Tag Archives: Provinsi Papua

Jembatan Youtefa

JEMBATAN YOUTEFA

Jembatan Youtefa (sebelumnya bernama Jembatan Holtekamp) adalah jembatan di atas Teluk Youtefa, Provinsi Papua yang menghubungkan Holtekamp dengan Hamadi sepanjang 732 meter dengan lebar 21 meter. Jembatan ini merupakan jembatan tipe Pelengkung Baja yang dapat memperpendek jarak dan waktu tempuh dari Kota Jayapura ke Distrik Muara Tami dan ke Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw daerah perbatasan Indonesia – Papua Nugini. Sebelum jembatan ini dibangun, perjalanan dari kawasan pemerintahan menuju Distrik Muara Tami menempuh jarak sejauh 35 km dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Namun, bila melewati Jembatan Youtefa maka jaraknya menjadi sekitar 12 km dengan waktu tempuh sekitar 15 menit.

Pembangunan Jembatan Youtefa merupakan kolaborasi antara Pemerintah Pusat Kementerian PUPR, Pemerintah Provinsi Papua, dan Pemerintah Kota Jayapura dengan pembagian sebagai berikut:

Pembangunan jembatan ini dilakukan oleh konsorsium kontraktor PT Pembangunan Perumahan, Tbk, PT Hutama Karya (persero), dan PT Nindya Karya (persero) dengan total biaya pembangunan sebesar Rp 1,87 Triliun dengan sokongan dana khusus APBN dari Kementerian PUPR senilai Rp 1,3 triliun.[3] Jembatan ini mulai dibangun bulan Mei 2015. Perakitan bentang utama Jembatan Youtefa yang merupakan tipe Box Baja Pelengkung tidak dilakukan di lokasi jembatan, namun di PT PAL Indonesia Surabaya. Produksi jembatan di Surabaya bertujuan meningkatkan aspek keselamatan kerja, meningkatkan kualitas pengelasan, dan mempercepat waktu pelaksanaan hingga 3 bulan.

Ini kali pertama, pembangunan jembatan dimana jembatan pelengkungnya dibuat utuh di tempat lain kemudian dibawa ke lokasi. Dari Surabaya bentang jembatan seberat 2000 ton dan panjang 112,5 m ini dikirim menggunakan kapal laut dengan menempuh perjalanan sejauh 3.200 kilometer dalam waktu 19 hari. Pemasangan bentang pertama dilakukan pada 21 Februari 2018 sedangkan bentang kedua dipasang pada 15 Maret 2018 dengan waktu pemasangan kurang lebih 6 jam.

Museum Rekor Indonesia (MURI) memberikan 2 rekor pada proyek pembangunan Jembatan Youtefa yakni rekor pengiriman jembatan rangka baja utuh dengan jarak terjauh, dan rekor pemasangan jembatan rangka baja utuh terpanjang.

Jembatan Youtefa diresmikan Presiden Joko Widodo pada 28 Oktober 2019.

Headlines

Resmikan Jembatan Youtefa, Presiden Jokowi: Jadikan sebagai Momentum Papua Bangkit Maju

Data dari KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Senin, 28 Oktober 2019

Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Presiden Joko Widodo meresmikan Jembatan Youtefa yang terletak di Kota Jayapura, Provinsi Papua, pada Senin, 28 Oktober 2019. Presiden Jokowi berharap Jembatan Youtefa bisa menjadi tonggak sejarah di Tanah Papua, bukan hanya simbol persatuan bangsa, tetapi juga simbol pentingnya sebuah kemajuan untuk membangun Tanah Papua.

“Tanah Papua harus maju, seperti daerah-daerah lain di Indonesia. Papua adalah surga kecil yang jatuh ke bumi. Itu adalah hal yang saya lihat setiap kali berkunjung ke Tanah Papua. Kalau tidak keliru hitung, saya sudah 13 kali hadir di Tanah Papua,” kata Presiden Jokowi dalam sambutannya.

Presiden Jokowi memandang bahwa merawat dan memajukan Papua adalah tugas bersama kita sebagai bangsa Indonesia. Itulah mengapa Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja pertama ke Papua dan Papua Barat usai dilantik pada 20 Oktober 2019 lalu.

