Tag Archives: Taiwan

S.White – Amazing Drummer

S.White Drummer

drummer2

S.White Drummer mungkin terdengar asing ditelinga anda namun ketika anda tahu siapa dia pasti anda akan jatuh cinta padanya. Tak hanya piawai bermain drum S.White Drummer yang merupakan nama panggung dari Luo Shiro (罗仕茹) juga sangat cantik, manis, dan banyak yang menganggap dirinya itu lucu. Banyak yang beranggapan bahwa dia berasal dari Korea seperti yang dikatakan salah satu pencetus pos blogger asal Korea tapi ternyata itu salah. Sebenarnya dia berasal Taipei, Taiwan dan bukan dari Korea. Terkadang S.White panggung bersama dengan drummer cantik berbakat asal Taiwan lainnya yaitu Vela Biru salah seorang sahabatnya.

Biodata Luo Shiro 罗仕茹 (SWhite)

  • Nama Asli: Luo Shiro (羅仕茹)
  • Nama Panggung: Luo Xiao Bai 羅小白-SWhite
  • Tanggal Lahir: 23 Mei
  • Tempat Lahir: Taipei, Taiwan
  • Zodiak: Gemini
  • Agama: Kristen
  • Golongan Darah: O
  • Tinggi: 161 cm

Fovorit:

  • Makanan: Marshmallow Tradisional
  • Buah: Pisang
  • Warna: Biru Hitam Putih
  • Artis Pria: JJ (林俊傑)
  • Penyanyi: Hebe (田馥甄)

Kutipan

Hal Yang Paling Menyenangkan: “Ketika orang hidup bersama saya dan cinta saya”
Hal Yang Paling Menjengkelkan: “Ditipu adalah merahasiakan kata-kata nyata”

Akun

  • Facebook: 羅仕茹 (SWhite)
  • Fanspage: 羅小白S.white粉絲後援會

Profil  Drummer Cantik Berbakat SWhite

SWhite merupakan nama panggung dari Luo Shiro 羅仕茹 yang lahir pada tanggal 23 Mei drummer berbakat asal Taiwan. Tak hanya berbakat dia juga mampu memikau penonton saat bermain drum karena kacantikan manisnya. Saat tampil bermain Drum dia selalu tertawa, tersenyum, terkadang dia juga ikut bernyanyi, anggung dan menggoyangkan kepala hal ini lah yang membuat para penonton kagum akan dirinya saat bermain drum. Terkadang pula dia melakukan freestyle bermain drum mengayunkan stick drumnya seperti akrobatik namun dia juga pernah melakukan kesalahan saat akrobatik. Akan tetapi dia secara refleks seakan-akan dia tak melakukan kesalahan, sungguh drummer yang sangat berbakat dalam memikau penonton. Nah, daripada penasaran yuk nonton salah satu videonya.

Nah, Bagaimana? Apakah anda kagum atau anda jatuh cinta pada dirinya? Seperti yang saya katakan sebelumnya terkadang ia panggung bersama dengan salah seorang sahabatnya yaitu Vela Blue salah seorang sahabatnya.

Bakat lain yang dimiliki oleh Luo Shiro yaitu tari. Dia mengambil jurusan seni tari di National Taiwan University dan tak perlu diragukan lagi bakat tarinya juga luar biasa hebatnya. Wanita lucu dan energetic begitulah yang dikatakan oleh kebanyakan orang. Dia selalu mengundang orang untuk senang-senang ketika melihat dirinya perform menari maupun bermain drum.

Saat ini dia sedang berlisensi salah satunya yaitu lisensi Yilan Buskers. Dia juga sebagai juru bicara Taiwan Jiril Cymbal, Audio BONBER, Bangbo Yu, dan juga JD Drums Intrument sebagai juru bicara Hui Hong. Ada beberapa stasiun TV swasta Taiwan yang berminat untuk mewawancarai tentang dirinya salah satunya CTV News. Nah, ayo lihat juga foto lucu dirinya.

