Uji Coba MRT 12 – 24 Maret 2019

MRT Jakarta

Uji Coba MRT, Warga Bisa Naik dari Semua Stasiun

Suasana Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia di Jakarta Pusat, Kamis (28/2/2019). Progres pembangunan MRT hingga saat ini sudah mencapai 99,06 persen dan rencana operasi komersial diperkirakan di antara 24-31 Maret. (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

Direktur PT MRT Jakarta William P Sabandar menyebut, warga DKI Jakarta bisa menaiki MRT dari semua stasiun saat uji coba nanti. “Nanti uji coba penuh semua stasiun dibuka jadi masyarakat tidak hanya naik dari Bundaran HI atau Lebak Bulus,” kata William di kantor PT MRT Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (28/2/2019).

Seluruh stasiun tersebut adalah Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok M, Sisingamangaraja, Bundara Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran HI. “Jadi warga coba naik dari Fatmawati, Cipete, Haji Nawi maupun dari stasiun yang di bawah tanah,” ujarnya.

William meminta semua stasiun dibuka untuk melihat animo warga.

“Akan kita lihat bagaimana pengalaman naik MRT dan akan kita evaluasi setiap sore. Naik bisa dari semua stasiun tapi untuk stasiun keluar terserah silakan,” ucap William. Diketahui, uji coba yang melibatkan warga akan berlangsung dari 12 Maret hingga 24 Maret 2019. Uji coba dimulai pada pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB. Ada pun kuota uji coba yang disediakan sebanyak 285.600 kuota.

Resource: Kompasdotcom. Penulis: Ryana Aryadita Umasugi Editor: Dian Maharani

MRT Jakarta Resmi Beroperasi 25 Maret 2019

MRT Jakarta

Foto: Stasiun MRT Bunderan HI (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

MRT Jakarta resmi beroperasi hari ini setelah sehari sebelumnya dioperasikan oleh Presiden Joko Widodo. Sekarang masyarakat dapat menikmati MRT Jakarta fase 1 rute Lebak Bulus – Bundaran Hotel Indonesia (HI) secara gratis.

Dalam sambutannya pada saat peresmian yang dihadiri sejumlah menteri Kabinet Kerja, Jokowi meminta kepada masyarakat untuk beradaptasi dengan moda transportasi pertama di Indonesia ini.

Ia ingin masyarakat ikut serta dalam menjaga dan memelihara MRT. Kepala negara tak mau lagi mendengar masyarakat masih menerapkan budaya lama dalam menggunakan transportasi publik.

“Jaga agar tetap bersih, stasiun dan MRT-nya tidak kotor. Jangan buang sampah sembarangan. Budaya antre dan disiplin waktu,” kata Jokowi di lokasi peresmian.

Mimpi Indonesia memiliki sebuah kereta rel listrik cepat ini memang sudah lama. Rencana pembangunan MRT di Jakarta sesungguhnya sudah dirintis sejak 1985.

Penggagas MRT Jakarta

Namun, berdasarkan penelusuran CNBC Indonesia yang dirangkum dari keterangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, desain proyek MRT baru dibuat pada medio 1995.

Pada sat itu, mantan Presiden RI ketiga BJ Habibie yang merancang dan menyusun sendiri dasar proyek MRT untuk rute Blok M. Pada saat itu, Habibie masih menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi.

Meskipun di tahun yang sama, Ali Sadikin – Gubernur DKI Jakarta waktu itu – sudah membentuk unit manajemen khusus, pembangunan tak dieksekusi hingga di 1998. Rencana ini dilanjutkan kembali oleh Gubernur Sutiyoso.

Beberapa tahun tak ada progres perkembangan signifikkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2005 menetapkan MRT sebagai proyek nasional. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah pun mulai bergerak menindaklanjuti arahan presiden.

Foto: Stasiun MRT Lebak Bulus (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Di masa kepemimpinan Fauzi Bowo, pemerintah provinsi DKI Jakarta meneken naskah perjanjian penerusan hibah proyek MRT dari pemerintah pusat. Langkah tersebut, kembali ditindaklanjuti di 2011 oleh era kepemimpinan Jokowi sebagai gubernur Jakarta.

Di era Jokowi, lelang fisik MRT fase I dilakukan, komposisi pinjaman pun berubah. Tongkat estafet beralih ke Basuki Tjahaja Purnama, dan tanda-tanda proyek tersebut hadir di ibu kota makin terlihat jelas.

Di zaman Basuki yang akrab disapa Ahok itu, pembebasan lahan dilakukan dengan memberikan insentif kepada pemilik lahan demi proyek MRT di sepanjang jalan Fatmawati, Jakarta Selatan.

Kemudian di 2017, Djarot Saiful Hidayat menekan aturan mengenai PT MRT Jakarta sebagai operator utama pengelola kawasan TOD koridor Utara – Selatan Fase 1 MRT.

Akhirnya di era Anies Baswedan, masyarakat Jakarta bisa melihat MRT terwujud. Sebuah transportasi masal yang diharapkan menjadi jawaban tingginya mobilitas pekerja di ibu kota.

MRT akan mulai beroperasi hari ini Senin (25/3/2019) dan dapat dinikmati gratis dengan cara mengisi data di pintu. Baru kemudian MRT Jakarta beroperasi secara komersial pada 1 April 2019. Untuk kisaran tarifnya sendiri baru akan diumumkan pekan depan.

Source: Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia 25 March 2019 09:34

MRT Jakarta

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

MRT Jakarta, singkatan dari Mass Rapid Transit Jakarta, Moda Raya Terpadu atau Angkutan Cepat Terpadu Jakarta (bahasa Inggris: Jakarta Mass Rapid Transit) adalah sebuah sistem transportasi transit cepat menggunakan kereta rel listrik di Jakarta. Proses pembangunan telah dimulai pada tanggal 10 Oktober 2013 dan diresmikan pada 24 Maret 2019.

Layanan MRT ini diberi nama “Ratangga”. Kata ratangga merupakan kata bahasa Jawa Kuno yang berarti “kendaraan beroda” atau “kereta”. Operator layanan ini, PT MRT Jakarta, merupakan badan usaha milik daerah yang modalnya dimiliki Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Sejarah

Latar belakang

Jakarta adalah ibu kota Indonesia dengan penduduk sebanyak 9 juta jiwa. Diperkirakan bahwa lebih dari empat juta penduduk di daerah sekitar Jabodetabek menempuh perjalanan ke dan dari kota setiap hari kerja. Masalah transportasi semakin mulai menarik perhatian politik dan telah diprediksikan bahwa tanpa terobosan transportasi utama, kemacetan akan membanjiri kota dan akan menjadi kemacetan lalu lintas yang sangat parah sehingga kendaraan tidak bisa bergerak bahkan pada saat baru keluar dari garasi rumah pada tahun 2020.

Sejak tahun 1980 lebih dari dua puluh lima studi subjek umum dan khusus telah dilakukan terkait dengan kemungkinan sistem Mass Rapid Transit (MRT) di Jakarta. Salah satu alasan utama yang menunda penanggulangan masalah ini adalah krisis ekonomi dan politik 1997-1999. Sebelum krisis, sebuah Build-Operate-Transfer (BOT) yang dianggap sebagai bagian dari MRT baru melibatan sektor swasta. Setelah krisis, rencana mengandalkan BOT untuk menyediakan pembiayaan terbukti tidak layak dan proyek MRT kembali diusulkan sebagai skema yang didanai pemerintah.

Transportasi umum di Jakarta saat ini hanya melayani 56% perjalanan yang dilakukan oleh komuter sehari-hari. Angka ini perlu ditingkatkan mengingat Jakarta adalah kota dengan tingkat rata-rata pertumbuhan kendaraan bermotor sebesar 9,5% per tahunnya yang jauh melebihi panjang jalan dengan kenaikan hanya sebesar 0,01% antara tahun 2005 dan 2010 .

Pembangunan MRT di daerah Bundaran HI

Transportasi umum di Jakarta saat ini terdiri dari berbagai jenis bus, mulai dari bemo yang sangat kecil, mikrolet yang sedikit lebih besar, hingga mikrobus seperti MetroMini dan Kopaja. Selain bus kota ukuran penuh serta sistem angkutan cepat bus Transjakarta. Terdapat juga taksi dengan roda dua (ojek) dan empat serta sistem Kereta Commuter Jabodetabek.