“Semua itu saya lakukan untuk memastikan sendiri, untuk memastikan sendiri bahwa Tanah Papua dibangun dan tidak dilupakan dalam kemajuan Indonesia yang kita cintai ini,” kata Presiden.

Selama periode pertama pemerintahannya, Presiden Jokowi telah berkeliling Indonesia, sampai ke pedalaman-pedalaman di wilayah Indonesia bagian timur. Dari situlah Presiden Jokowi melihat adanya ketimpangan infrastruktur antara wilayah bagian barat, tengah, dan timur Indonesia.

“Ini kalau kita biarkan akan menyulitkan kita untuk bersatu sebagai sebuah bangsa besar. Karena itu saya selalu mendorong pembangunan infrastruktur khususnya di wilayah Indonesia bagian timur untuk dipercepat. Dan tentu saja nanti pararel dengan pembangunan sumber daya manusia yang juga ingin kita kerjakan,” kata Presiden, sebagaimana dilansir dari siaran pers Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Erlin Suastini.

Pembangungan infrastruktur tersebut, kata Presiden, selain menghadirkan manfaat secara nyata bagi rakyat, juga bertujuan untuk mempersatukan bangsa Indonesia, membangun konektivitas, membangun hubungan antarpulau, provinsi, kota dan kabupaten.

Menurutnya, semua infrastruktur perhubungan, termasuk jembatan, akan membuat pergerakan barang dan pergerakan manusia menjadi lebih cepat dan lebih lancar, sehingga rakyat akan mendapatkan harga-harga barang dan harga-harga jasa yang jauh lebih murah. Ujungnya, mempersatukan masyarakat karena ada interaksi dan komunikasi yang lancar antarmasyarakat kita.

“Begitu juga halnya dengan Jembatan Youtefa yang akan kita resmikan sekarang ini. Jembatan yang telah dibangun selama empat tahun dan menghabiskan anggaran biaya Rp1,8 triliun. Ini kalau dimiliarkan, Rp1.800 miliar, silahkan kalau mau ngitung,” kata Presiden.

Jembatan Youtefa sendiri terdiri atas tiga bagian. Bagian pertama merupakan jalan akses sepanjang 9.950 meter, bagian kedua adalah jalan pendekat sepanjang 320 meter, dan bagian ketiga berupa jembatan pendekat sisi Holtekamp sepanjang 900 meter, dengan bentang utama jembatan sepanjang 433 meter.

Presiden menjelaskan, Jembatan Youtefa ini hadir sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan kepadatan penduduk di Kota Jayapura sehingga kawasan Kota Jayapura dapat dikembangkan ke arah perbatasan di Skouw. Selain itu, jembatan ini juga mempersingkat waktu tempuh sekitar 70 menit dari Kota Jayapura menuju Distrik Muara Tami dan pos lintas batas negara di Skouw.

“Saya juga mendapat laporan bahwa Jembatan Youtefa ini telah menjadi landmark, telah menjadi ikon baru Papua yang akan menjadi sarana pendukung dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) di tahun 2020 yang akan diselenggarakan di Papua, seperti cabang olah raga dayung dan ski air. Ini menunjukkan bahwa sebuah jembatan memiliki banyak fungsi bagi masyarakat dan mempunyai multiplier effect yang menguntungkan masyarakat,” kata Presiden.

Kepala Negara berharap masyarakat Jayapura bersama-sama dengan pemerintah daerah bersungguh-sungguh menjaga Jembatan Youtefa ini, baik dari sisi kebersihan maupun keamanannya. Ia juga berharap jembatan ini bisa ditata dan dipercantik dengan lampu-lampu dan taman-taman yang menarik.

“Karena sekarang Jembatan Youtefa sudah jadi bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat Jayapura, tidak bisa terpisahkan dari masyarakat Papua,” kata Presiden.

Di pengujung sambutannya, Presiden juga meminta agar pemerintah Provinsi Papua dan pemerintah Kota Jayapura memanfaatkan dengan baik keberadaan Jembatan Youtefa ini untuk mengembangkan potensi wisata bahari yang ada di Teluk Youtefa. Imbasnya, diharapkan akan semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke Tanah Papua.