Foto Lucu Luo Shiro (SWhite)

SWhite_Keren

SWhite_drum_Lucu

 

 

Chen Manqing – The Cutest Drummer

Chen Manqing 2

Vela Blue adalah wanita cantik dan drummer berbakat asal Taiwan bisa dibilang dia adalah drummer wanita terbaik. Kemampuannya dalam bermain drum tak perlu diragukan lagi dan bahkan dia juga bisa memainkan alat musik lainnya seperti piano dan perkusi (Alat musik dengan teknik dipukul). Vela Blue merupakan nama panggung dari Chen Manqing 陈曼. Terkadang dia satu panggung dengan salah seorang sahabatnya yaitu SWhite. Nah, penasaran dengan tentang dirinya.

Chen Manqing 1

Biodata Chen Manqing 陈曼 (Vela Blue)

  • Nama Asli: Chen Manqing 陈曼
  • Nama Panggung: Vela Blue
  • Tanggal Lahir: 4 Maret 1988
  • Tinggi: 161 cm
  • Berat: 43 kg
  • Profesi: Penyanyi Jazz Taiwan
  • Fanspage: 陳曼青VelaBlue粉絲後援會

544105_101676706692757_1296876280_n

Profil Drummer Cantik Berbakat Vela Blue

Chen Manqing 陈曼 adalah penyanyi jazz dan juga drummer berbakat asal Taiwan. Dia menggunakan nama panggung yaitu Vela Blue. Wanita kelahiran 4 Maret 1998 ini tak hanya berbakat dalam bernyanyi dan bermain alat musik dia juga hebat dalam menari. Vela Blue terkadang mengasah keahliannya bermain drum di jalanan bersama temannya yaitu SWhite. Dia lebih senang memainkan musik lagu internasional atau mancanegara daripada lagu dalam negeri beda halnya dengan SWhite yang lebih dominan memainkan lagu dalam negeri dan terkadang juga K-Pop. Nah, dari pada penasaran ayo tonton salah satu video covernya bermain drum Avril Lavigne – My Happy Ending.

Vela Blue bisa dapat digambarkan sebagai Avril Lavigne Taiwan seperti yang diungkapkan oleh salah satu situs Taiwan. Dia selalu tampil menarik dengan gaya elegantnya. Pakaian yang dikenakan selalu serasi dan terlihat anggun. Lihar beberapa foto Chen Manqing (Vela Blue).

Gallery

Facebook

Opera Snapshot_2018-01-27_102441_www.facebook.com

 

Nana (Im Jin-ah)

From Wikipedia, the free encyclopedia

Im Jin-ah (born September 14, 1991), better known by her stage name Nana, is a South Korean singer, actress and model. She is a member of the South Korean girl group After School and its subgroup Orange Caramel.

Opera Snapshot_2018-01-26_220017_en.wikipedia.org

Opera Snapshot_2018-01-26_220216_en.wikipedia.org

Early Life 


Nana was born on September 14, 1991.  She graduated from Ochang High School in Cheongju,  and was a participant in the 2009 Asia Pacific Super Model Contest.  Nana is a licensed makeup artist and is a member of the Makeup Artists Association.

Career 


2009–2013: Debut with After School and Orange Caramel 

In November 2009, Nana debuted in After School along with Raina as third generation members with the release of After School’s second EP, Because of You.  In June 2010, Nana, along with After School members Raina and Lizzy, formed a sub-unit called Orange Caramel. Nana’s first solo song, “Close Your Eyes”, was included on Orange Caramel’s third single, “Shanghai Romance”.

In July 2011, Nana was part of the After School sub-unit A.S. Red along with After School members Kahi, Jungah and Uee, releasing the single “In the Night Sky”.  In September 2011, she was chosen as the main model for the Tokyo Girls Collection fashion show. 

