam, mulai dari sebuah catatan harian, media publikasi dalam sebuah kampanye politik, sampai dengan program-program media dan perusahaan-perusahaan. Sebagian blog dipelihara oleh seorang penulis tunggal, sementara sebagian lainnya oleh beberapa penulis. Banyak juga blog yang memiliki fasilitas interaksi dengan para pengunjungnya, seperti menggunakan buku tamu dan kolom komentar yang dapat memperkenankan pengunjungnya untuk meninggalkan komentar atas isi dari tulisan yang dipublikasikan, namun demikian ada juga blog yang bersifat sebaliknya (non-interaktif).

Situs-situs web yang saling berkaitan berkat blog, atau secara total merupakan kumpulan blog sering disebut sebagai blogosphere. Bilamana sebuah kumpulan gelombang aktivitas, informasi dan opini yang sangat besar berulang kali muncul untuk beberapa subjek atau sangat kontroversial terjadi dalam blogosphere, maka hal itu sering disebut sebagai blogstorm atau badai blog.

Komunitas Blogger


Komunitas Blogger adalah sebuah ikatan yang terbentuk dari [para blogger] berdasarkan kesamaan-kesamaan tertentu, seperti kesamaan asal daerah, kesamaan kampus, kesamaan hobi, dan sebagainya. Para blogger yang tergabung dalam komunitas-komunitas blogger tersebut biasanya sering mengadakan kegiatan-kegiatan bersama-sama seperti kopi darat.

Untuk bisa bergabung di komunitas blogger, biasanya ada semacam syarat atau aturan yang harus dipenuhi untuk bisa masuk di komunitas tersebut, misalkan berasal dari daerah tertentu.

Jenis-jenis Blog


  • Blog politik: Tentang berita, politik, aktivis, dan semua persoalan berbasis blog (Seperti kampanye).
  • Blog pribadi: Disebut juga buku harian online yang berisikan tentang pengalaman keseharian seseorang, keluhan, puisi atau syair, gagasan, dan perbincangan teman.
  • Blog bertopik: Blog yang membahas tentang sesuatu, dan fokus pada bahasan tertentu.
  • Blog kesehatan: Lebih spesifik tentang kesehatan. Blog kesehatan kebanyakan berisi tentang keluhan pasien, berita kesehatan terbaru, keterangan-ketarangan tentang kesehatan, dll.
  • Blog sastra: Lebih dikenal sebagai litblog (Literary blog).
  • Blog perjalanan: Fokus pada bahasan cerita perjalanan yang menceritakan keterangan-keterangan tentang perjalanan/traveling.
  • Blog mode: Lebih dikenal dengan “fashion blog”. Isinya seputar gaya, perkembangan mode, selera fesyen, liputan pameran mode, dan lain-lain.
  • Blog riset: Persoalan tentang akademis seperti berita riset terbaru.
  • Blog hukum: Persoalan tentang hukum atau urusan hukum; disebut juga dengan blawgs (Blog Laws).
  • Blog media: Berfokus pada bahasan berbagai macam informasi
  • Blog agama: Membahas tentang agama
  • Blog pendidikan: Biasanya ditulis oleh pelajar atau guru.
  • Blog kebersamaan: Topik lebih spesifik ditulis oleh kelompok tertentu.
  • Blog petunjuk (directory): Berisi ratusan link halaman website.
  • Blog bisnis: Digunakan oleh pegawai atau wirausahawan untuk kegiatan promosi bisnis mereka
  • Blog pengejawantahan: Fokus tentang objek di luar manusia; seperti anjing
  • Blog pengganggu (spam): Digunakan untuk promosi bisnis affiliate; juga dikenal sebagai splogs (Spam Blog)
  • Blog virus (virus): Digunakan untuk merusak
  • Blog gaya hidup (lifestyle): Berisi tema seputar gaya hidup dan hal-hal paling baru di dunia maya
  • Blog parenting: Berisi cerita/ tema seputar menjadi orangtua dan pengalaman mengasuh anak

Budaya Populer


Ngeblog (istilah bahasa Indonesia untuk blogging) harus dilakukan hampir setiap waktu untuk mengetahui eksistensi dari pemilik blog. Juga untuk mengetahui sejauh mana blog dirawat (mengganti template) atau menambah artikel. Sekarang ada lebih 10 juta blog yang bisa ditemukan di internet[butuh rujukan], dan masih bisa berkembang lagi, karena saat ini ada banyak sekali perangkat lunak, peralatan, dan aplikasi internet lain yang mempermudah para blogger (sebutan pemilik blog) untuk merawat blognya. Selain merawat dan terus melakukan pembaharuan di blognya, para blogger yang tergolong baru pun masih sering melakukan blogwalking, yaitu aktivitas para blogger meninggalkan tautan di blog atau situs orang lain seraya memberikan komentar.

