Progres Pembangunan 12 Bendungan Baru Dibangun Presiden Jokowi 2017

16-03-17_Presiden Joko Widodo Tinjau Waduk Jati Gede_Dam View-10-small

Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan ada banyak bendungan yang dibangun hingga 2019 nanti. Tujuh bendungan di antaranya telah rampung, sembilan bendungan dari program pemerintahan sebelumnya masih terus dikerjakan, dan ada 12 bendungan yang baru dibangun mulai 2015.

Lokasi dari ke-12 bendungan tersebut didominasi oleh pulau-pulau di luar Jawa, yakni Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan Nusa Tenggara. Saat ini bendungan tersebut masih terus dikerjakan, meski masih menemui kendala dalam pembebasan lahan.

“Kendala masih di pembebasan tanah,” kata Kepala Pusat Bendungan Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Ni Made Sumiarsih, kepada detikFinance di Jakarta, Jumat (4/8/2017).

Bendungan tersebut di antaranya Bendungan Keureuto di Aceh, Bendungan Logung di Jawa Tengah, Bendungan Raknamo di NTT, Bendungan Lolak di Sulawesi Utara, Bendungan Karian di Banten, Bendungan Bintang Bano di NTT, Bendungan Tanju Mila di NTB, Bendungan Paselloreng di Sulawesi Selatan, Bendungan Rotiklot di NTT, Bendungan Tapin di Kalimantan Selatan, Bendungan Estuari Sei Gong di Batam, dan Bendungan Sindang Heula di Banten.

Bendungan Raknamo di NTT menjadi yang paling terdepan progres fisiknya, mencapai 92,87%. Sedangkan yang paling kecil adalah Bendungan Tapin di Kalimantan Selatan 21,87%.

Berikut progres fisik hingga 1 Agustus 2017 seperti dikutip dari data monitoring Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PUPR:

  1. Bendungan Keureuto, Aceh, dimulai tahun 2015, target selesai tahun 2019, progres fisik saat ini 35,31%.
  2. Bendungan Logung, Jawa Tengah, dimulai tahun 2014, target selesai tahun 2018, progres fisik saat ini 55,88%.
  3. Bendungan Raknamo, NTT, dimulai tahun 2014, target selesai 2019, progres fisik saat ini 92,87%.
  4. Bendungan Lolak, Sulawesi Utara, dimulai tahun 2014, target selesai 2019, progres fisik saat ini 37,77%.
  5. Bendungan Karian, Banten, dimulai tahun 2015, target selesai 2019, progres fisik saat ini 36,55%.
  6. Bendungan Bintang Bano, NTT, dimulai tahun 2015, target selesai 2019, progres fisik saat ini 31,42%.
  7. Bendungan Tanju dan Mila, NTB, dimulai tahun 2015, target selesai 2018, progres saat ini 62,73%.
  8. Bendungan Paselloreng, Sulawesi Selatan, dimulai tahun 2015, target selesai 2019, progres fisik saat ini 60,54%.
  9. Bendungan Rotiklot, NTT, dimulai tahun 2015, target selesai 2018, progres fisik saat ini 69,62%.
  10. Bendungan Tapin, Kalimantan Selatan, dimulai tahun 2015, target selesai 2019, progres fisik saat ini 21,87%.
  11. Bendungan Estuari Sei Gong, Batam, dimulai tahun 2015, target selesai 2018, progres fisik saat ini 43,37%.
  12. Bendungan Sindang Heula, Banten, dimulai tahun 2015, target selesai 2018, progres fisik saat ini 30,49%.
Advertisements

Dikebut Sejak 2014, Inilah Capaian Pembangunan Infrastruktur Presiden Jokowi

16-03-24_Presiden Jokowi Patroli dengan Mobil RI-1 Tinjau Lanjutan Pembangunan Tol Balikpapan Samarinda-1-small

Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menggenjot pembangunan infrastruktur sejak awal kabinet berjalan. Pembangunan infrastruktur dikebut untuk meningkatkan daya saing Indonesia yang selama ini sudah cukup tertinggal dibanding negara berkembang di kawasan lainnya.

Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang diterima detikFinance, seperti dikutip Jumat (3/8/2017), beberapa capaian yang telah diraih dalam pembangunan infrastruktur terdiri dari pembangunan jalan baru, jalan perbatasan, jalan tol, jembatan, bendungan, hingga perumahan.

Pada bidang ketahanan air dan pangan, hingga kini telah diselesaikan 7 bendungan, di antaranya Bendungan Jatigede, Titab, Nipah, Bajulmati, Rajui, Paya Seunara, dan Teritip. Selain itu telah dilakukan pembangunan 265.000 hektar jaringan irigasi baru dan rehabilitasi 1,05 juta ha jaringan irigasi.

Di bidang konektivitas, telah diselesaikan pembangunan 2.623 km jalan baru, termasuk di dalamnya Jalan Trans Papua, perbatasan Papua, Trans Kalimantan, perbatasan Kalimantan, dan perbatasan NTT.

Sedangkan untuk jalan tol, hingga akhir 2016 ada 176 km jalan tol baru yang telah dioperasikan. Sedangkan hingga akhir 2017 ini, diharapkan ada tambahan jalan tol baru yang dioperasikan sepanjang 392 km, yang terdiri dari Jalan Tol Trans Jawa dan Trans Sumatera.

“Sebagian besar di antaranya masih terus kami perjuangkan untuk dapat dituntaskan sebelum tahun 2019 yang akan datang,” kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono.

Pemerintah juga tengah membangun jembatan baru sepanjang 29.859 meter, seperti Jembatan Tayan di Kalbar, Jembatan Merah Putih di Ambon, dan Jembatan Soekarno di Manado, Jembatan Teluk Kendari di Sultra dan Holtekamp di Jayapura.

