Cara Kehilangan Keperawanan Tanpa Rasa Sakit (untuk Wanita)

Khusus Pasutri


Melepas keperawanan memang tampak menakutkan, dan kebanyakan mitos yang berkaitan dengan itu pun tidak membantu. Walaupun beberapa wanita merasakan sakit dalam pengalaman pertama penetrasi seks, belum tentu Anda tidak bisa menikmati.

Supaya bisa rileks, Anda bisa berbicara dengan pasangan dan memahami apa dan bagaimana seks itu. Dengan mengatur suasana dan menggunakan sarana yang tepat, pengalaman pertama Anda akan positif dan menyenangkan.

 Bagian 1 | Mengembangkan Sikap Positif


1 | Pastikan Anda siap berhubungan seks. 

v4-728px-Lose-Your-Virginity-Without-Pain-(Girls)-Step-1-Version-3

Rasa gugup itu normal. Jika Anda merasa tegang ketika memikirkan seks atau bila Anda dan pasangan hanya main-main, mungkin seharusnya Anda menunggu. Jika Anda berhubungan seks saat waktunya tidak “tepat”, Anda mungkin tidak akan terlalu menikmati dan tegang saat bercinta.

  • Banyak orang yang tumbuh besar dengan ajaran bahwa seks itu tabu, harus menunggu sampai menikah, dan hanya antara pria dan wanita.  Jika gagasan tentang seks membuat Anda merasa bersalah atau stres, mungkin Anda harus menunggu.
  • Wajar jika Anda merasa minder atau tidak percaya diri dengan tubuh sendiri. Namun, jika Anda takut atau tidak bisa telanjang karena itu, mungkin sebenarnya Anda belum siap berhubungan dengan pasangan.
  • Jangan merasa malu karena preferensi seksual Anda. Hanya Anda yang dapat memutuskan siapa yang Anda cintai dan tipe seks seperti apa yang Anda mau.

2 | Berkomunikasilah dengan pasangan. 

v4-728px-Lose-Your-Virginity-Without-Pain-(Girls)-Step-2-Version-3

Bicara dapat membangun rasa percaya dan membuat Anda merasa lebih positif tentang seks. Pasangan yang baik harus mempertimbangkan perasaan Anda dan mau membantu Anda melalui proses ini. Jika pasangan terlalu menekan Anda atau membuat Anda merasa tidak nyaman, pertimbangkan lagi keinginan untuk bercinta dengannya.

  • Bicarakan tentang kontrasepsi dan perlindungan sebelum bercinta. Anda bisa mengatakan, “Aku memang pakai kontrasepsi, tapi kamu tetap akan pakai kondom, ‘kan?”
  • Sampaikan ketakutan dan harapan Anda, serta bagaimana perasaan Anda. Anda bisa mengatakan, “Aku takut kalau nanti sakit.”
  • Katakan kepada pasangan jika ada sesuatu yang ingin Anda coba atau yang tidak ingin Anda lakukan. Misalnya, katakan, “Aku enggak keberatan kalau seks oral, tapi enggak mau kalau anal.”
  • Jika Anda gugup atau cemas, katakan. Jika dia mengabaikan perasaan Anda, mungkin itu tanda bahwa dia tidak serius menanggapi kekhawatiran Anda.

3 | Bicaralah dengan orang dewasa yang Anda percaya. 

v4-728px-Lose-Your-Virginity-Without-Pain-(Girls)-Step-3-Version-2

Mungkin Anda merasa canggung berdiskusi tentang seks, tetapi paling tidak Anda harus memiliki seseorang yang bisa dimintai bantuan. Misalnya, orang tua, dokter, perawat, konselor, atau kakak. Mereka dapat memberi saran, menjawab pertanyaan, dan menyediakan akses ke perlindungan. Walaupun Anda tidak jadi bicara dengan mereka, Anda tetap memerlukan orang yang dapat dihubungi dalam keadaan darurat.

Bagian 2 | Mempelajari Tubuh Wanita


v4-728px-Lose-Your-Virginity-Without-Pain-(Girls)-Step-4-Version-2

1 | Pelajari tentang cara kerja seks. 

Dengan memahami anatomi tubuh wanita, Anda dapat merasa lebih percaya diri, khususnya jika pasangan juga masih perjaka. Kecemasan Anda dapat dikurangi dengan mengetahui apa yang harus dilakukan, apa yang normal, dan apa yang bisa diharapkan. Carilah informasi tentang pendidikan seks untuk membantu.Masturbasi dapat membantu Anda memahami kenikmatan seks. Sebelum bercinta dengan pasangan, cobalah mengalaminya sendiri.

2 | Temukan selaput dara Anda. 

v4-728px-Lose-Your-Virginity-Without-Pain-(Girls)-Step-5-Version-3

Selaput dara adalah membran tipis yang menutupi sebagian pintu vagina. Lama-kelamaan selaput dara mulai melemah karena berbagai aktivitas, seperti olahraga, penggunaan tampon, menstruasi, atau gerakan normal. Banyak orang yang percaya bahwa robeknya selaput dara yang membuat seks menyakitkan bagi wanita perawan, tetapi belum tentu seperti itu.

  • Bagi remaja putri, ada kemungkinan hanya sedikit selaput dara yang tersisa. Ini normal, khususnya jika sudah menstruasi. Jika ingin mengecek, selaput dara dapat dilihat dengan menggunakan senter dan cermin tangan.
  • Bercak darah mungkin muncul selama beberapa jam setelah hubungan seks yang pertama. Beberapa wanita bahkan tidak berdarah sama sekali. Jika Anda mengeluarkan darah, semestinya tidak banyak. Darah yang keluar tidak sama banyaknya dengan darah menstruasi.
  • Robeknya selaput dara tidak selalu sakit. Rasa sakit biasanya disebabkan gesekan saat berhubungan. Ini bisa terjadi jika Anda tidak cukup basah atau terangsang.
  • Dalam beberapa kasus, selaput dara tidak robek sama sekali. Selaput dara mungkin meregang atau cukup besar sehingga tidak robek saat berhubungan seks.

 3 | Identifikasi sudut vagina. 

v4-728px-Lose-Your-Virginity-Without-Pain-(Girls)-Step-6-Version-2

Jika Anda dapat membantu pasangan masuk dengan sudut yang tepat, gerakan meleset yang menyakitkan dapat dihindari. Sebagian besar vagina memiliki sudut dengan kemiringan ke arah perut. Jika Anda berdiri, vagina berada di sudut 45 derajat dari lantai. 

  • Jika Anda menggunakan tampon, perhatikan cara memasukkan tampon. Cobalah menggunakan sudut yang sama ketika berhubungan seks.
  • Jika Anda tidak menggunakan tampon, masukkan satu jari saat mandi. Arahkan jari ke punggung bawah. Jika rasanya tidak nyaman, gerakkan sedikit ke depan sampai Anda menemukan titik yang nyaman

4 | Temukan klitoris Anda. 

v4-728px-Lose-Your-Virginity-Without-Pain-(Girls)-Step-7-Version-3

Wanita jarang mengalami orgasme dari penetrasi saja. Sebaliknya, stimulasi klitoris yang biasanya membuat wanita orgasme. Seks oral atau stimulasi klitoris sebelum penetrasi dapat mengendurkan otot.

  • Cobalah menemukan klitoris sebelum berhubungan. Anda dapat menemukannya dengan bermasturbasi atau melihat ke cermin dengan bantuan senter. Dengan demikian, Anda dapat memandu pasangan saat bercinta, khususnya jika dia juga masih perjaka.
  • Orgasme sebelum penetrasi dapat membantu mengurangi rasa sakit saat bercinta. Cobalah seks oral selama pemanasan dan sebelum penetrasi. Pasangan Anda juga dapat menstimulasi klitoris dengan jarinya atau alat bantu seks.

Bagian 3 | Menikmati Seks 


1 | Pilihlah lokasi bebas stres. 

v4-728px-Lose-Your-Virginity-Without-Pain-(Girls)-Step-8-Version-2

Jika khawatir ketahuan, Anda tidak akan bisa menikmati. Jadikan pengalaman pertama ini lebih mudah dengan memilih waktu dan tempat yang bebas dari gangguan.

  • Carilah privasi, permukaan yang nyaman untuk berbaring, dan waktu yang tidak bertabrakan dengan jadwal apa pun.
  • Pikirkan apakah Anda akan lebih nyaman bercinta di rumah Anda sendiri atau di rumah pasangan.
  • Jika Anda tinggal di asrama atau menempati kamar bersama orang lain, mungkin Anda perlu meminta teman sekamar untuk memberi waktu bagi Anda sendiri malam itu.

2 | Ciptakan suasana rileks. 

v4-728px-Lose-Your-Virginity-Without-Pain-(Girls)-Step-9-Version-2

Hilangkan ketegangan dengan menciptakan atmosfer yang bebas stres. Bereskan apa saja yang tidak pada tempatnya, matikan ponsel, dan singkirkan semua hal yang mungkin membuat Anda stres atau mengalihkan fokus dari pasangan.

  • Lampu temaram, musik lembut, dan suhu ruangan yang hangat dapat membantu Anda merasa aman dan nyaman.
  • Pertimbangkan untuk merapikan dan membersihkan diri sebelumnya supaya Anda bisa rileks dan percaya diri.

