Seks Saat Haid, Amankah?

Khusus Pasutri


417445_620Melakukan seks selama masa menstruasi atau haid mungkin bukan hal yang biasa dilakukan. Namun, nyatanya sebagian pasangan melakukan hal tersebut, bahkan menikmatinya.

Seorang asisten dokter di Pusat Medis untuk Seksualitas Perempuan di New York, Tara Ford, mengatakan, “Jika wanita merasa nyaman untuk melakukan seks selama masa haid, maka tidak ada masalah untuk melakukannya.” Untuk menghindari masalah noda yang akan ditimbulkan, Ford merekomendasikan agar meletakkan handuk di tempat tidur, atau lakukan seks di kamar mandi.

Jangan khawatir jika Anda melihat gumpalan merah atau cokelat gelap selama atau setelah berhubungan seks. Itu hanya darah dan sel tua pada lapisan rahim yang gugur, dan hal tersebut sangat normal terjadi.

Namun, memang ada beberapa risiko yang bisa terjadi. Oleh karena itu, berikut beberapa hal yang sebaiknya Anda ketahui terlebih dahulu.

1. Risiko infeksi menular seksual

Melakukan seks ketika haid dapat meningkatkan risiko infeksi menular seksual (IMS). Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, dalam darah menstruasi terdapat virus yang bisa mememicu IMS baik bagi wanita ataupun pasangannya. Karena itu, dokter sangat menganjurkan menggunakan kondom untuk mengurangi risiko ini. Profesor klinis kandungan kebidanan dan ginekologi di Fakultas Kedokteran Universitas Feinberg di Chicago, Lauren Streicher, mengungkapkan bahwa setiap cairan di tubuh dapat membawa Human Immunodeficiency Virus(HIV) atau penyebabIMS lainnya. Dan selama masa menstruasi, serviks terbuka sedikit sehingga memungkinkan virus untuk masuk. “Pesan saya untuk wanita adalah gunakan alat pelindung(kondom) jika memang ingin lakukan hubungan seksual di masa periode(menstruasi) Anda.”

2. Risiko hamil tetap ada

Melakukan hubungan seksual di masa haid memiliki kemungkinan yang kecil untuk hamil. Namun, ada pengecualiannya. Jika Anda memiliki siklus menstruasi yang lebih pendek, yaitu 21 hingga 24 hari, di mana umumnya 28 hari. Saat Anda berhubungan seks menjelang akhir haid, sperma dapat tetap hidup di vagina Anda hingga lima hari, sehingga kehamilan bukanlah hal yang tidak mungkin.

3. Menggunakan pembalut selama seks meningkatkan risiko infeksi

Menggunakan pembalut dalam waktu yang lama akan meningkatkan jumlah bakteri dari darah haid Anda. Baiknya, hindari pemakaian pembalut saat berhubungan seks . Selain hal tersebut akan menimbulkan rasa tidak nyaman pada leher rahim, pembalut bisa terdorong masuk ke dalam vagina yang mana akan sulit untuk dikeluarkan.

Source: Anastasia Pramudita Davies | Editor: Susandijani | Kamis, 19 April 2018 14:30 WIB

Advertisements

Posisi Bercinta Paling disukai Suami

KHUSUS PASUTRI


sex_benefit_men1_600x450

Bercinta merupakan suatu penghias dari sebuah rumah tangga dimana keduanya berada didalam keharmonisan. Namun jika anda seorang  istri, dalam berhubungan dengan suami anda pasangan anda merasa bosan atau berubah tidak seperti dahulu, mungkin anda perlu mengubah Posisi Bercinta Yang Paling suami anda Suka.

Namun tetaplah harus memilih posisi dimana keduanya merasanya nyaman dalam berhubungan. Nah kali ini akan dibahas apa saja Jenis Macam Posisi Bercinta Paling Pria Suka :

1. Posisi Missionary (Man on Top)

Merupakan posisi biasa atau klasik dimana posisi pria berada diatas. Saat dengan posisi ini, berikan variasi seperti pelukan kepada suami anda, dan arahkan tangan suami anda pada payudara anda. Dan dengan posisi ini juka anda tetap akan merasa nyaman karena anda hanya perlu berbaring.

2. Posisi ‘Woman on Top’

Merupakan posisi dimana istri berada diatas. Dengan posisi anda suami anda akan lebih leluasa mengeksplor bentuk tubuh anda, berikan variasi seperti ciuman pada bibir dan arahkan tangan suami anda pada payudara anda.

Bagi wanita anda juga perlu membaca Model Tipe Jenis Celana Dalam Wanita Disukai Pria

3. Posisi ‘Doggie Style’

Merupakan posisi dimana suami melakukan penetrasi dari arah belakang. Caranya dengan posisi istri berdiri lalu membungkuk, atau dengan posisi bersujud. Berikan sedikit gerakan berputar pada pinggul untuk memberikan sensasi pada pasangan anda.

 

Berhubungan Seks Sehari Setelah Haid, Apakah Bisa Hamil?

KHUSUS PASUTRI


 

337533824-hello-sehat-700x467

Waktu pembuahan yang sempurna dalam melakukan hubungan seks adalah pada masa subur wanita. Tiap pasangan umumnya akan gencar melakukan seks ketika wanita berovulasi (masa subur) guna memperoleh kehamilan. Lalu, banyak juga yang menghindari seks tepat pada waktu sebelum dan setelah haid, karena masa-masa tersebut banyak orang menganggap bukan masa subur wanita.  Tapi, mungkinkah seks setelah haid menyebabkan hamil? Yuk simak jawabannya di bawah ini.

Apakah hubungan seks setelah haid berisiko hamil?