Dalam rangka peningkatan kualitas lingkungan permukiman, telah dimulai pekerjaan Sistem Pengembangan Air Minum (SPAM) Umbulan di Jawa Timur yang gagasannya telah dimulai sejak tahun 80-an. Pengerjaannya berhasil dimulai melalui skema KPBU sehingga mengurangi beban APBN. Ke depan, juga akan dilakukan kontrak 3 KPBU SPAM lainnya, yakni di Karian, Semarang Barat dan Bandar Lampung.

Sementara untuk pengembangan kawasan perbatasan sebagai embrio pusat pertumbuhan wilayah, pemerintah telah menyelesaikan renovasi 7 Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dalam kurun waktu kurang dari dua tahun, yaitu Skouw di Papua, Entikong, Badau, dan Aruk di Kalbar serta Mota’ain, Motamasin, dan Wini di NTT.

Di bidang perumahan, pada 2015 telah terbangun 699.770 unit rumah, sedangkan di 2016 ada 805.169 unit rumah.

Pembangunan Infrasturtur di Era Jokowi-JK 2014-2019

70-tahun-indonesia-merdeka-pemerintah-jangan-meninabobokan-masyarakat-egj2spa9zg290681_620-pagespeed-ce-pzb4opgeo9

WIDGET-IMAGE-001-JOKOWI-JK 2014-2019-600

70thindonesiamerdeka

PEMBANGUNAN BENDUNGAN BESAR

Sebanyak 13 Bendungan Besar sedang proses pekerjaan di seluruh Indonesia untuk pengairan sawah . Perkembangan pembangunan yang paling mencolok adalah Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kedepan akan dibangun 49 Bendungan menyebar seluruh Indonesia.

Ini data 13 Bendungan yang sedang lagi dikebut pengerjaannya :

  1. Bendungan Raknamo di Kupang NTT yang kontraknya diteken 26 November 2014 dan telah groundbreaking Desember 2014
  2. Bendungan Pidekso di Wonogiri, Jawa Tengah yang kontraknya dibuat pada 26 November 2014, dan dibangun Januari 2015.
  3. Bendungan Logung di Kudus, Jawa Tengah yang kontraknya diteken 18 Desember 2014 dan mulai dibangun Januari 2015
  4. Bendungan Lolak di Bolaang Mgondow, Sulawesi Utara yang akan kontrak 23 Januari 2015 dan mulai dibangun pada Februari 2015.
  5. Bendungan Kuereto di Aceh yang akan kontrak pada 12 Februari 2015 dan mulai dibangun Februari 2015
  6. Bendungan Passaloreng di Wajo Sulawesi Selatan yang akan kontrak 26 Maret 2015 dan mulai dibangun‎ April 2015.
  7. Bendungan Tanju, di Dompu, NTB yang akan kontrak 4 Mei 2015 dan mulai dibangun Mei 2015
  8. Bendungan Mila di Dompu NTB yang akan kontrak 4 Mei 2015 dan mulai dibangun Mei 2015
  9. Bendungan Bintang Bano di Sumbawa Barat, NTB yang akan kontrak pada 18 Mei 2015 dan mulai dibangun Mei 2015.
  10. Bendungan Kairan di Lebak Banten yang rencana kontrak pada Juni 2015 dan mulai dibangun Juli 2015.
  11. Bendungan Tapin di Tapin Kalimantan Selatan yang akan kontrak pada Juli 2015 dan mulai dibangun Agustus 2015
  12. Rotikold di Belu, NTT yang akan kontrak pada Juli 2015 dan mulai dibangun Agustus 2015
  13. Bendungan Telagawaja di Karangasem, Bali yang akan kontrak pada Juli 2015 dan mulai dibangun Agustus 2015.

Keterangan :

Secara keseluruhan, progres hasil pekerjaan2 bendungan tersebut banyak perkembangan yang sangat mengejutkan dari keterangan saya uraikan diatas. Ingat ! Kita bukan hidup di negeri jin yang semalam bisa selesai.

LETAK TANAH DAN LOKASI RENCANA BENDUNGAN RAKNAMO

Rencana Bendungan Raknamo adalah di Sungai Noel Puames. Secara administrasi, letak tanah untuk Bendungan Raknamo berada di wilayah Dusun IV (Dusun Oepoi), Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Berdasarkan Peta Rupa Bumi Digital Indonesia skala 1 : 25.000, lembar Camplong No. 2305-544, publikasi BAKOSURTANAL, edisi 1988, lokasi Bendungan Raknamo terletak pada koordinat 10007’08” LS dan 123055’54”. Lokasi Bendungan Raknamo terletak pada koordinat 10° 07′ 08” LS dan 123° 55′ 54”. Untuk menuju Lokasi Rencana Bendungan Raknamo, ditempuh dari Kota Kupang menuju ke arah Timur dengan jarak kurang lebih 33 km, di pertigaan Kelurahan Naibonat, belok ke arah kanan ke arah Desa Raknamo.

Dari pertigaan Kelurahan Naibonat menuju Desa Raknamo dengan jarak ± 8,7 km (terdiri jalan aspal sejauh 4,5 km dan jalan makadam sejauh 4,2 km) melewati Desa Manusak. Setelah mencapai jarak tempuh ± 8,7 km, sampai di Kantor Desa Raknamo menuju ke arah Desa Kairane sejauh 1 km, kemudian menuju ke arah kiri melalui jalan tanah sejauh 3,40 km. Lokasi Bendungan, Tubuh bendungan dan genangan waduk berada di Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Area Layanan Irigasi

Area layanan irigasi berada di Desa Raknamo, Desa Manusak Kecamatan Amabi Oefeto, dan Kelurahan Naibonat Kecamatan Kupang Timur.