3 | Pastikan Anda dan pasangan sama-sama mau. 

v4-728px-Lose-Your-Virginity-Without-Pain-(Girls)-Step-10-Version-2

Sebelum bercinta, pastikan Anda berdua sudah sepakat. Jika Anda tidak yakin tentang perasaan pasangan, tanyakan. Hanya karena dia tidak menolak, bukan berarti dia setuju.  Responsnya harus yakin, dengan jawaban “ya” tanpa koma.Jika pasangan tidak ingin berhubungan seks, jangan menekannya.

  • Jika Anda yang tidak mau, dia harus mundur ketika Anda mengatakan tidak.
  • Kesepakatan di sini juga mencakup tidak boleh melakukan apa pun yang tidak disukai pasangan.

4 | Gunakan kondom. 

v4-728px-Lose-Your-Virginity-Without-Pain-(Girls)-Step-11

Kondom melindungi dari kehamilan yang tidak diinginkan dan infeksi menular seksual (IMS). Dengan kondom, Anda bisa rileks jika kegugupan disebabkan oleh kehamilan atau penyakit. Walaupun Anda menggunakan alat kontrasepsi lain, kondom merupakan lapisan perlindungan ekstra. Jika pasangan tidak mau menggunakan kondom, Anda mungkin perlu mempertimbangkan lagi keputusan untuk bercinta dengannya.

  • Kondom ada dua jenis, untuk pria dan wanita.
  • Yang paling penting adalah, kondom harus pas. Pasangan harus membeli beberapa tipe kondom. Cobalah dan rasakan mana yang paling pas. Jika pasangan Anda alergi lateks, dia bisa menggunakan kondom nitrile.

5 | Pakai pelumas. 

v4-728px-Lose-Your-Virginity-Without-Pain-(Girls)-Step-12

Pelumas akan meringankan rasa sakit karena dapat mengurangi gesekan. Pelumas juga dapat mencegah kerusakan kondom saat penetrasi. Oleskan pelumas pada kejantanan pasangan atau alat bantu seks sebelum memasuki Anda.

  • Jika Anda menggunakan kondom lateks, jangan menggunakan pelumas berbahan minyak. Minyak dapat melemahkan lateks dan membuat kondom robek atau berlubang. Sebaliknya, gunakan pelumas berbahan silikon atau air. Sementara itu, kondom nitrile dan poliuretan aman digunakan dengan semua tipe pelumas.

6 | Jangan terburu-buru. 

v4-728px-Lose-Your-Virginity-Without-Pain-(Girls)-Step-13

Cobalah menikmati momen, jangan buru-buru mencapai klimaks. Nikmati waktu untuk menemukan apa yang Anda dan pasangan sukai. Mulai dengan ciuman, cumbuan, dan bercintalah dengan kecepatan yang paling nyaman untuk Anda berdua.

  • Permainan pemanasan dapat membantu Anda rileks sambil meningkatkan hasrat. Pelumas alami juga akan keluar lebih banyak sehingga penetrasi akan lebih mudah dan tanpa rasa sakit.
  • Ingat bahwa Anda bisa berhenti kapan saja. Persetujuan untuk bercinta sifatnya aktif dan bisa berubah. Anda berhak untuk berhenti atau menarik persetujuan kapan saja Anda mau.

7 | Sampaikan kebutuhan Anda. 

v4-728px-Lose-Your-Virginity-Without-Pain-(Girls)-Step-14

Jangan takut meminta apa yang Anda mau. Jika ada yang terasa nikmat, sampaikan kepada pasangan. Jika ada yang membuat Anda sakit atau tidak nyaman, sampaikan juga. Dia harus mau melakukan apa saja yang diperlukan untuk membuat Anda merakan kenikmatan, bukan rasa sakit.

  • Jika Anda merasa sakit, cobalah memelankan kecepatan, bergerak lebih lembut, atau menggunakan lebih banyak pelumas. Misalnya, jika Anda merasa sakit, katakan, “Pelan-pelan dulu ya? Aku kesakitan.”
  • Anda dapat meminta pasangan mencoba posisi berbeda jika posisi yang sekarang tidak nyaman. Misalnya, jika Anda di atas, Anda bisa mengontrol kecepatan dan sudut penetrasi.

8 | Lakukan perawatan setelah bercinta. 

v4-728px-Lose-Your-Virginity-Without-Pain-(Girls)-Step-15

Jika Anda mengalami sakit atau keluar darah, selesaikan sebelum menjadi masalah. Minumlah obat pereda sakit bebas resep, bersihkan noda darah, dan pakai pembalut tipis selama beberapa jam. Jika Anda mengalami rasa sakit ekstrem, bicaralah dengan orang tepercaya atau temui petugas kesehatan.

Tips


  • Jika Anda merasakan sakit atau pendarahan hebat, segera temui dokter.
  • Jika Anda merasa saatnya tidak tepat, jangan malu menunggu. Pasangan yang peduli akan menghargai perasaan Anda di atas semua hal lain. Jika Anda berubah pikiran, Anda bisa mengatakannya.
  • Mungkin Anda akan merasakan dorongan untuk buang air saat bercinta. Itu normal. Buang air sebelum bercinta dapat mengurangi sensasi ini. Jika Anda masih merasakannya padahal sudah buang air, mungkin Anda adalah salah satu orang yang dapat mengalami ejakulasi wanita.
  • Buatlah janji dengan klinik kesehatan atau ginekolog sebelum memutuskan untuk aktif secara seksual. Mereka dapat menyediakan metode kontrasepsi, mengajarkan tentang penyakit menular seksual, dan bahkan memberi kondom.
  • Selalu gunakan pelumas berbahan air, bukan Vaseline, minyak, pelembap, atau substansi berminyak lainnya. Pelumas berbahan minyak dapat merusak kondom berbahan lateks dan menyebabkan iritasi dan rasa sakit, atau infeksi vaginal atau jamur.
  • Tidak ada pengalaman pertama yang sempurna. Jadi, jangan berharap banyak. Wajar jika pengalaman pertama Anda tidak sesempurna dalam film.
  • Gunakan kondom walaupun Anda sudah menggunakan alat kontrasepsi lain. Kontrasepsi hormonal (seperti pil) hanya mencegah kehamilan, bukan IMS. Anda bisa saja tertular IMS pada kesempatan pertama ini.

Peringatan


  • Jangan menyerah pada tekanan dari pasangan. Ini keputusan Anda, tidak ada yang berhak memutuskannya untuk Anda.
  • Jangan minum atau menggunakan obat apa pun karena takut sakit. Itu hanya akan memperparah keadaan.
  • Ada kemungkinan Anda hamil pada kesempatan pertama ini. Kondom sangat efektif bila digunakan dengan benar, tetapi jika memungkinkan, Anda harus menggunakan kontrasepsi lain bersamaan dengan kondom.
  • Jika pasangan pernah bercinta dengan orang lain, Anda harus memintanya untuk melakukan tes IMS. IMS tersebar melalui seks vaginal, anal, dan oral. Orang yang terjangkit dan menularkan IMS tidak menunjukkan gejala apa-apa. Anda dapat mengurangi kemungkinan penyakit menular seksual dengan menggunakan kondom, plastik dental untuk seks oral, dan metode penghalang lainnya.
  • Jika Anda minum pil kontrasepsi dan minum obat lain seperti antibiotik, kadang efek pil akan berkurang. Konsultasikan dengan dokter sebelum Anda mulai minum obat untuk melihat apakah ada interaksi negatif dengan kontrasepsi Anda.

Hal yang Anda Butuhkan


  • Pelumas berbahan silikon atau air (dianjurkan)
  • Kondom pria atau wanita dan alat kontrasepsi lain (sangat dianjurkan)

Sumber: wikiHow

Advertisements

Cara Mencegah Kehamilan Tanpa Kondom

Khusus Pasutri


Source: WikiHow

Ada berbagai cara untuk mengurangi risiko kehamilan yang tidak diinginkan tanpa menggunakan kondom. Dokter keluarga bisa menyarankan beberapa resep obat, atau Anda bisa menggunakan metode alami. Namun, perlu diingat bahwa kondom menawarkan manfaat lain selain sebagai alat kontrasepsi, misalnya mencegah IMS (infeksi menular seksual). Selain itu, satu-satunya cara yang bisa memberi jaminan mutlak untuk mencegah kehamilan adalah menghindari hubungan seks sama sekali. Sementara itu, semua cara lainnya hanya bisa mengurangi risiko kehamilan secara signifikan, tetapi tidak menjamin kehamilan tidak akan terjadi.

Metodi 1 | Menggunakan Obat-obatan Medis untuk Mencegah Kehamilan Tanpa Kondom


v4-728px-Prevent-Pregnancy-Without-a-Condom-Step-1

1 | Minumlah pil kontrasepsi hormonal 

Wanita yang ingin mencegah kehamilan, tetapi tidak mau menggunakan kondom, bisa memilih cara yang paling umum dilakukan, yaitu mengonsumsi pil kontrasepsi hormonal. Anda bisa mendapatkan pil kontrasepsi hormonal dari dokter keluarga. Pil biasanya terbuat dari campuran estrogen dan progesteron, atau progesteron saja. Anda perlu mengonsumsi satu pil setiap hari selama 21 hari, dilanjutkan dengan “pil gula” selama 7 hari (pada masa ini tubuh mengalami “pendarahan putus obat” atau withdrawal bleed, alih-alih menstruasi).