Beberapa blogger kini bahkan telah menjadikan blognya sebagai sumber pemasukan utama melalui program periklanan (misalnya AdSense, posting berbayar, penjualan tautan, atau afiliasi). Sehingga kemudian muncullah istilah blogger profesional, atau problogger, yaitu orang yang menggantungkan hidupnya hanya dari aktivitas ngeblog[butuh rujukan], karena banyak saluran pendapatan dana, baik berupa dolar maupun rupiah, dari aktivitas ngeblog ini.

Risiko Kejahatan


Karena blog sering digunakan untuk menulis aktivitas sehari-hari yang terjadi pada penulisnya, ataupun merefleksikan pandangan-pandangan penulisnya tentang berbagai macam topik yang terjadi dan untuk berbagi informasi – blog menjadi sumber informasi bagi para hacker, pencuri identitas, mata-mata, dan lain sebagainya. Banyak berkas-berkas rahasia dan penulisan isu sensitif ditemukan dalam blog-blog. Hal ini berakibat dipecatnya seseorang dari pekerjaannya, diblokir aksesnya, didenda, dan bahkan ditangkap.

Apa itu Media Sosial?

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Conversationprism

Diagram yang menunjukkan perbedaan jenis dari media sosial

Media Sosial adalah sebuah media daring, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.

Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai “sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0 , dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content”.

Opera Snapshot_2018-01-15_055348_www.google.com

Klasifikasi


Media sosial teknologi mengambil berbagai bentuk termasuk majalah, forum internet, weblog, blog sosial, microblogging, wiki, podcast, foto atau gambar, video, peringkat dan bookmark sosial. Dengan menerapkan satu set teori-teori dalam bidang media penelitian (kehadiran sosial, media kekayaan) dan proses sosial (self-presentasi, self-disclosure) Kaplan dan Haenlein menciptakan skema klasifikasi untuk berbagai jenis media sosial dalam artikel Horizons Bisnis mereka diterbitkan dalam 2010. Menurut Kaplan dan Haenlein ada enam jenis media sosial:

Proyek Kolaborasi

Situs web mengizinkan usernya untuk dapat mengubah, menambah, ataupun menghapus konten-konten yang ada di situs web ini. Contohnya wikipedia.

Blog dan Microblog

User lebih bebas dalam mengekspresikan sesuatu di blog ini seperti curhat ataupun mengkritik kebijakan pemerintah. Contohnya Twitter.

Konten

Para user dari pengguna situs web ini saling meng-share konten-konten media, baik seperti video, ebook, gambar, dan lain-lain. Contohnya YouTube

Situs Jejaring Sosial

Aplikasi yang mengizinkan user untuk dapat terhubung dengan cara membuat informasi pribadi sehingga dapat terhubung dengan orang lain. Informasi pribadi itu bisa seperti foto-foto. contoh facebook

Virtual game world

Dunia virtual, di mana mengreplikasikan lingkungan 3D, di mana user bisa muncul dalam bentuk avatar-avatar yang diinginkan serta berinteraksi dengan orang lain selayaknya di dunia nyata. Contohnya gim daring.

Virtual Social world

Dunia virtual yang di mana penggunanya merasa hidup di dunia virtual, sama seperti virtual game world, berinteraksi dengan yang lain. Namun, Virtual Social World lebih bebas, dan lebih ke arah kehidupan, contohnya second life.