Layanan Suplai Air Baku

Air baku direncanakan untuk kebutuhan air di Desa Raknamo, Desa Manusak Kecamatan Amabi Oefeto, dan Kelurahan Naibonat, Kecamatan Kupang Timur.

70thindonesiamerdeka

PEMBANGUNAN JALAN TOL

Dalam visi Nawacita, Presiden Jokowi berkomitmen untuk membangun infrastruktur secara komprehensif. Termasuk di dalamnya adalah transportasi umum yang terintegrasi di darat, laut dan udara serta peningkatan kapasitas jalan, melalui pelebaran jalan, penambahan jalan baru dan pembangunan jalan tol.

Dengan ketersediaan infrastruktur yang beragam dan memadai, maka efisiensi lebih tercipta. Sektor riil akan lebih berpeluang tumbuh lebih besar karena para pelaku usaha kecil hingga besar sama-sama diuntungkan dengan biaya transportasi dan logistik yang lebih murah – dibandingkan jika infrastruktur kurang tersedia atau berkualitas buruk. Oleh karena itu jalan tol masih relevan dan tetap dibutuhkan terutama untuk mempercepat konektivitas antar kota dalam sebuah pulau.

Di tahun 2015 ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPERA) memfokuskan diri untuk mempercepat pembangunan sejumlah proyek jalan tol.

Berikut proyek2 jalan yang dibangun semasa 1 tahun Presiden Jokowi dan Laporan kemajuan pelaksanaan per Agustus 2015 dari Menteri PUPERA :

A. Jalan Tol Trans Jawa Jalan

Tol Trans Jawa yang terdiri dari 9 ruas yang mencapai kemajuan berupa pengadaan tanah dan konstruksi.

  • Ruas 1 Cikampek-Palimanan bahkan sudah beroperasi sejak 3 Juni 2015 merupakan jalan terpanjang saat ini di Indonesia.

Selama massa pemerintahan SBY terlalu lamban pekerjaannya.

  • Ruas 2 Pejagan-Pemalang, untuk pengadaan tanah sudah mencapai 42,04% dan konstruksi 9,96%
  • Ruas 3 Pematang-Batang, pengadaan tanah 1,86% dan konstruksi belum dimulai
  • Ruas 4 Batang-Semarang, pengadaan tanah 20,31% dan konstruksi belum dimulai
  • Ruas 5 Semarang-Solo, pengadaan tanah 61,64% dan konstruksi 31,43%
  • Ruas 6 Solo-Ngawi, pengadaan tanah 89,53% dan konstruksi 15,20%
  • Ruas 7 Ngawi-Kertosono, pengadaan tanah 66,95% dan konstruksi belum dimulai
  • Ruas 8 Mojokerto-Jombang-Kertosono, pengadaan tanah 90,91% dan konstruksi 66,40%, serta
  • Ruas 9 Mojokerto-Surabaya, pengadaan tanah 82,19% dan konstruksi 33,51%
B. Jalan Tol Non Trans Jawa

Untuk Jalan Tol Non Trans Jawa yang terdiri dari 8 ruas, tingkat kemajuannya bervariasi.

  1. Ruas 1 Ciawi-Sukabumi, pengadaan tanah sudah mencapai 25,18% dan konstruksi belum dimulai
  2. Ruas 2 Gempol-Pandaan, pengadaan tanah 99,81% dan sudah beroperasi sejak 12 Juni 2015
  3. Ruas 3 Gempol-Pasuruan, pengadaan tanah 53,07% dan konstruksi 36,90%
  4. Ruas 4 Pasuruan-Probolinggo
  5. Ruas 5 Waru-Wonokromo-Tanjung Perak, baik pengadaan tanah dan konstruksi belum dimulai
  6. Ruas 6 Bali Mandara (Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa) sudah beroperasi sejak September 2013
  7. Ruas 7 Cileunyi-Sumedang-Dawuan, pengadaan tanah 31,28% dan konstruksi 65,3% (seksi I Phase I)
  8. Ruas 8 Serang-Panimbang, baik pengadaan tanah dan konstruksi belum dimulai
C. Jalan Tol Sumatera (Bakauhuni – Aceh sepanjang 2.000 KM )

Untuk Jalan Tol Trans Sumatera yang terdiri dari 7 ruas. Umumnya masih menyelesaikan proses pengadaan tanah.

  • Ruas 1 Medan-Binjai, pengadaan tanah 70% dan konstruksi 1,22%
  • Ruas 2 Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, pengadaan tanah 85,98% dan konstruksi 32%
  • Ruas 3 Pekanbaru-Kandis-Dumai, pengadaan tanah 7,72% dan konstruksi belum mulai
  • Ruas 4 Palembang-Indralaya, pengadaan tanah 34,52% dan konstruksi memasuki tahap land clearing

Progresnya luar biasa, sudah 8,5 kilometer yang selesai mengingat dulunya ini bekas rawa, pengerjaannya sangat rumit, bahkan harus melakukan penimbunan tanah setebal tiga meter.

  • Ruas 5 Bakauheni-Terbanggi Besar, pengadaan tanah 0,19% dan konstruksi memasuki tahap land clearing dan penimbunan tanah
  • Ruas 6 Terbanggi Besar-Kayu Agung, baik pengadaan tanah maupun konstruksi belum dimulai
  • Ruas 7 Kayu Agung-Palembang-Betung, pengadaan tanah Seksi I 100% dan konstruksi belum dimulai.
D. Jalan Tol-Manado Bitung

Untuk Jalan Tol Manado-Bitung, masih dalam proses pengadaan tanah dan sedang dalam proses lelang. Pengadaan lahan dari Ringroad Manado-SS Sukur telah mencapai 94,91% dan dari SS Sukur-SS Airmadidi mencapai 5,53%. Proses lelang akan mencapai tahap penandatanganan kontrak September 2015.