  • Ada berbagai formulasi berbeda untuk pil kontrasepsi. Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter untuk mempertimbangkan berbagai opsi dan menentukan pil yang paling cocok untuk Anda.
  • Keuntungan menggunakan pil kontrasepsi adalah efektivitasnya mencapai 91% dalam mencegah kehamilan (bahkan lebih tinggi lagi jika dikonsumsi pada waktu yang persis sama setiap hari tanpa melewatkan satu dosis pun).
  • Pria yang ingin berhubungan seks dengan wanita, tetapi tidak ingin membuatnya hamil bisa bertanya kepadanya apakah dia mengonsumsi pil kontrasepsi secara teratur. Kelemahan metode kontrasepsi ini bagi pria adalah Anda hanya bisa mengandalkan kata-kata pasangan dan memercayai bahwa dia mengonsumsi pil setiap hari dan tidak melewatkan satu dosis pun tanpa sengaja.

v4-728px-Prevent-Pregnancy-Without-a-Condom-Step-2

2 | Mintalah dokter memasang IUD (intrauterine device) atau AKDR (Alat KB Dalam Rahim)

AKDR berukuran kecil, berbentuk seperti huruf T dan dimasukkan melalui vagina ke uterus (dan berada di sana selama beberapa tahun kemudian, seraya berfungsi sebagai alat kontrasepsi). AKDR menawarkan efektivitas lebih dari 99% dalam mencegah kehamilan.AKDR yang ditawarkan di antaranya: AKDR Mirena, Skyla, dan Lilletta, dan AKDR Tembaga.

  • AKDR Mirena berbasis hormon. Harganya lebih mahal dan bisa bertahan sampai 5 tahun. Namun, AKDR Mirena memiliki manfaat lain, yaitu mengurangi nyeri dan volume darah mentruasi. AKDR Skyla dan Lilletta juga berbasis hormon dan bisa bertahan sampai 3 tahun.
  • AKDR Tembaga tidak berbasis hormon. Keuntungan AKDR tembaga adalah lebih murah dan bisa bertahan sampai 10 tahun. Namun, aspek negatifnya adalah nyeri dan volume darah menstruasi setiap bulannya mungkin meningkat.
  • Dokter keluarga mungkin akan memberikan resep untuk AKDR. Dokter kemudian bisa menentukan waktu pemasangan, yang biasanya hanya beberapa menit.
  • Pemasangan AKDR mungkin menimbulkan rasa sakit selama beberapa saat ketika melewati mulut serviks yang sempit. Namun, setelah AKDR berada di dalam uterus, Anda seharusnya tidak merasa sakit lagi.

v4-728px-Prevent-Pregnancy-Without-a-Condom-Step-3

3 | Cobalah alat kontrasepsi hormonal lainnya

Pilihan alat kontrasepsi hormonal lain di antaranya cincin vagina, suntikan Depo-Provera, dan plester kontrasepsi. Alat kontrasepsi ini bisa didapat melalui resep dari dokter keluarga.

  • Cincin vagina (juga disebut NuvaRing) adalah alat kontrasepsi yang dimasukkan ke vagina dan dibiarkan di sana selama 3 minggu setiap kali (dan kemudian dilepaskan selama satu minggu untuk pendarahan putus obat).[4] Cincin vagina menekan ovulasi dengan melepaskan hormon (campuran estrogen dan progesteron) selama berada di dalam vagina. Cincin vagina jarang menyebabkan masalah selama hubungan seks, dan biasanya tidak bisa dirasakan oleh pengguna atau pasangan. Tingkat kegagalan adalah 9% untuk penggunaan biasa, dan 0,3% dengan penggunaan sempurna. Cincin dapat dilepas sampai jangka waktu 3 jam sehingga Anda bisa lebih nyaman saat berhubungan seks, tetapi ini hanya pilihan.
  • Suntikan Depo-Provera diberikan oleh dokter setiap tiga bulan sekali. Keuntungan alat kontrasepsi ini adalah selama Anda tidak lupa mendapatkan suntikan setiap tiga bulan, Anda tidak perlu mengingat untuk mengonsumsi pil kontrasepsi lagi (atau menggunakan metode lainnya) secara teratur.  Untuk mereka yang mendapatkan suntikan secara teratur setiap tiga bulan, tingkat kegagalan kurang dari 1%. 
  • Plester kontrasepsi berukuran sekitar 5×5 cm, dan ditempelkan pada kulit. Setiap plester bisa digunakan selama satu minggu, dan kemudian harus diganti. Namun, Anda harus menggunakan tiga plester secara berturut-turut, dilanjutkan dengan jeda satu minggu untuk memungkinkan terjadinya pendarahan putus obat. Plester ini mengandung hormon yang sama seperti pil kontrasepsi, dan saat digunakan dengan benar (dan rajin menggantinya setiap minggu), tingkat kegagalan kurang dari 1% 
  • Mintalah informasi tentang alat kontrasepsi implan yang disebut Implanon. Alat kontrasepsi ini disisipkan ke lengan dan bisa bertahan sampai 4 tahun. 

v4-728px-Prevent-Pregnancy-Without-a-Condom-Step-4
 4 | Pilihlah Sspermisida

Spermisida adalah gel atau busa yang dimasukkan ke vagina, yang memerangkap dan kemudian membunuh sperma dengan menggunakan bahan kimia yang beracun untuk sperma. Anda bisa membeli spermisida di toko obat atau apotek lokal. Tingkat kegagalan spermisida sekitar 22%. 

v4-728px-Prevent-Pregnancy-Without-a-Condom-Step-5

5 | Gunakan metode penghalang seperti tutup serviks atau diafragma

Baik tutup serviks maupun diafragma adalah alat kontrasepsi yang dimasukkan melalui vagina untuk menutupi serviks. Metode ini menghalangi sperma memasuki uterus. Tutup serviks atau diafragma biasanya juga mengandung bahan kimia yang membunuh sperma sehingga mengurangi risiko kehamilan lebih jauh. Tingkat kegagalan untuk metode ini sekitar 14% pada wanita yang belum pernah hamil, dan 29% untuk wanita yang sudah pernah hamil.

  • Anda bisa melakukan pemasangan tutup serviks atau diafragma di tempat praktik dokter.

v4-728px-Prevent-Pregnancy-Without-a-Condom-Step-6

6 | Cobalah Sterilisasi

Cobalah sterilisasi. Salah satu cara yang paling meyakinkan untuk mencegah kehamilan adalah melakukan sterilisasi, baik di pihak pria atau wanita (maupun keduanya). Namun, pahami sepenuhnya bahwa prosedur ini bersifat permanen. Jadi, sebaiknya jangan gunakan metode ini, kecuali Anda benar-benar yakin tidak menginginkan anak sendiri di masa depan.

  • Untuk pria, prosedur ini disebut “vasektomi”. Dalam prosedur ini, dokter akan memotong “vas deferen”, saluran yang mengangkut sperma. Tindakan ini meniadakan kontribusi pria dalam kehamilan.
  • Untuk wanita, prosedur ini disebut “ligasi tuba”. Pada prosedur ini tuba falopi (yang mengangkut telur yang belum dibuahi dari ovarium ke uterus) akan diputus. Tindakan ini mencegah telur agar tidak dibuahi dan dengan begitu mencegah kehamilan.

Metode 2 | Menggunakan Metode Alami untuk Mengurangi Risiko Kehamilan


v4-728px-Prevent-Pregnancy-Without-a-Condom-Step-7

1 | Cobalah “Metode Penarikan”

Salah satu cara untuk mengurangi kemungkinan hamil tanpa menggunakan kondom adalah mencoba metode penarikan. Metode ini dilakukan dengan menarik keluar penis sesaat sebelum ejakulasi sehingga sperma tidak mendapat kesempatan untuk melakukan perjalanan ke vagina yang dapat menyebabkan kehamilan.

  • Masalah yang dihadapi dengan metode ini adalah sebagian sperma mungkin bocor sebelum waktunya (sebelum ejakulasi dan sebelum penarikan penis dilakukan) sehingga efektivitas metode ini hanya sekitar 78% dalam mencegah kehamilan.

v4-728px-Prevent-Pregnancy-Without-a-Condom-Step-8

2 | Gunakan “Metode Kalender”

Secara teknis, hanya ada beberapa hari setiap bulan yang memungkinkan wanita benar-benar hamil. Kebanyakan wanita memiliki siklus 28 hari, yang dimulai pada hari pertama menstruasi. Rata-rata ovulasi terjadi pada hari ke-14, tetapi wanita bisa saja dalam kondisi subur selama beberapa hari sebelum dan sesudah ovulasi.Jika wanita melakukan hubungan seks sebelum atau sesudah hari-hari suburnya, kemungkinan dia hamil jauh lebih rendah.

