Tag Archives: Infrastructure

39 Bendungan Bakal Rampung di Era Jokowi

Pembangunan Bendungan


Jumat, 23 Sep 2016 15:05 WIB

df86ca5c-2b5c-49ce-8362-416514ccd588_169

Dua bendungan ditargetkan selesai konstruksinya pada tahun 2016 ini, melengkapi 5 bendungan yang selesai konstruksi pada 2015 lalu.

Dalam rencana Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, akan ada 39 bendungan akan selesai konstruksi secara bertahap dalam periode 2015-2019.

Rinciannya, 5 bendungan selesai konstruksi di tahun 2015 terdiri dari:

  1. Bendungan Rajui
  2. Bendungan Jatigede
  3. Bendungan Bajulmati
  4. Bendungan Nipah
  5. Bendungan Titab

2 bendungan selesai konstruksi di 2016 terdiri dari:

  1. Bendungan Payaseunara
  2. Bendungan Teritip

4 bendungan selesai konstruksi di 2017 terdiri dari:

  1. Bendungan Raknamo
  2. Bendungan Tanju
  3. Bendungan Mila
  4. Menudngan Marangkayu

7 bendungan selesai konstruksi di 2018 terdiri dari:

  1. Bendungan Gondang
  2. Bendungan Tugu
  3. Bendungan Logung
  4. Bendungan Rotiklod
  5. Bendungan Muara Sei Gong
  6. Bendungan Bintang Bano
  7. Bendungan Kuningan

11 bendungan selesai konstruksi di 2019 terdiri dari:

  1. Bendungan Passeloreng
  2. Bendungan Tapin
  3. Bendungan Ciawi
  4. Bendungan Sukamahi
  5. Bendungan Karalloe
  6. Bendungan Sindang Heula
  7. Bendungan Keureuto
  8. Bendungan Bendo
  9. Bendungan Gongseng
  10. Bendungan Tukul
  11. Bendungan Pidekso

Sebanyak 39 bedungan tersebut, merupakan bagian dari rencana pembangunan 65 bendungan selama periode Pemerintahan Presiden Joko Widodo.

“Bendungan yang belum selesai di 2019 bukan karena mangkrak. Tetapi memang kan pembangunannya butuh waktu. Kalau baru mulai dibangun 2019, berarti 2-4 tahun berikutnya baru selesai. Semoga tetap jadi prioritas di periode berikutnya,” kata Direktur Jenderal SDA, Imam Santoso kepada detikFinance, Jumat (23/9/2016).  

Source: detik[dot]com . (dna/dna) . Dana Aditiasari – detikFinance . Jumat, 23 Sep 2016 15:05 WIB

Tiga Tahun Memimpin, Presiden Jokowi Bangun 2.710 Pasar

Kementerian Perdagangan memastikan selama 3 tahun berjalannya pemerintahan kabinet kerja telah melakukan revitalisasi pasar rakyat, stabilisasi harga dan pasokan pangan, serta menjaga neraca perdagngan Indonesia.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, dari tiga hal yang telah ditekankan Presiden Joko Widodo (Jokowi), setidaknya sudah memberikan hasil.

Seperti revitalisasi yang sampai saat ini telah terbangun 2.710 unit pasar rakyat baik bangun baru maupun renovasi dari target 5.000 pasar hingga 2019. 

“Dalam Nawa Cita 5.000 unit, baik revitalisasi maupun renovasi, kalau asumsi tiap tahun 1.000 unit, maka anggaran yang ada harus bisa. Tapi saya yakin tahun 2018 kita sudah bisa mengejar lebih dari 4.000 unit. Dengan demikian 2019 bisa lebih 5 ribu,” kata Enggar di Gedung Bina Graha Kantor Staf Presiden (KSP), Jakarta, Selasa (17/10/2017).

Enggar menyebutkan, sejak 2015 telah terbangun 1.023 unit pasar rakyat, pada 2016 sebanyak 783 unit pasar rakyat, dan pada 2017 sebanyak 904 unit. Sehingga, totalnya ada 2.710 pasar rakyat yang sudah berdiri. Sedangkan sisanya masih ada 2.290 unit lagi yang akan dibangun.

Dengan revitalisasi dan renovasi pasar yang dilakukan pemerintah, maka terjadi peningkatan omzet bagi para pedagang pasar. Enggar menyebutkan, terjadi peningkatan omzet sebesar 24,38% di 77 pasar yang telah dibangun sejak 2015.

“Setiap renovasi dan revitalisasi pasar, omzet pasti meningkat. Semula meningkat tajam Pasar Induk Denpasar Bali, itu diolah bersih, tidak bau dan koridor bisa duduk. Tetapi omset meningkat tajam di Bengkulu Utara dari renovasi dilakukan,” tambah dia.

Dengan adanya peningkatan omzet, maka tugas pemerintah adalah mengendalikan pasokan pangan dengan melakukan penyerapan setiap produk bahan pokok melalui Kementerian Pertanian.

“Kalau pengendalian harga kita dikeluarkan harga eceran tertinggi (HET),” jelas dia.

Sedangkan yang berikutnya, yakni mengena Neraca Perdagangan. Menurut Enggar bahwa neraca perdagangan hingga September masih mengalami surplus sebesar US$ 1,76 Miliar.

“Jadi 3 hal yang penting neraca perdgangan dalam dan segala dampaknya, industri dalam negeri untuk ekspor,” kata dia.

Source: detik