E. Jalan Tol Balikpapan-Samarinda.

Untuk Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, yang terdiri dari 5 paket, pengadaan tanahnya rata-rata sudah di atas 50% – yaitu

  1. Paket 1 Km13-Sp. Samboja (80,4%),
  2. Paket 2 Sp. Samboja-Palaran 1 (98,28%)
  3. Paket 3 Samboja-Palaran 2 (98%)
  4. Paket 4 Palaran-Jbt Mahkota (55,71%)
  5. Paket 5 Km13-Sepinggan (54%).

Proses lelang untuk Paket 1 sudah memasuki tahap penandatanganan kontrak pada 27 April 2015 dan Paket 5, direncanakan penandatanganan kontrak September 2015.

F. Trans Papua Tersambung 2 Tahun Lagi

Pemerintah menargetkan pengerjaan Jalan Trans Papua pada 2018 harus sudah mengoneksikan Sorong-Manokwari-Wamena-Jayapura-Merauke. Dengan begitu, harga barang, jasa, dan komoditas di wilayah tersebut bisa ditekan.

“Tinggal 70 kilometer, dalam 2 tahun ini semoga bisa tembus,” ujar Menteri Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, di Jakarta, Selasa (13/10/2015).

Basuki menjelaskan, tujuan dibangunnya Jalan Trans Papua adalah untuk meningkatkan konektivitas. Saat daerah-daerah di Papua bisa tersambung, maka harga-harga bisa lebih murah.

Pasalnya, banyak barang-barang dan material di daerah paling timur Indonesia ini terpaksa melejit akibat proses distribusi yang sulit. Karena medannya tidak memungkinkan, ada beberapa barang yang harus diangkut dengan pesawat.

Jalan Trans Papua dirancang sepanjang 4.325 kilometer, yang dibagi menjadi jalan nasional sepanjang 2.685 kilometer dan non-nasional 1.379 kilometer.

Segmen tol yang diharapkan selesai dalam waktu dekat adalah Manokwari-Kambuaya-Sorong dengan total panjang 596 kilometer. Tol yang ditargetkan selesai tahun depan ini sudah membentang 556 kilometer dengan rencana dilengkapi jembatan sepanjang 485 kilometer.

Segmen Wageta-Timika juga dijadwalkan selesai pada 2016. Dari total panjang 196 kilometer, sepanjang 172 kilometer telah tersambung. Adapun jembatannya memiliki panjang 640 kilometer.

Sementara pada 2017, segmen yang ditargetkan selesai adalah jalur yang mengoneksikan Waropko-Oksibil sepanjang 136 kilometer, Dekai-Oksibil 225 kilometer, dan Wamena-Habema-Kenyam-Mamugu 295 kilometer. Masing-masing konstruksinya sudah mencapai 70 kilometer, 197 kilometer, dan 258 kilometer.

Keterangan :

Secara keseluruhan, progres hasil pekerjaan2 jalan tol tersebut banyak perkembangan yang sangat mengejutkan dari keterangan saya uraikan diatas. Ingat ! Kita bukan hidup di negeri jin yang semalam bisa selesai.

Infrastruktur merupakan sebuah sektor yang telah menjadi perhatian utama dari Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Dalam 4 tahun sisa pemerintahannya ke depan, Jokowi akan menargetkan untuk adanya tambahan jalan tol sepanjang 1.060 kilometer (km).

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menyatakan kalau infrastruktur jalan dan bendungan memang menjadi hal utama yang diprioritaskan pemerintah. Untuk jalan nasional, pemerintah bakal mempunyai target yang sangat fantastis yaitu 2.600 km dalam 5 tahun.

“Lima tahun ke depan, 2.600 km jalan nasional akan kita bangun, minimal 1.000 km jalan tol Trans Jawa akan diselesaikan. Alhamdulillah pencatatan kami pada akhr tahun 2018-2019. Kita ada tambahan 1.060 km jalan tol,” kata Basuki di acara Indonesia Infrastructure Week, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Rabu (4/11/2015).

Basuki menambahkan kalau pertumbuhan jalan tol yang ditargetkan Jokowi luar biasa besar. Hal ini dikarenakan pada 40 tahun terakhir, sejak 1974-2014, Indonesia cuma mempunyai 440 km jalan tol. Hal ini yang membuat kenapa hingga saat ini jalan tol masih saja macet. “Tapi 5 tahun ke depan mudah-mudahan kita punya tambahan 1.060 km jalan tol,” imbuh Basuki.

70thindonesiamerdeka

PEMBANGUNAN JALAN TRANS DI PERBATASAN INDONESIA

Ini adalah proyek luar biasa dan selama ini terabaikan oleh pemerintah. Semasa pemerintahan Presiden Jokowi berkomitmen untuk membangun dari pinggiran sebagaimana tertuang dalam visi Nawacita Presiden Jokowi.
Pembangunan Jalan Trans Perbatasan laporan pekerjaan dan perkembangannya sbb :

a. Jalan perbatasan Kalimantan yang berbatasan langsung dengan Malaysia, terdapat 9 ruas jalan yang akan membentang sepanjang 771,36 kilometer dari Kalimantan Barat, Kalimantan Timur hingga Kalimantan Utara.
Kesembilan ruas tersebut masing-masing adalah :

  1. Ruas 1 Temajuk-Aruk
  2. Ruas 2 Aruk-Batas Kecamatan Siding/Seluas
  3. Ruas 3 Batas Kecamatan Siding/Seluas-Batas Kecamatan Sekayan/Entikong
  4. Ruas 4 Batas Kecamatan Sekayan/Entikong-Rasau
  5. Ruas 5 Rasau-Batas Kapuas Hulu/Sintang
  6. Ruas 6 Batas Kapuas Hulu/Sintang-Nanga Badau-Lanjak
  7. Ruas 7 Lanjak-Mataso (Benua Martinus)-Tanjung Kerja
  8. Ruas 8 Tanjung Kerja-Putussibau-Nanga Era
  9. Ruas 9 Nanga Era-Batas Kaltim.