Pembuahan dapat terjadi ketika sel telur bertemu  dengan sperma. Hal itu berarti sperma harus ada dalam saluran tuba falopi pada masa ovulasi wanita. Nah, ovulasi ini terjadi sekitar dua minggu sebelum dan sesudah Anda menstruasi. Masa itu berkisar antara 12 dan 16 hari sebelum atau juga setelah haid terakhir. Jika memangsiklus haid Anda berkisar 28 hari dalam satu bulan, ya.

Bila Anda  bertanya apa benar seks setelah haid menyebabkan kehamilan? Jawabannya, melakukan seks setelah satu hari selesai haid, dapat menyebabkan kehamilan. Namun pada kenyataannya kemungkinan terjadinya kehamilan tersebut sangat rendah.

Pada saat haid, Anda akan melepaskan sel telur yang tidak terpakai, dan jika Anda melakukan hubungan seks setelah haid berakhir, pada masa itu, rahim Anda akan mempersiapkan lagi sel telur untuk dibuahi.

Nah, sifat sperma pada dasarnya dapat bertahan hidup di dalam rahim kurang lebih selama 5 hari. Jika memang Anda melakukan seks tepat sehari setelah haid berakhir, sperma yang terdapat pada vagina kemungkinan akan bertahan, mencari-cari tempat untuk singgah (sel telur maksudnya). Maka itu, ketika melakukan seks setelah haid  sperma masih akan hidup, dan jika sel telur siap dalam waktu berapa hari, hal tersebut dapat terjadi pembuahan.

Source: hellosehat.  Novita Joseph. Data medis direview oleh Hello Sehat Medical Review Team.

 

Apa yang Menyebabkan Seks Terasa Enak?

KHUSUS PASUTRI


mengenal-tahap-seks-terasa-enak

Sejak dimulainya peradaban manusia, berhubungan seks tak lagi dilihat hanya sebagai cara menghasilkan keturunan. Evolusi membuktikan bahwa manusia menikmati seks sebagai suatu bentuk rekreasi dan ekspresi kasih sayang, bukan sekadar reproduksi saja. Bahkan seiring berjalannya waktu, orang-orang terus berinovasi agar seks semakin terasa nikmat. Baik itu lewat beragam posisi seks baru, mainan seks (sex toys) penunjang keintiman, hingga pelumas vagina. Namun, mengapa berhubungan seks terasa enak?

Pasalnya, kenikmatan yang dirasakan ketika melakukan intim sungguh berbeda dari hal-hal lain dalam hidup. Misalnya makan makanan enak atau bermalas-malasan di tempat tidur. Lalu, apa sih yang membedakan kenikmatan seksual dari kenikmatan lainnya? Ini dia jawabannya.

Mengenal kenikmatan seksual

Seks terasa enak karena tubuh Anda bereaksi secara biologis terhadap rangsangan seksual. Perasaan tersebut juga dikenal sebagai kenikmatan seksual. Kenikmatan seksual bisa dicapai dengan berbagai hal, misalnya dengan sentuhan, ciuman, penglihatan, pendengaran, kata-kata, atau bahkan lewat imajinasi. Seluruh bagian tubuh Anda akan bekerja secara sinergis, mulai dari otak, jantung, darah, hingga organ intim. Reaksi tubuh inilah yang akan menciptakan kenikmatan.

Pada laki-laki, kenikmatan seksual biasanya ditandai dengan ereksi penis. Ini karena aliran darah dipompa menuju penis. Sementara itu, wanita biasanya akan mengalami vagina basah. Ketika merasa bergairah, vagina akan memproduksi cairan pelumas alami yang membuat daerah organ intim wanita jadi basah.

Mengenal tahap-tahap kenikmatan seksual

Ketika berhubungan seks, ada tahapan-tahapan yang bisa membawa pasangan menuju puncak kenikmatan. Fase atau tahapan tersebut ditandai dengan berbagai perubahan pada tubuh pria dan wanita. Dalam setiap tahapan, rasa enak yang muncul pun intensitasnya berbeda-beda.

Pelajari berbagai tahap kenikmatan seksual berikut ini untuk mencari tahu mengapa seks terasa enak, bahkan dari mulai pemanasan atau foreplay.

1. Tahap Bergairah

Pada tahapan awal, kedua pasangan akan memproduksi feromon, yaitu zat kimia alami dari tubuh. Feromon akan meningkatkan gairah seksual dan bertanggung jawab untuk memberikan sensasi nikmat ketika Anda menerima atau memberikan rangsangan seksual. Biasanya pada saat ini detak jantung jadi lebih cepat dan muncullah keinginan yang sangat besar untuk berhubungan seks.

2. Tahap Plateau

Gairah yang Anda rasakan semakin memuncak dan intens. Tahapan plateau atau kurva yang naik ini berlangsung lebih lama dari tahap lainnya. Biasanya pada fase ini Anda melakukan penetrasi, seks oral, atau tindakan seksual lainnya yang cukup intens. Penis akan mengalami ereksi dan membesar, sementara vagina menjadi basah. Puting susu pria dan wanita juga akan mengeras dalam tahap ini.

Menurut penelitian, bagian otak yang mengenali rasa nikmat, yaitu amigdala, hipotalamus, dan korteks sensorik menjadi sangat aktif. Otak membaca aktivitas seksual sebagai suatu hadiah atau reward bagi tubuh Anda. Akibatnya, otak pun mengirimkan sinyal bagi tubuh untuk meningkatkan sensasi nikmat tersebut.