Ciri-ciri


Media sosial mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

  • Pesan yang di sampaikan tidak hanya untuk satu orang saja namun bisa keberbagai banyak orang contohnya pesan melalui SMS ataupun internet
  • Pesan yang di sampaikan bebas, tanpa harus melalui suatu Gatekeeper
  • Pesan yang di sampaikan cenderung lebih cepat di banding media lainnya
  • Penerima pesan yang menentukan waktu interaksi

Perkembangan


Perkembangan dari Media Sosial itu sendiri sebagai berikut:

  • 1978 Awal dari penemuan Sistem papan buletin yang memungkinkan untuk dapat berhubungan dengan orang lain menggunakan surat elektronik, atau mengunggah dan mengunduh Perangkat lunak , semua ini dilakukan masih dengan menggunakan saluran telepon yang terhubung dengaan modem
  • 1995 Kelahiran dari situs GeoCities, situs ini melayani Web Hosting yaitu layanan penyewaan penyimpanan data situs web agar halaman situs web tersebut bisa di akses dari mana saja, dan kemunculan GeoCities ini menjadi tonggak dari berdirinya situs-situs web lain.
  • 1997 Muncul situs jejaring sosial pertama yaitu Sixdegree.com walaupun sebenarnya pada tahun 1995 terdapat situs Classmates.com yang juga merupakan situs jejaring sosial namun, Sixdegree.com di anggap lebih menawarkan sebuah situs jejaring sosial di banding Classmates.com
  • 1999 Muncul situs untuk membuat blog pribadi, yaitu Blogger. situs ini menawarkan penggunanya untuk bisa membuat halaman situsnya sendiri. sehingga pengguna dari Blogger ini bisa memuat hal tentang apapun. termasuk hal pribadi ataupun untuk mengkritisi pemerintah. sehingga bisa di katakan blogger ini menjadi tonggak berkembangnya sebuah Media sosial.
  • 2002 Berdirinya Friendster, situs jejaring sosial yang pada saat itu menjadi booming, dan keberadaan sebuah media sosial menjadi fenomenal.
  • 2003 Berdirinya LinkedIn, tak hanya berguna untuk bersosial, LinkedIn juga berguna untuk mencari pekerjaan, sehingga fungsi dari sebuah Media Sosial makin berkembang.
  • 2003 Berdirinya MySpace, MySpace menawarkan kemudahan dalam menggunakannya,sehingga myspace di katakan situs jejaring sosial yang user friendly.
  • 2004 Lahirnya Facebook, situs jejaring sosial yang terkenal hingga sampai saat ini, merupakan salah satu situs jejaring sosial yang memiliki anggota terbanyak.
  • 2006 Lahirnya Twitter, situs jejaring sosial yang berbeda dengan yang lainnya, karena pengguna dari Twitter hanya bisa mengupdate status atau yang bernama Tweet ini yang hanya di batasi 140 karakter.
  • 2007 Lahirnya Wiser, situs jejaring social pertama sekali diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Bumi (22 April) 2007. Situs ini diharapkan bisa menjadi sebuah direktori online organisasi lingkungan seluruh dunia termasuk pergerakan lingkungan baik dilakukan individu maupun kelompok.
  • 2011 Lahirnya Google+, google meluncurkan situs jejaring sosialnya yang bernama Google+, namun pada awal peluncuran. Google+ hanya sebatas pada orang yang telah di invite oleh google. Setelah itu Google+ di luncurkan secara umum.

Pertumbuhan


Pesatnya perkembangan media sosial kini dikarenakan semua orang seperti bisa memiliki media sendiri. Jika untuk memiliki media tradisional seperti televisi, radio, atau korandibutuhkan modal yang besar dan tenaga kerja yang banyak, maka lain halnya dengan media. Seorang pengguna media sosial bisa mengakses menggunakan media sosial dengan jaringan internet bahkan yang aksesnya lambat sekalipun, tanpa biaya besar, tanpa alat mahal dan dilakukan sendiri tanpa karyawan. Pengguna media sosial dengan bebas bisa mengedit, menambahkan, memodifikasi baik tulisan, gambar, video, grafis, dan berbagai model content lainnya.

Menurut Antony Mayfield dari iCrossing, media sosial adalah mengenai menjadi manusia biasa. Manusia biasa yang saling membagi ide, bekerjasama, dan berkolaborasi untuk menciptakan kreasi, berpikir, berdebat, menemukan orang yang bisa menjadi teman baik, menemukan pasangan, dan membangun sebuah komunitas. Intinya, menggunakan media sosial menjadikan kita sebagai diri sendiri. Selain kecepatan informasi yang bisa diakses dalam hitungan detik, menjadi diri sendiri dalam media sosial adalah alasan mengapa media sosial berkembang pesat. Tak terkecuali, keinginan untuk aktualisasi diri dan kebutuhan menciptakan personal branding.