Berdasarkan Progress Report Jalan Perbatasan, 23 Agustus 2015, yang dibuat oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, disebutkan bahwa total panjang jalan yang sudah tembus mencapai 441,7 kilometer meskipun sebagian masih belum diaspal, alias masih jalan tanah. Masih terdapat 329,66 kilometer yang harus ditangani sampai tuntas agar seluruh ruas jalan dapat terhubung.

b. Jalan perbatasan NTT terdapat 6 ruas dengan total panjang mencapai 171,56 kilometer. Keenam ruas tersebut adalah :

  1. Ruas 1 Mota’ain-Salore-Haliwen
  2. Ruas 2 Haliwen-Sadi-Asumanu-Haekesak
  3. Ruas 3 Turiskain-Fulur-Nualain-Henes
  4. Ruas 4 Nualain-Dafala
  5. Ruas 5 Dafala-Laktutus
  6. Ruas 6 Laktutus-Motamasin

Total panjang jalan di NTT yang ditangani di tahun 2015 ini mencapai 47 kilometer. Sisanya akan ditangani pada tahun 2016 sepanjang 67,61 kilometer dan terakhir pada tahun 2017 sepanjang 56,95.
c. Jalan Trans Papua, terdapat 12 ruas yang jika tersambung semua akan mencapai 4.325 kilometer. Keduabelas raus tersebut adalah :

  1. Ruas 1 Merauke-Tanah Merah-Waropko
  2. Ruas 2 Waropko-Oksibil
  3. Ruas 3 Dekai-Oksibil
  4. Ruas 4 Kenyam-Dekai
  5. Ruas 5 Wamena-Habema-Kenyam-Mamugu
  6. Ruas 6 Wamena-Elelim-Jayapura
  7. Ruas 7 Wamena-Mulia-Haga-Enarotali
  8. Ruas 8 Wageta-Timika
  9. Ruas 9 Enarotali-Wageta-Nabire
  10. Ruas 10 Nabire-Windesi-Manokwari
  11. Ruas 11 Manokwari-Kambuaya-Sorong
  12. Ruas 12 Jembatan Holtekamp

Saat ini jalan Trans Papua yang sudah tersambung cukup panjang yaitu 3.498 kilometer – dengan kondisi aspal mencapai 2.075 kilometer dan sisanya masih berupa tanah/agregat. Sisa panjang jalan yang belum tersambung adalah 827 kilometer – masih lebih panjang 55,64 kilometer dari total jalan Trans Kalimantan.

Keterangan :

Secara keseluruhan, progres hasil pekerjaan2 jalan2 tol dan jalan2 umum tersebut banyak perkembangan yang sangat mengejutkan dari keterangan saya uraikan diatas. Ingat ! Kita bukan hidup di negeri jin yang semalam bisa selesai.

70thindonesiamerdeka

PEMBANGUNAN MRT DAN LRT

Pembangunan jalur Transportasi Massal di Jakarta, yaitu MRT dan LRT yang tertunda selama 24 tahun, pada massa kepemimpinan Jokowi sudah dimulai pengerjaaannya. Pada Oktober 2013 lalu, saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo meresmikan dimulainya pembangunan MRT di kawasan Dukuh Atas.

Proyek transportasi massal LRT dan MRT ini dimaksudkan supaya ada solusi permanen untuk mengatasi kemacetan parah yang terjadi selama ini di Jabotabek. Pembangunan kedua model transportasi massal ini ditargetkan dalam 5 tahun harus selesai.

Kojasi MRT direncanakan mulai dari Hotel Indonesia (HI) ke Kampung Bandan. Sedangkan LRT direncanakan mulai dari Cibubur, Halim, sampai ke Grogol, dan nanti akan disambung kalau bisa dengan kereta ke (Bandara) Soetta
Ada 7 koridor LRT yang ditargetkan akan dibangun. Dua koridor yang akan dibangun terlebih dahulu dan ditargetkan sudah bisa beroperasi paling lambat tahun 2018 adalah Kebayoran Lama-Kelapa Gading dan Kelapa Gading-Kemayoran-Pesing-Bandara Soekarno-Hatta.

Semua perlintasan LRT di Jakarta direncanakan dibangun dengan jalur layang (elevated) sedangkan perlintasan MRT yang dibangun dalam dua jenis, yakni layang dan bawah tanah (underground).

Proyek pembangunan TAHAP 1 MRT adalah rute Lebak Bulus-Sisingamangaraja-Bundaran HI. Rute ini juga ditargetkan bisa beroperasi paling lambat pada tahun 2018.

Perlintasan Lebak Bulus-Sisingamangaraja merupakan jalur layang, sedangkan Sisingamangaraja-Bundaran HI merupakan jalur bawah tanah.