Jika pada tahap ini Anda merasa seks tidak enak atau bahkan menyakitkan, sebaiknya ambil jeda dulu dan bicarakan pada pasangan. Ingat, seharusnya seks terasa enak. Kalau Anda tidak merasakannya, mungkin Anda berdua belum siap secara psikologis atau ada kondisi kesehatan tertentu yang memengaruhi performa seks.

3. Orgasme atau Klimaks

Setelah melalui tahap bergairah dan tahap naiknya kurva kenikmatan seksual, Anda mencapai klimaks atau puncak tertinggi kenikmatan seksual. Tahap ini adalah yang paling terasa enak. Namun, tak semua orang bisa selalu mencapai klimaks. Pasalnya, reaksi tubuh yang terjadi begitu rumit. Reaksi ini disebut sebagai orgasme.

Ketika mencapai klimaks dengan orgasme, aktivitas otak justru menurun. Tubuh Anda akan fokus pada area intim, yaitu penis dan vagina. Hormon yang diproduksi saat orgasme adalah endorfin, prolaktin, dan oksitosin. Hormon-hormon tersebut berfungsi untuk mengusir rasa sakit serta memberikan sensasi kenikmatan dan kepuasan seksual. Inilah yang membuat seks terasa enak dan berbeda dari kenikmatan lainnya.

Pada pria, orgasme ditandai dengan ejakulasi. Sementara itu pada wanita orgasme biasanya ditandai dengan kontraksi pada otot-otot di sekitar vagina dan keluarnya cairan ejakulasi wanita. Tahap klimaks ini biasanya berlangsung sebentar, tidak lebih dari satu menit. Namun, sensasi kenikmatannya bisa bertahan selama beberapa menit sesudah mencapai klimaks.

Source: Irene Anindyaputri . Data medis direview oleh dr. Tania Savitri.

Bisakah Wanita Orgasme Sampai Semenit Lamanya? Intip Triknya

KHUSUS PASUTRI


1e374ba6-b623-4f56-a56a-14bdb956e3db_large

Tidak seperti laki-laki yang hampir selalu orgasme ketika masturbasi atau berhubungan seks dengan pasangan, wanita cenderung lebih sulit orgasme. Karena jarang ada wanita yang berhasil klimaks saat melakukan aktivitas seksual, tak banyak yang tahu serba-serbi orgasme wanita. Salah satu fakta menarik soal orgasme wanita yang perlu Anda tahu adalah wanita bisa menikmati orgasme lebih lama dari laki-laki. Kalau laki-laki biasanya orgasme sampai 22 detik, wanita bisa orgasme hingga semenit. Kok bisa, ya? Baca terus informasi di bawah ini untuk mencari tahu.

Berapa lama orgasme wanita biasanya berlangsung?

Untuk mengetahui lamanya waktu orgasme wanita rata-rata, Anda perlu memahami dulu bagaimana cara kerja orgasme wanita. Orgasme wanita terjadi saat rahim dan otot-otot di vagina, panggul, bokong, serta paha berkontraksi secara beritme akibat rangsangan seksual. Kontraksi ini biasanya dibarengi dengan keluarnya cairan pelumas alami vagina.

Rata-rata, wanita akan mengalami kontraksi otot ini selama 5-30 detik. Orgasme wanita bisa diikuti dengan squirting, bisa juga tidak. Squirting itu sendiri adalah keluarnya cairan ejakulasi wanita.

Bisakah wanita orgasme sampai semenit?

Ya, wanita bisa orgasme lebih lama dari pria. Meskipun sangat jarang berhasil dilakukan di dunia nyata, Anda bisa memperpanjang waktu orgasme Anda hingga dua kali lipat. Akan tetapi, perlu dipahami bahwa cara kerja orgasme itu tidak sama dengan ejakulasi. Bukan berarti wanita akan terus-menerus squirting atau mengeluarkan cairan pelumas dalam waktu semenit. Ketika orgasme berlangsung hinnga semenit, wanita akan merasakan beberapa gelombang kontraksi dan pelepasan.

Fenomena orgasme wanita yang seolah tanpa henti ini dikenal juga dengan sebutan multiple orgasm. Yang terjadi adalah rahim, vagina, dan anus akan berkontraksi cukup lama, misalnya dalam waktu lima belas detik. Kemudian diikuti dengan pelepasan yaitu sensasi ketika Anda merasakan nikmat luar biasa selama kira-kira lima belas detik. Satu siklus ini dihitung sebagai satu orgasme. Jika Anda tetap merasa bergairah dan mendapat rangsangan yang cukup, orgasme berikutnya bisa langsung terjadi setelah orgasme pertama selesai.

Dalam kurun waktu kurang lebih semenit tersebut, mungkin intensitas orgasme yang Anda rasakan berbeda-beda. Gelombang orgasme pertama mungkin tidak sehebat orgasme kedua atau sebaliknya.

Menurut seorang spesialis kandungan dan kesehatan seksual dari Feinberg School of Medicine, dr. Lauren Streicher, kontraksi yang Anda alami juga mungkin hanya sedikit-sedikit. Maka, orgasme yang dialami jadi lebih panjang karena tubuh masih berusaha “menuntaskan” siklus klimaks tersebut.

Cara supaya bisa orgasme lebih lama

Kunci untuk mencapai orgasme lebih lama adalah terus-menerus memberikan rangsangan seksual yang tepat. Jangan berhenti menstimulasi vagina, terutama pada area klitoris, meskipun Anda sudah atau sedang orgasme. Namun, setelah mencapai orgasme pertama, klitoris Anda mungkin jadi terasa kebas atau sudah tidak terlalu peka.

Maka, sentuh bagian klitoris dengan lebih lembut. Tak perlu memberikan tekanan berlebihan atau gerakan yang terlalu cepat. Hal ini akan memberikan kesempatan bagi darah untuk mengalir lebih deras menuju area vagina dan klitoris. Setelah itu, ikuti saja tempo yang Anda inginkan untuk mencapai orgasme selanjutnya.