In March 2012, Nana again modeled for Tokyo Girls Collection, walking the S/S 2012 show. She was also a model for the Japanese fashion show Girls’ Award and Park Yoon-yoo’s Seoul Fashion Walk S/S 2012.  In June 2012, After School released their fifth maxi-single Flashback. Nana has a solo song on it titled “Eyeline”.  In December she joined fellow K-pop stars Hyolyn, Hyuna, Hyoseong, and Nicole to form super group Dazzling Red for SBS Gayo Daejun, performing the song “This Person”.  She also became the endorsement model for the biggest diet brand in Korea, Juvis.  Nana was also a permanent panelist on the Japanese fashion TV show, Tokyo Brandnew Girls. 

In 2013, she walked the runway for a-nation’s “NYLON” fashion show.  The same year, Nana collaborated with Electroboyz on their single “Ma Boy 3”.  In December 2013, Nana gained global recognition when she placed second on the Independent Critics List of 100 Most Beautiful Faces of 2013.  She rose to #1 position in 2014,  and placed first again in 2015.

2014–present: Acting career 

In March 2014, it was announced that Nana would be a member on a new SBS variety show called Roommate. The show features 11 celebrities living in one house.  In April, Nana became the host for the second season of OnStyle’s Style Log, along with Hong Jong-hyun and Cho Min-ho. In August 2014, Nana participated in the Chinese fashion elimination show Muse Dress,  and emerged runner-up in the competition.[citation needed] She also had a cameo role in the Korean film Fashion King, which was released on November 6, 2014. 

In early 2015, Nana starred in the Chinese television drama, Love Weaves Through a Millennium, a remake of the Korean drama Queen In-hyun’s Man (2012).  The same year, she starred in the Chinese romantic comedy film Go Lala Go 2, the sequel to Go Lala Go!. 

In February 2016, Nana joined the cast of Real Men for the fourth season’s female soldier special.  Later in the year, she was cast in a supporting role in the television drama The Good Wife, a remake of the American series of the same name   Nana earned positive reviews for her role as Kim Dan,  and received the Rookie Actress award at the 2016 Asia Artist Awards.

Following her success on the small screen, Nana was cast alongside her The Good Wife co-star, Yoo Ji-tae in the film, Ggoon(Conman).  In 2017, she was cast in her first leading role for upcoming romantic thriller Four Men.

Nana_at_Yeongdeungpo_Times_Square_Hottracks_fan_event02

Nana at a fan event in 2012

Discography


Singles

Opera Snapshot_2018-01-26_221622_en.wikipedia.org

Featurings

Opera Snapshot_2018-01-26_221416_en.wikipedia.org

Filmography


Film

Opera Snapshot_2018-01-26_220237_en.wikipedia.org

Television Series

Opera Snapshot_2018-01-26_220317_en.wikipedia.org

Variety Show

Opera Snapshot_2018-01-26_220317_en.wikipedia.org

Awards and Nominations


Opera Snapshot_2018-01-26_220338_en.wikipedia.org

Chou Tzu-Yu – Singer of Twice K-pop Group

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

161226_가요대전_쯔위_3pic_(1)

Tzuyu pada bulan Desember 2016

Chou Tzu-yu (Tradisional: 周子瑜; Pinyin: Zhōu Zǐyú; Hangul: 저우쯔위; lahir di Tainan, Taiwan, 14 Juni 1999; umur 18 tahun), lebih dikenal sebagai Tzuyu, adalah seorang penyanyi Taiwan. Ia adalah anggota dari grup musik K-pop mancanegara, TWICE, yang dibentuk oleh JYP Entertainment melalui acara realitas SIXTEEN pada tahun 2015.

Penampilannya di sebuah saluran televisi Korea Selatan yang memperlihatkannya sedang memegang bendera Republik Tiongkok(Taiwan), menimbulkan kontroversi di Tiongkok.[1] Sebuah video yang dirilis pada 15 Januari 2016 oleh JYP Entertainment, menunjukkan Tzuyu yang meminta maaf karena telah memegang bendera memicu kemarahan lebih lanjut di Taiwan kepada JYP Entertainment, dan membela Tzuyu.