“Jadikan Jembatan Youtefa ini sebagai momentum untuk Papua bangkit maju yang melahirkan kemajuan-kemajuan, melahirkan pemuda-pemuda Papua yang berprestasi dan memiliki daya saing di kancah global,” kata Presiden.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam acara peresmian Jembatan Youtefa antara lain Ibu Negara Iriana, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Selain itu turut hadir pula Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Plt. Kapolri Komjen Ari Dono, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara Hinsa Siburian, Gubernur Papua Lukas Enembe, dan Wali Kota Jayapura Benhur Tommy Mano. (Humas Kemensetneg)

Jembatan Holtekamp Berganti Nama Jadi Youtefa

Source: okezone

Jembatan Holtekamp Jayapura, Papua. (Foto: Okezone.com/Dok. Kementerian PUPR)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya meresmikan Jembatan Youtefa di Papua, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Sebelumnya, jembatan ini dikenal sebagai Jembatan Holtekamp yang menjadi ikon baru di Papua.

Beberapa bulan lalu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan alasan dari perubahan nama jembatan tersebut. Dia mengatakan alasan utamanya adalah karena daerah dari Jembatan Youtefa sendiri yang berada di Teluk Youtefa.

“Jadi karena ini memang di daerah Teluk Youtefa. Jadi sangat relevan sekali usulan nama itu. Saya akan sampaikan kepada bapak Presiden (Jokowi) kalau ini namanya diusulkan sebagai Jembatan Youtefa,” ujarnya saat meninjau Jembatan Holtekamp, Jayapura, Papua.

Sebelumnya, Jembatan Youtefa di Papua akhirnya diresmikan hari ini. Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, jembatan ini diresmikan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dulu, jembatan ini dikenal dengan nama Jembatan Holtekamp. Hal ini diungkapkan langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui akun resmi Instagramnya.

“#KabarPUPR – Empat tahun dibangun, akhirnya Jembatan Youtefa di Papua diresmikan Presiden @jokowi hari ini, Senin (28/10) bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Jembatan yang dulu sering dikenal dengan nama Jembatan Holtekamp ini menghubungkan daerah Hamadi menuju Holtekamp,” tulis @kemenpupr di Instagram, Senin (28/10/2019).

Jembatan Youtefa memiliki panjang kurang lebih 1.800 meter dan lebar 17 meter. Pasalnya, jembatan ini menghubungkan daerah Hamadi menuju Holtekamp.

Dengan adanya jembatan ini, maka waktu tempuh dari Kota Jayapura menuju PLBN Skouw bisa terpangkas. Dari 1,5-2 jam perjalanan, akan terpangkas hingga 30-45 menit.

Perlu diketahui, Jembatan Youtefa juga mendorong pengembangan Kota Jayapura ke arah Skouw, menunjang wisata bahari di Teluk Youtefa, dan akan mendukung pelaksanaan PON XX Papua Tahun 2020. Ini merupakan salah satu bukti komitmen Presiden Jokowi di wilayah Timur Indonesia.

Adapun total keseluruhan biaya pembangunan mencapai Rp1,8 triliun. Jembatan ini juga terdiri dari dua bentang utama dengan pelengkung baja. Masing-masing panjang bentang utama 150 meter, tinggi 20 meter dan berat 2.000 ton.

Awalnya, Jembatan Youtefa ditargetkan akan rampung pada Juli 2019. Namun, molor hingga baru bisa diresmikan pada akhir Oktober 2019.

(fbn)

Source: Wikpedia, Times Indonesia, Okezone

Habiskan Rp 1,8 Triliun, Ini Progres Pembangunan Jembatan Holtekamp di Papua

Berita Kompas – 23/05/2019, 09:35 WIB. Penulis Kontributor Jayapura, Dhias Suwandi | Editor Robertus Belarminus

Sejak dimulai pada 9 Mei 2015, kini pembangunan Jembatan Holtekamp di Kota Jayapura, Papua, sudah mendekati 100 persen dan dijadwalkan pada Juli 2019 bisa diresmikan. Kepala Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN) XVIII Papua, Osman Marbun, di Kota Jayapura, kamis (23/05/2019), mengatakana, progres pembangunan Jembatan Holtekamp tinggal menyelesaikan pembangunan akses jalan pendekat dari arah Holtekamp. “Jalan akses Holtekamp yang panjanganya 7,5 Km kini sudah selesai 5 Km, kemudian jalan akses di Pantai Hamadi sedang kami lebarkan dan dibangun trotoarnya supaya lebih rapih,” ujar Osman.