Perkembangan dari media sosial ini sungguh pesat, ini bisa di lihat dari banyaknya jumlah anggota yang di miliki masing-masing situs jejaring sosial ini, berikut tabel jumlah anggota dari masing-masing situs yang di kutip dari (August E. Grant:297) pada 1 mei 2010:

Opera Snapshot_2018-01-14_222139_id.wikipedia.org

 

Media Sosial dan Swasta


Kerangka sarang lebah mendefinisikan bagaimana media sosial layanan fokus pada beberapa atau semua tujuh blok bangunan fungsional (identitas, percakapan, berbagi, kehadiran, hubungan, reputasi, dan kelompok). Bangunan blok tersebut membantu memahami kebutuhan pertunangan dari audiens media sosial. Sebagai contoh, pengguna LinkedIn peduli kebanyakan tentang identitas, reputasi dan hubungan, sedangkan blok utama YouTube bangunan berbagi, percakapan, kelompok dan reputasi.

Banyak perusahaan membangun wadah sosial sendiri yang mencoba untuk menghubungkan blok bangunan tujuh fungsional sekitar merek mereka. . Ini adalah komunitas swasta yang melibatkan orang-orang di sekitar tema yang lebih sempit, seperti di sekitar panggilan tertentu, merek atau hobi, dari wadah media sosial seperti Facebook atau Google+.

Sementara jejaring sosial merupakan situs di mana setiap orang bisa membuat web page pribadi, kemudian terhubung dengan teman-teman untuk berbagi informasi dan berkomunikasi. Jejaring sosial terbesar antara lain Facebook, Myspace, Plurk, dan Twitter. Jika media tradisional menggunakan media cetak dan media broadcast, maka media sosial menggunakan internet. Media sosial mengajak siapa saja yang tertarik untuk berpertisipasi dengan memberi kontribusi dan feedback secara terbuka, memberi komentar, serta membagi informasi dalam waktu yang cepat dan tak terbatas.

Saat teknologi internet dan mobile phone makin maju maka media sosial pun ikut tumbuh dengan pesat. Kini untuk mengakses facebook atau twitter misalnya, bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja hanya dengan menggunakan sebuah mobile phone. Demikian cepatnya orang bisa mengakses media sosial mengakibatkan terjadinya fenomena besar terhadap arus informasi tidak hanya di negara-negara maju, tetapi juga di Indonesia. Karena kecepatannya media sosial juga mulai tampak menggantikan peranan media massa konvensional dalam menyebarkan berita-berita.

 

How Much Does It Really Cost to Build a WordPress Website?

Last updated on December 19th, 2017 by Editorial Staff

One of the questions we often get asked is: how much does it cost to build a WordPress website? While the core WordPress software is free, the cost of a WordPress site depends entirely on your budget and goals. In this article, we will break it all down to answer the ultimate question: How much does it really cost to build a WordPress website? We’ll also show you how to avoid overspending and minimize cost when building a website.

costofwebsite

What Do You Need to Build a WordPress Website?


WordPress is free for anyone to download and use. It is an open source software which gives you freedom to install it on any kind of website.

So if WordPress is free, then where is the cost coming from?

The cost of a WordPress site can be broken down into following categories:

  • WordPress Hosting
  • Domain Name
  • Design
  • Plugins and Extensions (Apps)

To create a Self Hosted WordPress site, you need web hosting to store your files. Every website on the internet needs hosting. This is your website’s home on the internet.

Next, you will need a Domain Name. This will be your website’s address on the internet, and this is what your users will type in the browser to reach your website (example, wpbeginner dot com or google dot com).

With WordPress, there are tons of free website templates available that you can use. However if you want something more advanced / custom, then you can purchase a premium template or have one custom made which will raise the cost.

There are 40,000+ free plugins for WordPress. These are apps and extensions for your websites. Think features like contact form, gallery, etc.

So while you can build a website with just the hosting and domain cost, based on your situation, you may end up paying for additional tools and services. That’s why it’s often confusing for people to find out the real cost of a WordPress website.

Let us walk you through the real cost of building a WordPress site.

Estimating The Real Cost of Building a WordPress Site


calculatingcost

Depending on your needs, your cost to start a WordPress website can range from $100 to $500 to $3000, to even as high as $30,000 or more.