Opera Snapshot_2018-01-26_131302_id.wikipedia.org

Kehidupan dan Karier


Chou Tzu-yu dilahirkan di Tainan, Taiwan, pada 14 Juni 1999. Pada 2012, dia menarik perhatian pencari bakat agensi di MUSE Performing Arts Workshop di Tainan, dan kemudian pergi ke Korea Selatan pada bulan November untuk menjalani pelatihan sebagai bintang K-pop. Setelah lebih dari dua tahun menjalani pelatihan, dia kemudian muncul di acara survival Korea Selatan SIXTEENpada tahun 2015, yang kemudian membuatnya menjadi salah satu anggota dari girl grup baru JYP, TWICE. Grup kemudian membuat debut mereka pada Oktober 2015.

Insiden Bendera


Pada November 2015, Tzuyu bersama Momo, Sana, dan Mina, muncul di acara varietas Korea Selatan My Little Television. Dia kemudian memperkenalkan diri dengan menyebutkan bahwa dia berasal dari Taiwan dan memegang bendera Republik Tiongkok bersama dengan bendera Korea Selatan. Bendera Jepang juga ditunjukkan, merepresentasikan kebangsaan dari anggota grup lainnya. 

Penyanyi kelahiran Taiwan yang aktif di Tiongkok, Huang An, kemudian merespon hal ini dengan menuliskan sindiran di akun Sina Weibo-nya dan menuduhnya sebagai seorang aktivis pro Kemerdekaan Taiwan.  Beberapa hari sebelum “menyerang” Tzuyu, Huang menuduh aktor Hong Kong Wong He yang menuliskan komentar kasar terhadap Tiongkok daratan di Facebook. Hal ini kemudian mengakibatkan wajah Wong disensor di stasiun televisi pemerintah Tiongkok China Central Television, yang membuat Wong kemudian meminta maaf.  Netizen Tiongkok kemudian marah terhadap tindakan Tzuyu, menuduhnya “mencari keuntungan di Tiongkok daratan sementara dirinya adalah aktivis pro-kemerdekaan”.  Tidak lama kemudian, TWICE disensor di siaran televisi Tiongkok dan Tzuyu diberhentikan dari statusnya sebagai duta perangkat komunikasi Tiongkok, Huawei. JYP Entertainment kemudian menunda seluruh aktivitasnya di Tiongkok. 

Pada 15 Januari 2016, sehari sebelum Pemilihan umum Taiwan, pemilik JYP Entertainment, Park Jin-young meminta maaf kepada media Tiongkok melalui akun Weibo miliknya. Beberapa saat kemudian, JYP juga merilis video permintaan maaf yang menampilkan Tzuyu membaca sebuah surat, dengan isi sebagai berikut:

Hanya ada satu Tiongkok, dua sisi selat adalah satu, dan aku selalu merasa bangga menjadi orang Tiongkok. Aku sangat merasa bersalah kepada perusahaanku dan juga kepada teman-teman di Internet dari dua sisi selat yang terluka karena perbuatanku, dan aku juga merasa sangat bersalah.Chou Tzu-yu.

Reaksi

Permintaan maaf Tzuyu mengejutkan dan menimbulkan kemarahan dari publik Taiwan pada hari pemilihan; banyak yang percaya bahwa permintaan maaf tersebut dibuat di bawah paksaan.  Tiga kandidat yang mengikuti pemilihan presiden Taiwan, semuanya mengeluarkan pernyataan untuk mendukung Tzuyu. Kandidat dari Partai Progresif Demokratik (DPP/PPD), Tsai Ing-wen, menyatakan bahwa “seorang warga Republik Tiongkok tidak seharusnya dihukum hanya karena mengibarkan bendera negaranya dan menunjukkan dukungan untuk negaranya, Chou Tzu-yu telah dipaksa untuk mengatakan apa yang sebenarnya tidak ingin ia katakan, jadi ini adalah masalah serius dan telah melukai perasaan orang-orang Taiwan.” Eric Chu, kandidat dari partai penguasa saat itu, Kuomintang, tidak setuju dengan kebencian yang diarahkan kepada Tzuyu, ia mengatakan bahwa ia sedih setelah melihat video tersebut, dan mengutuk tindakan yang dilakukan oleh Huang An dan JYP Entertainment. Presiden Taiwan yang akan segera habis masa jabatannya, Ma Ying-jeou, menyatakan pada pagi hari sebelum pemilihan bahwa dia tidak perlu meminta maaf. 

