Tag Archives: Serat

20 Penyakit Akibat Kurang Serat Makanan

by dr. Ahmad Muhlisin. mediskus

Serat termasuk dalam nutrisi yang sangat penting bagi proses pencernaan dan kesehatan tubuh. Jika kita kurang mengonsumsi makanan berserat, maka bisa muncul berbagai macam penyakit pada tubuh, lebih lanjut kita sebut sebagai penyakit akibat kurang serat, mulai dari masalah sembelit hingga kanker usus. Duh! jangan sampai terjadi.

Mengapa serat itu penting?

Serat mempunyai kemampuan mengikat lemak yang berasal dari makanan yang kita konsumsi setiap hari agar dapat dicerna secara sempurna. Oleh karena itu mengkonsumsi serat yang cukup dapat melancarkan pencernaan, membantu menurunkan berat badan, menurunkan kadar kolesterol, dan mencegah berbagai penyakit kronis lain termasuk kanker.

akibat-kurang-serat

Daftar Penyakit Akibat Kurang Serat

Kurang mengkonsumsi serat dapat menimbulkan berbagai resiko kesehatan, mulai dari masalah pada pencernaan hingga risiko tierjadinya kanker. Beberapa gangguan atau penyakit yang timbul akibat kurang serat antara lain :

  1. Sembelit : sembelit atau konstipasi atau susah buang air besar adalah frekuensi buang air besar yang kurang dari 3 kali dalam sepekan. Konstipasi dapat terjadi karena kurang konsumsi serat dapat membuat feses menjadi keras dan kering, sehingga menjadi susah untuk dikeluarkan.
  2. Mual : konsumsi kalori yang sebagian besar diperoleh dari makanan tinggi protein dan lemak yang tidak diikuti dengan konsumsi serat yang cukup dapat membuat anda merasakan mual.
  3. Sakit perut : feses yang keras dapat membuat perut bergejolak sehingga saraf-saraf dan otot-otot pada usus besar menjadi sangat sensitif terhadap beberapa makanan. Hal ini dapat menimbulkan perasaan kram dan sakit pada perut
  4. Perut kembung : selain sakit perut, perut juga dapat menjadi kembung karena banyak gas, dan akibatnya menjadi ingin kentut terus. Kondisi sembelit, sakit perut, dan perut kembung ini biasa disebut dengan irritable bowel syndrome atau IBS.
  5. Radang lambung : konstipasi kronis dapat menyebabkan terjadinya peradangan pada saluran pencernaan termasuk peradangan pada lambung.
  6. Radang usus : konstipasi kronis juga dapat menyebabkan peradangan pada usus yang disebut dengan diverculitis.
  7. Radang Usus Buntu : feses yang keras mungkin dapat terperangkap di dalam usus buntu, sehingga menyebabkan terjadinya penyumbatan dan peradangan pada usus buntu.
  8. Hernia : hernia atau turun berok adalah turunnya usus sehingga menjadi menonjol di daerah selangkangan atau paha. hernia dapat terjadi karena konstipasi akan mengakibatkan seseorang mengedan terlalu kuat sehingga menyebabkan usus menjadi turun
  9. Wasir atau ambeyen : wasir atau ambeyen atau hemorrhoid adalah vena yang membengkak di dekat anus dan usus besar bagian bawah. sama seperti hernia hemorrhoid dapat terjadi akibat proses mengedan yang terlalu kuat pada saat BAB, penyebab terseringnya adalah akibat kurang serat.
  10. Kenaikan berat badan : konsumsi serat dapat membantu memberikan rasa kenyang, sehingga kekurangan serat akan menyakibatkan seseorang makan lebih sering dan berlebihan sehingga mengalami peningkatan berat badan.
  11. Kolesterol : kurang konsumsi serat juga dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol total dan kolesterol jahat atau LDL dalam darah yang dapat mengakibatkan dislipidemia
  12. Arterosklerosis : artersoklerosis adalah kekakuan dan penyempitan pada pembuluh darah arteri. Hal ini dapat terjadi karena kadar kolesterol yang tinggi secara signifikan akan meningkatkan pembentukan arterosklerosis pada pembuluh darah. Lagi-lagi salah satu faktor penyebabnya adalah akibat kurang serat.
  13. Darah tinggi : kolesterol dan arterosklerosis akan memberikan dampak pada peningkatan pada tekanan darah, baik sistolik maupun diastolik. 
  14. Penyakit terkait pembuluh darah : arterosklerosis dan darah tinggi dapat menimbulkan beragam penyakit yang terkait dengan pembuluh darah seperti penyakit jantung, penyakit ginjal dan stroke.
  15. Gula darah tidak terkontrol : makanan yang rendah serat dan karbohidrat olahan, seperti roti putih dan makanan manis, akan dicerna dengan cepat sehingga menyebabkan kenaikan gula darah dan gula darah menjadi tidak terkontrol.
  16. Diabetes Mellitus tipe 2 : kadar kolesterol yang tinggi dan kadar gula darah yang tidak terkontrol yang berlangsung terus menerus dapat berisiko terhadap timbulnya penyakit diabetes mellitus tipe 2.
  17. Kanker lambung : akibat kurang serat dalam makanan dan konstipasi menyebabkan hambatan dalam pengeluaran racun – racun dan zat iritan yang dapat mempengaruhi saluran cerna dan menyebabkan perkembangan kanker termasuk kanker lambung.
  18. Kanker kolon : selain kanker lambung, kanker kolon juga merupakan resiko yang dapat terjadi akibat kurang mengkonsumsi serat.
  19. Kanker rektum : kanker rektum juga termasuk jenis kanker yang dapat muncul akibat kurang serat.
  20. Kanker payudara : selain kanker pencernaan, konsumsi serat juga terbukti bermanfaat dalam mencegah kanker payudara, karena serat dapat mengikat estrogen yang berlebihan dari saluran cerna. 