It’s important to know what type of website you are building, and what you’ll need for it because that will directly affect your cost.

But don’t worry, we’ll show you how to avoid a financial disaster and make the best decisions.

For the sake of this article, let’s break down websites into different budget categories:

  • Building a WordPress website (low budget)
  • Building a WordPress website (with more features)
  • Building a WordPress eCommerce website
  • Building a custom WordPress website

Now let’s see how much each of these projects cost and how you can avoid spending any more than necessary.

What’s the Cost of a WordPress Website (Low Budget)?


lowbudgetwebsite

You can build a fully functional WordPress website for yourself and keep your costs under $100. Here is the cost break down of a WordPress website on low budget.

First, you will need a domain name and web hosting.

A domain name typically costs $14.99 / year, and web hosting normally costs $7.99 / month.

Thankfully, Bluehost, an official WordPress recommended hosting provider, has agreed to offer our users a free domain name and over 60% off on web hosting.

For more hosting recommendations check out our guide on how to choose the best WordPress hosting.

Next, you will need to install WordPress on your hosting account. See our step by step guide on how to start a WordPress blog for complete instructions.

Once you have installed WordPress, you can choose a design for your website using a free template.

There are thousands of free and professionally designed templates available for WordPress that you can install. See our expert-pick of 43 beautiful free WordPress blog themes for some examples.

Once you have chosen a WordPress template, follow the instructions in our step by step guide on how to install a WordPress theme.

Next, you may want to add certain features to your website like adding a contact form, a photo gallery, a slider, etc. Don’t worry there are more than 40,000 WordPress plugins available that will help you do that.

Plugins are like apps or extensions for your WordPress site. See our step by step guide on how to install a WordPress plugin.

Below is our selection of the essentials WordPress plugins that you should install on your website. All of them are available for free.

Features

  • WPForms Lite – Add contact forms to your WordPress site
  • Envira Gallery Lite – Add beautiful image galleries to your site
  • Soliloquy Lite – Add beautiful image sliders in WordPress

Website Optimization

  • Yoast SEO – Improve your WordPress SEO and get more traffic from Google
  • MonsterInsights (Free) – Helps you track visitor stats using Google Analytics
  • WP Super Cache – Improves your website’s speed by adding cache

Website Security

  • UpdraftPlus – Free WordPress backup plugin
  • Sucuri – Free website malware scanner

There are many more free WordPress plugins to add different features and extend your WordPress site. See our best WordPress plugins category where we have reviewed hundreds of WordPress plugins.

Total Cost of website: $46 – $100 per year

What’s the Cost of a WordPress Site (with More Features)?


websiteaddons

We always recommend our users to start small and then add more features as their website grow. This way you will not be paying for anything that you don’t really need.
As you add more features to your website, your website cost will start to increase.
You can continue to use Bluehost for WordPress hosting to keep the cost low and get a free domain name.

However since you will be adding more features to your website, it may make sense to get a more powerful hosting configuration like SiteGround’s GoGeek plan. This will cost you a little more, but it comes with premium features like staging, faster performance, and can handle up to 100,000 visitors per month.

You can use our SiteGround coupon to get 60% off for the first year of your hosting.

You can also go for a premium WordPress template for your site. Unlike free WordPress templates, these templates come with extra features and priority support. See our expert selection of 40 best responsive WordPress themes for some great premium templates that you can use.

For more website features you need to use a combination of free + paid plugin addons.

Here are some essential premium WordPress plugins and extensions that you’ll need as your site grows:

Features

  • WPForms (Pro) – Adds a drag drop form builder to your WordPress site
  • Envira Gallery – WordPress image gallery plugin for photography or portfolio websites
  • Beaver Builder – Adds a drag and drop WordPress page builder

Marketing

  • Constant Contact – One of the best Email marketing services
  • OptinMonster – Converts abandoning website visitors into subscribers. Lead generation for WordPress.
  • MonsterInsights Pro – See how visitors find and use your website.

Security

  • BackupBuddy – For automatic WordPress backups
  • Sucuri Firewall – Website firewall and malware protection

There are many more WordPress plugins and services that you can add. Each paid service or addon that you add will increase the cost of your WordPress site.

Total cost of website: Depending on the premium WordPress plugins and services that you add, it can be anywhere between $500 and $1000 per year.