  • Kelemahan metode kalender adalah tidak semua wanita memiliki siklus tepat 28 hari. Siklus ini sedikit bervariasi antara satu wanita dan wanita lainnya. Bahkan bisa saja seorang wanita memiliki siklus menstruasi yang tidak konsisten setiap bulannya. Alasan inilah yang menyebabkan metode ini hanya memiliki efektivitas sekitar 76% dalam mencegah kehamilan tanpa menggunakan kondom.
  • Jika Anda memiliki siklus kurang lebih 28 hari, kurangi 14 hari dari hari TERAKHIR siklus dan anggaplah hari tersebut sebagai awal masa subur. Paruh kedua dari siklus menstruasi wanita (setelah ovulasi) cenderung jauh lebih konsisten dibanding paruh pertama siklus menstruasi (sebelum ovulasi).

v4-728px-Prevent-Pregnancy-Without-a-Condom-Step-9

3 | Lacak kesuburan Anda menggunakan tanda-tanda fisiologis

Salah satu cara untuk melacak kesuburan adalah menggunakan tanda-tanda fisiologis seperti pengukuran suhu tubuh basal, dan/atau mengamati keluarnya lendir serviks, untuk membantu menentukan hari-hari tertentu saat wanita mengalami puncak kesuburan. Dengan begitu, Anda bisa menghindari hubungan seks pada masa subur.

  • Metode “suhu tubuh basal” dilakukan dengan mengukur suhu tubuh pada pagi hari dan sebelum makan setiap hari. Suhu tubuh akan meningkat 0,2-0,5 °C setelah ovulasi. Oleh karena itu, disarankan untuk menggunakan kondom, spermisida, dan alat kontrasepsi nonhormonal lainnya sejak hari pertama menstruasi sampai tiga hari setelah suhu tubuh basal mengalami kenaikan.
  • Metode “lendir serviks” dilakukan dengan mengamati karakteristik lendir serviks yang keluar. Biasanya tidak ada pelepasan lendir segera setelah menstruasi, sekresi ringan dan lengket pada hari-hari sesudahnya, peningkatan pesat sekresi lendir yang lebih basah dan jernih pada hari-hari di sekitar ovulasi, dan tidak ada sekresi yang bisa dirasakan setelah akhir “masa subur” sampai siklus menstruasi berikutnya. Oleh karena itu, selama hari-hari ketika lendir serviks dilepaskan dalam jumlah banyak, jernih dan basah, sebaiknya hindari hubungan seks karena pada saat inilah wanita mengalami puncak masa subur. 

v4-728px-Prevent-Pregnancy-Without-a-Condom-Step-10

4 | Pahami bahwa metode alami masih mengandung risko kehamilan

Metode penarikan maupun metode kalender, keduanya secara signifikan kurang efektif dibandingkan metode kontrasepsi medis. Jadi, jangan mengandalkan teknik tersebut jika Anda benar-benar ingin menghindari kehamilan. Berikut alasannya:

  • Jika Anda seorang pria dan secara tidak sengaja menghamili seorang wanita, pada umumnya keputusan ada di tangannya apakah dia akan meneruskan kehamilan (atau melakukan aborsi).
  • Itu berarti jika Anda menghamili seorang wanita dan dia memutuskan untuk mempertahankan bayinya, Anda sekarang bertanggung jawab untuk membantu secara finansial dan mungkin akan bertanggung jawab menjalankan tugas sebagai orang tua juga.
  • Baik pria dan wanita akan menanggung dampak dari kehamilan yang tidak direncanakan. Memiliki tanggung jawab untuk menafkahi seorang bayi sebelum Anda siap dapat berdampak signifikan pada (dan berpotensi menghalangi) rencana lain yang mungkin sudah Anda pikirkan, misalnya yang berhubungan dengan karier, hubungan, dan aspek kehidupan lainnya.
  • Jika Anda seorang wanita dan secara tidak sengaja hamil, Anda mungkin harus menghadapi masalah apakah akan mempertahankan bayi atau melakukan aborsi, jika tindakan tersebut diperbolehkan (legal).

Metode 3 | Memahami Nilai Tambah Menggunakan Kondom


v4-728px-Prevent-Pregnancy-Without-a-Condom-Step-11

1 | Pertimbangkan kondom sebagai sarana untuk mengurangi risiko IMS

Sebelum memutuskan untuk menyingkirkan penggunaan kondom, penting untuk mempertimbangkan peran kondom dalam mengurangi risiko infeksi menular seksual selain mencegah kehamilan. Meskipun Anda sudah menggunakan alat kontrasepsi, seperti pil kontrasepsi hormonal, metode kontrasepsi lain tidak memiliki andil dalam mencegah IMS. Oleh karena itu, kondom memiliki peran penting jika menyangkut hubungan seks yang aman.

  • Kondom melindungi Anda dari IMS dengan mengurangi kontak genital ke genital, dan juga dengan menghalangi cairan ejakulasi dari penis sehingga tidak bisa memasuki vagina. Jenis kontak seperti itu memungkinkan infeksi ditularkan dari satu orang ke orang lain.

v4-728px-Prevent-Pregnancy-Without-a-Condom-Step-12

2 | Gunakan kondom jika Anda tidak bisa memercayai partner seks sepenuhnya.

Jika Anda terlibat secara serius dalam hubungan monogami jangka panjang, Anda akan mengetahui apakah pasangan menggunakan alat kontrasepsi lain, seperti minum “pil” atau menggunakan AKDR, karena hubungan yang terjalin telah mencapai tahap saling percaya dan mungkin Anda juga telah membahas metode kontrasepsi terbaik bagi Anda berdua. Namun, jika Anda memiliki partner seks baru yang belum dikenal dengan cukup baik sehingga Anda belum bisa memercayainya sepenuhnya, penting untuk memahami bahwa kondom bisa menjadi salah satu metode kontrasepsi yang lebih bisa diandalkan.

  • Jika Anda seorang pria dan sedang menjalin hubungan dengan partner seks baru, mungkin Anda tidak pernah tahu dengan pasti apakah wanita itu benar-benar menggunakan “pil” (atau alat kontrasepsi lainnya), dan meminumnya secara teratu.
  • Mungkin saja seorang wanita tidak berkata jujur tentang alat kontrasepsi yang digunakan karena sengaja ingin hamil.
  • Tidak tertutup kemungkinan bahwa pria bisa saja berbohong tentang prosedur vasektomi yang sebenarnya tidak dia lakukan. Atau, dia mungkin berjanji dia akan melakukan penarikan dan kemudian gagal memenuhinya.
  • Menggunakan kondom adalah metode kontrasepsi yang jelas dan gamblang dan tidak membutuhkan kepercayaan dari pihak mana pun.

v4-728px-Prevent-Pregnancy-Without-a-Condom-Step-13

3 | Carilah kontrasepsi darurat jika kondom rusak atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya

Kondom memiliki efektivitas 82% dalam mencegah kehamilan.  Namun, jika kondom rusak saat berhubungan seks, Anda harus segera mencari metode kontrasepsi darurat.

  • Anda bisa membeli alat kontrasepsi darurat di apotek atau toko obat lokal, atau terkadang bahkan toko swalayan.
  • Pilihan Anda adalah pil (Plan B), atau meminta dokter untuk memasang AKDR Tembaga. Pil Plan B harus digunakan sesegera mungkin setelah hubungan seks tanpa perlindungan (idealnya dalam satu hari karena efektivitasnya berkurang jika Anda menunggu lebih lama). Namun, Plan B dapat digunakan hingga 72 jam setelah melakukan hubungan seks tanpa perlindungan. AKDR tembaga terbilang efektif sebagai kontrasepsi darurat sampai 5 hari setelah hubungan seks tanpa perlindungan.
  • Pilihan kontrasepsi darurat lain meliputi ulipristal acetat dan pil yang mengandung campuran estrogen-progresteron.  Kedua kontrasepsi medis darurat ini memerlukan resep dokter untuk mendapatkannya.

v4-728px-Prevent-Pregnancy-Without-a-Condom-Step-14

4 | Gunakan kondom sebagai perlindungan cadangan jika kehamilan benar-benar tidak boleh terjadi. 

Oleh karena setiap metode memiliki tingkat kegagalan tertentu, menggabungkan lebih dari satu metode bisa menjadi langkah cerdas, misalnya kondom dan pil kontrasepsi, jika kehamilan benar-benar tidak diinginkan. Akan lebih baik bersikap hati-hati daripada mengambil risiko hamil, dan kemudian harus menghadapi akibatnya.

Cara Bertahan Lebih Lama di Ranjang Secara Alami

Khusus Pasutri


Source: WikiHow

Satu dari tiga pria mengatakan bahwa mereka mengalami ejakulasi dini, atau keluar lebih cepat daripada yang mereka (dan pasangan mereka) inginkan.  Dalam beberapa kasus, ejakulasi dini adalah tanda disfungsi ereksi, tetapi kebanyakan menimbulkan rasa malu dan perasaan tidak jantan. Meskipun kondisi ini sangat dapat dirawat dengan obat, ada beberapa cara untuk memperbaiki performa seksual tanpa harus menjalani pengobatan. Beberapa cara alami yang bisa Anda terapkan untuk bertahan lebih lama di ranjang adalah mengubah rutinitas bercinta, tidak melupakan pemanasan, dan rileks.

Metode 1 | Mempersiapkan Diri untuk Bercinta


v4-728px-Last-Longer-in-Bed-Naturally-Step-1-Version-3

1 | Latih otot PC Anda

Anda perlu berlatih mengencangkan otot pubococcygeus (PC) yang terletak di antara anus dan sfingter kemih. Untuk menemukannya, cobalah menghentikan aliran urine saat Anda buang air kecil. Jika berhenti, itulah otot yang harus Anda latih. Luangkan waktu untuk mengencangkan dan mengontraksikan otot tersebut setiap hari, 15 kontraksi sebanyak 3 set, yang akan menguatkannya dan memberi keyakinan lebih saat Anda menggunakannya untuk memelankan kecepatan. 