Pendanaan

Tahap 1 (Lebak Bulus–Bundaran HI) didanai pinjaman lunak dari JICA (Japan Internasional Cooperation Agency) dengan tenor pinjaman 30 tahun dan masa tenggang 10 tahun dimana pembayaran pertama dilakukan 10 tahun setelah penandatanganan perjanjian pinjaman sampai 30 tahun setelahnya. Tingkat bunga yang dikenakan sebesar 0.25% per tahun.

Tahap 2 (Bundaran HI–Kota) didanai dengan skema serupa namun tenor 40 tahun dan juga dengan masa tenggang 10 tahun. Pencairan pertama pinjaman dikenakan bunga 0,1% per tahun. Pendanaan tahap 2 ini memuat sebagian kecil dari kekurangan anggaran tahap 1, yang disebabkan antara lain dengan adanya pemutakhiran peraturan pemerintah mengenai pencegahan dampak gempa bumi.

Pembangunan

Kemajuan tahap pertama didanai melalui pinjaman oleh Bank Jepang untuk Kerjasama Internasional (Japan Bank for International Cooperation, JBIC), sekarang bergabung ke Japan International Cooperation Agency (JICA). Jumlah pinjaman IP adalah 536 (ditandatangani November 2006) untuk jasa rekayasa. Pinjaman jasa rekayasa adalah pinjaman pra-konstruksi untuk mempersiapkan tahap konstruksi. Terdiri dari:

  • Paket desain dasar, dikelola oleh Ditjenka (Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Departemen Perhubungan)
  • Manajemen dan paket Operasi, dikelola oleh Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Jakarta)
  • Bantuan pembangunan dalam tender, dikelola oleh PT MRT Jakarta

Pada tanggal 31 Maret 2009, Perjanjian Kredit 2 (LA2) dengan jumlah 48,150 miliar Yen untuk membangun Sistem MRT Jakarta telah ditandatangani oleh Pemerintah Indonesia (diwakili oleh Duta Besar Indonesia untuk Jepang) dan JICA di Tokyo, Jepang. Pinjaman ini akan diteruskan dari Pemerintah Nasional untuk Administrasi DKI Jakarta sebagai hibah (perjanjian penerusan hibah). Setelah penandatanganan perjanjian pemberian untuk LA2, Pemprov DKI akan mengusulkan dua perjanjian pinjaman lain untuk LA3 dan LA4 ke pemerintah pusat. Proposal ini akan menjadi kesepakatan pinjaman untuk pemerintah daerah. Jumlah total LA3 dan LA4 ditujukan sebagai pinjaman oleh pemerintah daerah adalah sekitar ¥ 71 Miliar. Jumlah ini didasarkan pada kemajuan, hasil dan serapan LA2. Paket pinjaman total dari JICA untuk pengembangan sistem MRT Jakarta bernilai total ¥ 120 miliar.

Mulut terowongan MRT Jakarta di bawah Patung Pemuda Senayan

Pengerjaan pada desain dasar untuk tahap pertama dari proyek ini dimulai pada akhir 2010. Proses tender berlangsung pada akhir 2012. Proyek ini terdaftar sebagai salah satu proyek prioritas dalam anggaran kota Jakarta untuk 2013. Pada bulan September 2012, DMRC Delhi Metro mengumumkan bahwa mereka telah diberikan pekerjaan ‘Manajemen Jasa Konsultasi’ dari sistem MRT Jakarta oleh pemerintah Indonesia. Ini akan menjadi proyek pertama DMRC di luar India. DMRC akan bekerja sebagai bagian dari usaha patungan dengan 8 perusahaan internasional lainnya termasuk Padeco dan Konsultan Oriental, PT Ernst and Young Advisory Services, PT Indotek Teknik Jaya, PT Pamintori Cipia, Manajemen Lambaga dan PT Public Private Partnership dari Indonesia dan Seneca Group DMRC telah menyatakan bahwa tanggung jawab utama dalam JV akan menjadi “finalisasi struktur organisasi Metro Jakarta, perekrutan personil, pembangunan sarana pelatihan dan pelatihan. karyawan untuk berbagai kategori diperlukan untuk memulai operasi “. Konstruksi fisik diharapkan dimulai pada tahun 2013 dan jalur MRT diharapkan akan beroperasi pada 2017.

Pada tanggal 1 Juni 2013, 3 kontrak sipil pertama untuk bagian bawah tanah sepanjang 9,2 km ditandatangani. 3 kontrak dimenangkan oleh 2 konsorsium yang terpisah dari perusahaan Jepang dan Indonesia. 3 kontrak pekerjaan sipil untuk bagian jalur layang diharapkan akan ditandatangani pada kuartal ke-3 tahun 2013. Pengerjaan diharapkan akan dimulai pada Oktober 2013.

Lintas

Jalur MRT Jakarta rencananya akan membentang kurang lebih ±110,8 km, yang terdiri dari Koridor Selatan–Utara (Koridor Lebak Bulus–Kampung Bandan) sepanjang ±23,8 km dan Koridor Timur – Barat sepanjang ±87 km.

Jalur Utara–Selatan

Jalur Selatan–Utara merupakan jalur yang pertama dibangun. Jalur ini akan menghubungkan Lebak Bulus, Jakarta Selatan dengan Kampung Bandan, Jakarta Utara. Pengerjaan jalur ini dibagi menjadi 2 tahap pembangunan.

Tahap I (Lebak Bulus–Bundaran HI)

Tahap I yang dibangun terlebih dahulu menghubungkan Lebak Bulus, Jakarta Selatan sampai dengan Bundaran HI, Jakarta Pusat sepanjang 15.7 km dengan 13 stasiun (7 stasiun layang dan 6 stasiun bawah tanah). Proses pembangunannya sudah dimulai sejak 10 Oktober 2013[1] dan rencananya akan dioperasikan secara penuh pada 1 Maret 2019.

Stasiun pemberhentian

Tahap II (Bundaran HI–Kota)

Tahap II akan melanjutkan jalur Selatan–Utara dari Bundaran HI sampai dengan Kota sepanjang 8.1 km. Tahap II akan mulai dibangun ketika tahap I beroperasi dan ditargetkan beroperasi pada tahun 2020. Studi kelayakan untuk tahap ini sudah selesai.

Konstruksi terowongan MRT Jakarta rute Utara–Selatan
Penumpang MRT Jakarta menunggu di Stasiun Lebak Bulus

Jalur Barat–Timur

Jalur Barat–Timur saat ini sedang dalam tahap studi kelayakan. Jalur ini ditargetkan paling lambat beroperasi pada 2024–2027.

Armada

MRT Jakarta menggunakan kereta rel listrik produksi Sumitomo Corporation, Jepang, bekerjasama dengan Nippon Sharyo. Kontrak antara PT MRT Jakarta dan Sumitomo Corporation telah ditandatangani pada tanggal 3 Maret 2015. KRL yang akan dioperasikan MRT Jakarta rencananya akan menggunakan sistem pengoperasian kereta api otomatis.

KRL pertama MRT Jakarta diturunkan dari kapal.
KRL MRT Jakarta di depot Lebak Bulus

Tiket Elektronik dan Tarif

Kartu Jelajah

Dalam rangka memenuhi kebutuhan e-ticketing pada 1 Maret 2019 nanti, PT MRT Jakarta telah merilis e-ticketing yang diberi nama “Kartu Jelajah”. “Kartu Jelajah” ini dirilis dalam bentuk 2 jenis kartu yaitu kartu untuk perjalanan tunggal (single-trip) dan prabayar untuk perjalanan berkali-kali (multi-trip). Untuk kartu single-trip hanya bisa digunakan untuk sekali perjalanan dan diwajibkan untuk isi ulang (top-up) dengan rentang waktu maksimal 7 hari setelah pembelian. Sementara untuk kartu multi-trip dapat digunakan berkali-kali selama saldo di dalam kartu masih mencukupi. Sampai saat ini PT MRT Jakarta terhitung telah memproduksi 954.000 tiket dengan jenis single-trip dan multi-trip. Untuk implementasi kartu jelajah sebagai alat transaksi pembayaran, PT MRT Jakarta masih menunggu perizinan dari pihak Bank Indonesia.

Jak Lingko

Untuk mengoptimalkan angkutan antarmoda, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mengintegrasikan MRT dengan moda transportasi lain yang diatur oleh Pemerintah Provinsi melalui kartu Jak Lingko: LRT Jakarta, Transjakarta, serta KRL Commuter Line.

Related Posts:

Mengenal Silvia Halim, Sosok Wanita Hebat di Balik Proyek Besar MRT Jakarta

Biography Silvia Halim

313 hari lagi!

Begitulah tampilan angka di depan laman PT MRT Jakarta saat saya menulis thread ini.