Dewan Urusan Daratan Taiwan mengemukakan bahwa mereka mendukung tindakan Tzuyu yang mengibarkan bendera Republik Tiongkok sebagai tindakan patriotisme. Dewan kemudian melayangkan protes kepada Kantor Urusan Daratan Tiongkok, mendesak pemerintah Tiongkok untuk tetap bertahan dalam sektor pribadi mereka, yang dikatakan telah “melukai perasaan” dari orang-orang Taiwan dan bisa saja merusak Hubungan Lintas Selat. Mereka juga mengutuk tindakan Huang An, dan mendesak pihak dari kedua sisi selat untuk menghargai hubungan baik yang telah susah-payah didapatkan. 

People’s Daily, harian dari Partai Komunis Tiongkok, mempublikasikan artikel di akun media sosial mereka yang mengatakan bahwa sangat tidak adil menyebut Tzuyu sebagai “separatis Taiwan” karena telah mengibarkan bendera Republik Tiongkok, menambahkan bahwa “Ekspresi Republik Tiongkok mengandung prinsip ‘Kebijakan Satu Tiongkok'”. 

JYP Entertainment mengatakan bahwa, karena Tzuyu masih dibawah 18 tahun, perusahaan telah meminta persetujuan dari orangtuanya sebelum dia membuat video permintaan maaf.[10] Mereka lebih lanjut menyatakan, “keyakinan seorang individu bukanlah sesuatu yang dapat dipaksakan oleh perusahaan atas hal lain, dan hal ini tidak pernah terjadi.” 

Pengaruh pada Pemilu 

Insiden ini mendapat perhatian internasional seperti yang diyakini telah mempengaruhi Pemilihan umum Taiwan, yang dimenangkan Tsai Ing-wen dengan margin yang lebar. Sementara Tsai dan partai pro-kemerdekaannya, DPP, sudah memimpin jajak pendapat sebulan sebelum pemilu,  survei menemukan bahwa video permintaan maaf Chou mempengaruhi keputusan sekitar 1,34 juta pemilih muda, hal ini kemungkinan membuat mereka untuk memilih atau mengubah penilaian mereka.  Para akademisi percaya bahwa insiden itu mungkin menyumbang satu atau dua poin persentase margin terhadap kemenangan Tsai.  Tsai menyebutkan tentang insiden ini dalam pidato kemenangannya, menyatakan bahwa insiden ini telah “membuat marah banyak orang Taiwan, terlepas dari afiliasi politik mereka” dan akan “berfungsi sebagai pengingat kepadanya tentang pentingnya kekuatan dan kesatuan Taiwan terhadap mereka yang berada di luar perbatasan kita.”

Penolakan terhadap Huang An 

Video permintaan maaf Tzuyu meningkatkan reaksi Taiwan terhadap Huang An. Di antara tanggapan lain oleh media Taiwan, sebuah program televisi populer Taiwan membatalkan penampilan mendatang Huang An, sementara berbagai perusahaan karaoke secara permanen menghapus diskografinya dari playlist mereka.  Lebih dari 10.000 warga Taiwan yang marah berjanji untuk menghadiri demonstrasi jalanan untuk mengkritik Huang pada tanggal 24 Januari 2016.  Namun, aksi itu dibatalkan untuk mencegah kemungkinan campur tangan politis yang dieksploitasi atau bisa berdampak negatif kepada Tzuyu. 