Agar Anda tidak terkena penyakit akibat kurang serat seperti di atas, maka penuhilah kebutuhan hariannya. Institusi kesehatan di Amerika merekomendasikan konsumsi serat harian antara 25 hingga 35 gram atau 10 hingga 13 gram serat untuk setiap 1000 kcal setiap harinya. Misalnya bila asupan makanan seseorang adalah 2000 kcal per harinya, maka kebutuhan serat hariannya adalah antara 20 hingga 26 gram, dan sumber makanan yang mengandung serat dapat diperoleh dengan mengkonsumsi buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian.

Jenis Makanan Berserat Tinggi yang Menyehatkan

by dr. Ahmad Muhlisin. mediskus

Makanan berserat merupakan makanan yang tidak bisa dicerna ataupun diserap oleh tubuh sepenuhnya. Karena sifatnya ini maka makanan berserat akan sedikit sekali menghasilkan energi atau kalori bagi tubuh tetapi tetap bermanfaat dan diperlukan bagi tubuh kita terutama membantu melancarkan pencernaan. Bahkan jika seseorang kurang mengonsumsinya atau bahkan tidak pernah, maka bisa terjangkit berbagai jenis penyakit, lebih lanjut silahkan baca: 20 Penyakit Akibat Kurang Serat

Mengenal Lebih Lanjut Makanan Berserat

Berbicara tentang serat makanan, maka kita perlu mengenal jenis-jenisnya; Serat terdiri atas 2 jenis yaitu serat yang dapat larut (soluble fiber) dan serat yang tidak dapat larut (insoluble fiber). Setelah dikomsumsi, serat akan terbawa di dalam usus halus menuju usus besar untuk selanjutnya dibuang. Keberadaan makanan kaya serat di dalam usus besar dapat membantu proses metabolisme di sana hingga melancarkan buang air besar.

makanan-berserat

Serat larut (soluble fiber) merupakan serat yang masih bisa dicerna di dalam tubuh, serat ini akan mengikat lemak yang berasal dari makanan untuk kemudian dibuang. Sedangkan serat tidak larut (insoluble fiber) merupakan serat yang tetap utuh sampai hingga saat dikeluarkan dari dalam tubuh, serat ini dapat membuat perut merasa kenyang dalam waktu yang lebih lama sehingga bermanfat untuk diet.