Source: Oleh Yuliati Iswandiari. Data medis direview oleh dr. Tania Savitri.

Rahasia Sukses Berhubungan Intim Pertama Kali Tanpa Rasa Sakit

KHUSUS PASUTRI


614ae6d0759f2e095fbe45391edd1cc9

Tak peduli apa latar belakang, usia, ataupun status Anda, berhubungan intim pertama kali adalah pengalaman yang bikin perasaan campur aduk. Bagi wanita terutama, salah satu hal yang sering dikhawatirkan soal seks pertama adalah rasa sakitnya. Jika selaput dara robek, pasti kita akan merasa sakit, bukan? Apa benar, berhubungan seks untuk pertama kalinya akan selalu terasa sakit? Bagaimana cara mencegahnya?

Apakah berhubungan intim pertama kali akan terasa sakit?

Banyak perempuan yang menganggap bahwa kehilangan keperawanan pasti akan terasa sakit. Padahal, tidak selalu seperti itu.

Reena Liberman, MS, seorang terapis seks, dikutip dari Her Campus, menjelaskan bahwa berhubungan seks pertama kalinya mungkin akan terasa sedikit tidak nyaman atau seperti sedikit ditekan.

Pada beberapa wanita, seks yang pertama mungkin dapat merobek selaput daranya, yang menyebabkan bercak perdarahan selama dan setelah berhubungan seks. Hal ini wajar saja terjadi. Meski begitu, tidak semua selaput dara akan robek setelah pertama kali berhubungan seks.

Seks — entah itu untuk yang pertama atau yang kesekian kalinya — tidak seharusnya menyebabkan rasa sakit dan/atau perdarahan yang berlebihan. Jika Anda mengalaminya, ini mungkin menandakan suatu masalah tertentu.

Lalu, apa penyebab nyeri saat berhubungan seks?

Istilah medis untuk nyeri saat melakukan seks adalah dispareunia, yang didefinisikan sebagai nyeri pada alat kelamin yang terjadi sebelum, selama, dan setelah hubungan seksual. Jika Anda mengalami rasa sakit yang tak tertahankan selama berhubungan seks, ini dapat menandakan berbagai hal — mulai dari masalah fisik hingga kekhawatiran psikologis.

Dalam banyak kasus, Anda dapat merasa nyeri saat berhubungan intim yang pertama kalinya jika Anda tidak cukup “basah”, alias vagina kering karena kurang pelumas (baik itu pelumas vagina alami karena kurang terangsang atau tidak dibantu dengan pelumas seks pasaran).

Selain itu, stres, kecemasan, depresi, kekhawatiran tentang penampilan fisik, ketakutan akan hubungan seksual, konflik dalam hubungan, hingga trauma juga dapat berperan menyebabkan penurunan gairah yang pada akhirnya memengaruhi produksi cairan vagina, sehingga menyebabkan ketidaknyamanan atau rasa sakit saat berhubungan seks.

Di luar dari dua penyebab umum di atas, nyeri saat berhubungan intim pertama kali dapat disebabkan oleh masalah kesehatan tertentu seperti vaginismus, infeksi jamur vagina, penyakit kelamin, endometriosis, radang panggul (PID), hingga kista atau fibroid rahim.

Mencegah rasa sakit saat berhubungan intim pertama kalinya

Berhubungan seks di malam pertama bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan dan sangat memuaskan tanpa rasa sakit. Inilah beberapa tips yang bisa Anda lakukan:

1. Santai saja

Pengalaman pertama memang akan selalu membuat Anda tegang dan gugup. Ditambah lagi dengan stres dan khawatir membayangkan apakah saya akan berhasil orgasme untuk pertama kalinya. Psstt… Bagi wanita, kemungkinan mengalami orgasme saat pertama kali melakukan hubungan seks sebenarnya tergolong rendah.

Susan Ernst, seorang dokter di Health Service Women’s Health Clinic di University of Michigan, mengatakan bahwa wajar saja untuk perempuan tidak mencapai orgasme saat berhubungan seks untuk pertama kalinya karena mereka sebelumnya tidak terbiasa berinteraksi intim dengan tubuhnya sendiri dan pasangannya. Kata Ernst, “Ketika wanita sudah merasa lebih nyaman dengan tubuhnya sendiri dan juga tubuh pasangan mereka, orgasme akan lebih mungkin terjadi.”

Oleh sebab itu, usahakan untuk bersikap rileks dengan cara ambil napas dalam-dalam lalu hembuskan sebelum Anda naik ke ranjang dan buang jauh-jauh segala kekhawatiran yang ada di benak Anda. Akan ada banyak hal tidak terduga yang bisa terjadi saat seks pertama. Apapun itu, jangan berharap terlalu tinggi pada pengalaman malam pertama Anda. Biarkan pengalaman seks pertama ini berjalan apa adanya.

2. Bilang ke pasangan

Jika Anda mulai mengalami rasa sakit selama berhubungan seks, segera hentikan dan bicarakan dengan pasangan Anda. Ini dapat menandakan bahwa Anda tegang dan gugup.

Tanpa komunikasi, Anda akan sulit mencapai kenikmatan saat bercinta. Selalu utarakan pendapat Anda kepada pasangan mengenai apa yang membuat Anda nyaman dan apa yang tidak. Jika Anda merasa sakit, tidak perlu sungkan untuk memberi tahu pasangan agar memperlambat atau mengubah gerakannya.

