Tag Archives: Selaput Dara

Selaput Dara Robek di Malam Pertama, Ini Tips Mengurangi Sakitnya

Selaput dara atau himen merupakan selaput yang menutup sebagian atau seluruh muara Miss V. Bentuk selaput dara ini bisa berbeda-beda, tapi umumnya berbentuk seperti bulan sabit. Dengan bentuknya itu, darah haid bisa mudah mengalir melewati Miss V.

Selaput dara ini bisa robek saat berhubungan intim untuk pertama kalinya. Dalam sejumlah kasus, robeknya selaput dara akan terasa menyakitkan. Eh tapi jangan membayangkan ngerinya, ya. Rasa sakitnya itu bisa dikurangi dengan tips-tips sederhana.

Sampaikan Kegelisahanmu pada Suami

Kunci pertama agar hubungan intim tak menyakitkan adalah berusaha untuk rileks. Tak usah ragu untuk menyampaikan kegelisahan dan kekhawatiranmu pada suamimu. Dengan begitu, suamimu juga bisa lebih mudah memposisikan dirinya untuk membuatmu merasa lebih nyaman.

Pilih Tempat yang Super Nyaman

Jangan terus kepikiran soal selaput dara yang bakal robek di pengalaman pertamamu. Pilih tempat yang super nyaman dan kondisikan situasimu supaya perhatian bisa teralihkan dari kecemasanmu tersebut.

Luangkan Waktu yang Cukup untuk Foreplay

Penting untuk merilekskan tubuh dan pikiran dengan meluangkan waktu khusus untuk foreplay. Buat pengalaman pertamamu bergairah. Semakin bergairah, semakin berkurang rasa sakit yang akan kamu rasa. Melakukannya pelan-pelan akan membuatmu lebih rileks.

Hindari Penggunaan Pelumas (Lubricant) Berbahan Minyak

Kalau menggunakan pelumas (lubricant), hindari yang berbahan minyak. Untuk amannya, gunakan yang berbahan air. Tapi untuk pengalaman pertama, lebih baik fokus untuk mendapatkan mood yang tepat. Yang membuatmu dan suami sama-sama bisa merasa nyaman di malam pertama.

Pahami Seluk Beluk Selaput Dara

Selaput dara bisa saja robek karena berbagai hal. Misalnya karena penggunaan pembalut, cedera, atau aktivitas olahraga yang dilakukan. Dan jangan bayangkan darah yang keluar karena robeknya selaput dara ini sebanyak darah haid. Darah yang keluar bisa berupa bercak ringan. Bahkan sejumlah perempuan ada yang tak mengalami pendarahan sama sekali. Di samping itu, saat pengalaman pertama ada juga kemungkinan selaput dara tidak robek hanya meregang.

Rasa sakit yang dirasa saat pertama kali berhubungan intim itu lebih disebabkan karena gesekan yang terjadi, belum cukupnya pelumasan pada Miss V, hingga belum cukup terangsang. Jadi, bukan karena selaput dara kita memiliki saraf yang peka terhadap rasa sakit.

Intinya nggak perlu cemas berlebihan, Ladies. Kamu bisa melakukan banyak cara untuk membuat tubuh rileks alih-alih mengkhawatirkan soal rasa sakit robeknya selaput dara.

Source: Fimale Sept. 2016

Tak Semua Selaput Dara Bisa Robek Saat Pertama Kali Berhubungan Seks

Selaput Dara


Tak Semua Selaput Dara Bisa Robek Saat Pertama Kali Berhubungan Seks

Keutuhan selaput dara identik dengan keperawanan. Selain itu, masyarakat juga mengasosiasikan keperawanan wanita dengan kehormatan dan nama baik keluarga. Selaput dara, atau disebut juga hymen, adalah simbol kesucian dan moralitas seorang perempuan yang setia pada keluarga, budaya, atau agama.

Keperawanan adalah topik yang kerap diselimuti oleh berbagai macam mitos dan kesimpangsiuran. Tidak jarang pula, kedua topik ini masih dianggap tabu untuk dibicarakan bagi sebagian besar masyarakat.

Apa itu keperawanan?

Perawan sering diartikan sebagai wanita yang belum pernah melakukan seks. Seks itu sendiri memiliki cakupan bervariatif untuk bisa diartikan akurat.

Banyak orang yang mengartikan seks sebagai aktivitas penetrasi penis ke dalam vagina. Definisi ini benar-benar sempit karena mengesampingkan banyak orang dan tipe seks lainnya. Beberapa orang yang belum pernah melakukan seks penetrasi vagina tidak menganggap diri mereka sebagai perawan karena sudah pernah melakukan seks tipe lainnya, anal atau oral.

Definisi ini juga membatasi lingkup komunitas LGBTQ+ yang mungkin tidak pernah melakukan seks penetratif penis-vagina, tapi tidak menganggap mereka termasuk perawan.

Sebagian orang percaya bahwa “keperawanan” didasari oleh persetujuan (keinginan dan setuju untuk terlibat dalam hubungan seksual dari masing-masing pihak). Jadi, banyak pula yang menganggap bahwa hubungan seksual atas dasar paksaan tidak menjadikan seseorang bukan perawan lagi.

Apa itu selaput dara?