Pengacara HAM Taiwan George Wang (王可富) mengajukan tuntutan hukum melalui Kantor Kejaksaan Distrik Taipei melawan Huang An dan JYP Entertainment setelah video permintaan maaf dirilis. Wang menyebutkan bahwa tindakan Huang kemungkinan besar melanggar KUHP dan bahwa tekanan psikologis gabungan dari Huang dan agensi telah menghambat kebebasan Tzuyu dan memaksa dia untuk melakukan sesuatu yang tidak seharusnya ia lakukan. 

Huang mengumumkan di akun Weibo-nya bahwa ia akan mengadakan konferensi pers pada 3 Februari 2016 di Taiwan untuk membahas masalah ini menurut sudut pandangnya, mengklaim bahwa ia tidak berbuat jahat dan mengkredit dirinya dengan dampak insiden pada pemilihan umum Taiwan.  Tak lama setelah itu, Huang menghapus semua posting dirinya sendiri yang dihasilkan dari akun Weibo-nya, sekitar 4.900 pesan dan foto.

Penolakan terhadap JYP Entertainment 

Pada hari Senin setelah video dirilis, saham JYP Entertainment di KOSDAQ jatuh dari 52 poin untuk angka seminggu tertinggi sebesar KR ₩6.300+ menjadi ₩4.000, dan akhirnya ditutup pada angka ₩4.300.  Selain gugatan Wang, Pusat Multikultural Korea – sebuah organisasi yang mendukung keluarga multi etnis yang tinggal di Korea – juga mempertanyakan etika perusahaan. Kantor Pusat akan melakukan investigasi untuk menentukan apakah permintaan maaf Tzuyu telah melalui proses pemaksaan atau secara sukarela, dan berencana menuntut Park Jin-young dan JYP Entertainment untuk diskriminasi ras dan pelanggaran HAM jika ditemukan indikasi pemaksaan dalam permintaan maaf tersebut. 

Sehari setelah permintaan maaf Tzuyu, peretas anonim mengeksekusi serangan penolakan Layanan secara terdistribusi (DDos) pada situs JYP Entertainment.  JYP Entertainment menyatakan bahwa identitas dan asal hacker hampir mustahil untuk dapat dilacak, dan mereka mencurigai hubungan yang kuat antara serangan ini dan kontroversi seputar Tzuyu.  Outlet media Korea berpendapat bahwa kelompok peretas tertentu yang berasal dari Taiwan yang telah melakukan serangan ini, setelah kelompok itu mengklaim bertanggung jawab di media sosial.  Situs web ini diatur sedemikian rupa untuk tetap down selama beberapa waktu sampai kerusakan dari serangan tersebut dihentikan. 

Menanggapi kritik, JYP Entertainment mengumumkan bahwa mereka akan mengadopsi prosedur baru tentang ekspor dan kegiatan di luar negeri untuk melindungi karyawan dari kontroversi masa depan. Termasuk dalam perubahan ini adalah pelaksanaan pelatihan kepekaan budaya untuk semua artis dan anggota staf mereka. Dalam sebuah wawancara dengan The Korea Times, perwakilan JYP menyatakan bahwa pelatihan akan mencakup isu-isu yang berkaitan dengan konflik politik antar negara.

Televisi 


Acara Realitas/varietas

Opera Snapshot_2018-01-26_130529_id.wikipedia.org

Videografi 

Penampilan musik video

Opera Snapshot_2018-01-26_130704_id.wikipedia.org

Gallery


A Smog-eating Twisting Tower that features Luxury Apartments will soon open in Taiwan

Leanna Garfield, Business Insider US August 3, 2017

586fcb77f10a9a283f8b474c

The Tao Zhu Yin Yuan Tower by Vincent Callebaut Architectures in Taipei, Taiwan. Vincent Callebaut Architectures

A twisting, smog-eating tower is nearly finished in Taipei, Taiwan.

The skyscraper’s facade, roof, and balconies will contain 23,000 trees and shrubs – nearly the same amount found in New York’s Central Park. Inside, it will hold 40 luxury condos.

The plants are projected to absorb 130 tons of carbon dioxide per year – the equivalent of about 27 cars, lead designer Vincent Callebaut told Business Insider.