Progres pembangunan MRT dan LRT sbb :

  1. Pada bulan April 2015, Alat Bor Raksasa sudah tiba dari Luar Negeri
  2. Pada bulan Juli 2015 dimulai pengeboran bawah tanah
  3. Pada bulan September 2015, Jokowi meresmikan pengoperasian mesin pengeboran atau tunnel boring machine (TBM) yang pertama dan dinamakan Antareja.
  4. Pada bulan Oktober 2015, Stasiun Bawah Tanah MRT Telah 45% Rampung.
  5. Pada bulan Oktober 2015 sedang Tahap pengerjaan MRT memasuki proses pembuatan terowongan bawah tanah untuk rute fase I di koridor selatan-utara. Terowongan bawah tanah itu menghubungkan Bundaran Senayan dan Bundaran Hotel Indonesia.

Keterangan :

Secara keseluruhan, progres hasil pekerjaan2 MRT dan LRT tersebut banyak perkembangan yang sangat mengejutkan dari keterangan saya uraikan diatas. Ingat ! Kita bukan hidup di negeri jin yang semalam bisa selesai.

70thindonesiamerdeka

PEMBANGUNAN PELABUHAN KAPAL

Program pembangunan Tol Laut dengan nama lain ‘Pendulum Nusantara’ adalah sebuah program terobosan dilakukan Jokowi yang tidak pernah terpikirkan oleh pemerintah sebelumnya.

Konsep ini memungkinkan Kapal-kapal besar bolak-balik membawa logistik dari barat ke timur atau sebaliknya. Pengembangan pelabuhan juga mendorong keberadaan pelabuhan laut dalam sehingga bisa disinggahi kapal-kapal besar. Dengan terwujudnya program Tol Laut ini mampu menekan biaya logistik yang tinggi.

Untuk itu perlu dibangun 5 pelabuhan dengan kategori deep sea port di pelabuhan2 sebagai berikut :

  1. Kuala Tanjung Medan
  2. Tanjung Priok Jakarta
  3. Tanjung Perak Surabaya
  4. Makassar, dan
  5. Sorong

Progres pekerjaan pembangunan pelabuahan tersebut :

  1. Pada bulan Mei 2015, Presiden Joko Widodo telah meresmikan penyelesaian proyek revitalisasi alur pelayaran Barat dan pengembangan terminal Teluk Lamong di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
  2. Pada bulan Juli 2015, progress pembangunan Kuala Tanjung (Sumut) sudah tercapai 7%
    Pelabuhan Kuala Tanjung di Sumatera Utara diprediksi akan selesai pada akhir 2016, lebih cepat dibanding perencanaan awal yaitu kuartal I 2017. Percepatan penyelesaian dilakukan Pelindo I agar pembangunan kawasan industri Kuala Tanjung juga bisa segera dibangun. Sampai akhir 2015 pembangunan pelabuhan diprediksi rampung 54%. Sehingga tahun depan, proyek bernilai Rp 42 triliun ini bisa selesai karena hanya tinggal menyelesaikan separuhnya. Untuk pelabuhan Kuala Tanjung, pemerintah telah menyiapkan lahan seluas 2200 hektare.
  3. Pada bulan Mei 2015 Peresmian Proyek pembangunan Makassar New Port oleh Presiden Joko Widodo. Kondisi selama ini, pelabuhan Makassar hanya baru bisa menampung kapal-kapal yang berukuran tidak terlalu besar atau kapal kapasitas kecil. Proyek New Port Makassar akan dibangun diatas lahan 300 hektar.
    Pada tahap pertama , pelabuhan Makasar akan dibangun memiliki kedalaman hingga 14 meter, panjang 320 meter dengan luas mencapai 16 hektar akan dapat menampung kapal yang berukuran 10.000 Gross Ton (GT ) yang menngangkut 4.000 peti. Dengan perluasan pelabuhan ini, perseroan akan menggenjot kapasitas hingga 500 ribu TEUs per tahun.
  4. Pada saat ini saya rilis, Pelabuhan Terpadu raksasa di Sorong (Papua) diatas lahan 7.000 Ha dalam tahap finalisasi sejumlah perizinan dan feasibility study untuk memulai pengerjaan fisik.
    Konsep Pengembangan pelabuhan Sorong adalah pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus berorientasi peti kemas yang akan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Timur Indonesia.
    Pengembangan pelabuhan Sorong akan diikuti dengan pembangunan galangan kapal, pembangkit listrik, dan kawasan industri. Termasuk pengembangan industri perikanan dan pariwisata bahari di kawasan Raja Ampat.
  5. Pada Oktober 2015 sedang direalisasikan pelabuhan New Mutiara Jati (Cirebon) dan ditargetkan selesai pada Agustus 2017. Pelabuhan New Mutiara Jati dipersiapkan menjadi alternatif selain pelabuhan Tanjung Priok ini merupakan pintu gerbang kegiatan usaha bagi hinterland yang luas yaitu Jawa Barat dan Jawa Tengah.
  6. Pada bulan Mei 2015, Kapal ‘Tol Laut’ pertama di Indonesia yaitu Mutiara Persada (MP) III telah dioperasikan oleh PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP). Kapal Tol Laut ini memiliki panjang (Lenght of All/LOA) 151 meter dan berat 15.000 Gross Tonage (GT) akan beroperasi PP rute Lampung – Surabaya. Kapasitas kapal ini dapat memuat 600 orang penumpang, 150 unit truk, dan 50 kendaraan pribadi. Armada ini adalah kapal RoRo pertama yang melayani pelayaran logistik berjadwal dan tetap dari Dermaga Pelabuhan Panjang, Lampung ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Kehadiran kapal tol laut ini dapat menurunkan biaya logistic hingga 30% dari beban jalur darat Pantur dan juga efisiensi waktu lama perjalan. Kalau menggunakan jalur darat dengan kendaraan truk, jarak tempuh antara Lampung ke Surabaya bisa memakan waktu antara 90 sampai 100 jam. Tapi bila menggunakan kapal, jarak tempuhnya hanya sekitar 39 jam.
  7. Pada bulan Juni 2015, Presiden Joko Widodo) meresmikan beroperasinya 3 buah kapal motor penyeberangan (KMP) dan Dermaga VI Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Ketiga kapal roll on roll off (roro) berbobot 5,000 GT yang diresmikan pengoperasiannya adalah seluruhnya merupakan hasil produksi galangan kapal nasional. Dengan dimensi panjang 109,40 meter, lebar 19,60 meter dan tinggi 5,60 meter, kapal roro ini mampu mengangkut 812 penumpang dan 142 unit kendaraan. Dengan tambahan 3 armada kapal roro dan satu dermaga baru yang semuanya dikerjakan anak bangsa sendiri ini, terbukti mampu mengatasi kemacetan dan antrean panjang di Pelabuhan Merak.