Selaput dara adalah jaringan kulit sangat tipis yang melapisi bukaan vagina. Banyak anggapan yang menyatakan bahwa selaput ini merentang menutupi keseluruhan vagina. Padahal, hymen memiliki berbagai macam tingkat elastisitas dan ketebalan, juga memiliki bukaan (bentuk bukaannya berbeda-beda pada setiap wanita) untuk memungkinkan darah menstruasi dan cairan tubuh lainnya mengalir keluar.

Umumnya, selaput dara memiliki bukaan selebar ukuran jari atau sebuah tampon kecil. Namun, bukaan tersebut tidak selalu berbentuk seperti lubang donat. Untuk beberapa wanita, bukaan selaput berbentuk seperti injakan tangga, dan ada juga yang bukaannya berbentuk seperti lubang-lubang kecil di seluruh permukaan hymen. Pada kasus yang sangat langka, bukaan bisa terlihat sangat kecil sehingga jari, tampon, atau penis mungkin tidak bisa menembus lapisan tersebut dengan mudah (atau, tidak bisa sama sekali). Bahkan, ada segelintir wanita yang lahir tanpa selaput dara dalam vagina mereka.

Saat seorang wanita menginjak masa puber dan mulai memproduksi hormon estrogen, hal ini bisa menyebabkan hymen berubah teksturnya, menyediakan halangan ‘semu’ untuk menikmati hubungan seksual tanpa rasa sakit.

Fungsi selaput dara masih belum diketahui, tapi satu teori mengatakan bahwa hymen ada untuk melindungi bukaan vagina dan daerah sekitarnya selama awal masa pertumbuhan seseorang.

Selaput dara robek, artinya sudah tidak perawan?

Keutuhan selaput dara sampai saat ini masih menjadi tolak ukur keperawanan dan moralitas seseorang. Padahal, keperawanan tidak bisa diukur atau dibuktikan dari pemeriksaan fisik vagina.

Hymen biasanya robek saat mengalami seks penetratif untuk pertama kalinya, namun ini tidak selalu terjadi. Robeknya hymen dapat menyebabkan perdarahan sementara dan sedikit rasa tidak nyaman. Yang perlu dipahami, selaput juga bisa robek akibat kondisi lain, misalnya masturbasi (memasukkan jari atau mainan seks ke dalam vagina), memasukkan tampon, penyisipan speculum saat pemeriksaan dokter ginekolog, atau olahraga fisik lainnya (senam, menunggang kuda, bersepeda).

Begitu banyak faktor penentu yang mungkin memainkan faktor pada cedera selaput dara. Banyak pula penelitian yang menunjukkan bahwa ahli forensik pada kasus pelecehan seksual anak tidak mampu membaca tanda-tanda kerusakan hymen, terutama jika korban terlambat dibawa ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan, karena selaput yang robek pada anak dan remaja masih bisa pulih dengan cepat.

Beberapa wanita bisa tidak menyadari saat selaput mereka robek, terutama jika hal tersebut tidak terjadi saat hubungan seksual, karena robeknya hymen bisa terjadi tanpa mengakibatkan perdarahan maupun rasa sakit.

Bagaimana bisa selaput dara tak robek saat berhubungan seks?

Rasa sakit selama berhubungan seks adalah kondisi ginekologis umum, dan bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor yang mungkin tidak ada hubungannya sama sekali dengan gangguan medis, salah satunya terlalu terburu-buru penetrasi tanpa lubrikasi vaginal yang cukup.

Saat melakukan hubungan seks untuk pertama kalinya, selaput dalam vagina akan meregang demi memfasilitasi jalur masuk penis. Anda bisa ‘menjaga’ selaput dara tidak sobek saat berhubungan seksual jika tubuh Anda rileks dan memiliki lubrikasi yang baik.

Beberapa wanita bisa mengalami perdarahan saat seks pertama mereka karena struktur hymen yang mereka miliki lebih tebal atau lebih resisten daripada wanita lainnya.

Selaput dara hanya ada satu kali seumur hidup

Uniknya, hymen tidak akan hilang begitu saja dari dalam tubuh Anda, bahkan setelah terjadi sobekan. Beberapa residu jaringan selaput akan tetap menempel dalam vagina setelah hubungan seksual, bahkan akan bertahan setelah proses persalinan.

Selain itu, perkembangan tekonologi medis modern memungkinkan orang-orang untuk ‘meremajakan’ kembali vagina dan selaput dara mereka. Ada dua prosedur khusus untuk melakukan hal ini:

  • Operasi rekonstruksi selaput dara (hymenplasty atau hymenorrgraphy). Prosedur ini memungkinkan dokter untuk menjahit kembali sisa-sisa jaringan selaput dalam vagina Anda. Prosedur ini akan menyamarkan “ketidakperawanan” Anda sehingga saat Anda diharuskan untuk menjalani tes keperawanan, petugas kesehatan tidak akan mengetahui perbedaannya. Operasi rekonstruksi selaput dara bukanlah intervensi medis gawat darurat, melainkan hanya suatu prosedur yang dilakukan atas dasar sosial layaknya operasi plastik lain.
  • Selaput dara buatan. Benda artifisial ini tidak beracun dan aman untuk dipakai. Hymen buatan bisa dimasukkan ke dalam vagina, sehingga melepaskan perdarahan palsu (cairan buatan dengan tekstur mirip darah) saat penetrasi terjadi.

Dengan demikian, utuh tidaknya selaput dara tidak dapat dijadikan patokan untuk menentukan keperawanan seseorang karena keperawanan tidak selalu berhubungan dengan penetrasi penis.

Source: Ajeng Quamila. Data medis direview oleh dr. Tania Savitri.