Bukan dibuat tanpa maksud, jumlah hari yang terpampang tersebut adalah perhitungan waktu mundur sebelum akhirnya target mass rapid transit ( MRT ) Jakarta dioperasikan pada Maret 2019 mendatang. Sebuah momen yang diharap dan dinanti-nanti khususnya bagi warga Jakarta yang mulai penat dengan kemacetan ibukota.

Bila membicarakan soal pembangunan MRT, taukah kamu Gan bahwa dibalik proyek besar tersebut ada salah satu sosok perempuan yang punya peranan cukup penting dalam pembangunan ini?

Seorang sosok yang menurut saya punya pandangan dan prinsip yang juga bisa jadi cerminan dari semangat Kartini modern masa kini.

Dialah Silvia Halim, Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta yang menjadi satu-satunya wanita dalam jajaran direksi PT MRT Jakarta tersebut.

Perempuan kelahiran 18 Juni 1982 ini telah ditunjuk sebagai Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta sejak 31 Agustus 2016 silam. Jangan ragukan kemampuannya di bidang pembangunan infrastruktur ya Gan! Sebelum di PT MRT Jakarta, Silvia sudah memiliki pengalaman 12 tahun berkarir di Land Transport Authority (LTA) Singapura sebagai Project Manager untuk beberapa proyek insfrastruktur di sana.

Kini, sebagai Direktur Konstruksi, Silvia mengemban tugas utama untuk menjaga dan mengawal pekerjaan di MRT dari segi progress, kualitas dan safety yang ada di lapangan agar sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan sejak awal.

Beberapa waktu lalu saya pun berkesempatan untuk berbincang langsung dengan sosoknya di kantor PT MRT Jakarta yang terletak di kawasan Thamrin. Dan dari perbincangan tersebut ada banyak hal yang semakin membuat saya kagum terhadap sosoknya. Mulai dari ceritanya dalam berkarir hingga soal pandangan terhadap kartini dan wanita masa kini.

Tak pernah membatasi diri hanya karena dia perempuan

Saat kuliah, Silvia mengambil jurusan Teknik Sipil di Nanyang Technologycal University dan pada akhirnya berkarir di sektor konstruksi di mana keduanya kerap di cap sebagai sesuatu yang “lebih laki” oleh beberapa orang. Meski demikian , Silvia tak pernah membiarkan hal itu mempengaruhinya dalam menentukan masa depan yang ia pilih dan jalani.

Quote:

“Nggak. It didn’t really cross my mind at that point of time when i make those decision. Bahwa beberapa hal lebih cocok untuk pria dan bahwa saya perempuan lebih cocok apa. That never really became a factor for me.”

Pilihannya untuk berkuliah di Singapura dan mengambil jurusan teknik sipil, jurusan yang mungkin bagi banyak orang masih terlihat sebagai jurusan yang diminati pria tersebut bisa dibilang terjadi begitu saja. Saat itu ia mendapat kesempatan untuk bersekolah di Nanyang Techonologycal University. Kesempatan itu pun langsung ia ambil karena baginya bersekolah di Singapura saat itu adalah salah satu caranya belajar hidup mandiri, mengurus diri sendiri.

Begitu pula ketika memasuki dunia kerja, Silvia yang baru lulus saat itu langsung dihadapkan dengan mayoritas rekan kerja yang kebanyakan adalah bapak-bapak yang sangat berpengalaman di bidang konstruksi. Meski begitu Silvia tak pernah canggung ataupun merasa kecil hati karena menjadi minoritas di antara dominasi karyawan pria. Baginya, ketimpangan perbandingan jumlah wanita dan pria saat itu bukan jadi masalah yang menghambatnya untuk bekerja secara maksimal.

Quote:

“I have bigger problem.Bukan gender, tapi masalah showing that i am capable. Saya bisa walaupun saya masih muda di posisi itu sebagai seorang Project Engineer. Jadi my focus is more on how to demonstrate that I capable to do that job that I was given. Dan nggak ada cara lain saat itu kecuali saya harus mau merendah untuk bisa belajar dengan bapak-bapak ini yang lebih berpengalaman, namun di saat yang bersamaan juga bisa menunjukkan kalau saya berani mengambil keputusan dan berkolaboratif dengan mereka dalam mengerjakan proyek.”

Pernah mengalami diskriminasi tapi tidak pernah membuatnya ingin berhenti

Meski Silvia sendiri tidak pernah menganggap gender sebagai penghalang untuk seseorang bisa berkarya di tempat kerja, namun Silvia pernah mengalami kejadian tak menyenangkan yang akhirnya membuatnya sadar bahwa dalam realitanya masih ada ketidakadilan bagi perempuan di dunia kerja.

Itu ia alami saat bekerja di Singapura. Saat itu ia dan salah satu rekannya yang pria sama sama memiliki perfomance yang bagus. Meski begitu, Silvia harus rela ketika hanya rekan kerjanya saja yang dipromosikan. Alasan atasannya saat itu adalah meski perfomance keduanya sama-sama bagus dan memulai kerja di saat yang sama , tapi tetap secara record rekannya lebih senior. Ini dikarenakan ketika seorang pria Singapura sudah menjalankan wamil, maka masa service dia selama wamil akan dihitung sebagai kerja secara tidak langsung. Hal tersebut membuat Silvia sadar bahwa adanya sistem tersebut membuat perempuan harus bekerja dua kali lebih berat dibanding pria.

Quote:

“Awalnya saya ngerasa oh fine. Tapi sesudah itu saya berpikir. It was not because i was performing less than him. Its just because the system and the situation made did such that laki laki singaporean itu akan lebih maju karirnya dibanding sama saya walau kita masuknya bareng dan performancenya sama. Itu by sistem. Itu membuat saya sadar kalau saya mau lebih maju berarti saya harus kerja double. I has to show that saya better than that person baru saya bisa mendapat pengakuan yang sama. Itu sih the first reality check yang saya pernah alami bahwa dunia itu tidak as fair and square as you hope to be. Saya merasa i have to work extra hard kalau begitu.”

Beruntungnya Silvia, saat pindah ke Indonesia ia langsung masuk ke posisi yang cukup tinggi sehingga mungkin memberikannya sedikit keuntungan untuk tidak merasakan perjuangan dari bawah untuk ke atas dan tidak mengalami diskriminasi. Meski demikian, untuk konteks selama ia bekerja di PT MRT Jakarta dan kesehariannya di pemprov ia merasa perkembangannya sudah cukup baik. Bahwasanya gender bukan menjadi sesuatu yang dipermasalahkan di PT MRT Jakarta.

Meski ia menjadi satu-satunya direksi perempuan, namun dalam hal seperti memberikan pendapat menurutnya sudah cukup seimbang antara kesempatan yang ia punya dengan jajaran direksi lainnya. Tak hanya itu, ia juga merasa posisi dan kesempatan antara laki-laki dan perempuan di tempatnya bekerja kini sudah cukup seimbang. Hal ini bisa dilihat lewat diberikannya ruang bagi perempuan untuk duduk di posisi-posisi yang cukup strategis seperti kepala divisi dan department di MRT Jakarta.

Quote:

“Kepala divisi operasi yang akan mengoperasikan seluruh MRT onwards itu perempuan. Kepala divisi business development yang juga berperan penting dalam keberlangsungan perusahan ini kedepannya, supaya kita bisa terus mandiri dan tidak bergantung terus kepada subsidi atau PSO dari pemerintah itu perempuan. Kepala department engineering kita yang mendesain dan melihat desain tunnel dan stasiun, itu juga perempuan. Sampai level bawah nanti seperti masinis pun ada masinis perempuan. The first in indonesia. It was quite a deliberate decision dari PT MRT Jakarta bahwa oke buat masinis lets open it even to the female. Bukan hanya laki gitu. Jadi so far my own experience has been positive. Bahwa untuk kesempatan perempuan dalam pekerjaan saya di Indonesia sekarang sudah cukup baik. “

Ingin berkontribusi dan membawa perubahan kepada masyarakat

The sense of being able to contribute in making a difference to the society. Itu adalah alasan yang menurut Silvia membuatnya senang sekaligus terus bertahan di jalur pekerjaannya sekarang.

Samahalnya dengan pekerjaannya dulu di Singapore, kini Silvia masih terlibat dalam pengerjaan proyek untuk publik yang menjadikannya tak hanya sebatas civil engineer namun juga berada dalam posisinya sebagai seorang public servant. Posisi yang menurutnya paling sedikit diapresasi.