  • Pertimbangkan latihan yang sama untuk otot panggul, termasuk yoga, kegel, dan pilates. Latihan ini akan menguatkan otot panggul dan meningkatkan kontrol diri. 

v4-728px-Last-Longer-in-Bed-Naturally-Step-2-Version-3

2 | Cobalah masturbasi sebelum bercinta

Sekitar satu atau dua jam sebelum bercinta, rangsanglah diri Anda sendiri sampai ejakulasi. Pria membutuhkan waktu untuk memulihkan tenaga setelah keluar, jadi masturbasi sedikit sebelum bercinta akan membantu Anda untuk tidak cepat keluar.

v4-728px-Last-Longer-in-Bed-Naturally-Step-3-Version-3

3 | Berlatihlah dengan metode mulai-dan-berhenti

Cara lain supaya Anda bisa bertahan lebih lama adalah berlatih sambil masturbasi. Rangsang diri Anda sampai hampir selesai, kemudian hentikan dan tenangkan diri. Mulai lagi sampai tinggi dan kemudian pelankan.

  • Teknik ini akan membantu Anda mengetahui sampai di mana batasan Anda, dan seberapa jauh Anda bisa bertahan sebelum harus keluar. Setelah mengetahui batasan tersebut, Anda akan lebih mampu mengontrol diri sebelum sampai ke titik yang tidak bisa dibendung lagi.

v4-728px-Last-Longer-in-Bed-Naturally-Step-4-Version-3

4 | Hentikan aktivitas seksual untuk sementara

Jika masalah Anda berkaitan dengan kecemasan performa, mungkin sebaiknya Anda istirahat. Bicaralah dengan dokter dan pasangan tentang rencana menghindari seks selama periode waktu tertentu.[6]Ini bukan berarti Anda tidak bisa bermesraan. Gunakan waktu ini untuk berfokus pada jenis permainan cinta yang lain.

  • Ini akan membantu Anda menciptakan kenikmatan baik untuk diri sendiri dan pasangan sehingga tidak ada lagi tekanan setelah aktif berhubungan lagi.

Metode 2 | Memelankan Diri


v4-728px-Last-Longer-in-Bed-Naturally-Step-5-Version-3

1 | Lakukan permainan cinta untuk pemanasan

Penetrasi biasanya lebih baik untuk klimaks pria, tetapi wanita membutuhkan rangsangan lain untuk sampai ke sana. Permainan cinta sebelum penetrasi, seperti usapan, cumbuan, ciuman, dan seks oral dapat membantu meningkatkan kenikmatan pasangan dan pada saat yang sama menunda kepuasan Anda. 

v4-728px-Last-Longer-in-Bed-Naturally-Step-6-Version-3

2 | Ganti Posisi

Kadang suami istri sudah memiliki satu irama atau terbiasa dalam posisi yang sama, dan ini bisa membuat Anda keluar lebih cepat. Mencoba posisi baru akan sedikit mengalihkan perhatian, dan membuat Anda bertahan lebih lama karena Anda akan memikirkan bagaimana rasanya.

  • Cara lain untuk mengganti posisi adalah di tengah-tengah bercinta. Jika Anda mulai merasa akan klimaks, berhentilah dan ganti posisi. 
  • Satu posisi yang harus dihindari jika Anda ingin bertahan lebih lama adalah doggy style. Posisi ini adalah pilihan tepat jika Anda ingin sesi bercinta singkat, tetapi kebanyakan pria akan bertahan lebih lama dalam posisi wanita di bawah atau wanita di atas. 

v4-728px-Last-Longer-in-Bed-Naturally-Step-7-Version-3

3 | Kurangi Kecepatan

Tundalah klimaks dengan mencuri waktu di antara dorongan, mungkin menunggu 3 detik antara tarikan ke dalam dan keluar. Tambahkan kecepatan dengan bertahap selama 4 hingga 5 menit berikutnya. Jangan meniru jackhammer, karena gerakan cepat juga akan membuat Anda keluar lebih cepat.

  • Jika Anda mulai merasa hampir keluar, hentikan dorongan dan diam sebentar dalam tubuh pasangan sampai Anda bisa mengontrol diri lagi.
  • Cara lain untuk memelankan diri adalah berfokus pada aktivitas lain. Belai dan telusuri tubuh pasangan dengan tangan dan bibir Anda.

v4-728px-Last-Longer-in-Bed-Naturally-Step-8-Version-2

4 | Terapkan teknik 7 dan 9

Ahli seks mengatakan bahwa teknik 7 dan 9 dapat membantu menunda klimaks pria yang mengalami ejakulasi dini. Dorong tujuh kali dengan cepat ke dalam dan keluar, diikuti dengan sembilan dorongan pelan, dan ulangi selama durasi berhubungan. 

v4-728px-Last-Longer-in-Bed-Naturally-Step-9-Version-2

5 | Cobalah teknik jeda-jepit 

Salah satu cara yang dapat Anda lakukan dengan pasangan untuk menunda klimaks dini adalah teknik jeda-jepit, yang memerlukan tekanan di penis Anda. Saat Anda merasa hampir ejakulasi, mintalah pasangan menjepit penis Anda di antara kepala dan batangnya. Tahan selama beberapa detik sampai dorongan untuk ejakulasi berlalu. Setelah pasangan melepaskan jepitan, tunggu 30 detik, kemudian kembali pada pemanasan.

  • Anda juga bisa mencoba menjepit dan mendorong bagian penis Anda yang lain. Gunakan ibu jari dan telunjuk untuk membentuk cincin kencang yang melingkari pangkal batang. Ini membantu mempertahankan aliran darah sehingga Anda tetap keras. Anda juga dapat menekan area di antara anus dan dasar testikel. Menekan area perineum ini akan mencegah aliran dan membantu memelankan pelepasan dini. 

Metode 3 | Memperkuat Keyakinan


v4-728px-Last-Longer-in-Bed-Naturally-Step-10-Version-2

1 | Yakinlah pada diri dan kemampuan Anda

Kecemasan memiliki kecenderungan untuk terbentuk dengan sendirinya, artinya mencemaskan performa akan cenderung membuat Anda keluar lebih cepat. Sebaliknya, yakinlah pada kemampuan Anda untuk bertahan lama. Jika Anda mulai merasa cemas, ambil napas, dan pikirkan bagaimana Anda menikmati acara bercinta dengan pasangan, jangan memikirkan kekhawatiran akan keluar cepat. 

v4-728px-Last-Longer-in-Bed-Naturally-Step-11-Version-2

2 | Pikirkan tentang kesulitan psikologis

Beberapa dokter percaya bahwa ejakulasi dini mungkin merupakan akibat dari masalah pribadi atau kebiasaan buruk yang terbentuk di masa lalu, baik dalam hubungan saat ini ataupun hubungan sebelumnya. Anda dapat mengatasinya dengan pasangan atau terapis jika permasalahan tersebut sudah diidentifikasi.

  • Beberapa masalah dari masa lalu mungkin adalah terburu-buru klimaks supaya tidak ketahuan, atau berhubungan dengan cepat untuk menghindari rasa bersalah.

v4-728px-Last-Longer-in-Bed-Naturally-Step-12-Version-2

3 | Bicaralah dengan pasangan

Keinginan untuk bertahan lama di ranjang biasanya bertujuan untuk menambah kenikmatan bagi Anda dan pasangan. Jika masalah ini baru muncul atau dialami dengan pasangan saat ini, mungkin itu adalah tanda masalah antarpribadi Anda berdua. Pertimbangkan untuk bicara dengan pasangan mengenai hubungan dan masalah lain yang muncul baru-baru ini.

  • Bicara dengan pasangan juga menunjukkan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Pasangan mungkin tidak mempermasalahkan daya tahan Anda. Pada saat yang sama, pasangan mungkin juga punya ide posisi baru dan pemanasan yang dapat menambah kemesraan dan gairah, serta durasi. 

v4-728px-Last-Longer-in-Bed-Naturally-Step-13-Version-2

4 | Kunjungi terapis

Anda bisa mempertimbangkan konseling untuk mengatasi masalah dalam hubungan atau persoalan lain. Konselor akan sangat membantu dalam mengurangi stres dan mengatasi kecemasan akan performa seksual. Jika menurut Anda masalahnya berakar dari hubungan, Anda mungkin perlu menemui terapis atau konselor bersama pasangan. 

  • Sesi konseling cenderung akan semakin membantu bila dikombinasikan dengan terapi obat, jadi cara ini mungkin tidak sepenuhnya alami. Namun tentu saja pilihan ini tergantung jenis masalah Anda sendiri.

Tips


  • Ejakulasi dini adalah masalah yang dapat didiagnosis, dan jika Anda cepat keluar, bukan berarti Anda ejakulasi dini. Jika hanya terjadi kadang-kadang, diselingi dengan sesi yang jauh lebih lama, itu normal dan bukan masalah yang benar-benar perlu didiagnosis. 
  • Durasi bercinta rata-rata bervariasi tergantung orang per orang, tetapi kebanyakan pria bertahan dari mulai penetrasi sampai ejakulasi selama waktu 5 menit. 

Seks Saat Haid, Amankah?