Menurut data Puslitbang Gizi Depkes RI rata-rata konsumsi serat penduduk Indonesia adalah sekitar 10,5 gram, sementara anjuran konsumsi serat untuk dewasa per hari adalah 25 – 35 gram sungguh miris, padahal indonesia kaya akan sayuran dan buah-buahan.

Agar kebutuhan serat tersebut dapat tercukupi, sebaiknya kita menambahkan jenis makanan tinggi serat ke dalam menu makanan sehari – hari kita dan kandungan serat yang tinggi dapat diperoleh dari sayur – sayuran, buah – buahan, kacang – kacangan, dan biji – bijian.

Makanan Kaya Serat dari Sayuran

Sayuran hijau merupakan makanan yang wajib dikonsumsi. Selain mengandung banyak vitamin dan mineral yang berguna bagi tubuh, sayuran juga merupakan makanan berserat tinggi yang sering kita jumpai.

  1. Wortel : selain mengandung vitamin A, wortel juga memiliki kadar serat yang sangat tinggi dibanding sayuran lainnya sekitar 4 gram per 100 gram wortel.
  2. Kentang : selain mengandung karbohidrat yang tinggi, kentang juga memiliki kadar serat yang cukup tinggi sekitar 3 gram serat per 100 gram kentang.
  3. Bayam : sayuran ini memiliki kadar serat yang sangat tinggi, yaitu sebanyak 2.8 gram per 100 gram bayam yang dikonsumsi setiap harinya.
  4. Kangkung : sayuran ini memiliki kandungan kalsium dan vitamin yang tinggi dan juga merupakan makanan kaya serat yaitu sebanyak 2.0 gram per 100 gram kankung.
  5. Seledri : selain bermanfaat dalam memperlambat proses penuaan pada tubuh, seledri juga memiliki kadar serat sebanyak 1.5 gram per 100 gr seledri.
  6. Buncis : sayuran ini juga memiliki kandungan serat yang tinggi. Setiap 100 gr buncis mengandung 1.2 gram serat yang sangat baik bagi kesehatan tubuh.
  7. Brokoli : sayuran ini memiliki kadar serat yang cukup sekitar 0.9 gram per 100 gram dan merupakan salah satu makanan rendah kolesterol yang sangat sehat. Baca juga: Manfaat brokoli bagi kesehatan
  8. Daun Selada : sayuran ini ternyata memiliki serat yang cukup yaitu sekitar 0.6 gram serat ketika anda mengkonsumsi 100 gram daun selada ini.
  9. Timun Jepang : sayuran ini biasa disebut suki merupakan jenis timun hijau pekat dan memiliki kadar serat yang cukup, dengan 0.5 gram serat setiap 100 gram timun jepang.
  10. Pare : sayuran pahit ini ternyata memiliki kandungan vitamin C, asam amino, kalsium dan serat dengan kadar 0.8 gram per 100 gram pare.

Makanan Tinggi serat dari Buah-Buahan

Buah tidak hanya merupakan sumber vitamin tinggi, namun juga merupakan sumber serat alami, bahkan dapat memiliki kandungan serat yang lebih tinggi dari beberapa jenis sayuran.