3. Ganti posisi bercinta

Rasa sakit saat berhubungan intim pertama kalinya bisa disebabkan oleh posisi seks yang kurang nyaman atau kecepatan penetrasi yang terlalu dalam, kencang, atau terburu-buru. Anda bisa coba ubah gaya bercinta yang lebih nyaman. Misalnya Anda yang duduk di atas pria (woman on top) supaya bisa lebih mengendalikan kedalaman penetrasinya.

4. Buat foreplay lebih lama

Rasa sakit biasanya terjadi karena penetrasi penis yang terlalu dini saat Anda belum sepenuhnya terangsang. atau belum benar-benar siap. 

Luangkan juga waktu yang lebih lama untuk sesi foreplay agar Anda dan pasangan sama-sama dapat bersantai dan membangun gairah sebelum aksi utamanya dimulai. Saat foreplay, Anda bisa meminta pasangan untuk menyentuh bagian tubuh Anda yang sensitif agar mudah terangsang.

5. Gunakan pelumas

Beberapa wanita mungkin saja tidak cukup memproduksi cairan vagina alami, terutama pada wanita usia menopause. Untuk menyiasati hal ini, Anda bisa menggunakan pelumas seks. Namun jangan asal memakai produk pelumas. Pilihlah produk pelumas yang aman bagi kesehatan wanita. Tanyakan dahulu kepada dokter produk apa yang cocok untuk Anda.

 

Source: Oleh Andisa Shabrina . Data medis direview oleh dr. Yusra Firdaus.

Di Waktu Inilah Wanita Akan Paling Merasa Paling Bergairah

KHUSUS PASUTRI


1e374ba6-b623-4f56-a56a-14bdb956e3db_large

Nafsu seks wanita diatur salah satunya oleh siklus menstruasi. Itu sebabnya gairah seksual wanita biasanya lebih tinggi pada masa paling suburnya alias masa ovulasi. Namun terlepas dari itu, gairah seks setiap orang bisa meningkat kapan saja ketika dipengaruhi oleh banyak faktor lainnya. Penasarankah Anda kapan waktu tepatnya wanita merasa paling bergairah dalam satu hari? Psstt… Jangan tutup artikel ini kalau ingin tahu jawabannya!

Dalam jangka waktu 24 jam, kapan nafsu seks wanita akan paling tinggi?

Baik pria dan wanita ternyata memiliki waktu peningkatan gairah seks yang berbeda. Dilansir dari Shape, survei yang dilakukan oleh sebuah perusahaan sex toys internasional, Lovehoney, membuktikan teori tersebut setelah melibatkan hampir lebih dari 2 ribu orang dewasa. Mereka menemukan bahwa waktu pria dan wanita merasa paling bergairah ternyata berseberangan satu sama lain.

Penelitian tersebut mengklaim bahwa pria pada umumnya merasa sangat bergairah dan lebih menginginkan seks di pagi hari. Kebalikannya, nafsu seks wanita akan memuncak di malam hari. Yang lebih mengejutkannya lagi, penelitian ini juga turut mengungkapkan waktunya secara mendetail.

Rata-rata pria lebih ingin berhubungan seks di pagi hari sekitar pukul 6 sampai 9 pagi, dengan puncak gairah seksualnya ada di pukul 8 pagi. Gairah seksual wanita rata-rata memuncak di sekitar tengah malam, tepatnya pukul 23:21. Namun, wanita lebih menyukai untuk bercinta di antara pukul 11 malam sampai 2 pagi dini hari.

Selain saat ovulasi dan di jam-jam tertentu, nafsu seks wanita juga akan memuncak selama sedang menstruasinya dan di trimester kedua kehamilan.

image-20160701-30627-qkz7b9

Apa yang memengaruhi ini?

Tidak diketahui pasti apa yang menyebabkan perbedaan “zona waktu” gairah seks antara pria dan wanita. Yang pasti ini bukanlah hal yang mutlak dialami setiap orang. Naik-turunnya gairah seks seseorang sebagian besar dipengaruhi oleh hormon. Namun memang, hormon testosteron, yang berperan terhadap nafsu seks baik pada pria juga wanita, dilaporkan bekerja jauh lebih cepat pada pria ketimbang wanita.

Perbedaan zona waktu ini juga dipengaruhi oleh bagaimana pria dan wanita memandang seks itu sendiri. Masih dilansir dari laman Shape, Allison Hill, M.D., seorang spesialis kandungan (SpOg) di Good Samaritan Hospital Los Angeles dan rekan penulis The Mommy Docs’ Ultimate Guide to Pregnancy and Birth, pria lebih fleksibel soal waktu dan lebih proaktif untuk mencari cara melampiaskan nafsu seksnya dibanding wanita.

Ada banyak hal yang dapat memengaruhi nafsu seks wanita. Mekanisme libido perempuan itu sangat rumit, meski sebagian besarnya dipengaruhi oleh faktor psikologis. Wanita pada umumnya butuh waktu yang lebih lama dan cara yang lebih beragam untuk membangun mood bercinta. Stephanie Buehler, Ph.D, penulis buku What Every Mental Health Professional Needs to Know about Sex bahkan menyatakan bahwa wanita bisa tidak merasa bergairah untuk berhubungan seks sampai setelah mereka memulai foreplay dengan pasangannya.

Beberapa wanita mungkin akan lebih cepat tanggap untuk menjemput bola ketika tingkat kepercayaan dirinya sedang sangat tinggi dan merasa dirinya seksi dan cantik. Mood yang baik membuat wanita lebih terbuka untuk berhubungan seks tanpa melihat waktu, karena di saat itulah ia merasa paling bergairah.