Khusus Pasutri


417445_620Melakukan seks selama masa menstruasi atau haid mungkin bukan hal yang biasa dilakukan. Namun, nyatanya sebagian pasangan melakukan hal tersebut, bahkan menikmatinya.

Seorang asisten dokter di Pusat Medis untuk Seksualitas Perempuan di New York, Tara Ford, mengatakan, “Jika wanita merasa nyaman untuk melakukan seks selama masa haid, maka tidak ada masalah untuk melakukannya.” Untuk menghindari masalah noda yang akan ditimbulkan, Ford merekomendasikan agar meletakkan handuk di tempat tidur, atau lakukan seks di kamar mandi.

Jangan khawatir jika Anda melihat gumpalan merah atau cokelat gelap selama atau setelah berhubungan seks. Itu hanya darah dan sel tua pada lapisan rahim yang gugur, dan hal tersebut sangat normal terjadi.

Namun, memang ada beberapa risiko yang bisa terjadi. Oleh karena itu, berikut beberapa hal yang sebaiknya Anda ketahui terlebih dahulu.

1. Risiko infeksi menular seksual

Melakukan seks ketika haid dapat meningkatkan risiko infeksi menular seksual (IMS). Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, dalam darah menstruasi terdapat virus yang bisa mememicu IMS baik bagi wanita ataupun pasangannya. Karena itu, dokter sangat menganjurkan menggunakan kondom untuk mengurangi risiko ini. Profesor klinis kandungan kebidanan dan ginekologi di Fakultas Kedokteran Universitas Feinberg di Chicago, Lauren Streicher, mengungkapkan bahwa setiap cairan di tubuh dapat membawa Human Immunodeficiency Virus(HIV) atau penyebabIMS lainnya. Dan selama masa menstruasi, serviks terbuka sedikit sehingga memungkinkan virus untuk masuk. “Pesan saya untuk wanita adalah gunakan alat pelindung(kondom) jika memang ingin lakukan hubungan seksual di masa periode(menstruasi) Anda.”

2. Risiko hamil tetap ada

Melakukan hubungan seksual di masa haid memiliki kemungkinan yang kecil untuk hamil. Namun, ada pengecualiannya. Jika Anda memiliki siklus menstruasi yang lebih pendek, yaitu 21 hingga 24 hari, di mana umumnya 28 hari. Saat Anda berhubungan seks menjelang akhir haid, sperma dapat tetap hidup di vagina Anda hingga lima hari, sehingga kehamilan bukanlah hal yang tidak mungkin.

3. Menggunakan pembalut selama seks meningkatkan risiko infeksi

Menggunakan pembalut dalam waktu yang lama akan meningkatkan jumlah bakteri dari darah haid Anda. Baiknya, hindari pemakaian pembalut saat berhubungan seks . Selain hal tersebut akan menimbulkan rasa tidak nyaman pada leher rahim, pembalut bisa terdorong masuk ke dalam vagina yang mana akan sulit untuk dikeluarkan.

Source: Anastasia Pramudita Davies | Editor: Susandijani | Kamis, 19 April 2018 14:30 WIB

Posisi Bercinta Paling disukai Suami

KHUSUS PASUTRI


sex_benefit_men1_600x450

Bercinta merupakan suatu penghias dari sebuah rumah tangga dimana keduanya berada didalam keharmonisan. Namun jika anda seorang  istri, dalam berhubungan dengan suami anda pasangan anda merasa bosan atau berubah tidak seperti dahulu, mungkin anda perlu mengubah Posisi Bercinta Yang Paling suami anda Suka.

Namun tetaplah harus memilih posisi dimana keduanya merasanya nyaman dalam berhubungan. Nah kali ini akan dibahas apa saja Jenis Macam Posisi Bercinta Paling Pria Suka :

1. Posisi Missionary (Man on Top)

Merupakan posisi biasa atau klasik dimana posisi pria berada diatas. Saat dengan posisi ini, berikan variasi seperti pelukan kepada suami anda, dan arahkan tangan suami anda pada payudara anda. Dan dengan posisi ini juka anda tetap akan merasa nyaman karena anda hanya perlu berbaring.

2. Posisi ‘Woman on Top’

Merupakan posisi dimana istri berada diatas. Dengan posisi anda suami anda akan lebih leluasa mengeksplor bentuk tubuh anda, berikan variasi seperti ciuman pada bibir dan arahkan tangan suami anda pada payudara anda.

Bagi wanita anda juga perlu membaca Model Tipe Jenis Celana Dalam Wanita Disukai Pria

3. Posisi ‘Doggie Style’

Merupakan posisi dimana suami melakukan penetrasi dari arah belakang. Caranya dengan posisi istri berdiri lalu membungkuk, atau dengan posisi bersujud. Berikan sedikit gerakan berputar pada pinggul untuk memberikan sensasi pada pasangan anda.

 

Berhubungan Seks Sehari Setelah Haid, Apakah Bisa Hamil?

KHUSUS PASUTRI


 

337533824-hello-sehat-700x467

Waktu pembuahan yang sempurna dalam melakukan hubungan seks adalah pada masa subur wanita. Tiap pasangan umumnya akan gencar melakukan seks ketika wanita berovulasi (masa subur) guna memperoleh kehamilan. Lalu, banyak juga yang menghindari seks tepat pada waktu sebelum dan setelah haid, karena masa-masa tersebut banyak orang menganggap bukan masa subur wanita.  Tapi, mungkinkah seks setelah haid menyebabkan hamil? Yuk simak jawabannya di bawah ini.

Apakah hubungan seks setelah haid berisiko hamil?

Pembuahan dapat terjadi ketika sel telur bertemu  dengan sperma. Hal itu berarti sperma harus ada dalam saluran tuba falopi pada masa ovulasi wanita. Nah, ovulasi ini terjadi sekitar dua minggu sebelum dan sesudah Anda menstruasi. Masa itu berkisar antara 12 dan 16 hari sebelum atau juga setelah haid terakhir. Jika memangsiklus haid Anda berkisar 28 hari dalam satu bulan, ya.

Bila Anda  bertanya apa benar seks setelah haid menyebabkan kehamilan? Jawabannya, melakukan seks setelah satu hari selesai haid, dapat menyebabkan kehamilan. Namun pada kenyataannya kemungkinan terjadinya kehamilan tersebut sangat rendah.

Pada saat haid, Anda akan melepaskan sel telur yang tidak terpakai, dan jika Anda melakukan hubungan seks setelah haid berakhir, pada masa itu, rahim Anda akan mempersiapkan lagi sel telur untuk dibuahi.

Nah, sifat sperma pada dasarnya dapat bertahan hidup di dalam rahim kurang lebih selama 5 hari. Jika memang Anda melakukan seks tepat sehari setelah haid berakhir, sperma yang terdapat pada vagina kemungkinan akan bertahan, mencari-cari tempat untuk singgah (sel telur maksudnya). Maka itu, ketika melakukan seks setelah haid  sperma masih akan hidup, dan jika sel telur siap dalam waktu berapa hari, hal tersebut dapat terjadi pembuahan.

Source: hellosehat.  Novita Joseph. Data medis direview oleh Hello Sehat Medical Review Team.

 

Apa yang Menyebabkan Seks Terasa Enak?

KHUSUS PASUTRI


mengenal-tahap-seks-terasa-enak

Sejak dimulainya peradaban manusia, berhubungan seks tak lagi dilihat hanya sebagai cara menghasilkan keturunan. Evolusi membuktikan bahwa manusia menikmati seks sebagai suatu bentuk rekreasi dan ekspresi kasih sayang, bukan sekadar reproduksi saja. Bahkan seiring berjalannya waktu, orang-orang terus berinovasi agar seks semakin terasa nikmat. Baik itu lewat beragam posisi seks baru, mainan seks (sex toys) penunjang keintiman, hingga pelumas vagina. Namun, mengapa berhubungan seks terasa enak?

Pasalnya, kenikmatan yang dirasakan ketika melakukan intim sungguh berbeda dari hal-hal lain dalam hidup. Misalnya makan makanan enak atau bermalas-malasan di tempat tidur. Lalu, apa sih yang membedakan kenikmatan seksual dari kenikmatan lainnya? Ini dia jawabannya.

Mengenal kenikmatan seksual

Seks terasa enak karena tubuh Anda bereaksi secara biologis terhadap rangsangan seksual. Perasaan tersebut juga dikenal sebagai kenikmatan seksual. Kenikmatan seksual bisa dicapai dengan berbagai hal, misalnya dengan sentuhan, ciuman, penglihatan, pendengaran, kata-kata, atau bahkan lewat imajinasi. Seluruh bagian tubuh Anda akan bekerja secara sinergis, mulai dari otak, jantung, darah, hingga organ intim. Reaksi tubuh inilah yang akan menciptakan kenikmatan.

Pada laki-laki, kenikmatan seksual biasanya ditandai dengan ereksi penis. Ini karena aliran darah dipompa menuju penis. Sementara itu, wanita biasanya akan mengalami vagina basah. Ketika merasa bergairah, vagina akan memproduksi cairan pelumas alami yang membuat daerah organ intim wanita jadi basah.

Mengenal tahap-tahap kenikmatan seksual

Ketika berhubungan seks, ada tahapan-tahapan yang bisa membawa pasangan menuju puncak kenikmatan. Fase atau tahapan tersebut ditandai dengan berbagai perubahan pada tubuh pria dan wanita. Dalam setiap tahapan, rasa enak yang muncul pun intensitasnya berbeda-beda.