  1. Alpukat – Banyak yang menyukai buah ini karena rasanya. Buah ini mengandung kalsium serta serat yang tinggi. Satu buah alpukat utuh, mengandung 10 gram serat yang sangat membantu mencukupi kebutuhan serat sehari – hari.
  2. Jambu Biji Merah – Buah ini memiliki kadar kalori yang rendah namun kaya akan vitamin C serta kandungan serat yang tinggi yaitu 7.3 gram serat per 100 gram daging buahnya.
  3. Buah Berry – Berry–berryan, seperti strawberry, blueberry dan anggur juga memiliki kandungan serat yang sangat tinggi. Satu cangkir buah berry ini dapat mengandung 5,5 gram serat.
  4. Apel – Selain banyak kandungan nutrisi yang dimilikinya, apel ternyata memiliki kandungan serat yang tinggi, yaitu sekitar 4.4 gram per 1 buah apelnya. Pir – Pir memiliki tekstur dan rasa yang mirip dengan apel, dengan kadar air yang lebih tinggi. Buah ini mengandung serat sebanyak 3,1 gram per 100 gram buahnya.
  5. Mangga – Buah mangga merupakan buah yang mengandung serat yang cukup, dimana 100 gram buah manga memiliki kandungan serat sebesar 1.6 gram.
  6. Pepaya – Buah yang memiliki daging buah berwarna oranye atau kuning ini juga sangat baik dalam memperlancar pencernaan, karena memiliki kandungan serat sebanyak 1.3 gram per 100 gram daging buahnya.
  7. Nanas – Selain mengandung vitamin dan mineral yang baik bagi tubuh, nanas juga memiliki serat sebanyak 1 gram per 100 gr daging buahnya.

Makanan Berserat dari Kacang dan Biji-bijian

Kacang – kacangan dan biji – bijian juga merupakan makanan berserat tinggi. Jangan remehkan bentuknya yang kecil dan sering menjadi makanan pelengkap ini, karena serat yang dikandungnya ternyata melebihi kandungan serat sayuran dan buah.

  1. Kacang Lima : termasuk jenis kacang asli Amerika Tengah. Kacang ini dimakan sebagai sayuran yang menyehatkan. Kacang ini mengandung serat yang sangat tinggi yaitu sekitar 19 gram per 100 gram nya
  2. Kacang pinto : kacang ini sangat terkenal karena mengandung serat yang sangat tinggi yaitu sekitar 5 gram per 100 gram nya. Selain itu kacang pinto juga rendah lemak sehingga dapat membantu menurunkan berat badan.
  3. Almond : kacang ini paling sering dijadikan campuran untuk kue atau dimakan sebagai camilan. Almond mengandung serat sebanyak 12.2 gram per 100 gram nya
  4. Kacang Tanah : Kacang ini merupakan kacang yang paling banyak dikonsumsi di Indonesia. kacang tanah mengandung serat sebanyak 8.5 gram per 100 gram nya. Kedelai : Kacang ini biasanya diolah menjadi tahu, tempe atau susu kedelai.
  5. Kedelai mengandung serat sebanyak 4.2 gram per 100 gram nya. 

Makanan Olahan Kaya Serat

Beberapa makanan olahan yang terbuat dari gandum juga merupakan makanan yang memiliki kandungan serat yang tinggi. Makanan tersebut antara lain :

  1. Oatmeal : karena terbuat dari gandum maka oatmeal memiliki kadar kalori yang terjaga dan kadar serat yang tinggi. Mengkonsumsi otmeal akan membuat anda lebih cepat kenyang dan pencernaan akan selalu lancar dan terjaga.
  2. Roti Gandum : berbeda dengan roti putih biasa, roti yang terbuat dari bahan gandum ini mempunyai kadar serat yang tinggi sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan serat tubuh dalam sehari.

Mengkonsumsi makanan berserat yang cukup akan memberikan banyak manfaat bagi tubuh antara lain mencegah sembelit, menjaga kadar gula darah tetap stabil, menurunkan risiko obesitas, menurunkan berat badan, menurunkan kadar kolesterol, mencegah penyakit jantung koroner, mengurangi risiko darah tinggi dan stroke, menurunkan risiko terkena wasir, mencegah kanker usus, menurunkan risiko kanker kolokteral dan kanker gastrointestinal. Oleh karena itu cukupilah kebutuhan serat tubuh harian Anda.