Kalau ada yang sukses its taken for granted. Harus beres. Tapi kalau ada sesuatu yang gak beres atau sesuatu yang salah aja dikit aja, its really unforgiving. Publik akan komplain di surat, di sosial media bahkan ketika itu hanya kecil.

Namun hal ini tidak jadi masalah bagi Silvia karena ketika proyek tersebut selesai, ia bisa melihat bagaimana itu dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Quote:

“That is the job satisfaction. That knowing that we can do that for the peopleitu yang membuat saya bertahan di pekerjaan dan bidang ini walau suka dukanya kerja kok kayak gak diappreciate. Tapi kita tau bahwa itu bisa membawa perubahan di keseharian. Jadi itu yang jadi kepuasan bekerja di sini.”

Konsep “Perempuan Ideal” yang salah kaprah dan tantangan bagi perempuan Indonesia masa kini

Menurut Silvia, tantangan menjadi seorang perempuan Indonesia masa kini ada pada masih kuatnya persepsi soal standar menjadi perempuan ideal. Misalnya harus sukses di karir, di keluarga, dalam mengurus anak, dan sebagainya. Standar-standar dan persepsi yang menurut Silvia justru membuat perempuan seakan berada dalam sebuah box yang mengikat.

Itu yang bagi silvia adalah tantangan yang harus dipatahkan oleh perempuan Indonesia masa kini. Menurutnya tidak perlu ada definisi perempuan ideal itu tadi. Karena perempuan harus bisa menjadi apa yang ia inginkan tanpa harus merasa bersalah atau kurang karena tidak melakukan hal-hal tertentu sesuai standar yang dipersepsi orang banyak.

Quote:

“Kenapa kita tidak bisa secara bebas mengejar kehidupan kita sendiri? Mau jadi wanita karir atau ibu rumah tangga pun tidak masalah bila itu dilakukan secara bebas tanpa tekanan budaya atau sosial. Itu sebabnya menurut saya tidak ada definisi perempuan ideal. There is no such thing. Apa sih ideal itu? Nggak ada menurut saya. The thing is that woman should be able to be whoever they want to be and whatever it is tanpa harus merasa bersalah atau merasa kurang karena mereka tidak melakukan hal tertentu berdasarkan standar tertentu. Harusnya everybody can be whoever they want to be.”

Berani dan kerja keras jadi kunci

Sama halnya seperti Kartini yang berani bersuara dan melawan persepsi terhadap wanita di zaman itu, Silvia juga selalu memegang prinsip untuk selalu berani. Khususnya berani untuk mengejar mimpi. Salah satunya caranya ya dengan tidak membatasi diri hanya karena gendermu perempuan dan tetap bekerja keras demi tunjukan bahwa kita mampu dan layak berada di posisi yang kita inginkan.

Quote:

“Saya selalu bilang dan pegang apa namanya jangan takut untuk mengejar mimpimu. Dan itu bisa kamu mulai dengan berhenti membuat keputusan tertentu hanya karena kamu perempuan. Misalnya, saya nggak bisa ngomong seperti ini karena saya perempuan. Atau justru saya harus bertindak seperti ini karena perempuan. No! You can do certain things for other reason but not because you are a woman. Dan kedua adalah kerja keras.We have to work hard and to show with result and action that you deserve to be where you are or to do what you are to do.”

Jadi untuk perempuan Indosia yang masih ragu untuk mengejar mimpi, jangan lupa semangat dan pesan dari Silvia Halim ya Sis!Jangan

Source: Kaskus

Silvia Halim

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Silvia Halim (lahir di Jakarta, 18 Juni 1982; umur 36 tahun) adalah perempuan satu-satunya di jajaran direksi PT Mass Rapid Transit Indonesia yang ditugaskan untuk memimpin proyek konstruksi MRT Jakarta. Ia membawahi 60 orang pekerja yang mayoritas adalah laki-laki.

Selama masa pengerjaan proyek MRT, Silvia ditugaskan untuk memantau, mengelola, dan melalukan observasi di lapangan terkait perkembangan proyek MRT. Surat kabar Kompas mencatat, Silvia mampu dapat menyatukan semua aspirasi untuk pembangunan proyek MRT. Ia melakukan pendekatan komunikasi terbuka baik di lapangan mapun dengan pemerintah sehingga setiap masalah atau kendala yang di lapangan akan didiskusikan terlebih dahulu dengan cara meeting kerja antara semua jajaran yang terkait proyek.

Related Posts:

Pembangunan Infrasturtur di Era Jokowi-JK 2014-2019

70-tahun-indonesia-merdeka-pemerintah-jangan-meninabobokan-masyarakat-egj2spa9zg290681_620-pagespeed-ce-pzb4opgeo9

WIDGET-IMAGE-001-JOKOWI-JK 2014-2019-600

70thindonesiamerdeka

PEMBANGUNAN BENDUNGAN BESAR

Sebanyak 13 Bendungan Besar sedang proses pekerjaan di seluruh Indonesia untuk pengairan sawah . Perkembangan pembangunan yang paling mencolok adalah Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kedepan akan dibangun 49 Bendungan menyebar seluruh Indonesia.

Ini data 13 Bendungan yang sedang dikebut pengerjaannya :

  1. Bendungan Raknamo di Kupang NTT yang kontraknya diteken 26 November 2014 dan telah groundbreaking Desember 2014
  2. Bendungan Pidekso di Wonogiri, Jawa Tengah yang kontraknya dibuat pada 26 November 2014, dan dibangun Januari 2015.
  3. Bendungan Logung di Kudus, Jawa Tengah yang kontraknya diteken 18 Desember 2014 dan mulai dibangun Januari 2015
  4. Bendungan Lolak di Bolaang Mgondow, Sulawesi Utara yang akan kontrak 23 Januari 2015 dan mulai dibangun pada Februari 2015.
  5. Bendungan Kuereto di Aceh yang akan kontrak pada 12 Februari 2015 dan mulai dibangun Februari 2015
  6. Bendungan Passaloreng di Wajo Sulawesi Selatan yang akan kontrak 26 Maret 2015 dan mulai dibangun‎ April 2015.
  7. Bendungan Tanju, di Dompu, NTB yang akan kontrak 4 Mei 2015 dan mulai dibangun Mei 2015
  8. Bendungan Mila di Dompu NTB yang akan kontrak 4 Mei 2015 dan mulai dibangun Mei 2015
  9. Bendungan Bintang Bano di Sumbawa Barat, NTB yang akan kontrak pada 18 Mei 2015 dan mulai dibangun Mei 2015.
  10. Bendungan Kairan di Lebak Banten yang rencana kontrak pada Juni 2015 dan mulai dibangun Juli 2015.
  11. Bendungan Tapin di Tapin Kalimantan Selatan yang akan kontrak pada Juli 2015 dan mulai dibangun Agustus 2015
  12. Rotikold di Belu, NTT yang akan kontrak pada Juli 2015 dan mulai dibangun Agustus 2015
  13. Bendungan Telagawaja di Karangasem, Bali yang akan kontrak pada Juli 2015 dan mulai dibangun Agustus 2015.

Keterangan :

Secara keseluruhan, progres hasil pekerjaan2 bendungan tersebut banyak perkembangan yang sangat mengejutkan dari keterangan saya uraikan diatas. Ingat ! Kita bukan hidup di negeri jin yang semalam bisa selesai.

LETAK TANAH DAN LOKASI RENCANA BENDUNGAN RAKNAMO

Rencana Bendungan Raknamo adalah di Sungai Noel Puames. Secara administrasi, letak tanah untuk Bendungan Raknamo berada di wilayah Dusun IV (Dusun Oepoi), Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Berdasarkan Peta Rupa Bumi Digital Indonesia skala 1 : 25.000, lembar Camplong No. 2305-544, publikasi BAKOSURTANAL, edisi 1988, lokasi Bendungan Raknamo terletak pada koordinat 10007’08” LS dan 123055’54”. Lokasi Bendungan Raknamo terletak pada koordinat 10° 07′ 08” LS dan 123° 55′ 54”. Untuk menuju Lokasi Rencana Bendungan Raknamo, ditempuh dari Kota Kupang menuju ke arah Timur dengan jarak kurang lebih 33 km, di pertigaan Kelurahan Naibonat, belok ke arah kanan ke arah Desa Raknamo.