What’s the Cost of a WordPress Ecommerce Website?


ecommercewebsite

WordPress powers millions of eCommerce websites around the world.

The cost of building a WordPress eCommerce website can be significantly higher, but we will show you how to build a WordPress eCommerce website while avoiding potential losses and overspending.

In addition to hosting and domain, your eCommerce site will also need an SSL certificate which costs around $69.99/year. SSL is required to securely transfer customer data such as credit card information, usernames, passwords, etc.

We recommend using Bluehost Ecommerce plan. It gives you a free domain and SSL certificate, plus discount on hosting.

After that, you need to select a WordPress eCommerce plugin.

There are several eCommerce plugins for WordPress, but none comes even close to WooCommerce. It is the most popular WordPress eCommerce plugin that allows you to build robust online stores to sell your products/services.

Next, you will need to install WordPress and WooCommerce on your website. We have a step by step guide on how to start an online store.

While WooCommerce is free, you will need to use paid addons for additional features. The cost of your website will go up depending on how many addons you need to add on your website.

Once you are up and running, you will need to choose a WooCommerce ready WordPress template for your site. There are several paid and free WordPress templates with full WooCommerce support. Choosing a premium or paid template gives you access to support and extra features.

We have a list of the best free WooCommerce addons, but depending on your needs, you may have to use some paid extensions as well.

Here are some other paid services that you’ll need on your eCommerce website.

Features

  • WPForms – To add customer inquiries and feedback forms
  • Beaver Builder – To create stunning landing pages using a drag and drop page builder
  • Soliloquy – Create beautiful product sliders with their WooCommerce addon

Marketing

  • OptinMonster – Convert visitors into customers with this powerful lead generation tool
  • Constant Contact – powerful email marketing service
  • MonsterInsights – Ecommerce tracking with real time stats using Google Analytics

Security

  • BackupBuddy – Automatic WordPress backups
  • Sucuri – Website firewall and malware scanner

Remember the best way to keep your costs down is by starting small and adding extensions and services as your business grows.

Total cost of building a WordPress eCommerce website: $1000 – $3000. It could be higher depending on how many paid addons and services you add to your site.

What’s the Cost of a Custom WordPress Site?


customwebsite

A custom WordPress site is when you hire a WordPress developer to create a unique design and build specific features for it.

Usually well established, large to medium sized businesses choose this route.

To support a custom WordPress site, you may also want to go for a managed WordPress hosting provider. This is WordPress centric hosting environment, with managed updates, premium support, strict security, and developer friendly tools.

In addition to your hosting and domain name, you will also be paying the developer that’s building your website.

The cost of a custom website depends on your requirements, budget, and the rates of the developer or agency you hire.

A standard custom WordPress theme alone can cost you upto $5000. More robust WordPress sites with specific custom features can cost up to $15000 or even higher.

Update: Since several of you asked for a more details on this section, we have created a comprehensive guide on how much does a custom WordPress theme cost, and tips on how you can save money.

How to Avoid Overpaying and Cut Down Spending?


We always recommend our users to start small and then scale their WordPress site as it grows. In many cases you don’t need all the premium features that you see on many well established websites in your industry.

Keep in mind that those websites had a head start, and it likely took them time to figure out how to manage costs and grow their business.

You can start with a budget website using free plugins and template. Once you start getting visitors, you can consider adding premium features like a premium template, email marketing, paid backup plugin, website firewall and so on.

Same goes for your eCommerce website. Start with bare minimum and then as you start selling, you will find out exactly the tools that will help you and your customers.

Look for best WordPress deals and coupons to get additional discounts whenever you can.

Even for robust WordPress sites you don’t always need to hire a developer. We have step by step tutorials on how to create different types of WordPress websites such as:

  • How to create a business directory with WordPress
  • How to create an online review website with WordPress
  • How to build an auction website using WordPress
  • How to build a coupons website with WordPress
  • How to create a multilingual website with WordPress
  • How to create a job board with WordPress
  • How to create a questions & answers website with WordPress
  • How to create a portfolio website with WordPress
  • How to create a wiki knowledge base website using WordPress

We hope this article answered your questions about how much does it cost to build a WordPress website. You may also want to see our list of 25 legit ways to make money online blogging with WordPress.

If you liked this article, then please subscribe to our YouTube Channel for WordPress video tutorials. You can also find us on Twitter and Facebook.