Called the Tao Zhu Yin Yuan Tower, or Agora Garden, the building topped out in July and is set to open by the fall. Take a look inside.


The 455,694-square-foot structure, a double-helix twisting 90-degrees from base to top, is modeled on a DNA strand, Callebaut said.

586fd3dcee14b6ce348b6a4c

Vincent Callebaut Architectures


The 20-story skyscraper sits in the XinYi District, in the heart of Taipei City.

586fcb77f10a9a51098b6fbf

Vincent Callebaut Architectures


The top floor was completed in July 2017.

Opera Snapshot_2017-11-20_195316_www.businessinsider.sg


The photo on the right shows what the tower will look like once the trees and shrubs are planted.

586fcb73f10a9a99348b6402

Vincent Callebaut Architectures


The firm claims the balconies’ plants will absorb 130 tons of carbon dioxide per year — a small fraction of the roughly 260 million tons of CO2 Taiwan in 2008, the latest year data is available.

586fcb75f10a9a23008b7087

Vincent Callebaut Architectures
Source: International Energy Agency


Plants will also grow inside to the tower’s hallways, which will have glass flooring.

586fcb75f10a9a1d008b7101

Vincent Callebaut Architectures


Each unit will include a living room, dining room, family room, kitchen, and multiple bedrooms with walk-in closets.

586fcb74f10a9a273f8b4757

Vincent Callebaut Architectures


Two Penthouses will each stretch 5,920 square feet.

586fcb76f10a9a13018b70bb

Vincent Callebaut Architectures


Residents will have a stunning view of Taipei from their terraces …

586fcb74f10a9a09778b51c9

Vincent Callebaut Architectures


… and they’ll be able to swim in the skyscraper’s indoor pool.

586fcb76f10a9a6c008b7060

Vincent Callebaut Architectures


Other amenities will include a garage and a fitness center — both naturally ventilated and lit.

586fda82ee14b637588b680f

Vincent Callebaut Architectures


Callebaut, a Belgian architect, is known for his greenery-filled buildings. He sees the new tower as a small step toward a more sustainable future.

586fcb75f10a9a22008b7091

Vincent Callebaut Architectures

Callebaut’s other projects include a masterplan to revamp an industrial zone in Brussels, Belgium by adding luxury housing, restaurants, shops, office space, and greenhouses. His firm submitted the plan to the local government for review in February.

He is also working on a manta ray-shaped ferry terminal in Seoul, Korea. The designs for that structure, which were unveiled in June, also call for it to be covered in plants. And a solar-and-wind-powered building Callebaut designed in Cairo, Egypt is under construction and will contain rooftop community gardens and green living walls.


Construction on Agora Garden started in 2013, and is expected to wrap up in September.

586fcb77f10a9a98468b6aa5

Vincent Callebaut Architectures


Opera Snapshot_2017-11-20_203401_www.livinspaces.net

Opera Snapshot_2017-11-20_203303_www.livinspaces.net

The Tao Zhu Yin Yuan Tower is a pioneering sustainable residential tower designed by Paris based Vincent Callebaut Architectures. After being awarded the project commission in a 2010 competition, the architects set out to create a building akin to an “inhabited tree” that could offer a vertical landscape with minimal energy consumption.

helix-eco-tower_23Vince-Callebaut

The 21 storey tower which is currently under construction in the Xinjin District of Taipei City, Taiwan, is directly modeled after a strand of DNA — a double helix twisting 90-degrees from base to top with each level turning by 4.5 degrees. According to the architects, this unique form provides solutions to 4 main objectives:

  • To be perfectly integrated in the North / South pyramidal profile of the Building Volume along with its East / West rhomboidal profile as well as the North-South reverse pyramid profile.
  • To generate a maximum of cascades for suspended open-air gardens, not part of the floor area ratio.
  • To offer every resident exceptional panoramic views of the Taipei skyline by multiplying the transversal views, especially towards the very close Taipei 101 tower and the Central Business District.
  • To generate from a flexible standardized level a progressive geometry which ensures the privacy of each apartment by avoiding direct visual axes.