Dari pertigaan Kelurahan Naibonat menuju Desa Raknamo dengan jarak ± 8,7 km (terdiri jalan aspal sejauh 4,5 km dan jalan makadam sejauh 4,2 km) melewati Desa Manusak. Setelah mencapai jarak tempuh ± 8,7 km, sampai di Kantor Desa Raknamo menuju ke arah Desa Kairane sejauh 1 km, kemudian menuju ke arah kiri melalui jalan tanah sejauh 3,40 km. Lokasi Bendungan, Tubuh bendungan dan genangan waduk berada di Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Area Layanan Irigasi

Area layanan irigasi berada di Desa Raknamo, Desa Manusak Kecamatan Amabi Oefeto, dan Kelurahan Naibonat Kecamatan Kupang Timur.

Layanan Suplai Air Baku

Air baku direncanakan untuk kebutuhan air di Desa Raknamo, Desa Manusak Kecamatan Amabi Oefeto, dan Kelurahan Naibonat, Kecamatan Kupang Timur.

70thindonesiamerdeka

PEMBANGUNAN JALAN TOL

Dalam visi Nawacita, Presiden Jokowi berkomitmen untuk membangun infrastruktur secara komprehensif. Termasuk di dalamnya adalah transportasi umum yang terintegrasi di darat, laut dan udara serta peningkatan kapasitas jalan, melalui pelebaran jalan, penambahan jalan baru dan pembangunan jalan tol.

Dengan ketersediaan infrastruktur yang beragam dan memadai, maka efisiensi lebih tercipta. Sektor riil akan lebih berpeluang tumbuh lebih besar karena para pelaku usaha kecil hingga besar sama-sama diuntungkan dengan biaya transportasi dan logistik yang lebih murah – dibandingkan jika infrastruktur kurang tersedia atau berkualitas buruk. Oleh karena itu jalan tol masih relevan dan tetap dibutuhkan terutama untuk mempercepat konektivitas antar kota dalam sebuah pulau.

Di tahun 2015 ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPERA) memfokuskan diri untuk mempercepat pembangunan sejumlah proyek jalan tol.

Berikut proyek2 jalan yang dibangun semasa 1 tahun Presiden Jokowi dan Laporan kemajuan pelaksanaan per Agustus 2015 dari Menteri PUPERA :

A. Jalan Tol Trans Jawa Jalan

Tol Trans Jawa yang terdiri dari 9 ruas yang mencapai kemajuan berupa pengadaan tanah dan konstruksi.

  • Ruas 1 Cikampek-Palimanan bahkan sudah beroperasi sejak 3 Juni 2015 merupakan jalan terpanjang saat ini di Indonesia.

Selama massa pemerintahan SBY terlalu lamban pekerjaannya.

  • Ruas 2 Pejagan-Pemalang, untuk pengadaan tanah sudah mencapai 42,04% dan konstruksi 9,96%
  • Ruas 3 Pematang-Batang, pengadaan tanah 1,86% dan konstruksi belum dimulai
  • Ruas 4 Batang-Semarang, pengadaan tanah 20,31% dan konstruksi belum dimulai
  • Ruas 5 Semarang-Solo, pengadaan tanah 61,64% dan konstruksi 31,43%
  • Ruas 6 Solo-Ngawi, pengadaan tanah 89,53% dan konstruksi 15,20%
  • Ruas 7 Ngawi-Kertosono, pengadaan tanah 66,95% dan konstruksi belum dimulai
  • Ruas 8 Mojokerto-Jombang-Kertosono, pengadaan tanah 90,91% dan konstruksi 66,40%, serta
  • Ruas 9 Mojokerto-Surabaya, pengadaan tanah 82,19% dan konstruksi 33,51%

B. Jalan Tol Non Trans Jawa

Untuk Jalan Tol Non Trans Jawa yang terdiri dari 8 ruas, tingkat kemajuannya bervariasi.

  1. Ruas 1 Ciawi-Sukabumi, pengadaan tanah sudah mencapai 25,18% dan konstruksi belum dimulai
  2. Ruas 2 Gempol-Pandaan, pengadaan tanah 99,81% dan sudah beroperasi sejak 12 Juni 2015
  3. Ruas 3 Gempol-Pasuruan, pengadaan tanah 53,07% dan konstruksi 36,90%
  4. Ruas 4 Pasuruan-Probolinggo
  5. Ruas 5 Waru-Wonokromo-Tanjung Perak, baik pengadaan tanah dan konstruksi belum dimulai
  6. Ruas 6 Bali Mandara (Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa) sudah beroperasi sejak September 2013
  7. Ruas 7 Cileunyi-Sumedang-Dawuan, pengadaan tanah 31,28% dan konstruksi 65,3% (seksi I Phase I)
  8. Ruas 8 Serang-Panimbang, baik pengadaan tanah dan konstruksi belum dimulai

C. Jalan Tol Sumatera (Bakauhuni – Aceh sepanjang 2.000 KM )

Untuk Jalan Tol Trans Sumatera yang terdiri dari 7 ruas. Umumnya masih menyelesaikan proses pengadaan tanah.

  • Ruas 1 Medan-Binjai, pengadaan tanah 70% dan konstruksi 1,22%
  • Ruas 2 Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, pengadaan tanah 85,98% dan konstruksi 32%
  • Ruas 3 Pekanbaru-Kandis-Dumai, pengadaan tanah 7,72% dan konstruksi belum mulai
  • Ruas 4 Palembang-Indralaya, pengadaan tanah 34,52% dan konstruksi memasuki tahap land clearing

Progresnya luar biasa, sudah 8,5 kilometer yang selesai mengingat dulunya ini bekas rawa, pengerjaannya sangat rumit, bahkan harus melakukan penimbunan tanah setebal tiga meter.

  • Ruas 5 Bakauheni-Terbanggi Besar, pengadaan tanah 0,19% dan konstruksi memasuki tahap land clearing dan penimbunan tanah
  • Ruas 6 Terbanggi Besar-Kayu Agung, baik pengadaan tanah maupun konstruksi belum dimulai
  • Ruas 7 Kayu Agung-Palembang-Betung, pengadaan tanah Seksi I 100% dan konstruksi belum dimulai.

D. Jalan Tol-Manado Bitung

Untuk Jalan Tol Manado-Bitung, masih dalam proses pengadaan tanah dan sedang dalam proses lelang. Pengadaan lahan dari Ringroad Manado-SS Sukur telah mencapai 94,91% dan dari SS Sukur-SS Airmadidi mencapai 5,53%. Proses lelang akan mencapai tahap penandatanganan kontrak September 2015.

E. Jalan Tol Balikpapan-Samarinda.

Untuk Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, yang terdiri dari 5 paket, pengadaan tanahnya rata-rata sudah di atas 50% – yaitu

  1. Paket 1 Km13-Sp. Samboja (80,4%),
  2. Paket 2 Sp. Samboja-Palaran 1 (98,28%)
  3. Paket 3 Samboja-Palaran 2 (98%)
  4. Paket 4 Palaran-Jbt Mahkota (55,71%)
  5. Paket 5 Km13-Sepinggan (54%).

Proses lelang untuk Paket 1 sudah memasuki tahap penandatanganan kontrak pada 27 April 2015 dan Paket 5, direncanakan penandatanganan kontrak September 2015.

F. Trans Papua Tersambung 2 Tahun Lagi

Pemerintah menargetkan pengerjaan Jalan Trans Papua pada 2018 harus sudah mengoneksikan Sorong-Manokwari-Wamena-Jayapura-Merauke. Dengan begitu, harga barang, jasa, dan komoditas di wilayah tersebut bisa ditekan.

“Tinggal 70 kilometer, dalam 2 tahun ini semoga bisa tembus,” ujar Menteri Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, di Jakarta, Selasa (13/10/2015).

Basuki menjelaskan, tujuan dibangunnya Jalan Trans Papua adalah untuk meningkatkan konektivitas. Saat daerah-daerah di Papua bisa tersambung, maka harga-harga bisa lebih murah.

Pasalnya, banyak barang-barang dan material di daerah paling timur Indonesia ini terpaksa melejit akibat proses distribusi yang sulit. Karena medannya tidak memungkinkan, ada beberapa barang yang harus diangkut dengan pesawat.

Jalan Trans Papua dirancang sepanjang 4.325 kilometer, yang dibagi menjadi jalan nasional sepanjang 2.685 kilometer dan non-nasional 1.379 kilometer.

Segmen tol yang diharapkan selesai dalam waktu dekat adalah Manokwari-Kambuaya-Sorong dengan total panjang 596 kilometer. Tol yang ditargetkan selesai tahun depan ini sudah membentang 556 kilometer dengan rencana dilengkapi jembatan sepanjang 485 kilometer.

Segmen Wageta-Timika juga dijadwalkan selesai pada 2016. Dari total panjang 196 kilometer, sepanjang 172 kilometer telah tersambung. Adapun jembatannya memiliki panjang 640 kilometer.