Sebagaimana kita ketahui bersama,pada pemerintahan sebelumnya sering terjadi kemacetan dan antrean panjang kendaraan angkutan barang, terutama truk, di lintas penyeberangan Merak – Bakauheni sehingga mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit.

Keterangan :

Secara keseluruhan, progres hasil pekerjaan2 pembangunan pelabuhan tersebut banyak perkembangan yang sangat mengejutkan dari keterangan saya uraikan diatas. Ingat ! Kita bukan hidup di negeri jin yang semalam bisa selesai.

70thindonesiamerdeka

PEMBANGUNAN TRANS KERETA API DI LUAR PULAU JAWA

Pemerintah Jokowi akan menggenjot pembangunan infrastruktur rel kereta api di empat pulau luar Pulau Jawa. Dalam lima tahun, pemerintah ingin membangun 3.258 kilometer dengan memakan anggaran danasebesar Rp. 234 triliun.

Ini adalah sebuah proyek raksaa dalam sejarah perkeretaan api Indonesia setelah massa penjajahan Belanda. Rel KA yang akan dibangun berupa :

A. Koridor KA Trans Sumatera

Rencana pembangunan jalur kereta api (KA) Lampung-Aceh, yang disebut dengan Trans Sumatera Railways sudah digodok secara matang oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Nantinya, jalur KA tersebut akan menembus dari ujung Sumatera hingga terhubung dengan Jembatan Selat Sunda untuk menuju Jawa. Pembangunannya akan menghabiskan dana sekitar Rp60 triliun-Rp 70 triliun. Program Trans Sumatera dari Aceh hingga Lampung dengan panjang sekitar 2.500 km tersebut dibuat menjadi empat kluster.

Kluster Pertama di Provinsi Aceh, kluster kedua di Sumatea Utara, kluster ketiga di Sumatera Barat, dan kluster keempat di Sumatera Bagian Selatan.

Progress perkembangan pembanguna Koridor KA Trans Sumatera yang saya himpun sampai 19 Oktober 2015 :

  • Untuk daerah Dumai prov. Riau pembangunan rel kereta api sudah dimulai bulan Oktober 2015.
  • Untuk jalur dari Rantau Prapat, Kabupaten Labuhan Batu ke arah Dumai pengerjaan sudah dimulai dengan melakukan pemerataan tanah sejak bulan Mei 2015.
  • Proses rencana pembangunan untuk daerah daerah Provinsi Jambi sepanjang 218 KM .telah selesai pada Bulan Juli 2015 dan sekarang masuk tahapan.
  • Design Engineering Detail (DED) untuk pembangunan terowongan KA yang melewati kawasan perbukitan Setinjau Laut di Sumatera Barat telah disiapkan.
  • Di Sumatera Barat akan segera pengoperasian kereta bandara tahun depan.

Ini daftar pembangunan rel kereta api Koridor Trans Sumatera :

a. Pembangunan Kereta Api Antar Kota/Trans Sumatera:

  • Jalur KA baru Bireun-Lhokseumawe-Langsa-Besitang
  • Jalur KA baru Rantauprapat-Duri-Dumai
  • Jalur KA baru Duri-Pekanbaru
  • Jalur KA baru Pekanbaru-Muaro
  • Jalur KA baru Pekabaru-Jambi-Palembang
  • Jalur KA baru Simpang-Tanjung Api-Api
  • Jalur ganda KA Prabumulih-Kertapati
  • Jalur ganda KA Baturaja-Martapura
  • Jalur ganda KA Muara Enim-Lahat
  • Jalur ganda KA Cempaka -Tanjung Karang
    Jalur ganda KA Sukamenanti-Tarahan
  • Jalur KA baru Rejosari/KM3-Bakauheni

b. Reaktivasi Jalur KA:

  • Binjai-Besitang
  • Padang Panjang-Bukit Tinggi-Payakumbuh
  • Pariaman-Naras-Sungai Limau
  • Muaro Kalaban-Muaro

c. Pembangunan Kereta Api Perkotaan/Jalur Ganda/Elektrifikasi/Jalur Baru Akses ke Pusat Kegiatan:

  • Perkotaan Medan (Jalur Ganda KA Medan-Araskabu-Kualanamu)
  • Perkotaan Padang (Padang-BIM dan Padang-Pariaman)
  • Perkotaan Batam (Batam Center-Bandara Hang Nadim)
  • Perkotaan Palembang (Monorel)

d. Pembangunan Kereta Api Akses Bandara:

  • Bandara Kualanamu, Medan (peningkatan kapasitas)
  • Bandara Internasional Minangkabau, Padang
  • Bandara Hang Nadim, Batam
  • Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II

e. Pembangunan Kereta Api Akses Pelabuhan:

  • Pelabuhan Lhokseumawe
  • Pelabuhan Belawan
  • Pelabuhan Kualatanjung
  • Pelabuhan Dumai
  • Pelabuhan Tanjung Api-Api
  • Pelabuhan Panjang
  • Pelabuhan Bakauheni