Pelajari berbagai tahap kenikmatan seksual berikut ini untuk mencari tahu mengapa seks terasa enak, bahkan dari mulai pemanasan atau foreplay.

1. Tahap Bergairah

Pada tahapan awal, kedua pasangan akan memproduksi feromon, yaitu zat kimia alami dari tubuh. Feromon akan meningkatkan gairah seksual dan bertanggung jawab untuk memberikan sensasi nikmat ketika Anda menerima atau memberikan rangsangan seksual. Biasanya pada saat ini detak jantung jadi lebih cepat dan muncullah keinginan yang sangat besar untuk berhubungan seks.

2. Tahap Plateau

Gairah yang Anda rasakan semakin memuncak dan intens. Tahapan plateau atau kurva yang naik ini berlangsung lebih lama dari tahap lainnya. Biasanya pada fase ini Anda melakukan penetrasi, seks oral, atau tindakan seksual lainnya yang cukup intens. Penis akan mengalami ereksi dan membesar, sementara vagina menjadi basah. Puting susu pria dan wanita juga akan mengeras dalam tahap ini.

Menurut penelitian, bagian otak yang mengenali rasa nikmat, yaitu amigdala, hipotalamus, dan korteks sensorik menjadi sangat aktif. Otak membaca aktivitas seksual sebagai suatu hadiah atau reward bagi tubuh Anda. Akibatnya, otak pun mengirimkan sinyal bagi tubuh untuk meningkatkan sensasi nikmat tersebut.

Jika pada tahap ini Anda merasa seks tidak enak atau bahkan menyakitkan, sebaiknya ambil jeda dulu dan bicarakan pada pasangan. Ingat, seharusnya seks terasa enak. Kalau Anda tidak merasakannya, mungkin Anda berdua belum siap secara psikologis atau ada kondisi kesehatan tertentu yang memengaruhi performa seks.

3. Orgasme atau Klimaks

Setelah melalui tahap bergairah dan tahap naiknya kurva kenikmatan seksual, Anda mencapai klimaks atau puncak tertinggi kenikmatan seksual. Tahap ini adalah yang paling terasa enak. Namun, tak semua orang bisa selalu mencapai klimaks. Pasalnya, reaksi tubuh yang terjadi begitu rumit. Reaksi ini disebut sebagai orgasme.

Ketika mencapai klimaks dengan orgasme, aktivitas otak justru menurun. Tubuh Anda akan fokus pada area intim, yaitu penis dan vagina. Hormon yang diproduksi saat orgasme adalah endorfin, prolaktin, dan oksitosin. Hormon-hormon tersebut berfungsi untuk mengusir rasa sakit serta memberikan sensasi kenikmatan dan kepuasan seksual. Inilah yang membuat seks terasa enak dan berbeda dari kenikmatan lainnya.

Pada pria, orgasme ditandai dengan ejakulasi. Sementara itu pada wanita orgasme biasanya ditandai dengan kontraksi pada otot-otot di sekitar vagina dan keluarnya cairan ejakulasi wanita. Tahap klimaks ini biasanya berlangsung sebentar, tidak lebih dari satu menit. Namun, sensasi kenikmatannya bisa bertahan selama beberapa menit sesudah mencapai klimaks.

Source: Irene Anindyaputri . Data medis direview oleh dr. Tania Savitri.

Bisakah Wanita Orgasme Sampai Semenit Lamanya? Intip Triknya

KHUSUS PASUTRI


1e374ba6-b623-4f56-a56a-14bdb956e3db_large

Tidak seperti laki-laki yang hampir selalu orgasme ketika masturbasi atau berhubungan seks dengan pasangan, wanita cenderung lebih sulit orgasme. Karena jarang ada wanita yang berhasil klimaks saat melakukan aktivitas seksual, tak banyak yang tahu serba-serbi orgasme wanita. Salah satu fakta menarik soal orgasme wanita yang perlu Anda tahu adalah wanita bisa menikmati orgasme lebih lama dari laki-laki. Kalau laki-laki biasanya orgasme sampai 22 detik, wanita bisa orgasme hingga semenit. Kok bisa, ya? Baca terus informasi di bawah ini untuk mencari tahu.

Berapa lama orgasme wanita biasanya berlangsung?

Untuk mengetahui lamanya waktu orgasme wanita rata-rata, Anda perlu memahami dulu bagaimana cara kerja orgasme wanita. Orgasme wanita terjadi saat rahim dan otot-otot di vagina, panggul, bokong, serta paha berkontraksi secara beritme akibat rangsangan seksual. Kontraksi ini biasanya dibarengi dengan keluarnya cairan pelumas alami vagina.

Rata-rata, wanita akan mengalami kontraksi otot ini selama 5-30 detik. Orgasme wanita bisa diikuti dengan squirting, bisa juga tidak. Squirting itu sendiri adalah keluarnya cairan ejakulasi wanita.

Bisakah wanita orgasme sampai semenit?

Ya, wanita bisa orgasme lebih lama dari pria. Meskipun sangat jarang berhasil dilakukan di dunia nyata, Anda bisa memperpanjang waktu orgasme Anda hingga dua kali lipat. Akan tetapi, perlu dipahami bahwa cara kerja orgasme itu tidak sama dengan ejakulasi. Bukan berarti wanita akan terus-menerus squirting atau mengeluarkan cairan pelumas dalam waktu semenit. Ketika orgasme berlangsung hinnga semenit, wanita akan merasakan beberapa gelombang kontraksi dan pelepasan.

Fenomena orgasme wanita yang seolah tanpa henti ini dikenal juga dengan sebutan multiple orgasm. Yang terjadi adalah rahim, vagina, dan anus akan berkontraksi cukup lama, misalnya dalam waktu lima belas detik. Kemudian diikuti dengan pelepasan yaitu sensasi ketika Anda merasakan nikmat luar biasa selama kira-kira lima belas detik. Satu siklus ini dihitung sebagai satu orgasme. Jika Anda tetap merasa bergairah dan mendapat rangsangan yang cukup, orgasme berikutnya bisa langsung terjadi setelah orgasme pertama selesai.

Dalam kurun waktu kurang lebih semenit tersebut, mungkin intensitas orgasme yang Anda rasakan berbeda-beda. Gelombang orgasme pertama mungkin tidak sehebat orgasme kedua atau sebaliknya.

Menurut seorang spesialis kandungan dan kesehatan seksual dari Feinberg School of Medicine, dr. Lauren Streicher, kontraksi yang Anda alami juga mungkin hanya sedikit-sedikit. Maka, orgasme yang dialami jadi lebih panjang karena tubuh masih berusaha “menuntaskan” siklus klimaks tersebut.

Cara supaya bisa orgasme lebih lama

Kunci untuk mencapai orgasme lebih lama adalah terus-menerus memberikan rangsangan seksual yang tepat. Jangan berhenti menstimulasi vagina, terutama pada area klitoris, meskipun Anda sudah atau sedang orgasme. Namun, setelah mencapai orgasme pertama, klitoris Anda mungkin jadi terasa kebas atau sudah tidak terlalu peka.

Maka, sentuh bagian klitoris dengan lebih lembut. Tak perlu memberikan tekanan berlebihan atau gerakan yang terlalu cepat. Hal ini akan memberikan kesempatan bagi darah untuk mengalir lebih deras menuju area vagina dan klitoris. Setelah itu, ikuti saja tempo yang Anda inginkan untuk mencapai orgasme selanjutnya.

Source: Oleh Yuliati Iswandiari. Data medis direview oleh dr. Tania Savitri.

Rahasia Sukses Berhubungan Intim Pertama Kali Tanpa Rasa Sakit

KHUSUS PASUTRI


614ae6d0759f2e095fbe45391edd1cc9

Tak peduli apa latar belakang, usia, ataupun status Anda, berhubungan intim pertama kali adalah pengalaman yang bikin perasaan campur aduk. Bagi wanita terutama, salah satu hal yang sering dikhawatirkan soal seks pertama adalah rasa sakitnya. Jika selaput dara robek, pasti kita akan merasa sakit, bukan? Apa benar, berhubungan seks untuk pertama kalinya akan selalu terasa sakit? Bagaimana cara mencegahnya?

Apakah berhubungan intim pertama kali akan terasa sakit?

Banyak perempuan yang menganggap bahwa kehilangan keperawanan pasti akan terasa sakit. Padahal, tidak selalu seperti itu.

Reena Liberman, MS, seorang terapis seks, dikutip dari Her Campus, menjelaskan bahwa berhubungan seks pertama kalinya mungkin akan terasa sedikit tidak nyaman atau seperti sedikit ditekan.

Pada beberapa wanita, seks yang pertama mungkin dapat merobek selaput daranya, yang menyebabkan bercak perdarahan selama dan setelah berhubungan seks. Hal ini wajar saja terjadi. Meski begitu, tidak semua selaput dara akan robek setelah pertama kali berhubungan seks.

Seks — entah itu untuk yang pertama atau yang kesekian kalinya — tidak seharusnya menyebabkan rasa sakit dan/atau perdarahan yang berlebihan. Jika Anda mengalaminya, ini mungkin menandakan suatu masalah tertentu.

Lalu, apa penyebab nyeri saat berhubungan seks?