Sementara pada 2017, segmen yang ditargetkan selesai adalah jalur yang mengoneksikan Waropko-Oksibil sepanjang 136 kilometer, Dekai-Oksibil 225 kilometer, dan Wamena-Habema-Kenyam-Mamugu 295 kilometer. Masing-masing konstruksinya sudah mencapai 70 kilometer, 197 kilometer, dan 258 kilometer.

Keterangan :

Secara keseluruhan, progres hasil pekerjaan2 jalan tol tersebut banyak perkembangan yang sangat mengejutkan dari keterangan saya uraikan diatas. Ingat ! Kita bukan hidup di negeri jin yang semalam bisa selesai.

Infrastruktur merupakan sebuah sektor yang telah menjadi perhatian utama dari Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Dalam 4 tahun sisa pemerintahannya ke depan, Jokowi akan menargetkan untuk adanya tambahan jalan tol sepanjang 1.060 kilometer (km).

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menyatakan kalau infrastruktur jalan dan bendungan memang menjadi hal utama yang diprioritaskan pemerintah. Untuk jalan nasional, pemerintah bakal mempunyai target yang sangat fantastis yaitu 2.600 km dalam 5 tahun.

“Lima tahun ke depan, 2.600 km jalan nasional akan kita bangun, minimal 1.000 km jalan tol Trans Jawa akan diselesaikan. Alhamdulillah pencatatan kami pada akhr tahun 2018-2019. Kita ada tambahan 1.060 km jalan tol,” kata Basuki di acara Indonesia Infrastructure Week, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (4/11/2015).

Basuki menambahkan kalau pertumbuhan jalan tol yang ditargetkan Jokowi luar biasa besar. Hal ini dikarenakan pada 40 tahun terakhir, sejak 1974-2014, Indonesia cuma mempunyai 440 km jalan tol. Hal ini yang membuat kenapa hingga saat ini jalan tol masih saja macet. “Tapi 5 tahun ke depan mudah-mudahan kita punya tambahan 1.060 km jalan tol,” imbuh Basuki.

70thindonesiamerdeka

PEMBANGUNAN JALAN TRANS DI PERBATASAN INDONESIA

Ini adalah proyek luar biasa dan selama ini terabaikan oleh pemerintah. Semasa pemerintahan Presiden Jokowi berkomitmen untuk membangun dari pinggiran sebagaimana tertuang dalam visi Nawacita Presiden Jokowi.
Pembangunan Jalan Trans Perbatasan laporan pekerjaan dan perkembangannya sbb :

a. Jalan perbatasan Kalimantan yang berbatasan langsung dengan Malaysia, terdapat 9 ruas jalan yang akan membentang sepanjang 771,36 kilometer dari Kalimantan Barat, Kalimantan Timur hingga Kalimantan Utara.
Kesembilan ruas tersebut masing-masing adalah :

  1. Ruas 1 Temajuk-Aruk
  2. Ruas 2 Aruk-Batas Kecamatan Siding/Seluas
  3. Ruas 3 Batas Kecamatan Siding/Seluas-Batas Kecamatan Sekayan/Entikong
  4. Ruas 4 Batas Kecamatan Sekayan/Entikong-Rasau
  5. Ruas 5 Rasau-Batas Kapuas Hulu/Sintang
  6. Ruas 6 Batas Kapuas Hulu/Sintang-Nanga Badau-Lanjak
  7. Ruas 7 Lanjak-Mataso (Benua Martinus)-Tanjung Kerja
  8. Ruas 8 Tanjung Kerja-Putussibau-Nanga Era
  9. Ruas 9 Nanga Era-Batas Kaltim.

Berdasarkan Progress Report Jalan Perbatasan, 23 Agustus 2015, yang dibuat oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, disebutkan bahwa total panjang jalan yang sudah tembus mencapai 441,7 kilometer meskipun sebagian masih belum diaspal, alias masih jalan tanah. Masih terdapat 329,66 kilometer yang harus ditangani sampai tuntas agar seluruh ruas jalan dapat terhubung.

b. Jalan perbatasan NTT terdapat 6 ruas dengan total panjang mencapai 171,56 kilometer. Keenam ruas tersebut adalah :

  1. Ruas 1 Mota’ain-Salore-Haliwen
  2. Ruas 2 Haliwen-Sadi-Asumanu-Haekesak
  3. Ruas 3 Turiskain-Fulur-Nualain-Henes
  4. Ruas 4 Nualain-Dafala
  5. Ruas 5 Dafala-Laktutus
  6. Ruas 6 Laktutus-Motamasin

Total panjang jalan di NTT yang ditangani di tahun 2015 ini mencapai 47 kilometer. Sisanya akan ditangani pada tahun 2016 sepanjang 67,61 kilometer dan terakhir pada tahun 2017 sepanjang 56,95.
c. Jalan Trans Papua, terdapat 12 ruas yang jika tersambung semua akan mencapai 4.325 kilometer. Keduabelas raus tersebut adalah :

  1. Ruas 1 Merauke-Tanah Merah-Waropko
  2. Ruas 2 Waropko-Oksibil
  3. Ruas 3 Dekai-Oksibil
  4. Ruas 4 Kenyam-Dekai
  5. Ruas 5 Wamena-Habema-Kenyam-Mamugu
  6. Ruas 6 Wamena-Elelim-Jayapura
  7. Ruas 7 Wamena-Mulia-Haga-Enarotali
  8. Ruas 8 Wageta-Timika
  9. Ruas 9 Enarotali-Wageta-Nabire
  10. Ruas 10 Nabire-Windesi-Manokwari
  11. Ruas 11 Manokwari-Kambuaya-Sorong
  12. Ruas 12 Jembatan Holtekamp

Saat ini jalan Trans Papua yang sudah tersambung cukup panjang yaitu 3.498 kilometer – dengan kondisi aspal mencapai 2.075 kilometer dan sisanya masih berupa tanah/agregat. Sisa panjang jalan yang belum tersambung adalah 827 kilometer – masih lebih panjang 55,64 kilometer dari total jalan Trans Kalimantan.

Keterangan :

Secara keseluruhan, progres hasil pekerjaan2 jalan2 tol dan jalan2 umum tersebut banyak perkembangan yang sangat mengejutkan dari keterangan saya uraikan diatas. Ingat ! Kita bukan hidup di negeri jin yang semalam bisa selesai.

70thindonesiamerdeka

PEMBANGUNAN MRT DAN LRT

Pembangunan jalur Transportasi Massal di Jakarta, yaitu MRT dan LRT yang tertunda selama 24 tahun, pada massa kepemimpinan Jokowi sudah dimulai pengerjaaannya. Pada Oktober 2013 lalu, saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo meresmikan dimulainya pembangunan MRT di kawasan Dukuh Atas.

Proyek transportasi massal LRT dan MRT ini dimaksudkan supaya ada solusi permanen untuk mengatasi kemacetan parah yang terjadi selama ini di Jabotabek. Pembangunan kedua model transportasi massal ini ditargetkan dalam 5 tahun harus selesai.

Kojasi MRT direncanakan mulai dari Hotel Indonesia (HI) ke Kampung Bandan. Sedangkan LRT direncanakan mulai dari Cibubur, Halim, sampai ke Grogol, dan nanti akan disambung kalau bisa dengan kereta ke (Bandara) Soetta
Ada 7 koridor LRT yang ditargetkan akan dibangun. Dua koridor yang akan dibangun terlebih dahulu dan ditargetkan sudah bisa beroperasi paling lambat tahun 2018 adalah Kebayoran Lama-Kelapa Gading dan Kelapa Gading-Kemayoran-Pesing-Bandara Soekarno-Hatta.

Semua perlintasan LRT di Jakarta direncanakan dibangun dengan jalur layang (elevated) sedangkan perlintasan MRT yang dibangun dalam dua jenis, yakni layang dan bawah tanah (underground).

Proyek pembangunan TAHAP 1 MRT adalah rute Lebak Bulus-Sisingamangaraja-Bundaran HI. Rute ini juga ditargetkan bisa beroperasi paling lambat pada tahun 2018.

Perlintasan Lebak Bulus-Sisingamangaraja merupakan jalur layang, sedangkan Sisingamangaraja-Bundaran HI merupakan jalur bawah tanah.