The design of the Tao Zhu Yin Yuan tower (which means “The Retreat of Tao Zhu”), features a number of environmental as well as technological components that aid in reducing energy consumption.

The central core (which is a twisted vertical garden) has been designed to separate totally the vertical circulations into two housing units on each level. This core is fixed and features a double skin curtain wall system, that enables passive climate control for the vertical circulation and inner spaces, allowing for both natural ventilation and light. The core also features 2 staircases, 4 high speed elevators of 24 people (1800 kg), 1 car elevators (also useful to carry enormous art pieces, luxury antique vehicles, or even huge pianos, etc.), 2 sky garages in glass and also all the vertical shafts for the main flows. All these vertical flows are covered by a huge bearing exoskeleton in reinforced steel.

The apartments offer maximum spatial and technical flexibility. Spatially, each unit covers about 550 sqm, following two typical layouts on alternating floors, to best fit into the building’s virendeel beam structure. All levels are linked at both ends by two spiralling mega columns covered by green walls. This ensures each apartment remains completely free of columns.The technical flexibility is obtained by the integration of double decks and double walls that allow services and utilities remain hidden and embedded.

Other environmental features include a rainwater recycling system, low e-glass, a photovoltaic solar array on the roof and canopies. The tower will also be covered in 23,000 trees and shrubs on the various terraces and roof gardens. This extensive vegetations is intented to absorb up to 130 tons of carbon dioxide (CO2) emissions each year — the equivalent of around 27 cars.

This slideshow requires JavaScript.

The tower has been described as a “Carbon-absorbing green tower” by Callebaut himself. In a report from CNN, the architect likens the building to an urban forest.

“The tower presents a pioneer concept of sustainable residential eco-construction that aims at limiting the ecological footprint of its inhabitants”

-Vincent Callebaut

The Tao Zhu Yin Yuan tower is expected to be completed by September 2017. You can see (many) more images as well as an in-depth, detailed description of the concept on the Vincent Callebaut project page.

Here are some construction images from the tower taken earlier in the year.

This slideshow requires JavaScript.


PROJECT DETAILS

  • TYPE: International Competition – First Prize Winner in November 2010
  • INTERNATIONAL ARCHITECT: Vincent Callebaut Architectures, Paris
  • CLIENT: BES Engineering Corporation, Taipei
  • CONTRACTOR: Taiwan Kumagai Co, Ltd
  • CONTRACT LOCATION: XinYin District, Taipei City, Taiwan
  • PROGRAM: 42 Sustainable Apartments + Facilities
  • SURFACE AREA: 42.335.34 m²
  • DELIVERY: September 2017
  • CURRENT PHASE: Under construction
  • GREEN CERTIFICATION: U.S. Green Building Council, LEED Gold + Low Carbon Building Alliance, Diamond Level
  • LOCAL ARCHITECT: LKP Design, Taipei
  • STRUCTURAL ENGINEER: King Le Chang & Associates, Taipei
  • LOCAL MEP ENGINEERING: Sine & Associates, Taipei
  • INTERNATIONAL INTERIOR ARCHITECT: Wilson & Associates (WA), Los Angeles
  • INTERNATIONAL LANDSCAPE ARCHITECT: SWA, Sausalito, San Francisco
  • LOCAL LANDSCAPE ARCHITECT: Horizon & Atmosphere (H&A), Taipei
  • INTERNATIONAL LIGHTING DESIGNER: L’Observatoire International, New-York
  • LOCAL LIGHTING DESIGNER: Unolai Design, Taipei
  • GREEN CONSULTANT: Enertek, Taipei
  • VCA’S TEAM: Emilie Diers, Frederique Beck, Jiao Yang, Florence Mauny,
  • Volker Erlich, Philippe Steels, Marco Conti Sikic, Benoit Patterlini, Maguy Delrieu, Vincent Callebaut
  • MODEL MAKER: Patrick Laurent

Source: livinspacesnet