Selain itu, pemerintah juga tengah membangunkan akses jalan untuk masyarakat Kampung Enggros yang letaknya paling dekat dengan jembatan dan keberadaannya ada di pulau. “Kan masyarakat harus kami fasilitasi juga, masa kita bangun jembatan sebesar ini tapi masyarakat tidak bisa keluar masuk menggunakan jembatan ini dan tetap memakai perahu, kan lucu,” tutur dia.

Hingga kini, total pembiayaan yang telah dikeluarkan mencapai Rp 1,8 triliun. Rp 1,3 triliun berasal dari APBN dan sisanya dikucurkan APBD Provinsi papua dan Kota Jayapura. Osman berharap, Presiden Joko Widodo bisa meresmikan Jembatan Holtekamp karena peletakan batu pertamnya pun dilakukan oleh presiden. “Secara keseluruhan untuk jembatannya sudah tuntas 100 persen, jadi kami tinggal serahkan ke Pak Presiden, menteri dan pemerintah daerah tentang kapan peresmiannya karena semua sudah siap,” tutur dia. Jembatan Holtekamp jadi obyek wisata Keberadaan Jembatan Holtekamp diyakini bisa mendongkrak dunia pariwisata di Kota Jayapura.

Bahkan, meski belum dibuka untuk umum, animo masyarakat untuk berswafoto di lokasi tersebut sangat tinggi, terutama pada akhir pekan. Karenanya, BBPJN XVIII telah memiliki rencana untuk melengkapi Jembatan Holtekamp dengan fasilitas umum. “Ini sebagai daerah tujuan wisata sudah pasti akan membangkitkan ekonomi masyarakat. Nanti ini akan dipercantik, akan ada fasilitas umum, kemudian pengembangan berikutnya bisa saja ada penginapan, lalu kios-kios penjual cindera mata,” ucap Osman.

Hal tersebut pun diamini oleh Ketua Asosiasi Agen Perjalanan Wisata (Asita) Provinsi Papua, Iwanta Parangin-Angin. Dia mengatakan, Kota Jayapura kekurangan obyek wisata dan keberadaan Jembatan Holtekamp bisa menutupi hal tersebut. Tidak hanya fisik jembatannya yang akan menjadi objek wisata, Iwanta menyebut, keberadaan infrastruktur tersebut dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang ingin berkunjung ke pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw yang merupakan titik perbatasan antara Indonesia dengan Papua Nugini.

“Kalau Jembatan Holtekam sudah beroperasi itu otomatis membuat jarak tempuh lebih dekat dan kami menjual paketnya lebih enak. Selain itu, juga bisa menjadi obyek wisata,” tutur dia. Iwanta menyebut, kini keberadaan PLBN Skouw yang merupakan perbatasan antara Indonesia dan Papua Nugini sudah bisa menarik minat wisatawan domestik, tetapi belum wisatawan mancanegara. Ia menegaskan, untuk rute perbatasan, diperlukan fasiltas penunjang lainnya karena jarak tempuhnya yang cukup jauh, bahkan kini waktu perjalanannya mencapai dua jam.

Hal tersebut bisa diatasi dengan adanya Jembatan Holtekam yang bisa memangkas jarak tempuh dari wilayah Kota Jayapura menuju PLBN Skouw. “Dengan keberadaan Jembatan Holtekam, untuk menuju ke perbatasan Skouw dari sebelumnya memerlukan waktu sekitar dua jam, maka waktunya akan menjadi sekitar 45 menit saja,” ucap dia. Sebagai informasi, panjang Jembatan Holtekamp mencapai 732 meter dengan bentang utamanya adalah 433 meter dan lebar jalan di jembatan 21 meter.