Progres pembangunan MRT dan LRT sbb :

  1. Pada bulan April 2015, Alat Bor Raksasa sudah tiba dari Luar Negeri
  2. Pada bulan Juli 2015 dimulai pengeboran bawah tanah
  3. Pada bulan September 2015, Jokowi meresmikan pengoperasian mesin pengeboran atau tunnel boring machine (TBM) yang pertama dan dinamakan Antareja.
  4. Pada bulan Oktober 2015, Stasiun Bawah Tanah MRT Telah 45% Rampung.
  5. Pada bulan Oktober 2015 sedang Tahap pengerjaan MRT memasuki proses pembuatan terowongan bawah tanah untuk rute fase I di koridor selatan-utara. Terowongan bawah tanah itu menghubungkan Bundaran Senayan dan Bundaran Hotel Indonesia.

Keterangan :

Secara keseluruhan, progres hasil pekerjaan2 MRT dan LRT tersebut banyak perkembangan yang sangat mengejutkan dari keterangan saya uraikan diatas. Ingat ! Kita bukan hidup di negeri jin yang semalam bisa selesai.

70thindonesiamerdeka

PEMBANGUNAN PELABUHAN KAPAL

Program pembangunan Tol Laut dengan nama lain ‘Pendulum Nusantara’ adalah sebuah program terobosan dilakukan Jokowi yang tidak pernah terpikirkan oleh pemerintah sebelumnya.

Konsep ini memungkinkan Kapal-kapal besar bolak-balik membawa logistik dari barat ke timur atau sebaliknya. Pengembangan pelabuhan juga mendorong keberadaan pelabuhan laut dalam sehingga bisa disinggahi kapal-kapal besar. Dengan terwujudnya program Tol Laut ini mampu menekan biaya logistik yang tinggi.

Untuk itu perlu dibangun 5 pelabuhan dengan kategori deep sea port di pelabuhan2 sebagai berikut :

  1. Kuala Tanjung Medan
  2. Tanjung Priok Jakarta
  3. Tanjung Perak Surabaya
  4. Makassar, dan
  5. Sorong

Progres pekerjaan pembangunan pelabuahan tersebut :

  1. Pada bulan Mei 2015, Presiden Joko Widodo telah meresmikan penyelesaian proyek revitalisasi alur pelayaran Barat dan pengembangan terminal Teluk Lamong di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
  2. Pada bulan Juli 2015, progress pembangunan Kuala Tanjung (Sumut) sudah tercapai 7%
    Pelabuhan Kuala Tanjung di Sumatera Utara diprediksi akan selesai pada akhir 2016, lebih cepat dibanding perencanaan awal yaitu kuartal I 2017. Percepatan penyelesaian dilakukan Pelindo I agar pembangunan kawasan industri Kuala Tanjung juga bisa segera dibangun. Sampai akhir 2015 pembangunan pelabuhan diprediksi rampung 54%. Sehingga tahun depan, proyek bernilai Rp 42 triliun ini bisa selesai karena hanya tinggal menyelesaikan separuhnya. Untuk pelabuhan Kuala Tanjung, pemerintah telah menyiapkan lahan seluas 2200 hektare.
  3. Pada bulan Mei 2015 Peresmian Proyek pembangunan Makassar New Port oleh Presiden Joko Widodo. Kondisi selama ini, pelabuhan Makassar hanya baru bisa menampung kapal-kapal yang berukuran tidak terlalu besar atau kapal kapasitas kecil. Proyek New Port Makassar akan dibangun diatas lahan 300 hektar.
    Pada tahap pertama , pelabuhan Makasar akan dibangun memiliki kedalaman hingga 14 meter, panjang 320 meter dengan luas mencapai 16 hektar akan dapat menampung kapal yang berukuran 10.000 Gross Ton (GT ) yang menngangkut 4.000 peti. Dengan perluasan pelabuhan ini, perseroan akan menggenjot kapasitas hingga 500 ribu TEUs per tahun.
  4. Pada saat ini saya rilis, Pelabuhan Terpadu raksasa di Sorong (Papua) diatas lahan 7.000 Ha dalam tahap finalisasi sejumlah perizinan dan feasibility study untuk memulai pengerjaan fisik.
    Konsep Pengembangan pelabuhan Sorong adalah pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus berorientasi peti kemas yang akan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Timur Indonesia.
    Pengembangan pelabuhan Sorong akan diikuti dengan pembangunan galangan kapal, pembangkit listrik, dan kawasan industri. Termasuk pengembangan industri perikanan dan pariwisata bahari di kawasan Raja Ampat.
  5. Pada Oktober 2015 sedang direalisasikan pelabuhan New Mutiara Jati (Cirebon) dan ditargetkan selesai pada Agustus 2017. Pelabuhan New Mutiara Jati dipersiapkan menjadi alternatif selain pelabuhan Tanjung Priok ini merupakan pintu gerbang kegiatan usaha bagi hinterland yang luas yaitu Jawa Barat dan Jawa Tengah.
  6. Pada bulan Mei 2015, Kapal ‘Tol Laut’ pertama di Indonesia yaitu Mutiara Persada (MP) III telah dioperasikan oleh PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP). Kapal Tol Laut ini memiliki panjang (Lenght of All/LOA) 151 meter dan berat 15.000 Gross Tonage (GT) akan beroperasi PP rute Lampung – Surabaya. Kapasitas kapal ini dapat memuat 600 orang penumpang, 150 unit truk, dan 50 kendaraan pribadi. Armada ini adalah kapal RoRo pertama yang melayani pelayaran logistik berjadwal dan tetap dari Dermaga Pelabuhan Panjang, Lampung ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Kehadiran kapal tol laut ini dapat menurunkan biaya logistic hingga 30% dari beban jalur darat Pantur dan juga efisiensi waktu lama perjalan. Kalau menggunakan jalur darat dengan kendaraan truk, jarak tempuh antara Lampung ke Surabaya bisa memakan waktu antara 90 sampai 100 jam. Tapi bila menggunakan kapal, jarak tempuhnya hanya sekitar 39 jam.
  7. Pada bulan Juni 2015, Presiden Joko Widodo) meresmikan beroperasinya 3 buah kapal motor penyeberangan (KMP) dan Dermaga VI Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Ketiga kapal roll on roll off (roro) berbobot 5,000 GT yang diresmikan pengoperasiannya adalah seluruhnya merupakan hasil produksi galangan kapal nasional. Dengan dimensi panjang 109,40 meter, lebar 19,60 meter dan tinggi 5,60 meter, kapal roro ini mampu mengangkut 812 penumpang dan 142 unit kendaraan. Dengan tambahan 3 armada kapal roro dan satu dermaga baru yang semuanya dikerjakan anak bangsa sendiri ini, terbukti mampu mengatasi kemacetan dan antrean panjang di Pelabuhan Merak.

Sebagaimana kita ketahui bersama,pada pemerintahan sebelumnya sering terjadi kemacetan dan antrean panjang kendaraan angkutan barang, terutama truk, di lintas penyeberangan Merak – Bakauheni sehingga mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit.

Keterangan :

Secara keseluruhan, progres hasil pekerjaan2 pembangunan pelabuhan tersebut banyak perkembangan yang sangat mengejutkan dari keterangan saya uraikan diatas. Ingat ! Kita bukan hidup di negeri jin yang semalam bisa selesai.

70thindonesiamerdeka

PEMBANGUNAN TRANS KERETA API DI LUAR PULAU JAWA

Pemerintah Jokowi akan menggenjot pembangunan infrastruktur rel kereta api di empat pulau luar Pulau Jawa. Dalam lima tahun, pemerintah ingin membangun 3.258 kilometer dengan memakan anggaran danasebesar Rp. 234 triliun.

Ini adalah sebuah proyek raksaa dalam sejarah perkeretaan api Indonesia setelah massa penjajahan Belanda. Rel KA yang akan dibangun berupa :

A. Koridor KA Trans Sumatera

Rencana pembangunan jalur kereta api (KA) Lampung-Aceh, yang disebut dengan Trans Sumatera Railways sudah digodok secara matang oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Nantinya, jalur KA tersebut akan menembus dari ujung Sumatera hingga terhubung dengan Jembatan Selat Sunda untuk menuju Jawa. Pembangunannya akan menghabiskan dana sekitar Rp60 triliun-Rp 70 triliun. Program Trans Sumatera dari Aceh hingga Lampung dengan panjang sekitar 2.500 km tersebut dibuat menjadi empat kluster.

Kluster Pertama di Provinsi Aceh, kluster kedua di Sumatea Utara, kluster ketiga di Sumatera Barat, dan kluster keempat di Sumatera Bagian Selatan.