B. Koridor Trans Kalimantan

Progres pengerjaan fisik jalur kereta api (KA) yang khusus melintasi jalur perbatasan di Kalimantan Barat (Kalbar) sudah mulai dilaksanakan sejak bulan Juni 2015. Rel kereta akan dibangun sepanjang 2.428 dan melintas dari Pontianak hingga Samarinda di Kalimantan Timur.

a. Pembangunan KA Khusus/Batubara/Akses Pelabuhan (Skema KPS):

  • Muara Wahau-Muara Bengalon
  • Murung raya-Kutai Barat-Paser-Panajam Paser Utara-Balikpapan
  • Puruk Cahu-Mangkatib

b. Pembangunan Kereta Api Antar Kota/Trans Kalimantan:

  • Jalur KA baru rute Tanjung-Paringin-Barabai-Kendangan-Rantau-Martapura-Banjarbaru-Bandara Syamsuddin Noor-Banjarmasin (196,27 Km)
  • Jalur KA baru rute Balikpapan-Samarinda (89,23 Km)
  • Jalur KA baru rute Tanjung-Tanah-Grogot-Balikpapan (233,78 Km)
  • Jalur KA baru Palangkaraya-Pulang Pisau-Kuala Kapuas-Marabahan-Banjarmasin (193,73 Km)
  • Jalur KA baru Palangkaraya -Sangau-Pontianak-Batas Negara
  • Jalur KA baru Samarinda-Sangata-Tanjung Redep-Batas Negara

c. Pembangunan Kereta Api Akses Bandara:

  • Bandara Syamsuddin Noor

C. Koridor KA Trans Sulawesi

Jalur kereta api Trans-Sulawesi adalah jaringan jalur kereta api yang dibangun untuk menjangkau daerah-daerah penting di Pulau Sulawesi. Jaringan jalur kereta api ini dibangun mulai pada tahun 2015 yang dimulai dari tahap I, yaitu jalur kereta api dari Makassar hingga Parepare. Proyek perkeretaapian Trans-Sulawesi ditargetkan mencapai panjang 2.000 kilometer dari Makassar ke Manado.

Kereta api yang akan dikembangkan di Sulawesi berbeda dengan kereta api yang ada sebelumnya. Kereta api yang akan dibangun di Sulawesi jauh lebih modern dan berkecepatan lebih tinggi.

Ini progress perkembangan pembanguna Koridor KA Trans Sulawesi yang saya himpun sampai 19 Oktober 2015 :

  • Proses groundbreaking pembangunan kereta api lintas Makassar-Parepare dilaksanakan pada Senin, 18 Agustus 2014 di Desa Siawung, Kecamatan Barru semasa alhir pemerintahan SBY..
  • Pembangunan jalur kereta api trans-Sulawesi ruas Makassar-Parepare mulai memasuki tahapan baru berupa pembantalan jalur. Kondisi untuk lahan 30 km di Barru sudah rampung. 70-80%
  • Pemasangan badan rel sedang dilaksanakan sejak bulan Oktober 2015.

Koridor KA Trans Sulawesi :

a. Pembangunan Kereta Api Antar Kota/Trans Sulawesi:

  • Jalur KA baru Manado-Bitung ( 48 km)
  • Jalur KA baru Bitung-Gorontalo-Isimu
  • Jalur KA baru Pare Pare-Mamuju
  • Jalur KA baru Makassar-Pare Pare (145 km)
  • Jalur KA baru Makassar-Sungguhminasa-Takalar-Bulukumba-Watampone
  • Jalur KA baru Mamuju-Palu-Isimu

b. Pembangunan Kereta Api Perkotaan:

  • Perkotaan Makassar dan sekitarnya
  • Perkotaan Manado

c. Pembangunan Kereta Api Akses Bandara/Pelabuhan:

  • Bandara Sultan Hasanuddin
  • Pelabuhan Garonggong, Pelabuhan New Makassar
  • Pelabuhan Bitung

D. Koridor Trans Papua

  • Rute : Manokwari-Sorong, (pekerjaannya sedang dikebut)
  • Rute : Manokwari-Nabire (konstruksinya paling cepat dimulai 2018)

Keterangan :

Secara keseluruhan, progres hasil pekerjaan2 pembangunan rel kereta api di luar pulau Jawa tersebut banyak perkembangan yang sangat mengejutkan dari keterangan saya urainkan diatas. Ingat ! Kita bukan hidup di negeri jin yang semalam bisa selesai.

70thindonesiamerdeka

PEMBANGUNAN REL KERETA API GANDA DI PULAU JAWA

Pembangunan lintasan Rel kereta api dua jalur (double track) yang menghubungkan ujung Barat Pulau Jawa hingga ujung Timur Pulau Jawa atau menghubungkan provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jawa Barat menuju Provinsi Jawa Timur hampir selesai pengerjaanya.

Pembangunan double track saat in hanya tinggal di Jawa Timur saja terkendala oleh keberadaan titik-titik persimpangan. Untuk di wilayah tengah (perlintasan tengah di Jawa Timur) yakni di Saradan, karena adanya 4 perlintasan satu bidang dan lainnya di wilayah Lamongan, ada 2 perlintasan sebidang.

Di targetkan double track ini terealisasi dan bisa dipakai pada akhir 2017.
Dengan adanya double track akan mem‎bantu mengurai kemacetan dan mengurangi beban jalan di Jawa. Saat ini, jika dengan single track hanya mampu mengangkut‎ 80 trip per hari, nanti jika double track sudah selesai bisa mengangkut (peti kemas ukuran 40 feet) sampai tiga kali lipat, jumlah sekarang.