Untuk menyiasati “jet lag” waktu bercinta yang berbeda antara Anda dan pasangan, mengapa tidak coba menjadwalkan seks saja guna menemukan titik tengah waktu bercinta yang paling ideal untuk Anda berdua?

Source: Oleh Widya Citra Andini . Data medis direview oleh dr. Yusra Firdaus.

5 Posisi Bercinta Terbaik Setelah Punya Anak

KHUSUS PASUTRI


156040-160582

Banyak pasangan yang merasa kehidupan seksnya semakin hambar setelah punya anak. Wajar sih, karena keseharian Anda yang tadinya hanya berdua kini sudah disibukkan oleh kehadiran si malaikat kecil. Dilansir dari Women’s Health Magazine, Mary Jane Minkin, M.D., spesialis kandungan (SpOG) sekaligus profesor ilmu reproduksi di Yale University School of Medicine, mengatakan bahwa rutinitas seks setelah melahirkan bisa berbeda. Selain karena bertambahnya anggota keluarga, melahirkan juga mengubah fisik — terutama perempuan — yang bisa menurunkan kepercayaan diri dan gairah seksual.

Tenang. “Musim kemarau” seks setelah punya anak tidak harus Anda alami. Intip posisi bercinta terbaik setelah melahirkan yang bisa Anda tiru bersama pasangan untuk membangkitkan kembali gairah bercinta.

Kapan waktu yang tepat untuk berhubungan seks setelah melahirkan?

Waktu yang ideal untuk kembali berhubungan seks setelah punya anak berbeda-beda untuk setiap pasangan. Biasanya tiga hingga enam minggu setelah persalinan, Anda dan pasangan sudah bisa berhubungan seks lagi. Beberapa wanita mungkin butuh waktu yang lebih lama. Yang pasti, Anda harus tunggu sampai perdarahan (lokia) dan nyerinya berhenti jika habis melahirkan normal, atau sampai jahitan caesar memulih dan ukuran rahim yang tadinya besar kembali ke ukurannya semula.

Setiap wanita pada dasarnya memiliki tingkat kesiapan yang berbeda-beda soal seks setelah melahirkan. Ada yang berhubungan seks enam minggu setelah melahirkan dan tidak mengeluhkan apa pun. Namun, ada juga yang baru bercinta lagi setelah dua bulan tapi masih merasa tidak nyaman. Maka, penting bagi Anda dan pasangan untuk mengukur sendiri kesiapan masing-masing. Tidak ada keharusan tertentu untuk segera berhubungan seks setelah melahirkan.

Posisi terbaik untuk bercinta setelah punya anak

Keputusan untuk kapan kembali berhubungan seks setelah punya anak sejatinya tergantung dari kesiapan Anda dan pasangan. Akan tetapi jika Anda ingin coba untuk memanaskan kembali kobaran api gairah yang memadam, lima posisi bercinta ini paling direkomendasikan untuk pasangan yang baru punya anak.

1. Woman on top

Gaya bercinta ini membutuhkan pria berbaring telentang, sementara wanita akan duduk di atas pria sambil mengatur gerakan serta kecepatan penetrasi sesuai dengan kenyamanan pribadi. Selain itu, posisi ini juga memungkinkan penis langsung merangsang klitoris yang dapat menjamin kepuasan bercinta untuk wanita. Sebagai alternatifnya, pria bisa duduk bersandar dengan menggunakan bantalan di belakang punggung sambil mendekap pasangan.

2. Misionaris

Gaya misionaris dilakukan dengan cara wanita berbaring telentang berhadapan dengan pasangan laki-laki yang melakukan penetrasi dari atas tubuh wanita. Posisi ini merupakan posisi bercinta klasik dan paling intim karena melibatkan tatapan mata hangat serta belaian memikat, yang dapat menguatkan ikatan batin antara Anda dan pasangan.

Selain itu, Anda bisa memodifikasi dengan cara berbisik, mencium mesra, hingga menggigit nakal leher pasangan untuk semakin membakar gairahnya. Posisi misionaris pas untuk memperlama durasi bercinta yang nikmat dan menyenangkan.

3. Spooning atau menyamping

Posisi kelonan bisa menjadi alternatif terbaik sebagai posisi seks setelah punya anak. Spooning adalah pilihan posisi berhubungan intim paling pas bagi mereka yang menikmati seks yang santai, lambat, dan lebih intim. Caranya, Anda dan pasangan berbaring berdampingan menghadap ke arah yang sama. Pada umumnya pria akan “masuk dari belakang” sambil mendekap pasangannya.

Spooning membantu Anda meminimalisir rasa sakit saat berhubungan seks setelah melahirkan. Jika pria kesulitan untuk penetrasi atau bergerak, gunakan bantal untuk membantu mengangkat panggul. Ketika berhubungan dalam gaya bercinta spooning, wanita bisa mengangkat salah satu kakinya ke arah perut dan yang satunya sedikit diluruskan ke depan untuk memudahkan akses pria melakukan penetrasi.

Posisi mendekap ini dapat menciptakan keintiman spesial di antara Anda berdua karena kelonan membantu otak melepaskan lebih banyak hormon oksitosin yang membuat Anda dan pasangan merasa lebih bahagia.

4. Masturbasi bersama

Masturbasi bersama adalah posisi berhubungan intim yang bebas stres, mudah, dan menyenangkan. Masturbasi sering kali dinomorsekiankan sebagai posisi berhubungan intim, mungkin karena banyak orang tidak menganggap aktivitas tersebut sebagai seks ‘nyata’ kecuali ada penetrasi yang terlibat. Padahal, masturbasi bersama adalah cara yang bagus untuk belajar tentang hasrat dan kesenangan masing-masing sekaligus menikmati orgasme yang memuaskan.