Progress perkembangan pembanguna Koridor KA Trans Sumatera yang saya himpun sampai 19 Oktober 2015 :

  • Untuk daerah Dumai prov. Riau pembangunan rel kereta api sudah dimulai bulan Oktober 2015.
  • Untuk jalur dari Rantau Prapat, Kabupaten Labuhan Batu ke arah Dumai pengerjaan sudah dimulai dengan melakukan pemerataan tanah sejak bulan Mei 2015.
  • Proses rencana pembangunan untuk daerah daerah Provinsi Jambi sepanjang 218 KM .telah selesai pada Bulan Juli 2015 dan sekarang masuk tahapan.
  • Design Engineering Detail (DED) untuk pembangunan terowongan KA yang melewati kawasan perbukitan Setinjau Laut di Sumatera Barat telah disiapkan.
  • Di Sumatera Barat akan segera pengoperasian kereta bandara tahun depan.

Ini daftar pembangunan rel kereta api Koridor Trans Sumatera :

a. Pembangunan Kereta Api Antar Kota/Trans Sumatera:

  • Jalur KA baru Bireun-Lhokseumawe-Langsa-Besitang
  • Jalur KA baru Rantauprapat-Duri-Dumai
  • Jalur KA baru Duri-Pekanbaru
  • Jalur KA baru Pekanbaru-Muaro
  • Jalur KA baru Pekabaru-Jambi-Palembang
  • Jalur KA baru Simpang-Tanjung Api-Api
  • Jalur ganda KA Prabumulih-Kertapati
  • Jalur ganda KA Baturaja-Martapura
  • Jalur ganda KA Muara Enim-Lahat
  • Jalur ganda KA Cempaka -Tanjung Karang
    Jalur ganda KA Sukamenanti-Tarahan
  • Jalur KA baru Rejosari/KM3-Bakauheni

b. Reaktivasi Jalur KA:

  • Binjai-Besitang
  • Padang Panjang-Bukit Tinggi-Payakumbuh
  • Pariaman-Naras-Sungai Limau
  • Muaro Kalaban-Muaro

c. Pembangunan Kereta Api Perkotaan/Jalur Ganda/Elektrifikasi/Jalur Baru Akses ke Pusat Kegiatan:

  • Perkotaan Medan (Jalur Ganda KA Medan-Araskabu-Kualanamu)
  • Perkotaan Padang (Padang-BIM dan Padang-Pariaman)
  • Perkotaan Batam (Batam Center-Bandara Hang Nadim)
  • Perkotaan Palembang (Monorel)

d. Pembangunan Kereta Api Akses Bandara:

  • Bandara Kualanamu, Medan (peningkatan kapasitas)
  • Bandara Internasional Minangkabau, Padang
  • Bandara Hang Nadim, Batam
  • Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II

e. Pembangunan Kereta Api Akses Pelabuhan:

  • Pelabuhan Lhokseumawe
  • Pelabuhan Belawan
  • Pelabuhan Kualatanjung
  • Pelabuhan Dumai
  • Pelabuhan Tanjung Api-Api
  • Pelabuhan Panjang
  • Pelabuhan Bakauheni

B. Koridor Trans Kalimantan

Progres pengerjaan fisik jalur kereta api (KA) yang khusus melintasi jalur perbatasan di Kalimantan Barat (Kalbar) sudah mulai dilaksanakan sejak bulan Juni 2015. Rel kereta akan dibangun sepanjang 2.428 dan melintas dari Pontianak hingga Samarinda di Kalimantan Timur.

a. Pembangunan KA Khusus/Batubara/Akses Pelabuhan (Skema KPS):

  • Muara Wahau-Muara Bengalon
  • Murung raya-Kutai Barat-Paser-Panajam Paser Utara-Balikpapan
  • Puruk Cahu-Mangkatib

b. Pembangunan Kereta Api Antar Kota/Trans Kalimantan:

  • Jalur KA baru rute Tanjung-Paringin-Barabai-Kendangan-Rantau-Martapura-Banjarbaru-Bandara Syamsuddin Noor-Banjarmasin (196,27 Km)
  • Jalur KA baru rute Balikpapan-Samarinda (89,23 Km)
  • Jalur KA baru rute Tanjung-Tanah-Grogot-Balikpapan (233,78 Km)
  • Jalur KA baru Palangkaraya-Pulang Pisau-Kuala Kapuas-Marabahan-Banjarmasin (193,73 Km)
  • Jalur KA baru Palangkaraya -Sangau-Pontianak-Batas Negara
  • Jalur KA baru Samarinda-Sangata-Tanjung Redep-Batas Negara

c. Pembangunan Kereta Api Akses Bandara:

  • Bandara Syamsuddin Noor

C. Koridor KA Trans Sulawesi

Jalur kereta api Trans-Sulawesi adalah jaringan jalur kereta api yang dibangun untuk menjangkau daerah-daerah penting di Pulau Sulawesi. Jaringan jalur kereta api ini dibangun mulai pada tahun 2015 yang dimulai dari tahap I, yaitu jalur kereta api dari Makassar hingga Parepare. Proyek perkeretaapian Trans-Sulawesi ditargetkan mencapai panjang 2.000 kilometer dari Makassar ke Manado.

Kereta api yang akan dikembangkan di Sulawesi berbeda dengan kereta api yang ada sebelumnya. Kereta api yang akan dibangun di Sulawesi jauh lebih modern dan berkecepatan lebih tinggi.

Ini progress perkembangan pembanguna Koridor KA Trans Sulawesi yang saya himpun sampai 19 Oktober 2015 :

  • Proses groundbreaking pembangunan kereta api lintas Makassar-Parepare dilaksanakan pada Senin, 18 Agustus 2014 di Desa Siawung, Kecamatan Barru semasa alhir pemerintahan SBY..
  • Pembangunan jalur kereta api trans-Sulawesi ruas Makassar-Parepare mulai memasuki tahapan baru berupa pembantalan jalur. Kondisi untuk lahan 30 km di Barru sudah rampung. 70-80%
  • Pemasangan badan rel sedang dilaksanakan sejak bulan Oktober 2015.

Koridor KA Trans Sulawesi :

a. Pembangunan Kereta Api Antar Kota/Trans Sulawesi:

  • Jalur KA baru Manado-Bitung ( 48 km)
  • Jalur KA baru Bitung-Gorontalo-Isimu
  • Jalur KA baru Pare Pare-Mamuju
  • Jalur KA baru Makassar-Pare Pare (145 km)
  • Jalur KA baru Makassar-Sungguhminasa-Takalar-Bulukumba-Watampone
  • Jalur KA baru Mamuju-Palu-Isimu

b. Pembangunan Kereta Api Perkotaan:

  • Perkotaan Makassar dan sekitarnya
  • Perkotaan Manado

c. Pembangunan Kereta Api Akses Bandara/Pelabuhan:

  • Bandara Sultan Hasanuddin
  • Pelabuhan Garonggong, Pelabuhan New Makassar
  • Pelabuhan Bitung

D. Koridor Trans Papua

  • Rute : Manokwari-Sorong, (pekerjaannya sedang dikebut)
  • Rute : Manokwari-Nabire (konstruksinya paling cepat dimulai 2018)

Keterangan :

Secara keseluruhan, progres hasil pekerjaan2 pembangunan rel kereta api di luar pulau Jawa tersebut banyak perkembangan yang sangat mengejutkan dari keterangan saya urainkan diatas. Ingat ! Kita bukan hidup di negeri jin yang semalam bisa selesai.

70thindonesiamerdeka

PEMBANGUNAN REL KERETA API GANDA DI PULAU JAWA

Pembangunan lintasan Rel kereta api dua jalur (double track) yang menghubungkan ujung Barat Pulau Jawa hingga ujung Timur Pulau Jawa atau menghubungkan provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jawa Barat menuju Provinsi Jawa Timur hampir selesai pengerjaanya.

Pembangunan double track saat in hanya tinggal di Jawa Timur saja terkendala oleh keberadaan titik-titik persimpangan. Untuk di wilayah tengah (perlintasan tengah di Jawa Timur) yakni di Saradan, karena adanya 4 perlintasan satu bidang dan lainnya di wilayah Lamongan, ada 2 perlintasan sebidang.

Di targetkan double track ini terealisasi dan bisa dipakai pada akhir 2017.
Dengan adanya double track akan mem‎bantu mengurai kemacetan dan mengurangi beban jalan di Jawa. Saat ini, jika dengan single track hanya mampu mengangkut‎ 80 trip per hari, nanti jika double track sudah selesai bisa mengangkut (peti kemas ukuran 40 feet) sampai tiga kali lipat, jumlah sekarang.