Istilah medis untuk nyeri saat melakukan seks adalah dispareunia, yang didefinisikan sebagai nyeri pada alat kelamin yang terjadi sebelum, selama, dan setelah hubungan seksual. Jika Anda mengalami rasa sakit yang tak tertahankan selama berhubungan seks, ini dapat menandakan berbagai hal — mulai dari masalah fisik hingga kekhawatiran psikologis.

Dalam banyak kasus, Anda dapat merasa nyeri saat berhubungan intim yang pertama kalinya jika Anda tidak cukup “basah”, alias vagina kering karena kurang pelumas (baik itu pelumas vagina alami karena kurang terangsang atau tidak dibantu dengan pelumas seks pasaran).

Selain itu, stres, kecemasan, depresi, kekhawatiran tentang penampilan fisik, ketakutan akan hubungan seksual, konflik dalam hubungan, hingga trauma juga dapat berperan menyebabkan penurunan gairah yang pada akhirnya memengaruhi produksi cairan vagina, sehingga menyebabkan ketidaknyamanan atau rasa sakit saat berhubungan seks.

Di luar dari dua penyebab umum di atas, nyeri saat berhubungan intim pertama kali dapat disebabkan oleh masalah kesehatan tertentu seperti vaginismus, infeksi jamur vagina, penyakit kelamin, endometriosis, radang panggul (PID), hingga kista atau fibroid rahim.

Mencegah rasa sakit saat berhubungan intim pertama kalinya

Berhubungan seks di malam pertama bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan dan sangat memuaskan tanpa rasa sakit. Inilah beberapa tips yang bisa Anda lakukan:

1. Santai saja

Pengalaman pertama memang akan selalu membuat Anda tegang dan gugup. Ditambah lagi dengan stres dan khawatir membayangkan apakah saya akan berhasil orgasme untuk pertama kalinya. Psstt… Bagi wanita, kemungkinan mengalami orgasme saat pertama kali melakukan hubungan seks sebenarnya tergolong rendah.

Susan Ernst, seorang dokter di Health Service Women’s Health Clinic di University of Michigan, mengatakan bahwa wajar saja untuk perempuan tidak mencapai orgasme saat berhubungan seks untuk pertama kalinya karena mereka sebelumnya tidak terbiasa berinteraksi intim dengan tubuhnya sendiri dan pasangannya. Kata Ernst, “Ketika wanita sudah merasa lebih nyaman dengan tubuhnya sendiri dan juga tubuh pasangan mereka, orgasme akan lebih mungkin terjadi.”

Oleh sebab itu, usahakan untuk bersikap rileks dengan cara ambil napas dalam-dalam lalu hembuskan sebelum Anda naik ke ranjang dan buang jauh-jauh segala kekhawatiran yang ada di benak Anda. Akan ada banyak hal tidak terduga yang bisa terjadi saat seks pertama. Apapun itu, jangan berharap terlalu tinggi pada pengalaman malam pertama Anda. Biarkan pengalaman seks pertama ini berjalan apa adanya.

2. Bilang ke pasangan

Jika Anda mulai mengalami rasa sakit selama berhubungan seks, segera hentikan dan bicarakan dengan pasangan Anda. Ini dapat menandakan bahwa Anda tegang dan gugup.

Tanpa komunikasi, Anda akan sulit mencapai kenikmatan saat bercinta. Selalu utarakan pendapat Anda kepada pasangan mengenai apa yang membuat Anda nyaman dan apa yang tidak. Jika Anda merasa sakit, tidak perlu sungkan untuk memberi tahu pasangan agar memperlambat atau mengubah gerakannya.

3. Ganti posisi bercinta

Rasa sakit saat berhubungan intim pertama kalinya bisa disebabkan oleh posisi seks yang kurang nyaman atau kecepatan penetrasi yang terlalu dalam, kencang, atau terburu-buru. Anda bisa coba ubah gaya bercinta yang lebih nyaman. Misalnya Anda yang duduk di atas pria (woman on top) supaya bisa lebih mengendalikan kedalaman penetrasinya.

4. Buat foreplay lebih lama

Rasa sakit biasanya terjadi karena penetrasi penis yang terlalu dini saat Anda belum sepenuhnya terangsang. atau belum benar-benar siap. 

Luangkan juga waktu yang lebih lama untuk sesi foreplay agar Anda dan pasangan sama-sama dapat bersantai dan membangun gairah sebelum aksi utamanya dimulai. Saat foreplay, Anda bisa meminta pasangan untuk menyentuh bagian tubuh Anda yang sensitif agar mudah terangsang.

5. Gunakan pelumas

Beberapa wanita mungkin saja tidak cukup memproduksi cairan vagina alami, terutama pada wanita usia menopause. Untuk menyiasati hal ini, Anda bisa menggunakan pelumas seks. Namun jangan asal memakai produk pelumas. Pilihlah produk pelumas yang aman bagi kesehatan wanita. Tanyakan dahulu kepada dokter produk apa yang cocok untuk Anda.

 

Source: Oleh Andisa Shabrina . Data medis direview oleh dr. Yusra Firdaus.

Di Waktu Inilah Wanita Akan Paling Merasa Paling Bergairah

KHUSUS PASUTRI


1e374ba6-b623-4f56-a56a-14bdb956e3db_large

Nafsu seks wanita diatur salah satunya oleh siklus menstruasi. Itu sebabnya gairah seksual wanita biasanya lebih tinggi pada masa paling suburnya alias masa ovulasi. Namun terlepas dari itu, gairah seks setiap orang bisa meningkat kapan saja ketika dipengaruhi oleh banyak faktor lainnya. Penasarankah Anda kapan waktu tepatnya wanita merasa paling bergairah dalam satu hari? Psstt… Jangan tutup artikel ini kalau ingin tahu jawabannya!

Dalam jangka waktu 24 jam, kapan nafsu seks wanita akan paling tinggi?

Baik pria dan wanita ternyata memiliki waktu peningkatan gairah seks yang berbeda. Dilansir dari Shape, survei yang dilakukan oleh sebuah perusahaan sex toys internasional, Lovehoney, membuktikan teori tersebut setelah melibatkan hampir lebih dari 2 ribu orang dewasa. Mereka menemukan bahwa waktu pria dan wanita merasa paling bergairah ternyata berseberangan satu sama lain.

Penelitian tersebut mengklaim bahwa pria pada umumnya merasa sangat bergairah dan lebih menginginkan seks di pagi hari. Kebalikannya, nafsu seks wanita akan memuncak di malam hari. Yang lebih mengejutkannya lagi, penelitian ini juga turut mengungkapkan waktunya secara mendetail.

Rata-rata pria lebih ingin berhubungan seks di pagi hari sekitar pukul 6 sampai 9 pagi, dengan puncak gairah seksualnya ada di pukul 8 pagi. Gairah seksual wanita rata-rata memuncak di sekitar tengah malam, tepatnya pukul 23:21. Namun, wanita lebih menyukai untuk bercinta di antara pukul 11 malam sampai 2 pagi dini hari.

Selain saat ovulasi dan di jam-jam tertentu, nafsu seks wanita juga akan memuncak selama sedang menstruasinya dan di trimester kedua kehamilan.

image-20160701-30627-qkz7b9

Apa yang memengaruhi ini?

Tidak diketahui pasti apa yang menyebabkan perbedaan “zona waktu” gairah seks antara pria dan wanita. Yang pasti ini bukanlah hal yang mutlak dialami setiap orang. Naik-turunnya gairah seks seseorang sebagian besar dipengaruhi oleh hormon. Namun memang, hormon testosteron, yang berperan terhadap nafsu seks baik pada pria juga wanita, dilaporkan bekerja jauh lebih cepat pada pria ketimbang wanita.

Perbedaan zona waktu ini juga dipengaruhi oleh bagaimana pria dan wanita memandang seks itu sendiri. Masih dilansir dari laman Shape, Allison Hill, M.D., seorang spesialis kandungan (SpOg) di Good Samaritan Hospital Los Angeles dan rekan penulis The Mommy Docs’ Ultimate Guide to Pregnancy and Birth, pria lebih fleksibel soal waktu dan lebih proaktif untuk mencari cara melampiaskan nafsu seksnya dibanding wanita.

Ada banyak hal yang dapat memengaruhi nafsu seks wanita. Mekanisme libido perempuan itu sangat rumit, meski sebagian besarnya dipengaruhi oleh faktor psikologis. Wanita pada umumnya butuh waktu yang lebih lama dan cara yang lebih beragam untuk membangun mood bercinta. Stephanie Buehler, Ph.D, penulis buku What Every Mental Health Professional Needs to Know about Sex bahkan menyatakan bahwa wanita bisa tidak merasa bergairah untuk berhubungan seks sampai setelah mereka memulai foreplay dengan pasangannya.

Beberapa wanita mungkin akan lebih cepat tanggap untuk menjemput bola ketika tingkat kepercayaan dirinya sedang sangat tinggi dan merasa dirinya seksi dan cantik. Mood yang baik membuat wanita lebih terbuka untuk berhubungan seks tanpa melihat waktu, karena di saat itulah ia merasa paling bergairah.

Untuk menyiasati “jet lag” waktu bercinta yang berbeda antara Anda dan pasangan, mengapa tidak coba menjadwalkan seks saja guna menemukan titik tengah waktu bercinta yang paling ideal untuk Anda berdua?

Source: Oleh Widya Citra Andini . Data medis direview oleh dr. Yusra Firdaus.