“Posisi ini bisa sangat membantu dalam situasi khusus, di mana kedua belah pihak tidak merasa siap untuk berhubungan seks penetratif, atau yang belum/tidak mampu secara fisik (yang wajar dialami perempuan setelah melahirkan), namun tetap ingin terlibat dalam kegiatan seksual bersama-sama,”kata dr. Martha Tara Lee, seksologis klinis yang praktek di Eros Coaching.

Pasalnya, Anda masing-masing akan “mengurus” diri sendiri. Jadi tidak akan ada tekanan untuk tampil sempurna. “Masturbasi bersama dapat digunakan sebagai foreplay maupun menu utama,” lanjutnya. Alternatifnya, Anda bisa bertukar memberikan handjob untuk masing-masing.

5. Seks oral

Penetrasi tidak menjadi hal yang wajib dalam setiap hubungan intim. Seks oral bisa menjadi pilihan yang baik ketika Anda ingin bermesraan, tapi masih merasa nyeri untuk penetrasi penuh. Anda bisa melakukannya dengan berbaring santai dan biarkan pasangan merangsang klitoris dan bagian sensitif Anda lainnya.

Apapun posisi yang Anda pilih untuk berhubungan seks setelah melahirkan, yang terpenting ialah Anda dan pasangan dapat membangun kembali keharmonisan serta keintiman yang mungkin memudar selama masa kehamilan.

Source: Oleh Widya Citra Andini  . Data medis direview oleh dr. Yusra Firdaus.

 

Setelah Ejakulasi, Harus Tunggu Berapa Lama Sampai “Kuat” Lagi?

KHUSUS PASUTRI


shutterstock_730313104

Ketika sedang dibanjiri gairah, Anda dan pasangan mungkin berencana untuk berhubungan intim beberapa kalidalam semalam.  Terutama bagi pasangan yang sedang berbulan madu. Akan tetapi, para pria mungkin khawatir kalau mereka tidak bisa langsung lanjut berhubungan seks lagi (babak kedua) setelah orgasme yang pertama. Hal ini mungkin juga membuat wanita bertanya-tanya, kapan suami kuat lagi untuk bercinta setelah babak pertama. Daripada menebak-nebak, simak dulu penjelasan berikut ini.

Berapa lama laki-laki bisa ereksi lagi setelah ejakulasi?

Dr. Richard K Lee dari Weill Cornell Medicine mengatakan bahwa laki-laki memang tidak seperti wanita dalam melakukan seks. Untuk siap mencapai orgasme berikutnya, laki-laki butuh waktu. Memang tidak ada data pasti yang menujukan berapa lama jeda waktu yang dibutuhkan laki-laki agar bisa “kuat” lagi sampai ejakulasi setelah orgasme yang pertama. Namun, diduga kisarannya sangat berbeda-beda antar laki-laki.

Waktunya berkisar antara 30 menit hingga 24 jam. Namun, tidak ada patokan waktu yang bisa dikatakan normal karena tidak ada data penelitian yang bisa membuktikannya. Karena itu, Anda tidak perlu khawatir jika butuh waktu yang cukup lama sampai keperkasaan Anda atau suami kembali lagi.

Faktor yang memengaruhi waktu ereksi

Usia

Dilansir dalam laman Men’s Health, penelitian dalam Journal of Sexual Medicine menguak bahwa semakin bertambah usia, maka waktu ereksi selanjutnya setelah orgasme yang pertama akan semakin lama.

Pria muda yang berusia 20-an memiliki kemampuan ereksi yang cukup kuat untuk melakukan hubungan intim hingga dua babak atau lebih. Bahkan beberapa menit setelah berhubungan seks, pria usia 20-an akan lebih cepat pulih. Menurut seorang pakar kesehatan seksual dan psikolog asal Afrika Selatan, Marelize Swart, pria usia 20-an mungkin hanya memerlukan waktu 15-30 menit untuk mencapai orgasme berikutnya.

Hormon tidak seimbang

Selain faktor usia, diduga ada peran hormon prolaktin. Setelah seorang pria mencapai puncak orgasmenya, terjadi lonjakan hormon prolaktin. Lonjakan ini yang bisa berkontribusi memberikan efek penghambat gairah dan ejakulasi.

Richard K Lee, MD menduga beberapa gaya hidup juga dapat memengaruhi semakin lama jarak antara orgasme pertama dan kedua. Meminum alkohol atau masturbasi secara teratur dapat memperpanjang waktu yang dibutuhkan seorang laki-laki untuk mengisi ulang kekuatan seksnya.

Namun jika seorang pria baru bisa berhari-hari untuk membangun kembali orgasmenya, sebaiknya konsultasikan ke dokter Anda. Bisa jadi ada faktor lain yang memengaruhi. Faktor seperti stres, efek samping pengobatan, atau adanya gangguan jantung bisa memengaruhi terjadinya disfungsi ereksi alias impotensi.

5-Tips-Mengatasi-Rasa-Malu-Saat-Berhubungan-Seks

Jika keduanya masih kuat, tidak perlu menunggu lagi

Dilansir dalam kinsey confidental, Debby Herbenick, PHD, MPH dosen dari Indiana University School of Public Health-Bloomington menyatakan jika kedua orang merasa nyaman dan langsung siap melakukan babak kedua, sebenarnya tidak masalah.

Memang pada dasarnya dibutuhkan waktu untuk mengembalikan kekuatan seorang laki-laki, tetapi bagi beberapa orang ada juga yang bisa langsung. Akan tetapi, jika pasangan Anda merasa sakit dan tidak nyaman, sebaiknya Anda menunda babak kedua sampai suami kuat lagi atau bahkan lanjut keesokan harinya. 

Apakah bahaya kalau langsung lanjut babak kedua?

Hubungan seks bukan seperti pertandingan olahraga yang memerlukan waktu istirahat yang pasti antara babak pertama, babak kedua, hingga babak final. Tidak ada aturan yang pasti jika bicara soal seks. Tidak ada risiko kesehatan juga jika berhubungan seks langsung antara babak satu dan dua.

Semuanya tergantung pada apa yang diinginkan Anda dan pasangan. Ada yang memilih sekali langsung selesai, ada juga yang memilih untuk lanjut lagi, seperti maraton. Jadi, tentu hanya Anda yang bisa menjawabnya sendiri dengan pasangan kapan bisa lanjut lagi ke babak kedua. 

Source: Oleh Rr. Bamandhita Rahma Setiaji . Data medis direview oleh dr. Yusra Firdaus.

Bolehkah Berhubungan Seks Setelah Melakukan Pap Smear?

KHUSUS PASUTRI


Bolehkan-Berhubungan-Seks-Setelah-Melakukan-Pap-Smear

Pap smear merupakan tes pemeriksaan wajib dilakukan wanita di usia dewasa, terlebih saat Anda telah menikah atau sudah aktif secara seksual. Ada beberapa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan sebelum atau sesudah pap smear, salah satunya adalah berhubungan intim. Peraturannya, Anda diwajibkan untuk tidak melakukan hubungan seks satu hari sebelumnya. Namun, kalau sudah pap smear, apa sudah boleh bercinta lagi dengan pasangan? Berikut jawabannya. 

Apa itu pap smear?

Sebelum Anda mengetahui kapan diperbolehkan berhubungan seks setelah pap smear, ada baiknya ketahui dulu penjelasan mengenai tes untuk wanita ini. Pap smear adalah tes yang dilakukan untuk mencari perubahan dalam sel-sel serviks (leher rahim) yang dapat menunjukkan gejala-gejala kanker serviks atau kanker leher rahim.

Selama tes, sebuah alat kecil akan dimasukkan ke dalam vagina Anda. Ini bertujuan untuk mengambil sampel kecil dari sel-sel pada permukaan leher rahim. Sampel tersebut kemudian disebar pada slide (Pap smear) atau dicampur dalam fiksatif cair (sitologi berbasis cairan).

Lalu sampel akan dikirim ke laboratorium untuk diteliti di bawah mikroskop. Sel diperiksa untuk kelainan yang mungkin menunjukkan perubahan sel abnormal, seperti displasia atau kanker leher rahim.

Selain itu pap smear biasanya dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan panggul. Seluruh wanita dianjurkan untuk melakukan pap smear pada usia 21 tahun. Tes pap ini dilakukan untuk mendeteksi dini adanya kanker leher rahim. Wanita usia 21-29 tahun dianjurkan untuk melakukan tes ini setiap tiga tahun, tanpa disertai tes Human papillomavirus (HPV).

Lalu, bolehkah melakukan hubungan seks setelah pap smear?

Berhubungan seks setelah pap smear boleh saja dilakukan. Akan tetapi, hal ini berlaku ketika tidak ada kondisi kesehatan vagina yang terjadi setelah tes pap, seperti perdarahan. Vagina mengeluarkan darah setelah berhubungan seks masih terbilang normal dan umum terjadi. Hal ini belum tentu disebabkan oleh pap smear itu sendiri. 

Namun, kalau memang Anda mengalami perdarahan setelah tes, ada baiknya Anda tidak melakukan hubungan seks terlebih dahulu. Selama mengalami perdarahan sehabis tes, gunakan pembalut. Penting juga untuk menghindari pemakaian tampon, berhubungan seks, ataupun berenang.

Jika perdarahan setelah pemeriksaan masih berlanjut dan semakin parah, segera hubungi dokter Anda. 

Di samping itu, seks setelah pap smear tidak dianjurkan apabila sebelum pap smear Anda memang sudah mengalami gejala-gejala dan mencurigai penyakit kelamin tertentu. Untuk mencegah penularan penyakit kelamin, sebaiknya tunggu dulu sampai hasil pap smear Anda keluar.

Perhatikan hal berikut ini sebelum melakukan pap smear

Tidak banyak hal yang dilarang setelah melakukan pap smear. Hal ini juga dipertimbangkan dengan kondisi kesehatan Anda setelah melakukan tes Pap. Namun, ada baiknya Anda memerhatikan beberapa hal yang harus Anda persiapkan sebelum melakukan pap smear. Ini berguna untuk memaksimalkan keakuratan hasil tes. Hal tersebut yaitu:

  • Tidak berhubungan seksual dua hari sebelum pap smear.Tidak membersihkan vagina dengan douche atau sabun kewanitaan dua hari sebelum pap smear.
  • Cukup bersihkan vagina Anda dengan air hangat.
  • Hindari kontrasepsi vagina seperti busa, krim, atau jeli yang diletakkan di vagina dua hari sebelum pap smear.
  • Hindari juga penggunaan obat-obatan untuk vagina (kecuali yang diresepkan dokter Anda) dua hari sebelum pap smear.
  • Kosongkan kandung kemih Anda sebelum melakukan pap smear.

Anda juga harus memberi tahu dokter sebelum melakukan pap smear, jika Anda:

  • Sedang mengonsumsi obat-obatan, misalnya pil KB yang mengandung estrogen atau progestin. Obat tertentu dapat memengaruhi hasil tes.
  • Pernah melakukan pap smear sebelumnya dan hasilnya tidak normal.
  • Anda sedang hamil.

Source: Oleh Novita Joseph . Data medis direview oleh dr. Yusra Firdaus.